Ternyata Aku Mencintaimu

Ternyata Aku Mencintaimu
AFSHEEN HASNA LANIKA


__ADS_3

Lima tahun telah berlalu.


Mama Elsa dan ARTnya di sibukan menyusun berbagai macam hidangan di atas meja panjang. Terpancar di wajahnya raut bahagia dan terus menebar senyuman kesetiap orang.


Di atas meja sudah ada nasi kuning beserta lauk pauk, nasi putih beserta lauk pauk, aneka cemilan, buah-buahan sebagai cuci mulut dan minuman tersusun rapi.


Ya, hari ini hari ulang tahun cucu perempuannya ke 4 tahun yang di beri nama AFSHEEN HASNA LANIKA.



Nama itu Bella sendiri yang memberikannya, dan ada arti serta harapan di setiap nama yang di berikan kepada anaknya.


AFSHEEN artinya bersinar seperti bintang,


HASNA artinya cantik, kebahagiaan,


LANIKA artinya yang terbaik.


Jika di gabungkan arti nama AFSHEEN HASNA LANIKA adalah anak perempuan cantik yang selalu menyinari kehidupannya penuh kebahagiaan dengan menjadi yang terbaik.


Semua orang sudah berkumpul di rumah Bella termasuk Syafira, Reyhan dan kedua anaknya. Karena kebetulan, dua hari setelah ulang tahun Hasna merupakan tanggal peringatan meninggalnya orang tua Felix. Maka dari itu Syafira menghadiri ultah Hasna sekalian Ziarah.


"Hasna nya mana, Nek?" tanya Anin anak kedua Syafira menghampiri Elsa yang sedang berdiri menyambut kedatangan tamu sekaligus teman-teman cucunya.


"Hasna nya ada di kamar bareng Mama Bella. Kalau kamu mau ketemu, ke kamarnya saja ya, sayang!" jawab Elsa ramah mengelus kepala bocah kecil bermata biru.


"Baik, Nek. Anin mau ketemu Hasna dulu." Anin berlari menuju kamar Hasna.


"Hasna tidak mau ketemu teman-teman, Ma."


"Kenapa, Nak? ini hari ultahnya Hasna, bukankah Hasna mau ultahnya di rayain?" Bella berlutut di hadapan Hasna memegang tangan anaknya yang sedang duduk di pinggir ranjang.


"Mereka jahat, mereka bilang Hasna tidak punya Ayah. Apa benar aku tidak punya Ayah, Mah?"


Bella mematung, ia membuang nafasnya secara kasar. "Sayang, dengerin Mama!" Bella meraba wajah putrinya.


"Siapa bilang kamu tidak punya Ayah? kamu juga punya Ayah, dan Ayah kamu sedang bekerja mencari uang buat Kamu."


"Lalu dimana Ayah sekarang? kenapa beliau belum pulang juga? apa Ayah tidak ingat Hasna? Hasna juga ingin seperti mereka yang sering di jemput Ayah."

__ADS_1


"Suatu saat Ayah pasti pulang dan akan bertemu dengan kamu. Kamu berdoa, minta sama Tuhan supaya kamu dan Ayah segera bertemu."


Anin mendengar setiap perkataan keduanya, hati anak kecil itu ikut sedih dan prihatin. "Mama, Hasna," panggilnya mengalihkan kesedihan keduanya.


"Aku cari-cari kalian di sini, ayo kita keluar Hasna! Aku udah laper ingin makan kuenya." Bujuk Anin dengan wajah dan suara imutnya.


Hasna yang tadinya murung berubah ceria, Anin merasa bahagia kalau ada keluarga Syafira. "Iya, ayo! Aku juga tidak sabar memberikan potongan kuenya untuk Bunda dan Abang."


"Mama, ayo!" Hasna memegang tangan Bella dan Anin pun ikut memegang tangan yang satunya. Keduanya menuntun Bella ke ruang tengah.


Acara pun berlangsung penuh canda dan tawa, Hasna yang tadinya murung kembali ceria dan kembali tertawa di tengah keluarga Syafira.


Bella hanya terdiam dan duduk mendengarkan canda tawa semua orang.


****


Laki-laki berkulit putih berambut rapi, bermata sedikit sipit, hidung mancung, berwajah tampan, mendarat selamat di kota kelahirannya. Dia menatap haru kota yang telah lama ia tinggalkan. Kedua tangannya ia masukan kedalam saku, tas ransel ia gendong, dan ia berpakaian serba hitam. Jaket hitam, kaos hitam, celana jeans pun hitam.



"Aku sudah kembali. Calista, Kakak pulang, Dek," batin Jhon menatap bangunan-bangunan yang berdiri kokoh di hadapannya.


"Dengan tidak adanya dirimu di sisiku aku sadar, ternyata aku mencintaimu," batin Jhon.


****


Setelah acara selesai, semua orang sedang berkumpul di ruang keluarga. Hasna dan Anin bermain kelinci di taman depan di temani oleh Felix. Sedangkan para orang tua sedang berada di ruang tengah.


"Bi, kalau nasi sama kuenya ada sisa tolong bagikan kepada tetangga ya, Bi! Bibi juga bisa mengambilnya untuk keluarga di rumah, sayang kalau di buang mah," kata Bella kepada bi Sri yang sedang membereskan makanan yang tersisa.


"Baik, Nak. Terima kasih untuk makanannya," balas Bi Sri ramah.


"Tidak terasa anak-anak sudah besar dan sebentar lagi mau sekolah dasar," kata Syafira.


"Iya, padahal rasanya baru kemarin melahirkan, eh, sekarang sudah berumur 4 tahun lagi," balas Bella terkekeh meraba hidangan kue di atas meja.


Dengan segera Fira membantu Bella menyodorkan piringnya. "Apakah tidak ada niatan untuk kamu ingin melihat lagi, Bel?" tanya Fira.


Bella tersenyum manis penuh ke ikhlasan. "Untuk saat ini tidak. Aku ikhlas menerima takdir ini dan masih di berikan nyawa saja aku bersyukur. Mungkin ini salah satu cara Tuhan menghapus setiap dosa yang ku lakukan dulu.

__ADS_1


Bella begitu tabah dengan kondisinya saat ini.


"Kalau kamu mau, aku akan mencarikan pendonor mata untukmu," ucap Fira.


"Sebelumnya aku berterima kasih karena kamu sudah sudi membantuku. Tapi, untuk kali ini aku ingin menikmati hidupku sebagai orang buta. Ada yang berkata, di alam kubur itu gelap, dan saat ini aku ingin kegelapan ini menemaniku agar aku selalu mengingat Tuhan, terus bertaubat, dan terus berserah diri atas takdir yang Tuhan berikan."


Syafira tidak bisa membujuk lagi jika keinginan Bella kekeh.


Bella kembali teringat ke peristiwa yang merenggut penglihatannya.


FLASHBACK


Satu tahun yang lalu


"Kak kalau baju ini harganya berapa?" tanya seorang wanita kira-kira usianya berumur 22 tahunan.


"Yang itu tiga ratus ribu, Dek. Ini baju model terbaru dan keluaran terbaru juga. Bahannya sangat lembut dan tidak panas bila di pakai. Cocok di anak muda seusia kamu," kata Bella.


Wanita itu mengangguk-ngangguk. "Aku beli yang ini aja, deh." Diapun membayar barangnya, sebelumnya ia menaruh handphone dulu di meja kasir lalu mengambil uang dan membayarnya.


"Terima kasih sudah berkunjung ke toko kami," ucap Bella ramah.


"Iya, kak. Terima kasih kembali." dan gadis itu pergi meninggalkan handphone yang tertinggal.


"Lho, inikan handphone wanita tadi." Bella mengambilnya lalu berlari keluar mumpung belum terlalu lama.


"Dek, ini handphone nya ketinggalan..!" pekik Bella.


Gadis itu menoleh, berhenti di pinggir jalan dan ia memeriksa dulu apakah handphone nya ada atau tidak. Akan tetapi, ada sebuah mobil Avanza putih oleng dengan kecepatan tinggi menghampiri gadis itu.


Bella sempat melihat dan tanpa basa-basi langsung berlari mendorong keras tubuh gadis itu. Alhasil, dirinyalah yang tertabrak keras sampai terpental jauh.


"Awaaaaas....!!"


Ssssssttttt.... brraaakkkk...


Bersambung....


__ADS_1


Perpaduan Jhon dan Bella. Mirip tidak sih? kalau menurut ku ada mirip-mirip nya.😅😅🙏


__ADS_2