Ternyata Aku Mencintaimu

Ternyata Aku Mencintaimu
Tiara


__ADS_3

Di sebuah pemakaman seorang wanita mengusap batu nisan bertuliskan nama orang Ibunya. "Bu, aku akan membuat hidup Mahendra dan keluarganya menderita. Dan aku akan membuat Mahendra dan Elsa merasakan kehancuran di saat putrinya hancur."


Dia adalah Tiara, wanita yang masuk kehidupan Bella sebagai teman sekolahnya sedari SMP.


FLASHBACK


"Kenapa kau meninggalkanku setelah apa yang ku lakukan Hendra? apakah kurang pengorbananku selama ini? aku sampai memberikan segalanya untukmu, harta, waktu, bahkan tubuhku sudah ku berikan untukmu. Tapi, kenapa kau tidak mau menikahiku?" bentak Tari marah.


"Dari awal ku sudah bilang, jangan ada perasaan di antara kita. Kita hanya sama-sama saling membutuhkan kebutuhan biologis. Aku sudah memperingati mu sebelum kita sering melakukannya," balas Hendra tak kalah keras.


"Aku ingin kau menikahiku dan bertanggungjawab atas anak yang ada di rahimku!"


"Anak kau bilang? aku tidak merasa itu anakku. Aku sudah menikah dan sudah punya anak, kau pun tahu itu. Maka dari itu lupakan aku! Aku hanya ingin menikmati tubuhmu saja, tidak lebih dari itu dan kau juga menikmatinya juga bukan," tanpa perasaan dia berkata seperti itu.


"Hendra, kau laki-laki biadab. Aku sampai rela meninggalkan suamiku demi dirimu tapi sekarang kau malah memperlakukanku seperti ini?" Tari merasa prustasi atas kehamilannya. Dia pikir Hendra mau bertanggungjawab karena ini anak dia.


"Ck, kau nya saja yang bodoh dan terlalu murahan. Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menikahimu!" ucap lantang Hendra meninggalkan Tari sendirian setelah mereka melakukan hubungan badan.


"Hendra, kau jangan tinggalkan aku, Hendra..! Kau harus bertanggungjawab..!" teriak Tari menangis mengejar menahan lengan Hendra sambil melilitkan selimut ketubuhnya.


Hendra mendorong tubuh Tari sampai tersungkur dan saat itu Tiara melihat ibunya di dorong kasar. Dia baru pulang sekolah SD dan mengintip di balik tembok.


"Kau ingat baik-baik! Aku tidak akan bertanggungjawab atas anak yang ada di dalam Kandunganmu karena ku yakin dia bukan anakku!" bentak Hendra meludah ke sampingnya.


Tari menangis sesegukan, dia begitu mencintai Hendra sampai rela meninggalkan suaminya demi Hendra. Tapi ternyata, Hendra hanyalah seorang Casanova yang akan terus berjelajah kesana kemari dan setelah bosan akan di tinggal pergi.


Hendrapun pergi meninggalkan Tari yang terduduk di lantai.


"Bu," Tiara menghampiri ibunya dan memeluk tubuh Ibunya.


Meskipun Tiara baru berumur 12 tahun, ia bisa menyimpulkan yang terjadi bahwa Mahendra dan Ibunya memiliki hubungan namun hendra tidak mau bertanggungjawab atas kehamilan ibunya.


Tari mengusap air matanya secara kasar. "Ibu harus bicara dengan mereka. Ya, aku harus bicara." Tari berdiri dan segera berganti pakaian.


"Bu mau kemana?" Tiara mencegah Ibunya untuk tidak pergi.

__ADS_1


"Kamu tunggu di sini, jangan ikut Ibu!" Tari begitu saja meninggalkan Tiara sendirian.


Tiara tidak mau terjadi sesuatu kepada Ibunya dan dia pun memesan ojek yang ada di dekat rumahnya untuk mengikuti sang Ibu.


****


"Elsa...dimana kamu? keluar Elsa..!" pekik Tari setelah tiba di kediaman Mahendra.


Elsa yang kebetulan sedang mengiris bawangpun keluar menghampiri Tari.


"Tari ada apa? kenapa kamu teriak-teriak?"


"Kau sudah merebut Mahendra dariku Elsa, kau tahu sendiri kalau aku menyukainya lalu kenapa kau yang menikah dengannya?" bentak Tari marah langsung bicara pada intinya.


"Aku tidak pernah merebut dia darimu. Dia sendiri yang datang padaku dalam keadaan pengaruh obat perangsang. Aku di sini korban, sampai saat ini Hendra masih menuduhku menjebaknya padahal aku tidak pernah menjebak dia. Namun karena aku hamil anaknya aku meminta pertanggungjawaban dia."


Elsa dan Tari adalah teman, tapi semua berubah sejak kedatangan Hendra dalam hidup keduanya. Mereka kenal saat tak sengaja Tari di jambret dan Hendra yang menolongnya.


Dari awal Tari sudah menyukai Hendra sedangkan Elsa tidak. Pada saat itu, Tari masih memiliki suami sedangkan Elsa sudah menjadi janda dan saking terpesonanya sama Hendra, Tari berniat menjebak Hendra di rumahnya dengan alasan pekerjaan pada saat suaminya sedang bekerja keluar kota.


Tari mencampurkan obat perangsang, dan setelah obat itu bereaksi Tari menyuruh Hendra beristirahat di salah satu kamar. Sedangkan Tari sendiri pura-pura belanja ke minimarket.


Atas kejadian itu, Elsa dinyatakan hamil. Setelah dua bulan menikah, Elsa keguguran akibat terjatuh menginjak lantai licin.


"Pokoknya kau harus meninggalkan dia..! Sekarang aku hamil anaknya dan dia harus bertanggungjawab..!" pekik Tari.


Elsa mematung, "Jadi mereka memiliki hubungan di belakangku?" batin Elsa.


"Aku ingin Hendra menikahiku dan jadi milikku, kau harus pergi dari kehidupannya..! kalau perlu, mati di tanganku..!" Emosi menguasai jiwa, amarah semakin tak terkendali, dan Tari gelap mata.


Dia mengambil pisau yang ada di tangan Elsa secara paksa dan berniat menusukkannya. Elsa berusaha keras melindungi dirinya dengan cara mencekal tangan Tari. Namun sayang, pisau itu malah tertancap ke perut Tari ketika Elsa melepaskan cekalannya.


"Tariii...!" pekik Elsa terkejut membekap mulutnya.


"Ibuuu...!'' pekik Tiara baru saja tiba melihat Ibunya sudah berlumuran darah akibat tertusuk pisau.

__ADS_1


Tiara menghampiri ibunya. "Ibu.. hiks hiks hiks.."


"Ti a ra..." lirih Tari memeluk tubuh kecil Tiara. "Balaskan ra sa sakit hati i ibu...!" Tari terkulai lemah.


"Ibuuu....!" Tiara menjerit sekencang-kencangnya. Dia menoleh ke arah Elsa dan menatap tajam penuh amarah. "Elsa, Mahendra, akan ku balas kalian semua," batin Tiara penuh dendam.


Pada saat itu Tiara tidak pernah tahu Bella sebab mereka beda sekolahan dan jarak antara rumah Tari dan Elsa sangat jauh sehingga keduanya tak bertemu.


FLASHBACK END


Tiara meneteskan air mata, "Aku sudah masuk kekehidupan mereka dan akan ku buat mereka terpuruk atas kehancuran putrinya, Bu." Ucap Tiara mengepalkan tangannya arah.


****


Cafe


Bella berhasil menghindari kejaran Jhon dan menemui Saras di cafe. "Hai, Nek."


"Hai, juga, Bel." Saras tersenyum ramah dan keduanya melakukan cipika cipiki.


Keduanya pun begitu asyik berbicara mengenai rencana kedepannya dan membahas tentang keberhasilan Bella membuat saingannya tersingkir.


"Aku sudah tidak sabar bersanding dengan Bang Reyhan. Sekarang kita ke mall merayakan keberhasilan kita. Aku akan membelikan nenek satu set berlian asli!"


"Benarkah?" Saras berbinar mendengarnya, dia ingin sekali membeli perhiasan. Tapi, karena tidak punya uangnya dia hanya berkhayal setinggi langit.


"Serius, anggap saja sebagai hadiah atas keberhasilan kita menyingkirkan janda murahan itu." Bela berdiri dari duduknya lalu menyeruput capuccino hingga habis, setelahnya mereka meninggalkan Cafe itu.


****


Toko perhiasan


"Pilihlah, Nek! Sesuai yang Nenek inginkan."


"Waaah kamu baik sekali, sungguh calon mantu idaman." Dengan antusias Saras memilih perhiasan sesuai keinginannya dan yang pasti harganya setinggi langit.

__ADS_1


Bagi Bella tentu tidak masalah, dia akan menggunakan uang hasil menjadi wanita bayaran untuk membelikan Saras satu set perhiasan.


Bersambung....


__ADS_2