Ternyata Aku Mencintaimu

Ternyata Aku Mencintaimu
Hareudang


__ADS_3

"Mas...!" Bella terkejut ada tangan kekar memeluknya dari belakang.


"Iya, sayang." Bisik Alex di dekat daun telinga Bella.


"Ka-kamu ma-mau ngapain?" tanya Bella gugup.


"Ikut kamu mandi."


"ta tapi..."


"Sssstttt....kamu tidak boleh membantah apa kata suami!" cegahnya mengecup leher jenjang istrinya. Dia bahkan menyesap meninggalkan jejak merah keunguan di leher Bella.


Tangannya mulai membuka setiap kancing yang menempel di dress istrinya sampai kancing tersebut terbuka semuanya.


Alex membalikan tubuh istrinya, dan Bella menunduk malu tak berani menatap mata sang suami. Pria tampan berahang kokoh itu memegang dagu istrinya mengangkat ke atas kemudian menempelkan kedua benda kenyal tersebut secara lembut dan perlahan.


Tangan satunya membuka dress yang di kenakan Bella sampai menyisakan pakaian dalam saja. Alex melepaskan tautannya dan menatap setiap lekukan tubuh istrinya yang begitu sempurna.


Bella menyilangkan kedua tangannya di dada. "Ja-jangan me-melihat ku seperti itu!"


"Kenapa sayang? Jangan di tutupi seperti itu! aku suka melihatnya," kata Alex menurunkan tangan Bella.


Tanpa aba-aba, Alex langsung membopong istrinya keluar dari kamar mandi.


"Mas, aku mau mandi! Tubuhku terasa lengket," ujarnya terkejut mengalungkan lengannya ke leher Alex.


"Nanti juga kita akan mandi bareng, sayang." Jawab Alex membaringkan pelan istrinya di ranjang.


Bella menoleh ke samping, ia malu dan juga gugup. Alex tersenyum melihat wajah malu-malu istrinya, dan ia membuka kaos yang ia kenakan sehingga memperlihatkan perut sixpack.


Alex mengukung tubuh istrinya, mengecup, menyesap, meremas apapun yang ia inginkan. Kecupannya perlahan turun ke bawah membuat tubuh Bella meremang. Suara merdu pun keluar di kala Alex mengulum dan meremas salah satu aset kembar miliknya.


"Ah....Mas...." Bella membusungkan dadanya, matanya terpejam menikmati setiap sentuhan yang di berikan suaminya. Alex benar-benar tahu dimana letak sensitif yang membuatnya semakin bergairah.


Alex mendongak tersenyum mendengar suara merdu istrinya. "Keluarkan suara merdunya, sayang! Sebut namaku di setiap des*h*n mu!" Alex kembali melanjutkan kegiatannya mengecupi perut sang istri.


Perlahan namun pasti bibirnya mulai turun ke bawah sambil kedua tangannya menurunkan kain segitiga yang melekat paling terakhir di tubuh istrinya.


Bella mencengkram sprai, ia menggigit bibirnya, nafasnya semakin memburu tak beraturan di kala ciuman sang suami semakin turun.


"Mas Alex...Ah..."

__ADS_1


Alex membuka lebar-lebar kaki Bella dan menekukannya. Tanpa jijik, ia menurunkan wajahnya mengecup, menyesap, menjilati, milik sang istri yang tercium wangi daun sirih.


Bella semakin tak dapat menahan suara merdunya, ia meremas rambut sang suami yang berada di bawah sana. "Mas....aku ingin pipis..." lirih Bella di saat lidah sang suami mengobrak-abrik miliknya.


Alex semakin mempercepat sesapannya supaya sang istri segera mendapatkan pelepasan pertama.


"Ah..." tubuh Bella bergetar hebat di kala sesuatu keluar.


Alex tersenyum puas dapat memuaskan istrinya. Dia pun segera membuka pakaiannya yang tersisa sehingga kini keduanya polos tanpa busana.


Dia kembali mel*um*t bibir istrinya, namun sekarang lebih menuntut dan sedikit rakus. Tangannya kembali bermain diarea benda kenyal Bella dan beralih bermain di bawah sana. Alex sengaja memasukan jarinya memaju mundurkan agar Bella terangsang kembali.


"Mas...ah..touch me, please!!!!" pinta Bella tak dapat lagi menahan gairah hasratnya. Ia mengalungkan lengannya ke leher Alex sesekali mencium rakus bibir suaminya.


"Dengan senang hati, sayang. Aku akan menyentuhmu sesuai permintaan mu." Alexpun melepaskan jarinya dan mengarahkan miliknya ke milik Bella.


Alex pikir akan mudah untuk memasukinya sebab Bella pernah melakukannya. Tapi ternyata, sangat sulit dan terasa sempit sampai Bella menggigit bibirnya menahan sakit dikala milik Alex menerobos masuk.


"Bee, kenapa susah sekali dan sempit?" tanya Alex berusaha mendorong pelan miliknya.


"Setelah melahirkan, milikku di jahit, dan aku sering meminum jamu kunyit asam sirih untuk merawat dan mempersempit milikku supaya seperti perawan lagi," jawab Bella di sela Alex mulai menerobos.


"Dan sekarang rasanya memang sangat sempit," jawab Alex dan jleb....


Aneh, ternyata jahitan dan ramuan jamu sari rapet memang membuat miliknya kembali seperti perawan lagi. Ini rasanya sangat sakit sama seperti pertama kali melakukannya.


"Ah.... Bee." Desah Alex terasa nikmat miliknya terjepit sempurna. Dengan perlahan, ia mulai memaju mundurkan pinggulnya, awalnya pelan namun lama-kelamaan ia mempercepat lajunya ketika hasrat semakin bertambah dan ketika sesuatu mendesak ingin keluar.


Suara merdu dari kedua manusia berbeda jenis tersebut saling bersahutan di kala rasa nikmat mulai merasuki keduanya. Alex gila di buatnya, ia melakukannya sampai beberapa kali, dan anehnya stamina ia tetap terjaga meski sudah beberapa kali mencapai puncaknya.


Ia memberhentikan kegiatannya di saat sang istri sudah kelelahan melayani dirinya. Alex pun tak tega dan membiarkan Bella istirahat. Dia memeluk erat tubuh istrinya, mengecup mesra pucuk kepala Bella, kening dan terakhir bibirnya.


"Terima kasih sayang, semoga benihku cepat bersemayam di perutmu," ucap Alex memeluk Bella.


"Aamiin..." jawab Bella pelan menelusupkan wajahnya kedada bidang sang suami mencari kehangatan.


******


"Nek, kapan Mama sama Papa bangun? ini udah siang lho, Nek." tanya Hasna belajar menggambar di ruang keluarga.


"Sebentar lagi pasti bangun. Hasna jangan ganggu mereka, ya?"

__ADS_1


"Kenapa, Nek? kan Mama dan Papa harus makan." Tanya Hasna menatap bingung.


Elsa yang tadinya duduk di sofa turun ke bawah duduk dekat Hasna. "Apa Hasna mau punya adik?"


"Adik?"


"Iya, seperti Abang Felix yang memiliki adik Anin. Nanti adik Hasna bisa bermain bareng Hasna, belajar bareng, dan bisa menjadi adiknya Abang Felix juga."


"Mau Nek, aku mau punya adik. Aku ingin adik supaya bisa bermain bareng aku, aku kesepian tidak ada teman main," jawab Hasna riang.


"Kalau gitu biarkan Mama dan Papa buat adik untuk Hasna, ya."


Hasna mengangguk antusias, "Siap, Nek. Aku tidak akan mengganggu Mama dan Papa." jawabnya tersenyum, ia kembali melanjutkan menggambarnya.


******


Alex mulai mengerjapkan mata, ia menguap dan menggeliat. Dia melirik ke samping ternyata Bella sudah tidak ada. Senyumnya terukir sempurna di bibirnya mengingat apa yang telah ia lakukan semalam.


Ini pengalaman menyenangkan dan Bella mampu membuatnya melayang ke awang-awang.


Ceklek...


Pintu kamar mandi terbuka, Alex melihat seorang wanita berumur 29 tahun keluar dari kamar mandi menggunakan handuk yang hanya melilit menutup bagian intinya saja.


Glek...


Jakun Alex naik turun menatap penampilan istrinya dari atas sampai bawah yang terlihat sangat menggoda sampai kembali membangunkan si Joni.


"Sayang..."


Bella yang sedang menggosok rambutnya mendongak, ia terkejut, ia kira Alex masih tidur. "Mas, sudah bangun?"


"Sudah, sini!"


"Aku mau di baju dulu, Mas."


"Bee...!" ucap Alex penuh perintah, dan Bellapun mendekat.


Alex langsung menarik pergelangan tangan istrinya sehingga sang empu jatuh kepangkuan Alex. Diapun memeluk erat pinggang sang istri menciumi bahu putih yang mulus tanpa cacat.


"Aku mencintaimu, sayang." Ucap Alex membuka lilitan handuk istrinya.

__ADS_1


"Si Joni kembali bangun gara-gara kamu dan kamu harus menidurkan kembali di Joni!" ujar Alex membawa tubuh Bella berbaring dan kembali melakukan aksinya sampai beberapa kali.


Bersambung....


__ADS_2