Ternyata Aku Mencintaimu

Ternyata Aku Mencintaimu
Aku Mencintaimu Tanpa Tapi Dan Memilihmu Karena Hati


__ADS_3

Ah...


Bella membusungkan dadanya, gadis itu begitu menginginkan sebuah sentuhan. Tangannya meraba dada bidang Alex.


Pria tampan itu juga mulai menikmati setiap sentuhan dari calon istrinya. Tapi, sedetik kemudian dia tersadar bahwa yang mereka lakukan salah.


"Ini salah, Bee." Alex menjauhkan tubuhnya melepaskan pelukan Bella.


"Tolong aku, Alex. Pengaruh obat ini tidak akan hilang begitu saja." Bella mulai menanggalkan kemeja yang ia kenakan sehingga menampilkan bagian dada yang menonjol kencang.


Alex menelan ludahnya secara kasar, hasratnya semakin naik ke ubun-ubun di saat melihat pemandangan indah di depan matanya.


Bella kembali mencium ganas bibir Alex bahkan dia juga meninggalkan jejak merah keunguan di leher Alex.


"Tidak, Bee. Aku tidak akan menyentuhmu sebelum kita menikah. Masih ada cara lain untuk menghilangkan pengaruh obatnya tanpa harus melakukan hubungan intim." Lelaki berusia 31 tahun itu menyeret paksa tubuh Bella membawanya ke dalam kamar mandi.


Dia memutar shower dan mengguyur tubuh Bella menggunakan air dingin.


"Aaaa, dingin," pekik Bella terkejut memeluk tubuh Alex sehingga gunung miliknya menempel sempurna dengan dada Alex.


Alex berusaha menahan hasrat yang ia pendam. Dia membantu Bella berkeramas, menggosokkan badan Bella menggunakan sabun. Dan itu malah membuat Bella semakin kepanasan.


"Alex, please touch me..!"


Pemuda tampan itu memegang kedua pipi Bella mencium lembut bibir Bella lalu memeluk tubuh Bella di bawah guyuran air shower yang dingin berharap bisa menghilangkan efek obatnya.


Setelah sekian lama, tubuh Bella mulai membaik tidak sepanas tadi namun kini berubah menggigil kedinginan.


Dengan telaten dan penuh perhatian, Alex melilitkan handuk yang sebelumnya ia membuka pengait bra dan langsung melilitkan handuk ke tubuh calon istrinya.


Begitupun dengan celana yang masih menempel, dia juga membukanya sampai Bella benar-benar polos hanya menggunakan handuk saja.


Alex pun membawa Bella duduk di pinggir ranjang memberikan selimut ke tubuhnya berharap rasa dinginnya menghilang.


"Kamu tunggu di sini dulu, aku mau bikin susu jahe buat kamu."


"Alex, terima kasih." ucapnya terharu Alex tak ingin melakukannya dan masih menghargai dirinya.

__ADS_1


"Sama-sama sayang," Cup... satu kecupan di daratkan pria tampan itu ke kening Bella.


*****


Di rumah Calista


"Halo, Kak Dimas. Apa kak Nando ada bersama Kakak?"


............


"Oh, aku kira ada di sana. Aku tutup dulu, ya, kak."


"Lagi dan lagi Kak Nando belum pulang sampai selarut ini."


Gadis manis berwajah cabi itu terus melihat jam dinding dan sesekali melihat keluar berharap Kakaknya pulang.


Suara mobil pun terdengar berhenti di depan rumahnya. Calista ingin memastikan siapa yang pulang dan ternyata itu adalah Nando sang kakak yang ia khawatirkan.


Tapi, matanya terbelalak melihat wajah Nando memar-memar. "Astaga...! Apa yang terjadi denganmu, Kak?" ia menghampiri melihat wajah Kakaknya.


"Tidak apa-apa. Ini hanya masalah pria saja. Tidurlah, Kakak baik-baik saja, Dek!" ucap Nando mengusap kepala Calista kemudian masuk ke dalam lebih dulu meninggalkan Calista.


"Kamu tidak perlu tahu urusan Kakak! Kamu urus saja urusanmu, Dek." Balas Nando melangkah.


"Aku adikmu, aku berhak ikut campur urusan Kakak. Aku tidak mau Kak Nando kembali melakukan kesalahan yang sama yang membuat Kakak di penjara."


Deg...!


Nando tertegun, kenapa adiknya bisa tahu? padahal dia tidak pernah memberitahukan apapun mengenai masalahnya.


Dia berbalik menatap Calista penuh tanya.


"Cinta tak harus memiliki, cinta itu suci, jangan Kakak nodai kesucian cinta dengan keegoisanmu. Biarkan Kak Bella bahagia dengan pilihannya dan jangan buat Kak Bella tersakiti oleh keegoisan mu lagi, Kak."


"Tahu apa kamu tentang cinta? tahu apa kamu mengenai Kakak? Kakak tidak akan membuat Bella tersakiti karena Kakak mencintainya."


"Cinta seperti apa yang Kak Nando miliki? Kakak menghalalkan segala cara untuk mendapatkan cintanya, Kakak bahkan menyakiti orang yang Kakak cintai. Dulu Kakak sampai berniat melenyapkan Kak Syafira hanya karena tidak ingin dia di miliki orang lain. Dan sekarang Kakak juga nekat menculik Kak Bella untuk bisa mendapatkannya."

__ADS_1


Nando mematung, dia bingung dan bertanya-tanya kenapa Calista mengetahui segala rahasianya.


"Aku tahu semuanya Kak, aku tahu apa yang kau lakukan selama ini, aku tahu kau adalah seorang narapidana yang telah menghilangkan dua nyawa yang tidak bersalah dan selama ini kau di hukum oleh Syafira atas tindakan kejahatanmu."


"Dan sekarang kamu ingin mengulanginya lagi? ku mohon, Kak. Stop! Jangan kau bikin kesalahan yang sama! Aku tidak mau kamu kembali di penjara di pulau terpencil jauh dari kota dan keluarga. Ku mohon berhenti melakukan tindakan kejahatan, Kak!" lirih Calista mengatupkan kedua tangannya menangis memohon.


"Dek," hati Nando sakit melihat adiknya memohon, dari matanya terpancar kekecewaan terhadap dirinya.


"Aku mohon, jangan kau ulangi lagi! Aku hanya memiliki mu dan aku tidak ingin Kakak kembali di penjara! Aku mohon..!"


Melihat adiknya memohon dan menangis seperti itu, Nando tersadar. Dia sudah melakukan tindakan yang salah dan tindakannya membuat Bella akan semakin menjauhi dirinya.


*******


"Minumlah, Bee..! Ini susu jahe supaya tubuhmu terasa hangat." Alex memberikan segelas susu kepada Bella. Bella pun mengambil gelasnya kemudian meminumnya.


"Apa tubuhmu masih terasa panas?" Alex duduk di samping Bella.


Bella menggeleng, wajahnya bersemu merah mengingat apa yang telah terjadi barusan. "Sudah lebih baik, tapi sekarang terasa dingin. Mungkin kelamaan di guyur air dingin."


"Maafkan aku, hanya itu satu-satunya cara supaya rasa panas yang mendera di tubuhmu bisa menjadi dingin."


Tangan Bella mencari pipi Alex dan ia memegang setelah dapat. "Kenapa kamu tidak ingin melakukannya padaku padahal sebentar lagi kita akan menikah? dan aku yang memohon padamu untuk membantuku menghilangkan rasa panasnya. Tapi kamu?"


Alex menggenggam tangan Bella yang ada di pipinya dan membawa kedua tangannya ke dada dia.


"Bee, aku memang menginginkan nya, tapi aku tidak ingin membuatmu terluka. Aku juga tidak mau kita melakukannya sebelum menikah. Aku mencintaimu, aku akan berusaha menjagamu dan aku akan berusaha menahan sampai kita sah."


"Alex," lirih Bella menangis haru merasa beruntung bisa mendapatkan pria yang benar-benar mencintainya dan menerima dia dan masa lalunya.


Pria itu pun menghapus air mata wanita yang ia cintai. Mengecup lembut keningnya, kedua kelopak matanya, hidung, dan terakhir bibir Bella secara perlahan seolah ingin menunjukan bahwa dia mencintai Bella tanpa melihat masa lalunya seperti apa.


Alex membawa Bella kedalam dekapannya. Tangis Bella semakin menjadi, ia menyesali setiap perbuatannya dulu.


"Ssssttttt....jangan menangis, sayang. Aku tahu apa yang kamu pikirkan. Aku memilihmu karena hatiku menginginkan mu, jangan lagi kamu merasa tidak pantas untukku karena ketidak sempurnakan itu yang akan menjadi pengingat kita untuk selalu menjadi yang lebih baik lagi kedepannya."


"Singkatnya begini, Bee. Aku mencintaimu tanpa tapi dan memilihmu karena hati."

__ADS_1


Bella memeluk erat tubuh kekar pria yang mendekapnya. Dia semakin tidak ingin pria ini meninggalkannya dan semakin jatuh cinta kedalam pesona dan kebaikannya dalam memperlakukan dia sebagai wanita.


Bersambung....


__ADS_2