Ternyata Aku Mencintaimu

Ternyata Aku Mencintaimu
Apa...?! HIV...?!


__ADS_3

"Mama...." Hasna berlari langsung memeluk kaki sang Mama saat melihat Bella turun dari mobil Dimas.


"Sayang," Bella berjongkok memeluk tubuh mungil putrinya. Dia senang masih bisa bertemu lagi dengan sang putri.


Dimas dan Nando memperhatikan keduanya. Mereka tersenyum melihat ibu dan anak bisa kembali bersatu lagi.


"Dari tadi pagi Hasna menunggu kepulangan kamu di teras. Dia tidak sedikitpun beranjak dari teras karena kekeh ingin menunggu kamu," ujar Elsa.


Hasna terus memeluk leher Bella menelusupkan wajahnya ke ceruk leher enggan melepaskan pelukannya.


******


Hotel


Tiara terbangun dari tidurnya, namun badannya demam dan masih lelah, sakit kepala dan hampir semalaman ia bolak-balik ke toilet akibat diare.


Uhukk... uhukk...uhukk...


Tiara mengambil handphone di dalam tas, menelpon Aditya. Namun, no Adit tidak bisa di hubungi. "Dit, kemana sih loe?"


Tiara kembali mencoba menghubunginya, lagi dan lagi hanya suara wanita yang menjawab. Ia kesal kemudian melemparkan benda pipihnya ke kasur. "Brengsek, kemana dia pergi?" umpatnya terduduk di pinggir ranjang memegang kepala yang terasa sakit.


"Gue harus periksa, masa udah mau seminggu begini terus?" ujarnya beranjak meninggalkan hotel.


******


Rumah Adit


Adit baru sampai di rumah, semalam ia berpesta di club bersama teman-temannya merayankan keberhasilannya. Ia juga menyewa beberapa wanita bayaran untuk menemaninya di ranjang. Dia berhasil menjual seluruh aset milik Tiara mulai dari apartemen, mobil, hingga perhiasan yang ia ambil di apartemen Tiara.


Sebelum menculik Bella, Adit dan Tiara sempat mabuk. Adit sengaja mencampurkan obat tidur supaya Tiara terlelap. Di sanalah Adit menjalankan misinya mengambil surat-surat berharga milik Tiara di saat Tiara terlelap.


Ia meminta tandatangan Tiara dengan alasan surat perjanjian bahwa Tiara tidak akan melaporkannya ke polisi. Padahal, surat yang Tiara tanda tangani merupakan surat jual beli yang telah Adit sediakan.


Adit segera mengemasi barang-barangnya, mengambil setiap barang berharga dan memasukannya ke dalam koper. Ia menarik dua koper besar, satu miliknya dan satu milik Mira.

__ADS_1


"Lho, Kak. Kita mau kemana?" tanya Mira baru keluar dari kamar.


"Kita akan pergi dari sini secepatnya! Buruan kamu ganti baju dan kita pergi dari sini secepatnya sebelum Tiara menyadari hartanya sudah di jual."


"Jadi misi kita berhasil untuk membuat Tiara miskin?" tanya Mira sumringah.


"Berhasil, Dek. Semua harta milik Papa udah kembali menjadi milik kita. Enak saja wanita rubah itu mau morotin Papa kita. Ini balasan karena dia sudah menjadi wanita simpanan Papa hingga menyebabkan Mama meninggal," ucap Adit penuh Dendam.


"Aku senang Tiara akan menderita. Kalau gitu sekarang juga kita pergi ke luar kota kalau bisa ke luar negri menghindari kejaran Tiara."


"Tapi, aku sedih harus berpisah dengan Calista dan kak Bella. Mereka berdua sangat baik padaku terutama Kak Bella yang udah nyelamatin aku dari Kakak," lanjutnya tertunduk lesu.


Adit memeluk Mira. "Maafkan Kakak, semua karena kelalaian Kakak dalam berkendara hampir menyebabkan kamu celaka dan Bella harus menjadi korbannya. Mau gimana lagi, kita harus segera pergi sebelum Tiara menyadarinya."


Mirapun mengurai pelukannya dan kembali ke kamar mempersiapkan diri kemudian pergi mengikuti kakaknya.


Adit dan Mira merupakan anak salah satu pria yang Tiara goda dan poroti uangnya untuk bisa bertahan hidup di kota M.


Adit mengetahui Papanya selingkuh saat tak sengaja melihat keduanya keluar dari mall habis memborong belanjaan.


Kelakuan Papanya Adit di ketahui oleh sang Mama sampai Mamanya Adit ingin melabrak Tiara di apartemen nya. Namun, Mama Adit syok melihat suaminnya sedang bergumul dalam posisi Tiara diatas dan keduanya tak memakai pakaian.


Saat itu pula Mama Adit mendapat serangan jantung secara mendadak dan nyawanya tak tertolong. Adit mencari tahu kenapa Mamanya bisa meninggal, dan ia geram serta marah saat mengetahui alasan di balik sang Mama tiada.


Dari situ, ia berjanji akan membalaskan sakit hati Mamanya dan akan mengambil harta yang telah di berikan kepada Tiara dan akan membuat Tiara ketergantungan kepadanya lalu ia akan meninggalkannya begitu saja.


Kakak beradik itupun langsung meluncur pergi meninggalkan kota M setelah Mira resmi mengundurkan diri dari pekerjaannya.


*****


Rumah Nando


Nando merebahkan tubuhnya di sofa, ia melamunkan kejadian tadi malam bersama Bella.


"Aku mencintaimu, Bella. Menikahlah denganku!"

__ADS_1


"Lepas, Jhon!" Bella mendorong kedua sisi pundak Nando. "Kamu pikir aku bakalan percaya sama ucapan kamu? tidak, aku tidak akan mudah percaya dengan orang seperti dirimu. Dulu aku memang begitu mudah percaya akan ucapanmu, saking percayanya, aku sampai menyerahkan segalanya untukmu."


"Kamu membuatku terbang tinggi dengan setiap perlakuan mu yang manis, perhatian yang kau berikan, sampai ku benar-benar jatuh kedalam pesonamu. Di saat aku berada di atas awan, kamu malah menjatuhkan ku ke dasar jurang yang paling dalam."


"Dan sekarang, kamu datang tiba-tiba di hadapanku bilang bahwa kamu mencintaiku, aku tidak percaya!" mata Bella sudah tergenang air.


"Aku minta maaf, aku benar-benar menyesal. Maafkan aku yang bodoh ini, Bella." Nando menangkupkan kedua tangannya di pipi Bella namun Bella tepis secara kasar.


"Maaf mu tiada guna setelah apa yang terjadi dalam kehidupanku. Maafmu tak akan pernah mengembalikan kehidupanku yang dulu. Aku mengizinkanmu mendekati Hasna karena kamu Ayah kandungnya. Tapi, kalau untuk menikah denganmu, maaf, aku tidak bisa! Perasaanku sudah mati rasa di saat kamu hancurkan berkeping-keping dan kalau pun kamu mencintaiku, buang rasa cintamu padaku karena wanita murahan bagaikan piala bergilir seperti ku tidak pantas untuk pria sempurna seperti mu!"


Dada Nando sesak melihat Bella meneteskan air mata, hatinya semakin sakit saat Bella mengingatkan akan ucapannya dulu dimana ia pernah mengatai Bella wanita murahan dan piala bergilir. Namun sekarang, ia malah mencintai wanita yang ia katai.


"Bella, aku..."


"Aku mau tidur,!" Bella berdiri dan meninggalkan kan Nando sendiri.


Nando tersadar dari lamunannya, "Meski kamu menolak, aku tak akan pernah berhenti mengejarmu!" gumamnya serius.


*******


Rumah sakit


"Dok, saya mau periksa keadaan tubuh saya," ucap Tiara.


"Keluhan apa saja yang Anda rasakan Nona?" tanya sang dokter sambil memeriksa tensi darah.


"Akhir-akhir ini saya sering demam, muncul ruam pada kulit, nyeri sendi, sakit kepala, hingga sakit tenggorokan akibat batuk kering. Saya juga mengalami penurunan berat badan, sering berkeringat pada malam hari, demam, diare, dan tubuh yang semakin melemah," jelas Tiara tentang penyakit yang ia rasa.


Sang dokter mencerna keluhan Tiara dan mencatatnya. Dokter itu menarik nafas dalam-dalam lalu membuangnya secara kasar.


"Nona, keluhan yang Anda sebutkan kemungkinan merupakan gejala HIV," jelasnya menyimpulkan.


"Apa...?! HIV...?!"


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2