
Bella meraba-raba tembok mencari keberadaan pintu keluar. Setelah berusaha, ia berhasil menemukannya kemudian keluar dari rumah tersebut.
Bella memejamkan mata merasakan suasana di sekelilingnya, ia bisa merasakan kalau tempat ini sepertinya sepi dan juga hari sudah mulai sore.
Instingnya mulai menuntun jiwa untuk melangkah kemana pun kaki menginjak. Samar-samar dia mendengar suara seseorang berbicara dan diapun mendekati asal suara tersebut.
"Maaf, ini dimana ya?" tanya Bella takut.
Mereka yang duduk di pos saling sikut melihat ada wanita cantik nyasar di tempatnya. "Mau kemana neng?"
"Saya mau pulang ke daerah Biringkanaya. Apa dari sini masih jauh?"
"Sepertinya dia nyasar, bos. Dia juga kayaknya buta," bisik salah satu preman yang sedang nongkrong.
Sang bos berdiri. "Ini bagian saya! Setelah saya, baru kalian."
Bos itu menghampiri Bella berdiri di dekatnya merangkul pundak Bella.
Bella yang merasa risih menepis tangan dia dan mundur beberapa langkah. "Ja jangan pegang-pegang. Om!" tunjuknya ke sembarang arah.
"Oww, galak juga rupanya. Tapi saya suka wanita galak seperti mu. Mending kamu ikut saya, nanti saya antarkan kamu pulang, cantik." Pria itu mencolek dagu Bella.
Bella gemetar ketakutan.
"Kita kerumah saya saja, neng. Di sana saya akan kasih kamu kenikmatan yang tak terlupakan," timpal pria bertubuh gemuk.
"Ke rumah Abang saja, disana kamu akan mendapat pelayanan yang luar biasa," sahut pria botak.
Bella di kerumuni tiga orang pria bertubuh besar dan menyeramkan. Dagu, tangan, dan pipi Bella sudah di colek-colek.
"Jangan ganggu saya, Om. Atau kalian akan menyesal!" ucap Bella takut.
"Hahaha di sini kami yang berkuasa. Justru kamu yang akan menyesal telah masuk wilayah kami."
Bella memejamkan mata mengumpulkan semua energinya mencoba menebak keberadaan ketiganya. Ia teringat setiap intruksi yang pernah Syafira berikan untuknya.
"Dimanapun kamu berada, kamu harus bisa melawan mereka meski kamu tidak bisa melihat sedikitpun. Gunakan Indra pendengaran, Indra perasa, agar kamu bisa merasakan keberadaan mereka! Fokus Bella! Fokus! Go....!!! Seraaang..!!!"
Dan Bella langsung saja meninju, menerjang, dan menyikut ketiganya secara cepat. "Gue berhasil..! Syafira, gue berhasil..!" pekik Bella girang karena bisa melakukannya.
"Sialaaan...! Gadis buta insting nya kuat juga. Kita tidak boleh kalah, Bos."
__ADS_1
Ketiganya bangkit ingin menarik tangan Bella. Namun Bella berhasil menepisnya, ia fokus mendengar setiap pergerakan dari lawan dan iapun bisa melakukan perlawanan meski tanpa penglihatan.
****
"Buruan, Dim. Lebih cepat lagi! Sebentar lagi magrib, gue tidak ingin Bella kenapa-kenapa. Kalau sampai terjadi apapun sama dia, gue tidak akan memaafkan diri gue sendiri," kata Nando sudah tak sabar ingin segera sampai.
"Gue juga udah ngebut, Do. Sebentar lagi juga sampai, gue juga sama khawatir dan takut dia kenapa-kenapa. Seharusnya ini juga jadi tugas gue jaga dia, kalau Syafira tahu, gue bisa di hukum." Dimas tak kalah panik, namun ia berusaha untuk tenang dan berpikir supaya bisa membawa Bella pulang tanpa lecet sedikitpun.
****
"Dit, kita menginap dulu di hotel. Perjalanan ke apartemen jauh dan butuh waktu 4 jam untuk sampai ke sana. Gue udah merasa lelah." Tiara menyenderkan punggungnya ke jok. Akhir-akhir ini ia sering merasakan kelelahan, bahkan berat badannya turun dengan cepat tanpa adanya alasan.
Adit tak berkata sedikitpun, ia ingin segera terlepas dari jerat Tiara. Dia mengikuti instruksi Tiara tanpa menolak sedikitpun.
Ukhuk...ukhuk...ukhuk...
Sepanjang perjalanan, Tiara selalu batuk dan batuknya pun batuk kering tak ada dahaknya. Dan akhir-akhir ini dia juga sering berkeringat bila di malam hari, keringatnya bercampur demam.
"Berisik, Ti. Bisa tidak batuknya di berhentikan agar tidak mencemari mobilku ini!" gerutu Adit kesal.
"Enggak bisa, Dit. Batuk datang tiba-tiba dan pergi secara tiba-tiba ukhuk...ukhuk.."
"Makanya minum obat! Jaga kesehatan! Jangan minum alkohol mulu," nasehat Adit.
"Kebanyakan minum alkohol tidak baik buat kesehatan. Loe suka banyak kalau udah minum dan itu tidak baik."
"Emangnya loe tidak? loe juga sama kayak gue suka mabuk berat, loe juga harus jaga kesehatan supaya tidak sakit, ok!" balas Tiara membalikan kata-kata yang di lontarkan Adit kepadanya.
****
"Uppss, Om. Maaf, aku tidak sengaja memukul kalian. Kalian sih ganggu aku, jadi aku terpaksa menghajar kalian," ucap Bella bahagia bisa berkelahi.
"Ternyata latihannya berguna juga. Syafira terima kasih sudah bersedia mengajarkan aku ilmu bela diri dan sekarang aku bisa merasakan manfaatnya. Kamu yang terbaik, Syafira." Batin Bella terharu atas kebaikan Syafira.
"Jangan senang dulu bocah! Kau tidak akan bisa lari dari sini! Semuanya bawa dia!" sentak Bos preman memanggil sebagian lagi.
Bella kembali waspada, ia bisa mendengar beberapa langkah pria yang berbeda. Ia menebak kiranya bertambah dua orang lagi jadi total semuanya lima orang.
Bella tak sengaja menginjak kayu, dengan kecepatan kakinya ia mengkaitkan punggung kaki ke kayu dan melemparkan kayu itu ke atas kemudian ia tangkap lalu ia pukulkan ke wajah para pria yang mengkerumuninya secara kasar dan keras.
Aksi Bella membuat pria itu kembali tersungkur. Sang bos tak menyerah, ia mencekal tangan Bella, namun matanya tak sengaja melihat cincin yang ia pakai.
__ADS_1
Dan salah satu yang ada di belakang Bella memukul pundak Bella. Dia pun pingsan tak sadarkan diri. Setelahnya sang bos membawa Bella ke suatu tempat.
****
Dimas dan Nando sudah sampai di tempat pukul 8 malam.
"Coba kau lihat handphone mu! Dimana Bella berada?" tanya Nando.
Dimas segera merogoh kantong sakunya dan melihatnya. "Dari sini sudah tidak jauh lagi. Kita tinggal mengikuti tanda merah ini!" tunjuk Dimas melihatkan handphone nya.
"Kita jalan kaki saja, sepertinya mobil tidak bisa masuk ke jalan situ," balas Nando melihat peta di handphone Dimas.
Keduanya melangkah menyusuri jalan setapak yang hanya bisa di lalui oleh kendaraan beroda dua saja.
****
Hotel
"Gerah sekali, padahal baru saja aku mandi tapi kenapa sekarang berkeringat lagi? uhuk...uhuk...uhuk... tenggorokan mana sakit lagi." Oceh Tiara di dalam kamar hotel.
"Adit kemana lagi? katanya mau beli makanan, tapi sampai sekarang tidak balik-balik?" gerutunya merebahkan tubuh di atas kasur king size.
Saat sedang berbaring, perut Tiara terasa melilit. "Aduuhhhh, kenapa masih ingin BAB? padahal baru saja selesai?" ujarnya kembali ke toilet membuang hajatnya.
****
Di perjalanan
"Gue harus segera pergi dari sini, gue tidak mau tertangkap polisi. Tiara, i'm sorry goodbye. Gue sudah tidak lagi membutuhkan keberadaan loe. Semua harta loe sudah menjadi milik gue," gumam Adit menyeringai.
****
Nando dan Dimas menemukan rumah dimana ada Bella, mereka mendengar tawa orang-orang dan mendekati pintu masuk.
"Hahaha ternyata ini nikmat juga, kita harus sikat habis dia."
"Tidaaaaaakkkk.....!"
Nando dan Dimas saling lirik terkejut mendengar teriakan seorang wanita. "Bella....!"
Bruukkk....
__ADS_1
Bersambung....
Nah loh, apa yang terjadi kepada Bella? tetap pantengin terus ya kisah selanjutnya.