
Nando telah sampai di depan rumah Bella. Ferdi lebih dulu turun duluan.
"Bella," panggil Nando saat Bella bersiap keluar mobil.
"Iya." Jawab Bella menoleh sehingga keduanya saling memandang.
"Nanti malam aku jemput ya, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat."
Terlihat dahinya mengkerut seperti berpikir. "Mau kemana?"
"Bukan surprise namanya kalau aku kasih tahu akan kemana. Kamu cukup bersiap-siap dandan yang cantik dan duduk manis di rumah menunggu aku datang."
"Ngapain harus dandan, emangnya kamu mau ngajak aku kencan sampai harus dandan segala?" tanyanya mengurungkan niat membuka pintu mobil penasaran.
"Hmmm bisa di bilang juga kencan. pokoknya kamu tunggu aku ya."
Bella pun mengangguk. "Baik, aku tunggu kamu datang. Tapi, untuk dandan rasanya tidak perlu."
Nando tersenyum, "Iya, terserah kamu saja. Senyamannya kamu saja."
Bella kembali mengangguk lalu ia melanjutkan niatnya membuka pintu mobil. Nando pun pamit setelah Bella keluar dengan mengklakson mobilnya seraya melambaikan tangan pada Bella.
*********
Nando menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang. Senyumannya terus menghiasi bibirnya. Bagaimana tidak, hatinya berbunga-bunga kala wanita yang ia cintai memberikan kesempatan untuk menunjukan keseriusan cintanya dan itu sebuah kemajuan bagi dia yang telah sedikit membuat Bella percaya.
"Aku akan tunjukan keseriusan cintaku padamu, Bella. Tak akan ku biarkan kau pergi lagi dariku. Kau milikku dan akan tetap menjadi milikku karena akulah pemilik kehormatanmu."
"Alex maafkan aku sedikit egois ingin memiliki lagi Bella. Tapi aku janji padamu untuk membahagiakan mereka dan menjaga mereka seperti yang kamu minta dalam mimpiku. Terima kasih Alex, telah memberikan aku kesempatan untuk memiliki Bella lagi."
Nando istirahat sejenak untuk mengusir rasa lelah yang menghampiri dan sudah tidak sabar menunggu malam tiba.
********
Malam pun tiba, Bella tengah bersiap memilih pakaian yang cocok untuk di kenakan. "Pakaian mana ya kira-kiranya yang cocok untuk ku pakai kencan?"
Bella mengernyit seakan sadar apa yang telah ia lakukan. "Kenapa aku harus repot-repot memilih baju bagus? Apa kataku, kencan? Ngapain juga diriku senang mendengarnya? Isshh..." Bella sampai tidak jadi memilih baju bagus dan ia lebih memilih mengenakan pakaian biasa tidak terlalu mencolok.
Sama halnya dengan Nando yang juga sedang memilih pakaian yang cocok untuknya. Pilihannya jatuh pada kaos berwarna putih di padukan dengan jaket jeans pria berwarna sky blue, celana jeans hitam. Dia memilih pakaian santai supaya terlihat seperti anak muda.
"Ok Nando, kau sudah terlihat tampan. Sekarang tinggal meluncur menjemput bidadari mu." Nando memperhatikan penampilannya di cermin. Menyugar rambutnya kebelakang supaya terlihat rapi. Dia juga menyemprotkan parfum ke bagian leher, dada bahkan hampir si seluruh tubuh.
Dengan sedikit tergesa dirinya menuruni tangga tidak sabar lagi ingin segera bertemu sang pujangga cinta, Arabella.
Di sepanjang perjalanan wajah tampannya tiada henti menampilkan senyuman kebahagian menghiasi wajahnya. Alunan musik syahdu dari ( Roulette - Aku jatuh cinta ) menemaninya di sepanjang perjalanan seakan mewakili hatinya yang sedang jatuh cinta lagi kepada Bella, wanita dari masalalu nya.
Awalnya kutak mengerti apa yang sedang kurasakan
Segalanya berubah dan rasa rindu itu pun ada
__ADS_1
Sejak kau hadir disetiap malam ditidurku
Aku tahu sesuatu sedang terjadi padaku
Sudah sekian lama kualami pedih putus cinta
Dan mulai terbiasa hidup sendiri tanpa asmara
Dan hadirmu membawa cinta sembuhkan lukaku
Kau berbeda dari yang kukira
Aku jatuh cinta kepada dirinya
Sungguh-sungguh cinta
Oh apa adanya
Tak pernah kuragu
Namun tetap selalu menunggu
Sungguh aku…
Jatuh cinta kepadanya
Yang selama ini sungguh telah lama terpendam
Aku tak percaya membuatku tak berdaya
Tuk ungkapkan apa yang kurasa
Kadang aku cemburu
Kadang aku gelisah
Seringnya ku tak mampu lalui hariku
Tak dapat kupungkiri
Hatiku yang terdalam
Betapa aku jatuh cinta kepadanya
********
"Mama mau kemana sudah dandan cantik?" tanya Hasna memperhatikan Bella saat menuruni tangga.
"Emangnya kelihatan ya kalau Mama dandan?" bukannya menjawab namun balik bertanya sambil duduk di dekat anak-anak yang sedang menonton siaran TV.
__ADS_1
"Kelihatan banget, Mah. Jauh semakin cantik. Mulai dari pakaian dan riasan wajah semuanya berbeda. Mama yang biasanya hanya polos tanpa make up sekarang menempelkan sedikit pemerah pipi," timpal Devano yang juga memperhatikan Mamanya.
"Mama kan mau kencan sama Ayah Nando," celetuk Ferdi yang sempat mendengar jika Bella di ajak kencan.
"Yang bener, Mah? Kalian mau kencan?" pekik Hasna dan Devano berbarengan senang ada kemajuan mengenai keduanya. Bella tertunduk tersipu malu kemudian kepalanya bergerak mengangguk.
"Aaaa akhirnya Mama dan Ayah akan semakin dekat. Aku senang sekali, iya kan, dek?"
"Iya kak, kami akan berdoa untuk kebahagiaan Mama bersama orang pilihan Papa. Pokoknya kami setuju."
Ting.. tong..
"Tuh bel bunyi! Hmmmm sepertinya sang pangeran telah tiba ingin menjemput tuan putri," goda Hasna mencolek dagu Mamanya.
"Isshhh apaan sih kalian ini."
Ferdi segera berlari membukakan pintu. Dan itu memang Nando. "Selamat datang Ayah Nando, tuan putri Mama Bella telah menunggu sang pangerannya."
Nando tersenyum mengusap kepala Ferdi. "Masa sih? pangeran Ayah Nando senang mendengarnya. Coba kau tunjukan dimana tuan putrinya? Pangeran ingin mengajak kencan sang putri. Apa boleh?"
"Tentu saja boleh." Sahut Anak-anak menarik Bella mendekati Nando. Nando menoleh tersenyum melihat Bella telah siap dengan penampilan yang terlihat simpel namun anggun dan juga menurutnya sangat cantik.
"Ayah pinjem Mama kalian dulu ya?" izin Nando masih menatap Bella.
"Tentu saja boleh, Ayah. Langsung di bawa ke KUA pun boleh. Dengan senang hati kami mengizinkan."
"Hasna..." tegur Bella merasa tidak enak atas kelakuan anak-anaknya.
"Kalau kamu siap aku mah hayu ke KUA," timpal Nando.
"Hayu.." jawab anak-anak kompak. Bella melotot dan mereka malah tertawa.
********
"Kamu mau ngajak aku kemana sih pakai acara di tutup mata segala?" dengus Bella kesal matanya di tutup pakai kain.
"Nanti juga kamu akan tahu. Hati-hati jalannya." Nando menuntun Bella ke tempat yang telah ia siapkan.
"Kamu sudah siap?" Nando bersiap membuka penutup matanya. Bella mengangguk.
Perlahan mata Bella mulai terbuka setelah di suruh Nando. Hal pertama yang ia lihat adalah sebuah tenda dengan meja di tengahnya sudah di hiasai sedemikian rupa. Di bagian Kanan ada lilin bertuliskan well you Merry me? bahkan ada karpet merah terhampar sebagai alas pijak menuju tenda.
"Nando...!"
Nando tersenyum, ia menautkan tangannya dengan tangan Bella lalu menuntunnya untuk duduk di meja yang telah di siapkan. Bella mengikutinya, jantungnya berdegup kencang. Dia mengerti apa maksud dari semua ini.
Salah satu tangan Bella ia genggam. "Aku tahu ini terlalu cepat, tapi aku tidak bisa menunggu terlalu lama lagi untuk tidak menghalalkan mu. Bella, maukah kau menikah denganku dan menua bersamaku?"
__ADS_1