
"Kau ingin menggoda para pria dengan memperlihatkan tubuhmu? Ck, murahan sekali dirimu ini." Jhon mencebik sinis.
Plak....
Bella menampar keras pipi Jhon. Jhon menoleh memegang pipinya yang kena tampar.
"Aku tidak seperti itu, Jhon. Bisa-bisanya kamu bicara seperti itu padaku." Bella tak habis pikir mengenai Jhon yang sekarang. Mata Bella sudah berkaca-kaca mendapatkan perlakuan seperti itu.
Jhon meludah kepinggir, entah kenapa dia tidak terima Bella di sentuh pria lain. "Kalau tidak seperti itu seperti apa? jelas-jelas aku melihat kamu bermesraan di depan umum dan kamu menikmati duduk di pangkuan pria itu. Bahkan kamu diam saja saat dia memeluk pinggang kamu."
Jhon hanya melihat ketika Bella di tarik ke belakang sampai duduk pangkuan Jeri. Dia tidak melihat awal mula Bella sampai bisa duduk seperti itu. Dan posisi Bella dan Jeri membelakangi Jhon sehingga dari belakang terlihat seperti sedang berpelukan mesra.
"Dia hanya menolongku supaya tidak jatuh, kamu salah faham dan kejadiannya tidak seperti itu." Bella membantah karena memang tidak seperti yang di ucapkan Jhon.
"Halaahh, aku tidak percaya. Kau juga pasti sudah tidur dengannya sampai dia memelukmu seperti itu dan kamu tidak berontak." Tuding Jhon tak mempercayai ucapan Bella.
Bella mematung, dadanya terasa sesak saat orang yang di cintainya menuding dia seperti itu. Bella memejamkan mata menahan sesak di dada, matanya meneteskan air mata yang sejak tadi ia tahan.
"Kamu harus tahu, bahwa hanya kamu pria pertama yang sudah menyentuhku. Bahkan bercaknya pun masih ada menjadi saksi bahwa kamu telah berhasil mengambilnya." lirih Bella pelan namun masih bisa di dengar Jhon.
Jhon tersenyum mengejek, "Bisa saja kamu menaruh pewarna menyerupai darah agar aku percaya. Buktinya aku tidak mengingat apapun mengenai apa yang telah kita lakukan. Aku hanya ingat sudah bangun dalam keadaan tak berpakaian. Tapi sorry, aku tidak akan percaya sama trik murahanmu."
Bella mengepalkan tangannya, dia tidak terima di tuduh seperti itu. "Kamu brengsek, Jhon. Aku tidak mungkin serendah itu..!" bentak Bella menangis dan ia ingin melayangkan tamparan lagi namun Jhon segera mencekalnya.
"Aku brengsek karena kau yang sudah merayuku." Bentak Jhon melepaskan cekalannya secara kasar sampai Bella tersungkur ke lantai.
"Apa yang membuatmu menjadi seperti ini? mana Jhon yang dulu baik dan tidak pernah kasar? kenapa kamu berubah jahat seperti ini?" pekik Bella di sela tangisnya. Dia sudah merasa terhina atas perlakuan Jhon padanya.
__ADS_1
"Kau ingin tahu aku bisa seperti ini? semua karena ulah Papamu yang sudah membuatku seperti ini dan kau juga ikut andil dalam menjebakku menggunakan tubuhmu. Kalau sampai orang yang ku cintai tahu, pasti dia akan marah padaku karena sudah menyentuh wanita lain." Jhon berubah, ia menjadi kasar dikala tekanan terus datang dari Mahendra dan rasa bersalah ke Syafira membuatnya prustasi.
"Sampai kapanpun aku tidak akan pernah menyukaimu dan mustahil bagiku mengungkapkan perasaanku di saat aku menyentuhmu. Pasti pada saat itu yang ada di pikiranku hanyalah wajah wanita yang ku cintai bukan kamu."
Bella sudah menangis sesegukan dan masih terduduk di lantai. Hatinya semakin sakit mendengar perkataan Jhon. "Kalau kamu tidak menyukaiku kenapa kamu melakukannya sampai beberapa kali? bahkan setiap kamu menjamah tubuhku kamu selalu bilang Bella aku mencintaimu. Apa itu yang di namakan tidak mengingat apapun, hah?" Bella bicara apa adanya.
Jhon masih tidak percaya, matanya memerah dan ia ingin marah namun tidak tahu harus berbuat apa sehingga melampiaskan amarahnya kepada Bella.
Jhon tiba-tiba saja menggendong Bella.
"Jhon..! Kau mau bawa ku kemana? lepasin Jhon..!" Pekik Bella terkejut berontak dari gendongan Jhon.
Jhon melemparkan Bella ke atas ranjang secara kasar, ia menyeringai. "Aku ingin mempraktekkan ucapanmu..!" Bentaknya, amarah sudah menguasai diri Jhon di saat Bella di peluk pria lain.
"Jangan kau lakukan lagi, jangan...!" Bella sudah mundur ke belakang." Kepalanya menggeleng memohon dengan derai air mata semakin deras.
"Ku mohon jangan...!" Bella segera berlari ingin keluar namun Jhon segera memeluk pinggang Bella dari belakang.
"Mau kemana kamu? bagian tubuh mana saja yang sudah pria tadi sentuh?" Bentak Jhon sambil berusaha membuka paksa pakaian Bella.
"Jhon...Jangan...!" Bella berusaha keras melindungi dirinya.
"Ayolah, Bella. Kita juga akan mempraktekan apa yang kamu ucapkan." Jhon semakin liar menjamah tubuh Bella.
Meski Bella berusaha keras menolak, namun tenaganya tak sekuat Jhon. Dia lemah tak berdaya di kala Jhon terus memaksa sampai berhasil menggaulinya.
"Beginikan yang kita lakukan semalam." Jhon terus memaju mundurkan pinggulnya secara kasar. "Bella aku mencintaimu. Ini kata yang ku ucapkan semalam kan?" Tanpa belas kasih dan tanpa perasaan, dia sudah menyakiti Bella luar dalam.
__ADS_1
Jhon benar-benar menikmatinya tanpa memperdulikan Bella yang sudah menangis diam menahan sakit di area bawahnya. Tangan Bella di cekal kuat di atas kepala oleh Jhon. Tangan satunya bergelia kemana-mana, dan bibir Jhon terus menyusuri leher Bella bahkan menyesap kasar bibir Bella dan menggigitnya jika Bela membungkam rapat bibirnya sendiri.
"Bella aku mencintaimu...apa seperti ini ungkapannya?" lirih Jhon di saat puncak tertinggi dan menekan kuat kala sesuatu mulai keluar.
POV BELLA
Aku kira kamu pria baik dan tak akan melakukan hal semacam ini. Tapi ternyata, penilaian ku salah. Kamu pria pertama yang aku cintai dan pria pertama juga yang sudah menyakitiku terlalu dalam.
Aku bagaikan wanita murahan dikala dia berhasil menikmati tubuhku dan langsung meninggalkanku sendirian tanpa peduli perasaanku.
Hatiku sakit, sangat sakit, dadaku terasa sesak seperti ada sesuatu yang menghunjam jantungku di kala dia bilang kalau aku murahan telah menjebaknya. Aku lemah, tenagaku tidak sekuat dirinya, aku kalah tak bisa menolak dan tak bisa melawan paksaannya.
Akupun memiringkan tubuhku kesamping dan menyelimuti tubuhku, aku menggigit keras selimut supaya tangisku tidak terlalu kedengeran. Tangisku semakin pecah atas apa yang terjadi padaku. Tanganku mengepal kuat, tak ada lagi yang tersisa untuk suamiku kelak.
"Jhon, kau sudah menghancurkan harga diriku, aku akan membalas setiap perlakuan mu terhadapku. Aku bersumpah akan membuat para pria tampan dan kaya bertekuk lutut di depanku. Dan aku akan membuat kau menyesal telah memperlakukanku seperti ini." Batin Bella menjerit menangis pilu meratapi nasibnya.
POV BELLA END
Sejak kejadian itu, Bella semakin Berubah. Bella menjadi wanita nakal yang akan selalu menjerat pria tampan dan kaya lalu akan meninggalkannya setelah Bella bosan.
Bella juga sampai merebut Haikal dari Amel saat keduanya sedang pendekatan. Bella juga mendekati Abangnya Amel di saat berpacaran dengan Haikal.
Bella yang tadinya tidak suka minum menjadi sering minum dan sering mampir ke club untuk melayani para pria tampan berduit. Dalam pikiran Bella saat itu, ''biarlah hancur sekalian di saat sakit hati dan dendam semakin menjadi."
Namun setelah melakukannya, dia akan kembali menangis meratapi nasibnya. Cinta tak kesampaian dan cinta di tolak serta perlakuan Jhon kepadanya membuat dia nekat menjadi wanita bayaran. Apa yang harus di jaga lagi di saat kehormatannya telah di renggut oleh orang yang tidak ingin bertanggung jawab, begitulah pikiran Bella pada saat itu.
Bersambung....
__ADS_1