
"Hahaha aku yakin saat ini Nando sedang panik pusing tujuh keliling calon istrinya tidak ada." ujar seorang pria tengah menyantap hidangan makanan di depannya.
"Apa rencana ini akan berhasil? ini cukup ekstrim tahu, Mas." balas seorang wanita memakan martabak manis.
"Dan kalian sungguh tega menculikku tiba-tiba. Kalau bukan untuk memberikan kejutan ulang tahun pada Nando mana mau ku mengikuti rencana kalian. Adik sama adik ipar sendiri tega mengerjainya." Timpal Bella mendelik sebal pada Calista dan juga Dimas.
Ya, yang menyuruh menculik Bella adalah kedua manusia tersebut, sepasang suami istri. Tentunya atas bantuan Hasna beserta yang lainnya termasuk Elsa.
"Namanya juga kejutan harus bikin orang terkejut, dong. Dan, inilah rencana kita untuk memberikan kejutan ulang tahun Ayah Nando," sahut Hasna seraya mengunyah pisang molen.
"Betul itu, sekali kali bolehlah mengerjai orang tua. Ya, meskipun cukup bikin Ayah Nando panik," timpal Devano yang juga ikutan berpartisipasi merayakan hari ulang tahun Nando.
"Zahra mau aku suapin gak? aaa." Ucap Ferdi menyodorkan gorengan karoket.
"Tidak usah! Aku bisa makan sendiri."
"Ini enak lho, karena berada di tangan pria tertampan sepertiku. Rasanya istimewa."
"Aku tidak mau, Ferdi! Makan saja sendiri!"
Para orangtuanya hanya menggelengkan kepalanya melihat keisengan Fetdi yang sedari tadi terus memaksa Zahra menerima suapannya.
Mereka bercengkrama kesana kemari menunggu kedatangan Nando.
FLASHBACK
Saat Bella sadar dari pingsannya, dia terkejut melihat Calista dan Dimas ada di hadapannya menatap lekat-lekat wajah dirinya.
"Kalian?! Jadi kalian yang menculikku?!"
"Hahahaha kau tidak bisa kabur dari sini sampai misi kita berhasil."
"Maksud kalian apaan sih? ini itu tidak lucu. Aku harus balik lagi ke pantai, pasti Nando sedang menunggu dan mencariku." Bella beranjak turun dari kasur namun, Calista berjongkok menggenggam tangan Bella.
__ADS_1
"Kakak ipar, tolong bantu kami untuk membuat kejutan untuk Kakak. Kami terpaksa menculikmu demi melancarkan kejutan ini."
"Kejutan? maksud kalian?"
"Besok Kakakku ulang tahun, aku ingin memberikan perayaan ulang tahun kecil-kecilan. Aku juga sudah membicarakan hal ini dengan Tante Elsa dan beliau mau membantu. Please, Kak. Bantu aku ya."
Bella memikirkan permintaan Calista. Setelah memikirkannya, dia mengangguk menyetujui membuat Calista dan Dimas tersenyum lega.
"Ok, berhubung Bella sudah menyetujuinya. Jadi tugasmu sekarang adalah memekik ketakutan seolah sedang terjadi sesuatu. Aku akan menelpon Nando dulu."
Ketiganya pun mulai melancarkan rencananya. Dimas membekap mulutnya menggunakan tangan supaya suaranya tidak di kenali Nando. Bella menjerit ketakutan seolah sedang terjadi sesuatu. Padahal mereka tengah cekikikan menahan tawanya.
FLASHBACK END
***********
Nando tiba di alamat yang di berikan si penculik. Dia meneliti setiap tempatnya, sepi dan juga gelap. "Apa benar ini alamatnya? kok sepi?"
Tring..
📨 Masuk kedalam atau nyawa wanitamu akan melayang.
Meski nampak bingung, ia tetap melangkah masuk sesuai isi si pengirim pesan untuk masuk kedalam rumah.
Perlahan, dia membuka pintunya. "Bella, kamu dimana?"
"Hmmmm... hmmmm..." Bella menjawab seolah mulutnya di bungkam yang hanya terdengar suara bekapan.
"Bella.." Nando mencari asal suara dalam keadaan gelap minim pencahayaan.
"Hmmm..." Nando menyalakan senternya mencari Bella. Dia menemukannya dan melihat Bella dalam keadaan duduk dengan mulut di sumpal dan tangan terikat.
"Bella..!" Nando mendekat melepaskan sumpalannya. "Maafkan aku, karena kelalaianku kamu di culik. Kamu tidak apa-apa?" tanyanya khawatir seraya melepaskan talinya.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa. Kenapa kamu lama datangnya? mereka..." suara Bella terdengar begitu lirih ketakutan.
Nando mematung, ia tertegun memandangi wajah Bella di bawah cahaya senter ponsel. "Mereka apa?" ada rasa takut kalau mereka menyakiti Bella.
"Mas, aku, aku kotor..." lirih Bella berkaca-kaca melancarkan ektingnya.
Deg..
Pikirannya Nando berkelana ke hal negatif.
"Aku, aku..."
Grep...
Nando memeluk Bella tak ingin mendengar lanjutan ucapannya. "Apapun yang terjadi padamu, aku menerimamu, Bella. Maafkan aku, maafkan aku tidak bisa menjagamu. Sekalipun kau kotor, aku akan tetap menikahimu. Meskipun kamu hamil anak orang lain aku akan menerimanya. Aku mencintaimu, aku mencintaimu. Menerima setiap kekurangan yang kamu miliki. Jangan bicara apapun kalau itu membuatmu sedih." Dada Nando sesak seakan ada yang menghimpitnya tak kuasa menahan air mata kesedihan karena tak mampu menjaga wanitanya.
Bella tersenyum, dia memberikan kode kepada mereka. "Kamu bicara apa sih? aku memang kotor, kotor karena belum mandi."
"Hah!" Nando terlonjak, ia mengurai pelukannya. "Maksudnya?"
"Surprise.....!" pekik semua orang di belakang Nando. Dan lampu pun menyala memperlihatkan ruangan tersebut yang sudah dihias sedemikian rupa.
Di bagian belakang Nando sudah berdiri dekorasi bertuliskan Happy birthday. Dan itu sukses membuat Nando mematung tak percaya. "Jadi kalian mengerjaiku? kalian duanya juga ada di sini, Tante, Hasna, Devano, Ferdi!"
"Maafkan Tante, Nando. Kami hanya mengikuti idenya adik dan adik iparmu." ujar Elsa seakan tak enak hati telah memarahinya padahal itu adalah idenya Calista. Nando menatap tajam mendelik kesal pada kedua adiknya.
"Jani ini ulah kalian?"
"Hehehe iya." jawab Dimas dan Calista bersamaan.
"Selamat ulang tahun, Mas Nando." Bisik Bella merangkul lengan Nando membuat Nando tak percaya dengan perlakukan manis itu. Baginya terasa manis, ini yang ia rindukan, rangkulan Bella.
__ADS_1
"Makasih sayang. Kejutannya aku suka."
Dan mereka semua pun menikmati pesta kecil-kecilan pertambahan usianya Nando penuh suka cita canda dan tawa.