
Kediaman Bella tengah di sibukkan oleh berbagai masam kegiatan. Sudah banyak keluarga berkumpul termasuk keluarga besar Syafira yang datang dari kota J untuk menghadiri pernikahan keduanya Bella.
Mereka ikut bahagia kalau Bella bisa melanjutkan kembali hidupnya. Mereka semua tidak keberatan jika Bella menikah lagi asalkan itu bersama orang yang tepat.
Rumahnya pun sudah di dekorasi sedemikian rupa. Sebenarnya Bella enggan merayakan besar-besaran mengingat dirinya sudah mau kepala 4. Bella dan yang lainnya sempat bersitegang mengutarakan pendapat mereka tentang rentenan acaranya.
"Aku tidak mau pernikahanku dirayakan meriah. Cukup acara inti saja asalkan sakral. Yang penting, bulan dari seberapa megah kita merayakan pesta pernikahannya meliankan seberapa kuat kita bertahan di dalam hiruk buruk rumah tangga itu. Yang aku inginkan pernikahan ku sakinah, mawadah, warahmah."
"Tapi, Bell. Setidaknya orang-orang tahu kalau kamu sudah menikah lagi. Dan, itu penting di ketahui orang supaya tidak adalagi wanita ataupun pria yang hendak mendekati kalian." Balas Dimas berdebat mengenai pestanya.
"Setiap rumah tangga pasti akan ada cobaannya m, Dim, Calista. Tergantung bagaimana kita bisa menyikapinya dan bagaimana cara kita bisa menyelesaikannya. Kalau Allah sudah mentakdirkan kita untuk selamanya maka, seberat apapun cobaannya akan mudah kita hadapi."
Pada akhirnya Calista dan Dimas mengalah. Pernikahan akan di gelar secara sederhana di kediaman Bella. Yang penting sah.
**********
Hari H pun tiba. Hari dimana Nando akan melepas masa dudanya menikahi wanita yang sedari dulu ia cintai. Dirinya tengah berdiri di depan cermin memakai jas pengantin.
POV Nando
Hari ini adalah hari bahagiaku. Hari dimana aku akan mengucapkan ijab qobul menikahi wanita yang dulu pernah ku sakiti hatinya. Tiada kata yang terucap selain kata Alhamdulillah yang selalu ku ucapkan di hadapan sang pencipta.
Aku tidak menyangka dia akan menjadi istriku. Istri yang akan menemaniku hingga ku tutup usia. Istri yang akan ada kala ku menua, istri yang aku cintai. Sungguh, aku tidak pernah jatuh cinta sedalam ini pada wanita. Cinta yang sulit ku lupakan sampai tak mampu bertahan di negaraku ku meninggalkan Indonesia demi menghindarinya. Cinta yang membuat seorang Jhon Vernando jatuh sejatuh-jatuhnya. Meski ku pernah mencintai wanita lain yaitu Syafira dan Mentari, tapi cintaku kepada Bella jauh sangat besar.
Untuk istriku, Mentari. Makasih sudah hadir di hidupku memberikan kebahagiaan singkat. Aku mencintaimu dengan caraku. Untuk Alex, makasih sudah memberikan kesempatan dan kepercayaan untuk menjaga orang-orang yang kau cintai. Aku akan menjaga amanah mu sebaik mungkin, semampuku, atau mungkin sampai titik darah penghabisan.
"Kak, sudah siap belum? waktunya semakin mepet nih. Ayo kita berangkat?" pekik Calista mengetuk pintu kamar Nando.
__ADS_1
Pekikan adikku, Calista membuyarkan lamunanku yang tengah tersenyum sendiri. Gila, aku bagaikan orang gila senyum tanpa ada hal yang lucu menurut orang waras. Hahaha lucu bukan?
"Iya, Dek. Tunggu sebentar."
Akupun keluar kamar, ternyata Calista tengah memberenggut kesal menatapku. Aku mengerti apa yang membuatnya kesal. "Ayo berangkat."
"Ck lama banget."
Dan rombongan kamipun melanjutkan perjalanan menuju kediaman Bella. Di sampingku sudah berdiri Hasna yang terus merangkul lenganku. Jantungku berdegup kencang ketika sampai di depan rumah yang sudah di sambut baik oleh keluarga Bella.
Akupun di tuntun oleh seseorang untuk menduduki singgasana yang akan menjadi saksi ijab qobul ku. Nampak, sudah banyak orang-orang, saksi dan juga penghulu tengah siap disana. Namun, aku tak dapat menemukan keberadaan Bella. Dimana dia?
"Berhubung pengantin pria sudah tiba. Mari kita mulai acaranya. Saudara Jhon Vernando, apakah Anda siap?"
"Saya siap." Jawabku lantang padahal jantung berdebar, tubuh gugup, keringat dingin mulai nampak membanjiri. Meski ini pernikahan keduaku tapi rasa gugup dan degdegan masih hinggap dan ini jauh lebih besar dibandingkan dulu.
Tanganku dan tangan pak penghulu mulai berjabat tangan.
"Saya terima nikah dan kawinnya Arabella binti Martin dengan mas kawin tersebut tunai."
"Sah..."
"Saah..."
"Saaaaaaaaah.."
Lega, itulah yang kurasakan kala ijab qobul itu berhasil ku ucapkan. Ku panjatkan syukur atas kelancaran proses pernikahan ini. Tiada hentinya ku tebar senyuman pada orang-orang di sekitar.
__ADS_1
Mataku seketika tertuju pada pempelai wanita yang berjalan anggun penuh pesona di ampit oleh Syafira dan juga Elsa. Mataku tak ingin berpaling dari bidadari ku, wanita yang sudah resmi menjadi istriku, Arabella. Sampai aku tersadar dari keterpesonaanku ketika penghulu menyuruh Bella mencium tanganku. Dengan senang hati ku menyodorkan tanganku dan akupun mengecup kening Bella sambil ku pejamkan mataku menikmatinya.
Author POV
"Bisa dilepaskan dulu adegan romantisnya! Waktunya tanda tangan buku nikah." Ujar penghulu mengagetkan keduanya.
"Eh, maaf pak." Ujar Nando tersenyum kikuk menikmati momen itu. Bella pun menunduk malu.
"Di kamar saja mesra-mesraanya." Celetuk Dimas bersorak menggoda Nando.
Setelah ijab qobul selesai, kedua mempelai pengantin melakukan sungkeman kepada para orang tua yang ada di sana meminta doa restu.
Hasna terharu melihat kebahagiaan keduanya. Dia nampak tersenyum pada seseorang tak kasat mata yang juga tengah menyaksikannya. [ Papa, aku sudah melaksanakan permintaan terakhirmu. Aku harap Papa tenang di sana. Doakan kami agar kami selalu dalam lindungan Allah dan selalu bahagia. Aku menyayangimu dan mencintaimu, Papa Alex. Kau Papa terbaikku, sampai kapanpun kau Papa terhebatku. Terima kasih untuk waktu, kebahagiaan, dan kasih sayang yang engkau berikan dengan tulus untukku. ] batinya seraya menatap bayangan Alex yang melambaikan tangan menghilang di balik kerumunan.
"Hasna, setelah lulus sekolah SMA Abang mau menikahimu," bisik Felix berdiri di dekat Hasna yang mengagetkan gadis tersebut.
"Hah?! Abang mau menikahiku? gak salah? aku tidak mau sama Abang yang ngeselin itu." Hasna mendelik sebal pada pria berusia 20 tahun di sampingnya yang selalu usil padanya.
"Tapi Abang mau. Abang mencintaimu, Hasna. Kan ku tunggu dewasamu tiba." Bisik Felix mengecup singkat pipi Hasna berlari menjauhinya seraya mengerlingkan mata.
Hasna melotot tak percaya menggeram kesal. "Abaaaanggg Feliix...!"
.....Tamat....
Jodoh tidak ada yang tahu. Meski kita pernah berpisah cukup lama, jika Tuhan telah berkehendak pasti Tuhan akan kembali menyatukannya. Sejauh apapun pergi, dengan siapun pernah menikah ketika takdir berkata lain pasti akan kembali bersama dengan cara yang Tuhan tentukan.
Percayalah, semua yang terjadi di hidup kita bukanlah sebuah kebetulan melainkan sebuah garis Tuhan dengan cara yang berbeda. Semua orang pernah melakukan kesalahan namun, dari kesalahan tersebut kita bisa belajar untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
__ADS_1
Sampai jumpa di ceritaku yang lainnya ya. By, by, salam sayang dari Cianjur.
Assalamualaikum wr. wb. 🙏🙏