
"Sebagai tanda terima kasih ku padamu atas apa yang telah kamu lakukan, aku akan mengajakmu jalan-jalan ke pantai." Nando menggandeng Bella mengajaknya ke mobil.
"Tidak perlu. Lagian, aku melakukan ini semua karena ku tidak mau kamu berada dalam masalah."
"Ciee yang udah mulai khawatir sama aku. Rasanya seneng deh di khawatiran sama ayang. Berasa jatuh cinta tuk yang kesekian kalinya."
Bella menunduk malu. Sekarang dia lebih sering menunduk kala rasa malu tiba-tiba menghampiri.
"Aku tidak di ajak? masih ada aku di sini lho?" sahut Devano kesal pada orangtuanya telah meninggalkan dirinya sendirian.
Eh.. kedua orang dewasa yang lagi kasmaran itu memberhentikan langkahnya terkejut baru menyadari jika ada Devano disana.
"Astaghfirullah...! Hampir kita melupakan keberadaan Devano." Nando membalikkan badannya menepuk jidatnya.
"Maaf, sayang. Mama kira kamu sudah pulang." Bella menyengir menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Jatuh cinta membuat orang lupa segalanya. Dasar bucin, budak cinta. Dah ah, aku mau pulang. Bye, assalamualaikum." Devano melambaikan tangan sambil berjalan duluan. Namun, langkahnya kembali terhenti menoleh kebelakang.
"Aku izinin Ayah untuk membawa Mama pacaran hari ini. Tapi tidak untuk besok, kalian akan di pingit selama 2 Minggu sebelum pernikahan tiba. Maka, puas-puasin untuk jalan bareng hari ini juga." Jelas Vano melanjutkan langkahnya yang setengah tertunda.
"What?! heeei... Apa yang kau katakan bocah tengik? itu aturan dari mana?" teriak Nando tidak menerima aturan itu.
"Dari Nenek Elsa. Salahkan saja Nenek kalau Ayah mau protes." Jawab Devano sudah berada di dalam mobil kemudian mobilnya berjalan di sopiri oleh sopir.
"Kenapa seperti itu sih? bisa-bisanya Mama kamu melarangku untuk menemuimu."
Bella diam tidak merespon. Dia sedang berpikir apakah benar kalau Mamanya bicara seperti itu pada Devano? atau hanya akal-akalan Devano saja untuk mengerjai Nando?
"Kenapa diem? apa benar kita dilarang bertemu sebelum nikah sama Mama kamu?" tanya Nando seraya menyalakan mobil.
"Aku tidak tahu, tanyakan saja kepada Mamaku."
Nando menghelakan nafasnya. [ Males menanyakannya. Mending aku habiskan waktu dengan Bella sebelum di larang ketemu. ]
*******
"Kamu mau ngajak aku kemana?"
"Ke pantai untuk menikmati panorama alam di sore hari. Hmmm Bella, apa kamu merasa keberatan menerima lamaranku?"
"Tidak, aku menerimanya dengan senang hati meski tak ku pungkiri jika cinta ini masih tertuju pada mendiang suamiku."
"Aku tidak memaksakanmu untuk melupakan cintamu pada Alex. Walau bagaimanapun dia adalah pria yang telah membuatmu bahagia. Tapi, masih adakah cinta untukku di bagian hati yang lain? cinta yang dulu kamu berikan untukku tapi ku sia-siakan?"
Bella mematung memikirkan dan juga merasakannya. Apakah dirinya masih memiliki perasaan cinta pada Nando? apa cinta yang dulu tumbuh masih ada? atau sudah tergantikan oleh cintanya Alex sampai ia kesulitan lagi untuk jatuh cinta?
"Aku tidak tahu. Cinta Mas Alex padaku membuat ku melupakanmu. Tapi, demi Mas Alex juga akan ku tumbuhkan cinta yang dulu ku miliki untukmu. Cuman, jangan kamu paksa aku untuk menghilangkan rasa cintaku kepada suamiku."
Nando tersenyum mengusap kepala Bella membuat wanita itu menoleh.
"Tidak, aku tidak akan memaksamu melupakannya. Kamu mau menerimaku, ku sangat bahagia. Aku yakin, cinta itu masih ada. Tinggal menunggu kamu mengungkapkannya."
__ADS_1
Mobil yang di tumpangi mereka telah sampai di salah satu pantai yang ada di kota M. Nando turun sedikit berlari memutari mobilnya kemudian membukakan pintu bagian Bella.
"Ayo?" Nando mengulurkan tangannya.
Bella menatap Nando kemudian menatap tangan itu dan menerima uluran tangannya. "Makasih, padahal tidak perlu repot-repot membukakan pintu mobilnya. Aku bisa sendiri."
"Tidak merepotkan kalau untukmu."
Nando membawa Bella ke tepi pantai untuk menikmati indahnya sore hari. Disana pula sudah ada tempat duduk. "Kita duduk si sini saja."
Bella hanya mengangguk, tak menolak. Mungkin ini cara dia untuk membuat rasa cinta itu tumbuh kembali.
"Apa ini ulahmu?" Bella memperhatikan sekeliling tempat di sana. Dia baru menyadari hanya ada satu meja dan itu mereka tempati.
"Bagaimana, kamu suka? Aku sengaja menyuruh seseorang untuk menyiapkan ini semua. Aku ingin makan malam di pinggir pantai bareng kamu seraya menikmati suasana sore hare bersama orang yang kita cintai."
"Suka, bagus, dan kamu bukan seperti Nando yang dulu. Aku merasa tidak mengenalmu. Aku heran, sekarang kamu lebih romantis dibandingkan yang dulu. dulu itu kamu dingin, kasar, pemaksa. Sekarang, kamu lebih banyak tersenyum, lembut, romantis."
"Syukurlah kalau kamu suka. Aku yang dulu bukanlah aku yang sekarang. Aku hanya ingin merubah sikapku dulu dengan sikap yang sekarang. Dari dulu, ku selalu belajar arti sebuah kebersamaan. Maka dari itu, apapun yang ku miliki akan ku pastikan dia bahagia dan menjadi milikku. Kalau dulu, aku terlalu bodoh sampai tidak menyadari ada hati yang begitu mencintaiku tapi aku malah menyakitinya. Sampai di saat ku kehilangan barulah ku mengerti jika orang tersebut sangatlah berarti untukku."
"Daripada bahas masa lalu yang menyakitkan itu mending kita bahas masa depan kita."
Nando mengulum senyum menatap penuh arti. "Hmmm masa depan kita ya? Berarti kamu audah siap dong hidup bareng aku untuk selamanya?"
Bella menunduk menyembunyikan rona merah di wajah. Tak di pungkiri jika hati kecilnya tidak menolak. Menunduk ya Bella membuat Nando mengerti jika wanita di hadapannya menginginkan hal itu. Hatinya berbunga-bunga kala cinta menggoda.
Nando menjentikkan jarinya, dan berbunyi lah suara musik. Bella mendongak, ia mengedarkan pandangannya untuk mencari tahu darimana musik itu berasal?
"Masa sih ada musik?" Nando pura-pura menajamkan telinganya. "Ah perasaan kamu kali. Tidak ada apapun selain suara deru ombak di laut."
"Masa kamu tidak dengar? Ini musiknya menyala dengan judul lagu Make You Feel My Love - Adele."
Nando mengerutkan keningnya, "Aku tidak dengar, sayang. Mungkin kamu lagi merasakan jatuh cinta lagi kali sampai terasa ada nyanyian lagu." Ujar Nando cuek memakan makanan yang ada di atas meja seolah tidak mendengarkan apapun.
[ Masa sih aku salah dengar? ]
"Apa musiknya masih ada?" Bella mengangguk.
"Kalau begitu.." Nando berdiri mengulurkan tangannya. "Maukah kamu berdansa denganku? Please? Sayang kan ada musik tapi tidak di manfaatkan."
"Katamu tidak dengar."
"Aku memang tidak dengar. Tapi aku ingin mengabadikannya dengan cara berdansa bareng kamu. Mau ya?" Pinta Nando menatap penuh harap.
Bella terdiam berpikir dulu. Ia melihat suasana di sana tidak ada orang. Aneh? Namun, Bella menerima uluran tangan tersebut kemudian berdiri.
Nando tersenyum, dia mengambil kedua tangan Bella lalu di letakkannya ke atas pundaknya. Kemudian, tangan dirinya memegang setiap sisi pinggang Bella.
Bella merasa canggung mencondongkan wajahnya kebelakang. "Jangan seperti ini."
"Kenapa? Tidak ada orang selain kita disini. Aku hanya ingin menikmati waktu berdua sebelum kita beneran di pingit." Nando sedikit-sedikit menggerakan tubuhnya mengikuti irama musik.
__ADS_1
"Tapi..."
Cup.. Nando mengecup kening Bella. Bella terbelalak melotot. "Jangan membantah, sayang. Atau aku akan melakukan hal di luar dugaanmu," ancamnya mengerlingkan mata.
Bella terdiam. Hatinya gelisah sedekat ini namun, tubuhnya tidak menolak. Nando menggeserkan kedua tangannya kebelakang sehingga kini merangkul pinggang Bella. Keningnya ia tempelkan dengan kening Bella menatap penuh cinta wanita di hadapannya. Keduanya sama-sama menikmati alunan musik dengan cara berdansa ala mereka seraya menikmati indahnya matahari terbenam.
"Pejamkan matamu dan nikmati lagunya!"
Bella mengikuti perintah Nando untuk memejamkan mata. Dia mendengarkan setiap untaian kata dan meresapi makna dari lagu tersebut.
Saat hujan menghembus wajahmu
Dan seluruh dunia dalam kopermu
Aku bisa memeberimu dekapan hangat
Agar kau merasakan cintaku
Ketika bayangan malam dan bintang-bintang bermunculan
Dan disana tak ada yang mengusap air matamu
Aku bisa memegangmu untuk jutaan tahun
Agar kau merasakan cintaku
Aku tahu kau belum memutuskan
Tapi aku tak akan mengecewakanmu
Aku tahu ini sejak momen kita bertemu
Tak ada keraguan dalam pikiranku dimana kau seharusnya berada
Aku bisa kelaparan, aku rela kesakitan
Aku rela merayap di jalanan
Tidak, disana tidak ada yang tidak akan aku lakukan
Agar kau merasakan cintaku
Aku mampu membuatmu bahagia, membuat mimpi-mimpimu terwujud
Tak ada yang tak akan aku lakukan
Pergi hingga ke ujung dunia untukmu
Agar kau merasakan cintaku
Agar kau merasakan cintaku
__ADS_1
"Aku mencintaimu, Bella. Aku ingin kau merasakan cintaku."