
Tim dokter bekerja keras menyelamatkan dua orang yang sedang terbaring di ruangan UGD. Dan salah satu dari dokter tersebut adalah Calista. Dokter muda berwajah cantik memiliki pipi cabi itu menangis melihat keadaan sang Kakak yang terbaring lemah tak sadarkan diri.
Calista dan dokter bedah lainnya berupaya menyelamatkan Bella dan Nando berharap keduanya dapat terselamatkan.
Sedangkan di luar ruangan, Elsa terus menangis dan berdoa semoga putrinya bisa terselamatkan dan baik-baik saja. Sama halnya dengan Alex yang begitu terpukul atas kejadian ini. Dia berjanji akan membuat orang yang telah menyakiti istrinya di hukum seberat-beratnya.
Lelaki yang baru saja menyandang status sebagai suami itupun beranjak dari duduknya meninggalkan Elsa.
"Bang, kau mau kemana?" cegah Syafira yang baru sampai rumah sakit bareng suaminya dan tentunya juga Hasna yang terus menangis ingin bertemu dengan Mamanya.
"Ra, izinkan aku yang menghukum dia." pinta Alex menatap sedih dan api amarahnya terpancar jelas.
"Tapi jangan sampai Abang membunuhnya! Dia sudah terkena penyakit HIV biarkan dia mati dengan sakit yang ia derita."
"Hanya sedikit memberikan dia pelajaran. Dimana kamu menyekapnya?" tanya Alex tak janji untuk tidak menyakiti Tiara.
"Di markas kita dulu," jawab Syafira belum memberikan Tiara ke polisi. Dia memiliki cara sendiri menghukum orang-orang jahat dan anehnya tindakannya mendapatkan izin dari pemerintah setempat. Uang lebih berkuasa daripada jabatan begitulah kiranya.
Alex mengangguk, diapun langsung pergi ke tempat dimana Tiara di sekap.
******
"Hei, kalian lepasin saya! Saya tidak bersalah, dia pantas mati, Elsa harus merasakan kehilangan seperti saya. Lepaskan saya brengsekkk...!!" teriak Tiara menggedor pintu ruangan yang kedap suara.
Tiara di kurung di salah satu ruangan minin cahaya. Hanya ada jendela kecil itupun berada di atas dan sulit di gapai.
Cetrek...
Tiara senang ada orang yang membuka pintu, dia memundurkan langkahnya untuk melihat siapa yang datang dan rupanya Alex.
"Kau rupanya, lepasin saya!" sentak Tiara.
Alex menyeringai menyeramkan. Dia melipatkan tangannya di dada menatap tajam bak harimau Sumatera mencari mangsa.
"Imbalan apa yang akan kau berikan kalau seandainya saya membebaskanmu?"
Tiara sejenak berpikir apa yang akan di berikan sebagai imbalan. "Hmmm tubuhku," dengan percaya percaya dirinya Tiara menawarkan tubuh yang kurus dan penyakitan. Hanya itulah yang ia bisa berikan sebab uangpun tak ada.
"Waw..! Percaya diri sekali kau akan memberikan tubuhmu," ejek Alex tersenyum sinis.
__ADS_1
"Kau harus percaya bahwa tubuhku jauh lebih indah di bandingkan Bella. Dan asal kau tahu, Bella itu wanita murahan, seorang pel*cur yang menjual tubuhnya demi uang. Mending kau denganku saja, aku jauh lebih baik di bandingkan dia." Bujuknya merayu Alex berharap lelaki tampan ini tergoda olehnya.
Rahang Alex mengeras, ia menggeram kesal istrinya di katai murahan. Dia tahu kehidupan Bella seperti apa dan Alex tahu kenapa Bella sampai melakukan itu.
"Ok, kalau gitu kau ikut aku! Buktikan kalau kau memang bisa memuaskan ku."
Girangnya bukan main, Tiara merasa di awang-awang kalau Alex tergoda oleh pesonanya. "Hahaha dia juga ternyata sama saja, sama-sama mudah di goda," batinnya mengikuti kemana Alex pergi.
******
Saat sedang di dalam mobil, Tiara memperhatikan jalanan. "Kita akan kemana?"
"Ketempat dimana kau tidak bisa kabur dariku," jawab dingin Alex mengendari mobilnya sangat cepat.
Tiara menoleh, dia mendadak ngeri dengan suara Alex yang dingin dan terdengar penuh penekanan.
Dan sampailah ke tempat penerbangan kapal helikopter.
"Waah, ini pesawat milikmu?" tanya Tiara takjub ada beberapa helikopter berjejer rapi.
"Ya," jawabnya dingin. Saat Tiara Fokus melihat-lihat, beberapa orang datang mencekal tangan Tiara.
"Hei, apa-apa ini?! kenapa kalian menangkap saya?"
"Baik, bos."
"Ayo ikut!" ucap kedua orang yang menyeret paksa Tiara.
"Hei, lepaskan saya! Saya tidak mau ikut dengan kalian! Lepaskan....!"
Bugh.... Alex terpaksa memukul pundak Tiara sampai pingsan supaya Tiara tidak mengetahui kemana dia di bawa dan tentunya supaya tidak terus berontak. Dia juga menyuntikan sesuatu ke lengan Tiara.
*******
Rumah Sakit
Setelah melakukan berbagai tindakan, akhirnya Bella di pindahkan keruangan perawatan. Syafira sengaja meminta pihak rumah sakit untuk menyediakan ruangan VIP supaya lebih nyaman untuk Bella dan orang-orang yang akan mengunjunginya.
Bella juga sudah sadar dan sekarang sedang istirahat membaringkan tubuhnya ke samping.
__ADS_1
Alex, Elsa, dan Hasna tak hentinya bersyukur orang yang mereka sayangi baik-baik saja.
Dengan setianya, Alex menunggu sang istri bangun sampai ia ketiduran dengan posisi duduk dan kedua tangannya bersidekap di dada berhadapan dengan Istrinya.
Bella terbangun, ia merasa haus dan perlahan bangun mendudukan bokongnya. Meski terasa sakit ia berusaha menahannya, ia pun mencari gelas di pinggir meja kecil sampingnya.
Prang...
Bella tak sengaja menyenggol gelas dan suaranya membangunkan Alex.
"Bee..! Apa kamu mau sesuatu?"
"Mas, maaf, aku membangunkanmu, ya. Aku haus, Mas," lirihnya tak enak hati mengganggu tidur suaminya.
"Ya, ampun sayang, kamu kan bisa minta tolong sama aku, aku akan siap untuk membantumu." Alex menuangkan air putih ke gelas dan memberikannya kepada Bella.
"Terima kasih," ucapnya setelah selesai minum. "Tapi aku tidak enak membangunkanmu, pasti kamu lelah seharian ini menungguku."
"Bee, dengarkan aku!" Alex menggenggam kedua tangan Bella. "Aku senang kamu repotkan, justru aku akan merasa tidak berguna kalau sampai kamu tidak mau minta tolong padaku. Aku akan usahakan ada di saat kamu membutuhkan ku, jadi jangan ragu untuk meminta bantuan ku, ya."
Air mata Bella tiba-tiba meluncur begitu saja tanpa di pinta. "Aku merasa tidak berguna sebagai seorang istri, untuk mengambil minum saja susah apalagi untuk melayanimu dalam segala hal pasti aku tak akan mampu."
"Hei, siapa bilang kamu tidak berguna? kamu masih bisa melayaniku meski kamu tak dapat melihat." Alex mendekatkan wajahnya ke wajah Bella.
"Melayaniku di atas ranjang," bisiknya mengecup daun telinga Bella dan meniupnya.
Bella merasakan sensasi berbeda saat Alex mengecup daun telinganya. Wajahnya sudah bersemu merah memperlihatkan semburat merah di pipi putihnya.
Alex tersenyum melihat wajah malu-malu istrinya. Kedua tangannya memegang tengkuk Bella dan ia menempelkan bibirnya ke bibir tipis berwarna merah alami. Bahkan tangan Alex sudah nakal meremas pelan salah satu milik istrinya.
Bella mencengkram kemeja yang Alex kenakan di saat tangan suaminya mulai nakal dan bibir dingin itu mengecup, *******, menyes*p penuh kelembutan.
"Eheeemm....Awas kebablasan..!" suara seseorang mengagetkan keduanya.
Sontak Alex dan Bella langsung melepaskan tautannya. Mereka sampai melupakan bahwa masih ada seseorang di ruangan tersebut yaitu Elsa dan Hasna yang juga ikut menginap.
"Mama...!!"
"Untung Hasna tidak terganggu akibat suara bising yang kalian ciptakan," sindir Elsa.
__ADS_1
Alex dan Bella menunduk malu ketahuan mesum di rumah sakit.
Bersambung....