
Hari bahagia itupun telah tiba, kedua mempelai terlihat sangat bahagia. Raut wajah bahagia dari keduanya terlihat jelas di mata para tamu undangan.
Keduanya terus menebarkan senyuman kesetiap para tamu yang menyalami keduanya. Alex begitu posesif dan tidak pernah jauh dari sang istri yang tampil sangat cantik dan mampu membuat para lelaki melirik.
Kadang ia kesal melihat mata para pria jelalatan menatap kagum istrinya. Tapi, ia berusaha keras untuk tidak menunjukan kekesalannya mengingat ini hari bahagia untuk keduanya.
Bella duduk, ia merasa lelah terus berdiri menyambut mereka. Kakinya terasa pegal akibat kelamaan berdiri.
"Kamu pasti pegal ya, Sayang? sini, aku pijitin kaki kamu." Alex berjongkok memijat pelan kaki Bella di atas pelaminan.
"Mas..! Apa yang kamu lakukan? ini banyak orang, tidak sepantasnya kamu memijit aku karena seharusnya akulah yang berbakti memijit kamu." Protes Bella memundurkan kakinya tidak enak hati.
"Tidak apa-apa, Bee. Aku tidak ingin kamu terluka." Kekeh Alex memijat pelan dampal kaki istrinya.
Meski Bella tidak bisa melihat, namun ia bisa merasakan pijatan lembut dari suaminya. Dia menunduk menatap haru pria yang sudah resmi menjadi suaminya.
Tingkah kedua mempelai di perhatikan oleh pria yang berdiri berbaur di antrian untuk menyalami mempelai. Meski hatinya sakit dan terluka, ia berusaha ikhlas melepaskan wanita yang ia cintai bahagia bersama pria pilihannya.
Dia sadar bahwa dia yang salah, dia yang terlambat menyadari perasaannya, dia yang tidak bisa menjaga wanita yang mencintainya, dia yang menorehkan luka terlalu dalam kepada wanitanya sehingga sang wanita berpaling meninggalkan sejuta kenangan yang sulit ia lupakan.
Kini hanya tinggal sebuah kenangan yang sulit di lupakan, kini hanya sebuah penyesalan mendalam yang ia rasakan, kini hanya sebuah ilusi yang tak bertepi. Hatinya terasa sesak harus berusaha mengikhlaskan sang wanita menikah dengan orang lain.
"Selamat, ya. Aku doakan semoga kalian bahagia." Ucap Nando menyalami keduanya.
Alex merangkul erat pinggang sang istri untuk menunjukan kepada Nando bahwa Bella adalah miliknya. "Kau tidak perlu khawatir, aku pasti akan membuat dia dan Hasna bahagia."
Nando tersenyum getir, hatinya teriris perih. Ia berusaha untuk tidak menangis meski hatinya menangis melihat keduanya menikah.
Dia menepuk-nepuk pundak Alex. "Aku titipkan dia padamu, bahagiakan dia, jaga dia, dan janganlah buat dia menangis selain tangisan bahagia!"
Alex tersenyum memeluk Nando. "Aku akan berusaha menjaga dan membahagiakan mereka semampu dan sebisaku."
Entah kebetulan atau apa, seorang penyanyi pun menyanyikan salah satu lagu yang akhir-akhir ini sering terdengar yang berjudul bukan jodohnya seakan mewakili suasana tersebut.
Ini salahku
Terlalu memikirkan egoku
Tak mampu buatmu bersanding nyaman denganku
Hingga kau pergi tinggalkan aku
Terlambat sudah
Kini kau t'lah menemukan dia
__ADS_1
Seseorang yang mampu membuatmu bahagia
Ku ikhlas kau bersanding dengannya
Aku titipkan dia
Lanjutkan perjuanganku 'tuknya
Bahagiakan dia, kau sayangi dia
Seperti ku menyayanginya
'Kan kuikhlaskan dia
Tak pantas ku bersanding untuknya
Dan 'kan kuterima dengan lapang dada
Aku bukan jodohnya
******
Nando menundukan wajahnya di stir mobil, ia menangis menyesali setiap perbuatan yang pernah ia lakukan kepada Bella.
Ternyata, rasa cintanya kepada Bella jauh lebih besar dibandingkan kepada Syafira dulu. Kehilangan Bella membuat hatinya terasa sesak dan terluka.
Nando menyalakan mobilnya dan menjalankan dengan hati dan pikiran yang kacau. Hatinya belum sepenuhnya ikhlas melepaskan Bella. Tapi karena rasa cintanya yang terlalu besar, ia merelakan wanitanya bahagia bersama pilihannya.
Matanya tak pokus dan tak memperhatikan jalan, ia juga menambah kecepatan laju mobilnya. Bayangan kenangan bersama Bella kembali lewat di dalam pikirannya. Tanpa di sadari, dia menginjak pedal gas semakin cepat.
Akibat melamun, ia tak melihat seseorang menyebrang. Saat sudah mendekat, Nando tersadar kemudian memutar stirnya ke kanan tapi di bagian depan ada mobil lain yang tak kalah kencang.
Dia kembali banting stir kekiri namun sayang, dia malah menambak kendaraan lain secara keras dan mobilnya tak terkendali sampai mobilnya tertabrak mobil lain dan terpental ke pembatas jalan.
Ckiiiittttt.....bruuuukkkkkk....braaaakkkkk
******
Sedangkan seorang wanita mengintip jauh memperhatikan pergerakan setiap orang yang keluar masuk menghadiri acara pernikahan anak dari wanita yang ia benci.
"Kalian berbahagia di sana sedangkan ku menderita di sini. Elsa, aku tidak akan membiarkan putrimu bahagia. Dia harus menderita sama sepertiku yang menderita karena ulahmu. Kau harus merasakan kehilangan sepertiku kehilangan Ibuku." Ucapnya mengepalkan tangan.
Dia memegang sesuatu di tangannya, dan dia berdandan seperti para tamu undangan biasanya. Tapi wajahnya di tutup masker dan memakai kacamata hitam.
Tiara melangkah masuk mengendap-endap mencari jalan menuju pelaminan.
__ADS_1
Sedangkan di dalam, semua orang sedang tertawa bahagia dan mereka sedang bersiap untuk menangkap bunga yang akan di lemparkan oleh Alex dan Bella.
Tiara berbaur dengan para pengunjung dan dia berdiri dan mendekati panggung pelaminan.
Tingkah mencurigakan Tiara dapat di lihat oleh Syafira yang kebetulan berdiri tak jauh dari panggung. "Ini bahaya...!" gumamnya mendekat.
Secepat kilat Tiara dan Syafira berbarengan lari naik panggung dan....
Jlebbb....
Bruukkk....
Tiara berhasil menusukan belati yang ia bawa ke pinggang Bella saat membelakangi bersiap melemparkan bunga. Dan Syafira berhasil mendorong tubuh Tiara sampai tersungkur ke lantai.
"Tangkap dia...!" pekik Syafira kepada semua orang.
"Bee..!"
"Bella..!"
"Mama..!"
"Aaaaaa...!"
Jerit semua orang terkejut melihat darah segar mengucur membasahi gaun putih yang di kenakan Bella.
Seketika suasana bahagia itu menjadi duka di kala insiden tak terduga datang menghampiri mereka secara tiba-tiba.
Alex menangkap tubuh istrinya yang akan tersungkur jatuh. "Bee, bertahanlah, sayang..!" Alex langsung menggendong Bella.
"Mama...." Hasna menangis melihat ibunya terluka.
Sedangkan Tiara di bawa oleh Leo di seret ke penjara untuk di mempertanggungjawabkan perbuatannya.
******
Wiwww.....wiwww....wiwww
Suara ambulance darurat memasuki area depan rumah sakit berbarengan dengan mobil Alex yang membawa Bella.
Para perawat segera menurunkan brangkar saat melihat Alex menggendong Bella. Dan perawat lain juga menurunkan brangkar dari dalam mobil ambulance yang berisi Nando.
Mereka mendorong kedua brangkar tersebut membawa keduanya ke ruangan UGD.
Di dalam kesadaran yang tersisa, Nando melihat Bella terbaring penuh darah di daerah perutnya. "Bella," lirih Nando.
__ADS_1
Alex dan Elsa melihat Nando. Namun mereka tidak bisa mengenali wajahnya sebab hampir semua wajah Nando terhalang darah.
Bersambung....