
Hari pernikahan pun telah tiba. setiap wanita pasti akan merasakan bahagia bila di persunting oleh pria idamannya. Namun aku malah merasa sedih di karenakan harus menikah dengan pria bukan ayah dari bayi yang ku kandung.
Kata sah terdengar di telingaku, dan aku berusaha menerima kenyataan bahwa kini aku telah menikah dengan seorang pria bernama Reyhan, bukan dengan orang yang ku cintai. Aku terpaksa menjadikannya pelampiasan demi anakku.
Semua acaranya kacau di kala seorang wanita masuk memanggil Reyhan dengan sebutan 'Mas' dan sudah menangis menatap kecewa.
Aku tahu itu adalah Syafira, wanita yang Reyhan cintai, wanita yang sering ku katai janda murahan padahal aku sendiri yang murahan.
Aku semakin terkejut mendengar penuturannya kalau dia adalah istri Reyhan, dan aku semakin terkejut saat seorang wanita mirip dengan Saras menambah kekacauan di hari pernikahan kami.
Kami semua sempat bersitegang, dan aku merasa tidak terima pernikahanku di kacaukan meski ku sendiri tidak menginginkan pernikahan ini.
Aku malu, aku hancur, dan syok di kala dia membuka aib ku yang sebenarnya dan siapa ayah yang ku kandung. Ingin rasanya ku pergi dari kerumunan ini, ingin rasanya ku tiada hari ini juga setelah ku tahu bahwa pernikahan ini hanya sandiwara yang telah Syafira susun.
(Pernikahannya ada di bab 73-74 BUKAN JANDA BIASA (Hanya status) )
Aku sudah terduduk lesu menumpukan kedua lututku, derai air mata terus menetes membasahi pipiku. Aku semakin prustasi dengan apa yang terjadi. Kehidupanku terasa berat, tujuanku seakan sirna, aku berdiri dengan penuh harapan namun di patahkan dengan kenyataan.
Kenyataan bahwa orang yang ku cintai tak pernah mau bertanggungjawab atas diriku dan anakku. Kenyataan bahwa pernikahan yang seharusnya terjadi hanyalah sebuah pernikahan palsu. Kenyataan bahwa aib yang selama ini ku tutupi di ketahui banyak orang.
Aku menangis tersedu, menelungkupkan wajahku ke kedua telapak tanganku. "Tuhan, rencana apa yang telah kau siapkan untukku?" batinku menjerit sakit.
"Bella, kita pulang, Nak! Apapun yang terjadi Mama akan tetap bersamamu." Elsa juga meneteskan air mata. Ibu mana yang tega melihat anaknya terluka meski dirinya wanita matre dan sering menghina.
Elsa merangkul kedua sisi pundak sang anak membawanya berdiri dan meninggalkan tempat itu tak memperdulikan para pasang mata menatap sinis ke arah mereka.
Jhon juga ada di sana melihat setiap peristiwa yang terjadi. Hatinya ikut sakit saat wanita yang pernah tidur dengannya menangis sesegukan. Namun, ia merasa ini semua sebagai karma atas apa yang telah Bella lakukan dan sebagai hukuman atas perbuatannya. "Wanita sepertimu memang pantas mendapatkan karmanya," batin Jhon sinis.
Drrrtttt....drrrtttt
Handphone Jhon bergetar, iapun mengangkatnya, dan matanya terbelalak mendengar ucapan dari orang yang ada si sebrang telpon.
"Apa?! di kantor banyak yang demo?"
"Baik, saya dan Bos besar akan segera kesana. Tolong kau urusi dulu mereka supaya mereka tidak berbuat tindakan lebih."
Jhon mematikan panggilannya dan berjalan menghampiri Hendra yang sedang mematung. "Bos, di kantor ada kericuhan. Hampir semua investor membatalkan kerjasama mereka dan para karyawan meminta keluar. Semua terjadi atas skandal yang di buat Bella," bisik Jhon.
__ADS_1
"Apa?! kenapa jadi seperti ini" Hendra terkejut. "Kita langsung ke kantor!" keduanya pun segera pergi ke kantor.
****
"Dimana Mahendra? kami ingin membatalkan kerjasama kami!" sentak salah satu investor.
"Tenang dulu, Pak. Tuan Mahendra sedang berada di perjalanan menuju kesini," kata Tiara menenangkan mereka.
"Kami tidak tenang sebelum urusannya selesai."
"Iya, Pak. Kami tahu, tolong bersabar sebentar harga minyak masih terjangkau jadi jangan ribut," balas Toni.
"Ada apa ini?" Mahendra baru saja tiba di kantor. Dari depan para karyawan sudah berdemo minta berhenti dan setelah masuk ruangan meeting, hampir semua investor sudah berkumpul.
"Saya ingin menarik kembali saham saya, Tuan Mahendra."
"Saya juga ingin membatalkan kerjasama kita."
"Kenapa begitu? bukannya kita sudah melakukan perjanjian hitam di atas putih kenapa sekarang kalian membatalkan perjanjian kita?" tanya Mahendra.
"Pokoknya kami tetap membatalkan dan menarik kembali investasi yang kami tanam! Kami tidak ingin bekerja sama dengan Anda! Kami tidak mau perusahaan kami ikut tercoreng oleh skandal yang di buat putri Anda."
Braakk...
Gebrakan meja di layangkan oleh salah satu dari mereka. "Kalau kau tidak mengembalikan uang kami maka kami akan menjebloskanmu kepenjara atas tuduhan penipuan."
"Penjara?" batin Hendra, "Enak saja di penjara, harta Syafira saja belum saya kuasai," lanjut batinnya.
"Ba baiklah, tapi jangan bawa kasus ini ke penjara!" pinta Mahendra.
Dan semua investor membatalkan kerjasama nya sehingga membuat Mahendra rugi ratusan milyar.
"Toni, kau urus mereka! Pecat yang ingin keluar dan pertahankan yang masih ingin bekerja!" Hendra memijat pelipisnya saking pusing dengan yang terjadi.
"Baik, Bos. Ayo, Jhon! Kau bantu aku!" Toni dan Jhon keluar mengurus para karyawan.
Dalam hati, Tiara tersenyum puas. Dia tersenyum sinis dan mendekati Hendra. "Om, yang sabar ya. Ini semua ujian dari Tuhan, Om juga harus memberikan pelajaran kepada Bella sebab ini semua terjadi akibat ulahnya."
__ADS_1
"Bella," lirihnya. "Ini bisa kujadikan kesempatan untuk menjadikan dia sebagai wanitaku sebelum ku mendapatkan Sofi," batin Hendra menyeringai.
Hendra beranjak pergi meninggalkan kantor. Tiara benar-benar puas melihat kehancuran keluarga Mahendra.
"Hahaha aku puas, Ibu kau lihat, keluarga Mahendra hancur."
****
"Jhon kau jaga di depan rumah dan jangan biarkan siapapun masuk sebelum ku memanggilnya!" titah Mahendra tegas.
"Baik, Bos." Jhon menurut saja tanpa tahu apa yang akan di lakukan Mahendra.
Bellaaaa...! Elsaaa....! Dimana kalian? keluar kalian!" Hendra berteriak mencari keberadaan Elsa dan Bella.
"Elsaaa...!" pekik Hendra.
"Iya, ada apa, Pah?" jawab Elsa setelah sampai di ruang tamu.
"Kalian..! Apa kalian tahu akibat ulah Bella beberapa klien ku mengundurkan diri? mereka tidak mau berkerja sama dengan perusahaanku!" cerca Hendra langsung saja memarahi keduanya. "Sekarang perusahaanku merugi milyaran rupiah akibat ulah anakmu, Elsa!" sentak Hendra murka.
"Ma mafkan Bella, Pah. Ini di luar kendalinya," ucap Elsa terbata dan ketakutan.
"Di luar kendali kau bilang? seharusnya kau ajarkan anakmu untuk tidak melakukan kesalahan seperti ini! Dia sudah membuat seorang Mahendra Siregar malu akibat skandal yang ia buat sendiri!" Hendra murka, bahkan dia menatap sinis ke arah Bela.
Bela menunduk takut melihat Papa sambungnya menatap seperti itu.
"Maafkan Bella, Pah. Dia anakmu, ku mohon maafkanlah dia!" ucap Elsa menghiba.
"Anakku? apa kamu tidak ingat jika Bella bukan anak kandungku melainkan anak dari mendiang suamimu. Dan apa kau bilang? memaafkannya setelah apa yang terjadi? tidak segampang itu! Kalian harus mempertanggung jawabkan segalanya!"
"Dengan cara apa agar kami bisa bertanggungjawab?" tanya Elsa menunduk ketakukatan.
Hendra menyeringai, matanya terus melirik ke arah Bella. "Menjadikan anakmu pelayanku!" pungkasnya.
Deg...! jantung Elsa dan Bella tertegun. Keduanya mematung akibat terkejut. Ini kesempatan Hendra untuk bisa mencicipi tubuh wanita yang sedari dulu ingin ia nikmati. Tubuh Bella terlihat menggoda di mata para lelaki hidung belang dan Hendra salah satu lelaki tua yang tergoda dengan bentuk tubuh Bella.
"Ja jangan anakku! Aku saja!" pinta Elsa
__ADS_1
Bersambung....