
Bella dan Ferdi berlari masuk ke arah perkebunan bagian dalam sehingga penglihatan terlihat gelap akibat tumbuhan kelapa tersebut.
"Mama, kita larinya ke arah timur saja. Ini mah ke arah hutan." Ferdi menyuruh lari ke arah timur di karenakan itu menyusuri jalan. Sedangkan mereka berlari ke arah Utara menuju hutan.
"Kalau kita lari ke timur kita akan tertangkap oleh dia. Mungkin Mama bisa bela diri tapi Mama tidak ingin nyawa kamu dalam bahaya." Bella menggendong Ferdi sembari sedikit berlari.
"Tapi kita lari kehutan. Kalau kita tidak tahu jalan pulang bagaimana, Mah? ini sudah sore." Balita itu jauh lebih berfikir dewasa dari pada Ibunya.
"Percaya sama Mama kalau kita akan keluar dari sini." Bella sampai masuk ke dalam perkebunan. Semakin dalam semakin gelap dan minim pencahayaan.
********
"Ya Allah, kemana lagi ku mencari mereka? Berikanlah aku petunjuk agar ku bisa menemukannya." Nando tak sedikitpun berhenti mencari keberadaan Bella. Hatinya tak tenang sampai melihat kedua orang yang ia sayangi.
Entah kenapa, tangannya mengemudi jalur menuju perkebunan miliknya. Dia sesekali melihat arlojinya yang ternyata sudah menunjukan pukul setengah enam sore. Dalam hati terus berdoa semoga Tuhan berbaik hati menunjukan kuasanya.
Sungguh, dia menyesal tidak memaksa Bella ikut dengannya. Dia menyesal tidak mengikuti Bella memastikan dirinya selamat sampai rumah. Apalagi ada Ferdi bocah lelaki berusia lima tahun yang juga ikut dengannya menambah kekhawatiran.
Di tengah laju mobil memasuki perkebunan, dia memperhatikan ada mobil di depannya. Mobil itu terlihat seperti mogok dan Nando berinisiatif membantunya. Diapun memberhentikan mobilnya, turun menghampiri pengemudinya.
Nando mendekati dan melihat pengemudi itu meringis kesakitan memegang pergelangan tangannya. "Maaf, ada yang bisa saya bantu?" tanya Nando belum melihat siapa orang itu.
Pria berumur yang tadinya menunduk mendongak. Nando tersentak, dia ingat jika pria ini yang menjadi sopir mobil online. Pria itu tak kalah kagetnya dengan Nando. Dia menyadari jika pria di hadapannya adalah pria yang bersama pelanggannya.
Seketika tubuhnya menegang, wajahnya pucat pasi, jantungnya berdegup kencang takut di tanyai tentang wanita tadi. Nando melihat gelagat mencurigakan.
"Anda kenapa berhenti di tengah perkebunan seperti ini?" tanya Nando penasaran. Jalan tersebut jarang di lalui, tempatnya pun cukup jauh dari pemukiman warga dan jika malam sering ada hal-hal menyeramkan.
"Hmmm mobil saya mogok terkena begal." Kilahnya mencari alasan tak berani menatap Nando yang sedari tadi terus menatap penuh selidik.
Nando mengernyit. "Ngapain Anda masuk wilayah perkebunan? Disini tidak ada pemukiman. Sedangkan Barat arah laut, selatan hutan semua, Utara hutan semua. Apa Anda tengah melakukan tindakan kekerasan?" cercanya mencari tahu mengenai Bella.
Pria itu gelagapan tak dapat berkata dan juga tidak tahu apa yang harus ia jawab. Nando sungguh tahu tempat itu. Bagaimana tidak tahu kalau dia sendiri pemilik perkebunannya.
__ADS_1
"Hmmm a-anu..."
"Dimana mereka?" Nando tak lagi berbasa-basi, dia langsung menanyakan keberadaan Bella. Dia yakin jika Bella di bawa kesini.
"A-apa maksud Anda?" pria itu tergagap.
Nando tak banyak bicara, dia menghubungi orang-orang yang bekerja di hutan menggunakan alat buatan untuk berkomunikasi di tengah perkebunan di karenakan tempat itu susah sinyal ponsel.
"Cari wanita berhijab berkulit putih yang membawa anak sekitar umur lima tahun! Kirimkan juga orang-orang untuk menangkap perampok!"
Pria itu semakin gusar, dia berdiri ingin kabur pada saat Nando berbicara namun, Nando mengetahui pergerakannya dan memukul tengkuk pria tua itu sampai pingsan.
"Aku yakin Bella berlari ke dalam hutan." Setelah menunggu, orang yang Nando tunggu datang.
"Bos."
"Kau urus pria tua ini. Saya mau mencari seseorang dan tolong kerahkan anak buahmu untuk mencari istri dan anakku!" Belum juga menjadi istri, Nando sudah mengklaim Bella istrinya.
"Baik bos." Nando pun berlari ke arah Utara di bantu anak buahnya dan yang lain tengah mencari di seluruh perkebunan.
"Bella.... Ferdi..." Semakin lama, Nando semakin masuk ke dalam perkebunan.
Sedangkan Bella, dia kebingungan tak bisa menemukan jalan keluar. [ Jalan keluarnya mana sih? ya Allah tunjukan kami jalan keluar. ]
"Mah, Ferdi takut. Hari semakin gelap." Ferdi memeluk ceruk leher Bella menelusupkan wajahnya takut gelap.
"Sabar sayang, kita pasti menemukan jalan keluarnya." Bella mengusap punggung putranya menenangkan. Dirinya juga panik dan juga takut ada binatang buas. Bella mengambil ponsel menyalakan senter seraya mencari sinyal. [ Tidak ada sinyalnya lagi. ]
"Mah, Ferdi takut. Ini gelap sekali." rengek Ferdi.
"Kita berdoa semoga Allah melindungi kita dan menunjukan jalan keluarnya." Ucapnya sambil terus mencari jalan keluar.
Di tengah jalan, Bella merasa lelah. Dia berjongkok sebentar menurunkan Ferdi. "Kita istirahat dulu ya. Mama capek." Ferdi mengangguk.
__ADS_1
Keduanya terduduk saling memeluk di tengah malam yang sunyi dan dingin di temani suara-suara hewan. Bella celingukan takut ada hewan melata di sekitarnya.
"Bella... Ferdi..."
Samar-samar Bella mendengar seseorang memanggil namanya dan Ferdi. "Sayang, kau dengar sesuatu?" Ferdi menggeleng namun, ia mendengarkan dengan serius.
"Bella... kalian diamana?"
"Itu, suaranya Om Nando, Mah." Ferdi memekik girang ada yang mencarinya. Dia pun berdiri tegak membalas teriakan Nando.
"Om Nando... kami disini.." teriaknya tak kalah keras. "Mah, ayo kita hampiri asal suara itu!"
Bella mengangguk. Dia juga bersyukur ada orang yang mencarinya. Mereka berdua mendekati arah suara.
"Om... kau dengar aku tidak?" teriak Ferdi kembali saat tak mendengar lagi suara Nando.
"Nando... kami disini..." Bella membantu berteriak seraya mencari jalan. Namun, karena minimnya pencahayaan, Bella terperosok ke tanah miring atau bisa di bilang jurang namun, tak terlalu terjal.
"Aaaaaa...."
"Mama...." jerit keduanya terkejut. Bella mencekal akar sebagai pegangan agar tidak jatuh ke bawah.
Sedangkan Nando, dia mendengar jeritan Bella dan Ferdi. "Bella.... Ferdiii..."
"Om... kami disini.. tolong Mama Om...!" Ferdi sudah terisak takut terjadi sesuatu pada Mamanya. "Mah, bertahanlah. Om Nando akan datang menolong." Ferdi duduk di tanah melihat Bella di bawah sedang berjuang untuk naik ke atas.
Nando yang mendengar Suara Ferdi langsung mencari dan menghampiri. "Ferdii..." teriaknya lagi untuk memastikan.
"Ayah Nando... kami disini.. tolong Mama..!"
Suara Ferdi semakin jelas dan Nando menemukannya saat senternya menemukan sosok Ferdi tengah menangis. "Ferdi..! Mana Mama?" Nando terkejut hanya ada Ferdi terduduk di tanah.
"Ayah.. Mama di bawah.." isaknya menatap ke jurang. Nando pun mengalihkan pandangannya dan menyenterinya sehingga ia melihat Bella tengah kesusahan.
__ADS_1
"Bella..!" pekik Nando terkejut khawatir. Bella mendongak dengan derai air mata ketakutan. "Nando.." lirih Bella berusaha kuat memegang akar.
Nando mengulurkan tangannya. "Gapai tanganku, Bella! Ayo sayang, kamu bisa."