Ternyata Aku Mencintaimu

Ternyata Aku Mencintaimu
Mahendra


__ADS_3

Jhon tersadar dari lamunannya ketika ada suara panggilan masuk. Nama Calista terpangpang jelas di benda persegi miliknya.


"Halo."


"Halo, Kak. Apa kabar? aku merindukan Kak Nando. Kapan Kakak pulang? seminggu lagi sekolahku mengadakan perpisahan Kak. Semua murid di wajibkan membawa anggota keluarganya."


"Nanti Kakak usahan pulang ya, Dek. Kakak harus kerja dulu buat kamu sekolah."


"Kakak kerja di sini saja! Meski hasilnya tidak sebesar di sana namun kita masih bisa bersama, Kak."


"Iya, nanti kalau sudah selesai Kakak cari kerja di sana. Sekarang kamu belajar yang pinter! Jangan nakal, dan kamu harus jaga diri baik-baik! Kakak tidak bisa selalu menjagamu, maafkan Kakak."


"Siap Kak, aku akan selalu menjaga diriku dan kakak tenang saja karena di sini ada keluarganya kak Syafira yang selalu menjaga ku. Kak udah dulu, ya. Nanti aku telpon lagi."


Sambungan telepon pun mati membuat Jhon termangu, "Keluarga Syafira? apa maksud dari ucapan Calista?" Jhon bingung sebab mereka belum pernah bertemu keluarga Syafira.


Panggilan masuk kembali berbunyi, dan sekarang dari Mahendra.


"Jhon, kau dimana? sekarang juga kau temui saya di kantor!" pekik Mahendra di sebrang telpon penuh perintah tanpa penolakan.


"Baik, Bos. Saya kesana sekarang juga." Jawab Jhon tak kalah tegas juga.


****


Di dalam kamar mandi, Bella duduk di bawah guyuran shower. Dia memeluk kedua lututnya dan menelusupkan wajahnya ke sela lutut. Tangisnya pecah begitu menyayat hati.


"Hiks.. hiks.. hiks.. Kenapa kamu tega padaku setelah apa yang terjadi, Jhon? kamu sendiri yang memaksaku melakukannya dan kenapa aku tidak menolaknya karena kamu terus meyakinkanku dan akan mempertanggungjawabkan segalanya. Tapi nyatanya, kamu malah menyuruhku melupakan yang terjadi." Bella terus menangis menyesali apa yang terjadi, dia begitu termakan rayuan Jhon yang berkata kalau Jhon mencintainya dan akan menikahi Bella.


Bella menengadahkan wajahnya, hatinya menjerit sakit kala mengingat perlakuan Jhon. "Aaaaaaaa...kamu jahat, kamu kejam, Jhon. Mama, maafkan aku."


****


Jhon melangkah masuk ke ruangan dimana Hendra berada. "Siang, Bos."


Hendra yang sedang mengetikan sesuatu pun sampai berhenti, lalu mendongak. "Jhon, kau harus bisa melenyapkan dia!" Hendra menyodorkan foto Syafira ketika sedang menjadi sopir angkot.


"Syafira," gumam batin Jhon saat menatap gambar di hadapannya


"Dia sekarang sedang menjadi supir, kau ikuti dia dan kalau ada kesempatan habisi dia!" Hendra menatap tajam ke arah Jhon penuh peringatan dan perintah. "Kalau tidak, adikmu yang akan jadi taruhannya!"


"Baik, akan saya lakukan sesuai perintah Anda, Bos." Jhon langsung menyetujuinya.


"Sekarang kau pergi, habisi dia!" Hendra kembali berucap dan kembali melanjutkan kegiatannya.

__ADS_1


Jhonpun mengambil fotonya dan pergi meninggalkan kantor. Tujuannya ke lokasi dimana Syafira berada.


****


"Kita ikuti angkot itu! Setelah ada kesempatan kita cegat mobilnya." Titah Jhon kepada anak buahnya setelah sampai di lokasi.


"Baik, Bos."


Jhon terus memperhatikan wanita yang selama ini masih ia pikirkan. "Kamu semakin cantik saja, Ra. Maafkan aku, aku terpaksa harus melakukan ini demi keselamatan adikku yang berada di pengawasan Mahendra," batin Jhon.


Mobil yang ada di depan pun maju, dan mereka juga maju untuk mengikutinya.


Mobil angkot yang di kendarai Fira berhenti lalu keluarlah Fira. Jhon pun berhenti dan sebagian anak buahnya sudah keluar. Jhon memakai topeng wajah seram supaya Fira tidak mengetahui wajahnya.


Mereka menyerang Fira keroyokan, namun ketika di pertengahan perkelahian, ada yang menerjang tubuh Jhon. Dia adalah Reyhan, dan tak lama kemudian datanglah dua orang yang membantu Fira.


Jhon pun kewalahan dan dia berhasil kabur, namun anak buahnya tertangkap.


( Kalau tidak salah ada di Bab 26 BUKAN JANDA BIASA (Hanya status) )


****


Brakk!


"Jadi kalian gagal menyingkirkannya?" bentak Mahendra.


"Maafkan kami bos, dia di bantu empat orang pria," ucapnya takut.


"Kalian saja yang tidak becus melawannya. Cuihh tampang saja yang menyeramkan tapi kekuatan masih cetek," ucap Mahendra penuh amarah.


Dia membanting apa saja yang ada di dekatnya karena kesal dan marah.


"Aurel, akan ku habisi kau! Tak akan ku biarkan kau hidup dan merebut segalanya dari ku!" gumamnya, matanya menyala penuh dendam.


Jhon bergidik ngeri melihat kemarahan Hendra.


"Kau bereskan ini semua, saya mau pergi dulu." Titah Mahendra kepada Jhon untuk membereskan ruangan kerja yang berantakan akibat dirinya.


Jhon menghelakan nafasnya secara kasar dan diapun mulai membereskannya.


****


Club

__ADS_1


Mahendra terus minum, dia begitu prustasi melihat keberadaan Syafira yang akan mengusik ketenangannya. "Aurel, aku tidak akan membiarkanmu hidup. Kau ancaman terbesarku. Tak akan ku biarkan kau mengambil alih perusahaan yang telah ku curi dari ibumu," batinnya masih terus minum.


"Hai, Om. Mau di temenin gak?" tanya seorang wanita **** menghampiri Mahendra.


Mahendra menoleh dia melihat penampilan wanita itu. Baju minim sangat ketat memperlihatkan lekukan tubuhnya bahkan gunung besarnya menyembul ingin keluar.


"Hmmm," Mahendra cuman berdehem.


Wanita itu dengan sangat **** duduk di hadapan Mahendra lalu menuangkan minuman lagi ke gelas kosong. "Aku akan menemani Om sampai Om puas." Dia mengusap bahu Mahendra.


Mahendra tersenyum sinis, "Terserah..!" katanya.


"Om, pasti Om Mahendra Siregar kan? orang terkaya di kota ini. Kenalin, aku Tiara." Dia mengakui namanya Tiara, dia terus mengajak ngobrol mencari perhatiannya sampai dimana Mahendra merespon.


"Jadi kau temannya Bella?"


"Iya, Om. Bella teman dekat aku saat kita SMP. Namun setelah dewasa dia menjadi sombong dan tidak mengakui aku sebagai sahabatnya, Om. Dia juga jahat sama aku, dia sudah menjebak aku, Om." Tiara pura-pura memasang wajah sedih agar Mahendra simpati.


"Menjebak bagaimana maksudmu?" Mahendra mulai penasaran.


"Dia sudah menjual aku kepada temannya, Om. Bella mengambil uangnya untuk keperluan dia dengan mengorbankan aku. Dan sekarang aku bekerja di sini karena ulahnya. Aku harus melayani mereka, hiks..hiks.." Tiara bersandiwara mengenai Bella.


Mahendra terkejut sebab setahu dia Bella baik, tidak bikin masalah. Memang terkadang suka meminta sesuatu berlebihan.


"Om, tolong bebaskan aku dari sini! Aku akan melakukan apapun asal Om membantuku." Tiara memegang salah satu tangan Hendra dan dengan sengaja menaruhnya tepat pada bagian yang menonjol.


Mahendra yang dulunya seorang Casanova terpancing, dan karena pengaruh alkohol juga ia sampai meremas pelan milik Tiara.


"Besar sekali, ingin rasanya ku mencicipinya," batin Hendra terus menatap ke tempat dimana tangannya berada.


Tiara menyeringai, "Rencanaku berhasil. Bella akan ku buat kau hancur."


"Om," lirih Tiara sengaja mengeluarkan hirup A dan H supaya Mahendra tergoda.


Rupanya usaha Tiara berhasil membuat Hendra tergoda. "Saya akan membebaskannu dari sini, asalkan kau mau melayaniku." Katanya sambil tangannya menyusuri setiap lekukan tubuh Tiara.


"Aku bersedia melayani, Om." Balas Tiara sambil menarik tangan Hendra dan membawa Hendra ke salah satu ruangan di sana.


Dan Tiarapun memberikan pelayanan terbaik untuk menjerat pengusaha bahan bangunan terkaya di kota J.


Bersambung....


Gak jelas?.... tetap pantengin saja di sini..!!! lama kelamaan pasti akan terungkap. 😅🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2