Ternyata Aku Mencintaimu

Ternyata Aku Mencintaimu
Donor Mata


__ADS_3

Calista melangkah masuk keruangan dimana Bella di rawat. "Selamat pagi semuanya..." sapa Calista tersenyum melihat Bella sedang makan di suapi suaminya.


Hasna juga ada di sana duduk di samping Mamanya.


"Pagi, Dokter."


"Bagaimana keadaanmu, Kak?" tanya Calista kepada Bella.


"Jauh lebih baik, dek." jawab Bella tersenyum.


"Aku akan memeriksa sekalian mau ganti perbannya, ya."


"Dok, bolehkah saya yang menggantikannya?" tanya Alex mengusulkan diri.


Bella terbelalak, meski mereka suami istri mendadak Bella malu sendiri padahal kalau mengingat siapa dulu dia seharusnya tidak usah malu.


Calista tersenyum. "Boleh, Kak." Calista pun mempersiapkan segala peralatan ganti perban.


"Kamu saja, Dek, ya." pinta Bella malu-malu.


"Lho, kan kata dokter aku boleh menggantikan perbannya," ucap Alex mengernyit heran.


"Ya, tapi kan aku..."


"Tak apa kak, mau aku atau suamimu yang menggantikan sama saja. Kak Alex tinggal mengganti saja, dan ini obatnya tolong di minum, ya, Kak. Aku tinggal dulu sebab ada pasien lain yang harus ku periksa lagi."


"Iya, dok, siap," balas Alex.


Sedangkan Hasna diam cuek dan asyik dengan dunianya sendiri memainkan permainan cacing di handphone milik Papanya.


Kalau Elsa, dia harus ke toko baju menyiapkan barang-barang yang akan di kirimkan ke pembeli sekalian mengecek stok yang mulai habis.


Ragu-ragu Bella mengangkat pakaiannya memperlihatkan perut putih mulus di perban. Dengan perlahan Alex mengusap perut rata Bella melepaskan lilitan perban.


Dia malah sengaja memperlambat gerakannya untuk melihat reaksi wajah sang istri yang menurutnya terlihat sangat menggemaskan.


"Mas, buruan, lama bener, kapan selesainya," gurutu Bella cemberut.


"Sabar, dong. Pelan namun pasti," ujar Alex tersenyum. "Kalau kamu tidak sedang sakit, aku sudah menerkammu, sayang." batin Alex memasangkan perban baru.


*******


Sedangkan di ruangan yang berbeda, gadis cantik berpipi cabi itu menangis menunduk menggenggam tangan Kakaknya. Dia begitu terpukul atas kecelakaan yang menimpa sang Kakak.


Nando memang selamat, namun sebelah kakinya mengalami patah serius sehingga menyebabkan sulit berjalan normal.

__ADS_1


Isakan tangis sang adik membangunkan waktu istirahat Nando. "Dek," ucap Nando mengusap kepala adik satu-satunya.


Calista mendongak. "Kak," lirihnya menghapus air mata. "Kakak mau minum? mau makan?"


Nando menggeleng. "Jangan menangis? Kakak baik-baik saja. Tuhan masih memberikan Kakak umur panjang untuk bisa memperbaiki kesalahan Kakak. Dan juga masih ada kamu yang harus Kakak jaga."


Calista mengangkat Kakanya supaya Nando bisa duduk. Kepala Nando di perban, dan kakinyapun di gifs.


"Aku menangis sebab aku bahagia Kakak bisa selamat dan tidak kritis. Aku bersyukur Kak Nando kembali sadar dan bisa melihat aku lagi."


"Kakak tentunya tidak akan pergi sebelum melihat kamu bahagia bersama orang yang kamu cintai."


Calista menunduk, sebab orang yang ia cintai tidak sedikitpun menyukainya. "Aku tidak tahu siapa yang akan membahagiakanku setelah Kakak."


"Aku yang akan membahagiakanmu." Sahut seseorang di dekat pintu.


Calista dan Nando melihat ke asal suara. "Dimas...!"


Dimas mendekat, dia berdiri di samping Calista. "Apa kabarmu, Do? Sorry, gue baru bisa jenguk loe sebab gue harus ngurusin ojek online yang akan liris di kota J." Dimas adalah bos ojek online. Dia merintis usahanya dari awal hingga mempunyai perusahaan ojol terkenal di kotanya.


Tak ada satupun yang tahu siapa Dimas kecuali bos nya yaitu Syafira sebab Dimas merupakan salah satu anak buah Syafira yang ada di kota M.


"Sukses dong, loe. Tapi, ada bagusnya juga loe sukses. Bisa cepat menikahi adek gue," ujar Nando terkekeh.


"Harus sukses dong, kan gue akan menjadi kepala rumah tangga buat Calista," sahut Dimas melihat Calista menunduk malu.


Jantung Calista sudah berdebar tak menentu ingin tahu niat apa yang di maksud Dimas.


Nando mengangguk mengiakan.


Dimas berjongkok menumpukan kedua lututnya di hadapan Calista. "Kenapa nunduk terus? apa ada yang menarik di bawah selain aku?" tanyanya ingin menggoda Calista wanita yang ia cintai.


"Apaan sih, gak jelas banget," ucapnya cemberut.


"Dek, di hadapan kakakmu, aku ingin mengutarakan niatku. Calista Anggraeni, maukah kau menikah denganku?" ucap Dimas menunjukan sebuah kotak cincin berisi cincin berlian.


Calista yang tadinya menunduk mendongakkan wajahnya menatap serius mata Dimas. "Kak kamu...!"


"Aku mencintaimu, maukah kau menjadi istriku?" tanya Dimas lagi.


"Udah, Dek. Terima saja, kamu kan juga mencintainya," sela Nando membongkar perasaan adiknya.


"Kak," lirih Calista malu.


"Jawab dong! Aku pegal begini terus," desak Dimas.

__ADS_1


Calista pun mengangguk. "Aku mau." Dimas tersenyum, iapun menyematkan cincinnya di jari manis Calista.


Begitupun dengan Nando yang juga bahagia atas kebahagiaan adiknya.


Tak lama kemudian ada panggilan darurat yang masuk ke handphone Calista. "Kak, aku harus ke ruangan operasi dulu. Ada panggilan darurat yang membutuhkan bantuan ku," kata Calista berdiri dari duduknya.


"Silahkan! Lakukan yang terbaik, Dek." tutur Nando bangga akan keberhasilan adiknya.


*******


Setelah melakukan pemeriksaan, Bella sudah bisa pulang asalkan rutin minum obat dan mengganti perban.


Sekarang dia dan yang lainnya sedang membereskan barang-barang. "Akhirnya aku bisa pulang juga. Bosan kalau di sini terus," ucap Bella memasukkan handphone ke dalam tas miliknya.


"Aku juga senang Mama sudah bisa pulang. Aku udah tidak sabar ingin main bareng kelinci dari Abang Felix," sahut Hasna berdiri siap membantu Mamanya turun dari ranjang.


"Aku juga senang, Bee. Kalau di rumah kita kan bebas melakukan...."


"Melakukan apa? ingat ya, jangan buat Bella kelelahan..!" ancam Elsa memotong ucapan Alex.


Alex nyengir menggaruk tengkuknya, dia masih malu ketahuan berciuman di dalam ruangan.


"Apaan sih, Ma." lirih Bella menunduk malu.


Tok tok tok


"Sore semuanya, maaf mengganggu," sapa Calista.


"Tidak apa-apa, Dek. Aku senang ada kamu. Maaf aku belum sempat menengok Kakak kamu," ucap Bella sudah tahu mengenai kecelakaan yang menimpa Nando.


"Tidak apa, Kak. Aku mengerti karena kakak sendiri baru pulih. Oh, iya, aku kesini ingin memberitahukan bahwa ada seseorang yang ingin mendonorkan mata untuk Kak Bella," tutur Calista menyampaikan maksud dan tujuannya menghampiri Bella.


"Donor mata..?!" ucap mereka terkejut.


"Iya, Kak. Dan kebetulan mata yang akan di donorkan cocok untuk Kak Bella. Dia memberikan matanya sebagai permintaan maaf kepada Kak Bella atas perbuatannya dulu."


"Siapa dia? kenapa dia meminta maaf kepadaku dan harus mendonorkan mata untukku?" tanya Bella penasaran begitupun dengan yang lainnya.


"Iya, siapa orang yang sudah berbaik hati mau mendonorkan mata untuk Bella?" timpal Elsa.


Sedangkan Alex, diam menyimak.


"Nanti juga kalian akan tahu, dan maaf saat ini aku tidak bisa memberitahukannya sebab aku sudah berjanji untuk tidak memberitahukan sebelum operasinya berhasil," jawab Calista.


Kira-kira siapa orang yang telah mendonorkan mata untuk Bella?

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2