
Para panitia atau para guru Tk sudah mulai standby di tempat. Sebagian menjadi juri dan sebagian lagi menjadi pemandu acara.
Nando, Ferdi dan Bella sudah siap di tempat mereka masing-masing. Lomba pertama yaitu berjalan menggunakan bakiak raksasa yang diikuti oleh anak di depan, Ibu di tengah dan Ayah di belakang. Perlombaan akan di gelar beberapa menit lagi.
Pemandu acara pun sudah terdengar mengintruksi pembukaan acara. "Hadirin sekalian, Ibu-ibu tukang labu, bapak-bapak tukang kelapa, dan adik-adik tukang makan keripik. Ini hanya bercanda permirsa. Sebagaimana bulan ini adalah bulan Agustus, bulan kemerdekaan republik Indonesia. Maka, kami mengundang partisipasi kalian semuanya untuk merayakan kemerdekaan ini dengan mengikuti berbagai perlombaan. Lomba pertama yaitu berjalan menggunakan bakiak yang akan di lakukan oleh tiga orang."
Pembawa acara itu melihat arlojinya. "Ok, berhubung waktu cepat berlalu. Maka dari itu kita akan awali perlombaan ini. Semua peserta berharap memasuki tempat masing-masing.
"Mah, ayo!" Ajak Ferdi menarik tangan Bella untuk ke depan.
"Kamu sama Om Nando saja ya. Mama tidak usah ikutan." Bella enggan mengikutinya karena ada Nando.
"Bella, ayolah. Demi Ferdi. Untuk sementara kamu lupakan masalah kita ok. Kasihan Ferdi, kamu amu mengecewakannya? Lihat mereka, semuanya sudah maju," kata Nando.
Bella terdiam sembari memperhatikan peserta lainnya.
"Untuk tim Ferdi, silahkan menempati posisi!" ucap pembawa acara.
"Bella, jangan egois!" Nando menatap Bella penuh permohonan. Bella menghelakan nafasnya, diapun mengangguk.
"Berhubung semua peserta sudah memasuki lapangan, lombanya akan kita mulai. Satu...dua...tiga...Priiiiitttttt..." Pembawa acara meniup peluit sebagai tanda perlombaan di mulai.
Mereka yang ikutan lomba berjalan pakai bakiak mulai melangkah.
__ADS_1
"Ferdi, kiri dulu!" pekik Nando dari belakang.
"Siap, Om. Kiri... Kanan... Kiri, Kiri.. Kanan.. kiri."
'Ayo.. ayo.. ayo..'
Para pendukung masing-masing tengah bersorak menyemangati peserta. Begitupun Citra yang juga tengah menyemangati Ferdi. Kebetulan tim Citra bagian kedua.
"Ferdiii... Ayo semangat! Kamu bisa, Ferdi.." pekik gadis cilik itu bertepuk tangan.
Panitia yang tadi terpesona pada pandangan pertama kepada Nando tak kalah menyemangati. "Pak Nando semangat. Anda pasti bisa, Pak!" pekiknya tak kalah heboh.
Bella dan Nando yang mendengar teriakannya sempat menoleh. Bella tidak suka wanita kecentilan dan Nando malah menjawabnya.
"Apaan sih, gak jelas banget." Gerutu Bella sampai ia tak fokus pada bakiaknya dan malah membuat tim mereka tidak kompak sampai ketinggalan.
"Yang kompak dong, sayang. Engak usah cemburu gitu, hatiku tetap milikmu." Nando terkekeh gemas melihat kekesalan Bella.
Perlombaan pertama telah selesai dan di menangkan oleh tim anak yang lain.
"Yaaaa... kita kalah." Ferdi menunduk lesu.
"Jangan sedih, namanya perlombaan pasti ada menang dan kalah. Kan masih banyak perlombaan yang lainnya. Siapa tahu tim kita beruntung," kata Bella memeluk Ferdi.
__ADS_1
"Cieee yang udah mengakui kalau kita ini tim." Goda Nando tersenyum usil. Bella mendelik jengah.
"Sakarepmu." Sergah Bella.
"Hadirin sekalian, kita lanjut lagi ke lomba yang kedua. Yaitu, masing-masing orang tua akan membawa jeruk di simpan di kening lalu berjalan menghampiri anaknya dan kembali lagi mengambil jeruk yang lain. Siapa yang bisa mengumpulkan jeruk terbanyak ialah pemenangnya."
"Apa?! Gak salah tuh?" Bella memekik terkejut. Dia memandang Nando yang tengah tersenyum menaik-turunkan alisnya.
"Kali ini kita harus menang, Mah."
"Ya, kita pasti menang. Ayah jamin itu."
"Mama gak mau ikutan! Kamu sama Om Nando saja." Bella enggan mengikuti. Dia bisa membayangkan bagaimana kejadiannya. Sungguh dia tidak ingin hal itu terjadi karena menurutnya terlalu intim.
"Mah, ayolah, mau ya? Please..." Ferdi memohon menatap penuh harap.
"Ferdi, tapi itu sangat membuat Mama tidak nyaman. Please kali ini jangan paksa Mama!"
Nando menghelakan nafas. Dia bisa mengerti kekhawatiran Bella. "Ferdi sayang, kali ini biarkan Mama tidak ikutan ya. Nanti Om akan bicara pada panitia nya."
Ferdi menatap Nando dan Nando mengangguk untuk meminta Ferdi mengerti dan pada akhirnya Ferdi mengiakan. Kali ini, tim Ferdi kalah sebelum perang.
"Hadirin sekalian, untuk sementara waktu, perlombaan di berhentikan dulu. Akan kita lanjutkan lagi setelah beberapa menit istirahat. Tenggorokan saya juga haus bicara mulu dari tadi. Perutpun lapar ingin jajan dulu. Buat kalian semua peserta jangan dulu pulang karena di akhir acara akan ada pembagian hadiah bagi kalian yang memenangkan perlombaan ini."
__ADS_1
Setelah babak pertama selesai, mereka semua beristirahat. Ada yang berbaur berbincang-bincang, ada yang jajan, ada yang tengah sibuk dengan handphone nya mengabadikan perlombaan ini di channel mereka masing-masing.