Ternyata Aku Mencintaimu

Ternyata Aku Mencintaimu
TAM Season 2 ( Kemana Bella? )


__ADS_3

"Nando..." lirih Bella tak berani menatap mata tajam yang menatapnya.


"Kenapa manggil nama lagi? udah enak yang tadi, Mas Nando. Serasa ada manis-manisnya gitu. Enak di dengar terasa menembus jantung paling dalam."


Bella menggeplak pelan penuh manja dada Nando melepaskan tangannya dan berusaha melepaskan rangkulan tangan Nando. "Apaan sih. Aku tuh tadi cuman repleks doang. Mana mungkin manggil nama kamu di depan banyak orang tanpa ada kata Mas nya. Terasa kurang sopan. Lepasin! aku mau duduk."


Nando semakin mengunci dekapannya tak akan melepaskan Bella. "Tidak akan ku lepaskan sebelum kamu memanggilku Mas Nando. Aku suka panggilan itu, coba ulangi lagi!"


Bella menggelengkan kepalanya seraya ingin melepaskan tangan Nando dari pinggangnya. "Tidak mau."


"Ulangi lagi!" Nando mencolok-colok pinggang Bella.


Bella menggeliat kegelian seraya tertawa. "Tidak, lapasin! Geli tahu."


"Aku tidak akan melepaskan kamu sebelum kamu mengulanginya. Ayo!" Nando semakin gencar menggelitik Bella.


"Hahahahaa lepasin.. geli.. Nando.."


"Tidak akan!" keduanya kekeh pada pendirian mereka. Bella tentu malu, dia hanya repleks dan juga merasa sudah terbiasa menyebut nama Nando tanpa embel-embel Mas.


"Hahahaha ampun.. iya, aku akan melakukannya Hahahaha.. tolong lepaskan geli.. hahaha.."


Nando tersenyum melepaskan gelitikannya. Dia bahagia bisa mendengar tawa dari wanita yang ia cintai. "Coba ulangi lagi, aku mau dengar kamu panggil aku Mas Nando." Entah kenapa dirinya begitu suka akan panggilan itu. Di telinganya terasa begitu mesra.

__ADS_1


Bella mengatur nafasnya yang masih ngos-ngosan. Dia menatap Nando tersenyum jahil. Bella membalas gelitikan itu kemudian lari menjauhi. "Aku tidak mauuu..." pekiknya kabur setelah menggelitiki Nando.


"Arabella... kamu mau main-main denganku, hah." Nando menggeram kesal namun, hatinya berbunga-bunga. Dia mengejar Bella yang tengah lari mendekati air laut.


Bella menjulurkan lidahnya meledek Nando. Dan itu membuat Nando bersemangat untuk bermain-main dengan Bella.


"Kejar dan tangkap aku kalau kau bisa!" teriak Bella melepaskan sandalnya melemparkan sembarang arah supaya lebih mudah lari.


"Sini kamu.." pekik Nando mengejar mendapatkan Bella. Dan langkahnya yang lebar membuatnya berhasil mendapatkan Bella lalu, kembali menggelitiki. "Rasakan ini.."


"Hahaha... ampun.."


Karena tak mampu menahan geli, Bella sampai jatuh terduduk di pasir pantai. "Sudah, sudah, please, jangan gelitiki ku lagi. Aku lelah." Ujarnya dengan nafas memburu.


Dia menoleh menatap Bella yang juga sama-sama menatap ke depan. "Makasih sudah mau memberikan aku kesempatan."


Bella menoleh sehingga keduanya saling menatap. "Sama-sama. Dari kemarin makasih mulu." Ujarnya seraya berdiri mengibaskan pasir yang menempel di bagian belakangnya.


Tatapan Nando mengikuti pergerakan Bella. "Kenapa berdiri? mau kemana? mataharinya belum sempurna terbenam."


"Aku mau ketoilet dulu. Mau ikut? eh, jangan deh. Mending tunggu saja di sini."


"Oh, boleh juga ikut kamu."

__ADS_1


Bella melototkan matanya. "Jangan!"


"Iya, aku tunggu disini saja. Jangan lama-lama, takutnya ku merindu. Dilan bilang rindu itu berat. Berat sama dipikul ringan sama di jinjing. Begitulah pepatah lamanya."


"Hah, pribahasa darimana tuh? udah ah, aku ke toilet dulu." Bella pun meninggalkan Nando merasa sudah tidak tahan lagi untuk buang air kecil. Nando memperhatikan punggung Bella sampai hilang di pandangannya.


Sambil menunggu Bella kembali, ia menatap matahari terbenam lagi. Iapun mengeluarkan sebungkus rokok, mengambil satu batang kemudian menyulutnya seraya menghisapnya.


Bella telah selesai dari toilet. Dia berniat kembali lagi ke Nando. Namun, baru saja keluar toilet mulutnya ada yang membekapnya. Bella terkejut berusaha melepaskan diri tapi, penglihatannya mulai buram hingga iapun tak sadarkan diri.


"Kerja yang bagus. Ayo bawa dia ke bos kita."


"Baik."


Nando mulai merasakan hal tak enak hati. Ia melihat jam tangannya. "Kenapa Bella lama? ini udah mau setengah jam."


Diapun beranjak menyusul Bella yang tak kunjung kembali. Setibanya di toilet wanita, ia celingukan mencarinya sesekali bertanya kepada orang-orang. "Permisi, apa kalian melihat orang ini keluar dari toilet?" Nando menunjukan foto dari ponselnya.


"Hmmm tidak." Banyak yang bilang tidak melihatnya.


Nando kelimpungan mencari kesana-kemari. Dia mulai panik takut terjadi sesuatu kepada Bella. Di telpon pun sambungan teleponnya tidak aktif.


"Bella... kamu kemana, sayang." gumamnya seraya terus menelpon. Diapun kembali ke tempat semula. Matanya tertegun melihat tas milik Bella ada di sana.

__ADS_1


"Tasnya di sini? kemungkinan ia tidak membawa ponsel. Lalu kemana dia?" Nando mengedarkan pandangannya berharap dapat menemukannya. Dia panik, khawatir, takut, bingung, semuanya campur aduk kala wanitanya tiba-tiba menghilang tak kunjung kembali.


__ADS_2