
Aku terperosok pada hamparan hijau, menggantung pada nuansa manja ilalang.
Jauh di ufuk kehijauan terdapat bunga-bunga berbasis kesuburan menyatu dengan keindahan tanaman liar.
Di tengah hamparan hijau rumput berbaur bunga, tersemat danau buatan yang indah.
Suara anak kecil mendayu merdu tertawa bahagia bersama seorang wanita bermain air.
Kaki terus melangkah mendekati suara merdu ingin mengetahui siapa gerangan pemilik kedua suara itu.
"Siapa kalian?"
Kedua orang berbeda usia itu menoleh. Aku tertegun melihat keduanya, "Bella..!" Aku mengenali gadis dewasanya sedangkan anak kecilnya? mataku tak bisa berkedip dan jantungku berdetak, wajahnya?!
Kedua orang itu malah mundur, "Selamat tinggal, Jhon. Aku mencintaimu."
Dan mereka tercebur kedalam danau menenggelamkan keduanya. "Bella...!! Jangan pergi Bella..!!
"Bellaaa...!!" Jhon terbangun dari mimpi buruknya. Keringat dingin bercucuran di area wajah dan tubuh. Ia meminum habis air putih yang ada di botol. Nafasnya masih memburu ngos-ngosan, jantungnya terus berdetak lebih cepat, bayangan wajah keduanya tidak bisa hilang di benaknya.
Jhon mengusap kasar keringatnya, "Bella, siapa anak itu? kenapa wajahnya sangat mirip denganku?" batin Jhon.
Dia kembali teringat masa-masa saat bersama Bella dulu. Saat jalan bareng, nonton bareng, makan bareng, bahkan saat bersenggama dengan Bella, Jhon mengingatnya.
"Melupakan yang terjadi? tidak mudah bagiku melupakannya setelah kau berhasil mengambilnya."
"Aku berani bersumpah dia anakmu."
"Aku mencintaimu, Jhon"
"Jhon....tolong aku! Aku tidak mau menjadi pelayan na*su Papaku! Jhon...tolong..!!"
Ucapan demi ucapan terus terngiang di telinga. Dia menutup rapat kedua telinganya. "Stop! jangan bicara lagi, Bella! Stooop...!"
"Aku salah, aku mengaku salah telah melakukannya padamu. Maafkan aku Bella..!" Jhon sampai meneteskan air mata. Selama satu bulan ini ia selalu tersiksa dam merasa bersalah dan hampir setiap hari pula ia selalu bermimpi yang sama.
__ADS_1
Dia sadar bahwa dialah yang sudah merenggut kehormatan Bella, dia sadar akibat dia yang egois membuat Bella sampai berubah, dia sadar bahwa dia pria bodoh membiarkan wanita yang sudah mulai bertahta di hatinya dari dulu ia sakiti begitu dalam.
****
"Kenapa aku merindukanmu, Jhon?" Lirih Bella meringkuk di balik selimut tebal membekap mulutnya sendiri supaya tangisnya tidak terdengar Elsa.
Salah satu tangannya mengusap perut, "Apa kamu juga merindukan Ayahmu, Nak?" akhir-akhir ini Bella sering kepikiran Jhon, lebih tepatnya merindukan bau tubuhnya. Dia ingin sekali mendekap dan menghirup aroma wangi Jhon, padahal sebelumnya ia tidak kepikiran sama sekali.
****
"Pagi, Mah." Bella mendekati Elsa di dapur dan langsung membantu sang Ibu masak untuk sarapan keduanya.
"Pagi juga, Nak. Mending kamu duduk saja, ya. Ini biar Mama yang urus." Elsa tidak mau anaknya kecapean.
"Tidak apa, Mah. Aku juga ingin belajar masak supaya nanti kalau anakku lahir, aku yang masakin dia," balas Bella kekeh.
Elsa diam menatap wajah anaknya yang sudah serius memotong sayuran. "Dia sudah berubah," batin Elsa melihat perubahan Bella yang jauh lebih baik.
"Ya, sudah. Mama tak akan melarang kamu lagi."
"Makasih, Mah." Balas Bella tersenyum manis.
****
Bella menyusun pakaian sesuai jenis modelnya, sedangkan Elsa mengecek pesanan masuk.
"Bel, banyak pesan masuk. Mereka ada yang memesan gamis abaya, dress, kerudung, dan masih banyak lagi," kata Elsa senang.
"Kalau gitu, aku packing dulu barangnya." Bella telah selesai dengan pekerjaannya dan langsung melakukan packing di bantu salah satu karyawan nya.
"Intan, tolong bantu saya packing, ya! Banyak barang yang harus segera di kirim."
"Iya, Kak." Intan segera menyelesaikan menyapunya dan langsung membantu Bella.
Bella baru memiliki dua karyawan, Intan dan Angga. Keduanya kadang silih berganti menjaga kasir dan membantu Bella. Sedangkan Elsa bertugas menerima pesanan masuk dan untuk keuangan Bella sendiri yang mengatur.
__ADS_1
Hari ke hari pembeli makin banyak, mereka menyukai produk yang di jual Bella, murah dan berkualitas. Bella sendiri sampai kewalahan dan ia menambah dua karyawan lagi untuk membantunya. Sehingga bagian packing dua orang, yang jaga kasir dua orang, dan terkadang Bella ikut jaga di kasir ataupun packing.
BREAKING NEWS
TELAH TERJADI LEDAKAN KEMUNGKINAN PUKUL 00.01 DINI HARI DI GEDUNG KOSONG YANG SUDAH TAK BERPENGHUNI. DI GEGERKAN DENGAN TEMUAN BEBERAPA MAYAT DI DALAMNYA, KEJADIAN INI TIDAK DI KETAHUI WARGA SEBAB JARAK GEDUNG DENGAN PEMUKIMAN CUKUP JAUH. MENURUT SALAH SATU SAKSI YANG MELINTAS, GEDUNG INI SUDAH DALAM KEADAAN TERBAKAR DAN SEBAGIANNYA SUDAH ROBOH. KEBAKARAN INI KEMUNGKINAN TERJADI AKIBAT BOM BUNUH DIRI KARENA TELAH DI TEMUKAN BAHAN PELEDAK DI DALAMNYA. SALAH SATU KORBAN DARI LEDAKAN TERSEBUT BERINISIAL MS PEMILIK PT KONTRUKSI CORPORATION.
Bella sampai terdiam dari kegiatannya menatap Fokus layar segi empat yang menempel di dinding. Dia tahu siapa pemilik PT itu, "Tuhan, apa ini salah satu hukuman untuknya?" batin Bella.
"Mama..!" seketika dia tersadar mengingat Mamanya, dan langsung saja berjalan ke atas.
"Mah," panggil Bella melihat Mamanya sudah menangis menatap telivisi.
"Bella, Papa..!" Elsa tercekat tak bisa melanjutkan ucapannya. Walau bagaimanapun, Mahendra adalah suami yang pernah menemaninya selama belasan tahun, dan dia mencintai suaminya.
Bella memeluk tubuh sang Mama menenangkannya supaya tidak menangis lagi, "Lupakan dia, Mah. Itu adalah hukuman dari Tuhan untuk semua kejahatannya." Bella sampai mengepalkan tangannya menahan sakit dan menahan tangis saat teringat kembali perbuatannya kepada dia.
"Maafkan Mama, Bel. Kalau seandainya pada saat itu Mama tidak menginap di rumah Tari, mungkin kamu tak akan seperti sekarang ini."
Pada saat itu, Elsa masih berkabung atas kepergian suaminya dan berniat menghibur diri dengan menginap di rumah temannya. Elsa sampai tega meninggalkan Bella kecil bersama pembantunya dirumah. Sampai dimana Mahendra salah kamar dan menggaulinya secara paksa akibat pengaruh obat perangsang. Dan berakhir menikah dengan Mahendra karena kehamilan Elsa.
"Tidak ada yang perlu di maafkan, Mah. Aku sudah ikhlas dengan semua yang terjadi padaku." Bella masih memeluk Mamanya memberitahukan bahwa dia baik-baik saja.
****
Jhon di sibukan dengan pekerjaannya yaitu mencuci baju. Di tempat itu tidak ada laundry, dan jika ingin pakaiannya bersih, setiap orang harus mencuci sendiri.
"Jhon, lihatlah berita ini!" Juned menyodorkan handphone nya ke hadapan Jhon memperlihatkan sebuah berita yang sedang Viral.
"Bos Mahendra...!!" Jhon pun terkejut bahwa bos yang ia ikuti sekarang telah tewas akibat bom bunuh diri sesuai berita yang beredar.
"Kalau Bos kami tidak membawamu kemari, mungkin saat ini kau sudah mati. Bos mu mati akibat dia sendiri, dia ingin menjebak dan melenyapkan Bos kami malah dia yang terjebak dan lenyap akibat umpannya sendiri. Bersyukur lah karena Tuhan masih menyayangimu dan memberikanmu kesempatan untuk bertaubat memperbaiki setiap kesalahanmu." Juned menepuk-nepuk pundak Jhon yang terdiam.
"Bang Juned benar, Tuhan masih menyayangiku," gumam Jhon.
Bersambung....
__ADS_1
Arabella, Gadis baik namun berubah karena lingkungan di sekitarnya. Terlihat ada kesedihan dari sorot matanya yang membuat ia ingin melupakan masa lalu daripada mengingatnya.