
Keluarga Bella sudah tiba di bandara paris lebih tepatnya Bandar Udara Charles de Gaulle Paris, juga dikenal sebagai Bandar Udara Roissy adalah bandar udara internasional terbesar di Prancis. Terletak di komune Roissy-en-France, 25 km di timur laut Paris. Namanya diambil dari Charles de Gaulle, seorang pemimpin Pasukan Prancis Merdeka dan pendiri Republik Kelima Prancis.
Hasna yang baru pertama kali ke Paris begitu terkagum-kagum akan keindahan kota paris. Gadis kecil itu tak pernah melepaskan gantengan tangan Mama dan Papanya.
Mereka tiba di san apada malam hari dan mereka memutuskan untuk istirahat dulu di hotel sebelum ke rumah yang di tempati Nando.
Alex mendapatkan alamat rumah Nando dari Dimas. Dan mereka ke sana akan memberikan kejutan untuk Nando.
Pagipun telah tiba. Bella beserta keluarganya sudah kembali bersiap untuk melanjutkan perjalanan menuju tempat Nando.
"Mama, Papa, ayo! Aku udah siap." Ajak Hasna sudah cantik.
Alex yang sedang memakai sepatupun menjawab, "Bentar sayang, kita tunggu Mama dulu yang lagi ganti baju."
"Mama mah lama, katanya pagi-pagi kita akan langsung jalan ke tempat Ayah."
Alex tersenyum, ia gemas melihat kekesalan anaknya. "Tunggu sebentar lagi ya, sayang."
Hasnapun duduk di dekat Papanya menunggu sang Mama selesai berpakaian dan berias.
Sedangkan Elsa hanya tersenyum melihat ketidak sabaran cucunya. Dia merasa beruntuk Alex masuk kedalam keluarga nya. Alex begitu mencintai putrinya dan cucunya. Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi Elsa selain melihat anak dan cucunya bahagia bersama orang yang tepat.
"Semoga kalian selalu bahagia selamanya, aamiin." batin Elsa terharu melihat Alex membenarkan pakaian cucunya dan menyisir kembali rambut Hasna.
"Aku sudah siap, ayo kita berangkat!" ucap Bella keluar dari kamar mandi sudah berdandan rapi.
Alex terpesona melihat kecantikan istrinya. Dimatanya Bella semakin bertambah cantik di saat kandungan semakin membesar.
"Sayang, kamu cantik sekali. Aku tidak rela kamu berdandan seperti ini."
"Aku tidak berdandan, Mas. Aku hanya memakai bedak sama lipstick tipis doang," jawab Bella jujur.
"Tapi kamu sangat cantik," ujarnya tak ingin sang istri keluar.
__ADS_1
"Sudah, mending sekarang kita berangkat ke tempat Nando," lerai Elsa.
"Tapi, Mah. Bella sangat cantik aku tidak mau kecantikannya di lihat orang," sahut Alex berdiri merangkul Bella.
"Kalau tidak ingin di lihat tutup pakai sarung saja, Mah." Celetuk Hasna.
"Jadi ninja sarung dong," jawab Bella terkekeh.
******
Sedangkan di tempat tinggal Nando sedang di persiapkan acara untuk besok dimana akan di langsungkan pernikahan Mentari dan Nando.
Mereka sama-sama sudah tidak memiliki orang tua sehingga tidak mengundang banyak orang. Nando sampai lupa bahwa masih ada Hasna anak kandungnya yang seharusnya tahu bahwa dia akan menikah.
Rangkaian persiapan sudah selesai dan Nando sudah siap di depan penghulu bahkan ia sudah menjabat tangan penghulu.
"Sah...."
Kata sahpun terucap dari bibir mereka-mereka yang menjadi saksi pernikahan Nando dan Mentari.
"Semoga ini adalah pernikahan terakhirku, dan semoga aku bisa melupakan mendiang suamiku. Tidak ada yang tidak mungkin selagi hati mau membuka hati," batin Mentari.
Di saat semua sudah selesai, Bella dan keluarga tiba di rumah yang di tempati Nando. Hasna bingung banyak orang di sana dan dia melihat ayahnya.
"Ayah," pekik Hasna di dekat pintu masuk.
Nando dan semua orang menoleh. Nando, Dimas, dan Calista tentunya terkejut ada keluarga Bella. Mereka lupa tidak memberitahukan perihal pernikahan Nando.
"Hasna, sayang." ucap Nando.
"Ayah menikah tidak memberitahu Hasna?" tanya Hasna kecewa. Gadis kecil berusia lima tahun itu merasa tidak di hargai sebagai anak.
Meski usianya baru lima tahun, namun karena keadaan memaksanya untuk menjadi dewasa.
__ADS_1
"Tidak Nak, bukan begitu." Nando meminta penjelasan Calista dan Dimas. Kedua adiknya malah menggeleng dan berkata, "Lupa," dengan suara yang pelan.
"Ayah pergi lagi tanpa pamit padahal Ayah udah janji tidak akan ninggalin Hasna lagi. Sekarang Ayah menikah tanpa memberitahukan Hasna, apa segitu tidak di inginkannya kehadiran Hasna di hidup Ayah sampai hal sepenting inipun Hasna tidak di kasih tahu?"
Bella dan yang lainnya terkejut Hasna berkata seperti itu. "Sayang..! Kenapa kamu bicara seperti itu, nak. Dia Ayahmu, kamu tidak boleh bicara seperti itu!" Bella berjongkok mensejajarkan tubuhnya dengan Hasna.
"Mama jangan belain Ayah terus, Hasna sudah tahu kalau Hasna anak yang tidak di inginkan oleh Ayah, Mah." Balas Hasna menatap Ibunya dan dia kembali menatap Nando.
"Tidak Nak, Ayah menginginkan kamu," balas Nando mendekati Hasna untuk memeluknya tapi Hasna malah mundur bersembunyi di balik kaki Alex.
"Ayah tidak pernah menginginkan Hasna, Ayah mengingkari janji Ayah untuk tidak meninggalkan Hasna lagi. Kalau Ayah sayang Hasna, Ayah akan tetap bersama Hasna dan akan mengambil keputusan dengan melibatkan Hasna dalam apapun."
"Ayah egois, Ayah tidak sayang Hasna, Ayah hanya memikirkan diri Ayah sendiri." Pekik Hasna kecewa terhadap apa yang di lakukan sang Ayah.
Bella menunduk, ia bingung harus bicara apa lagi supaya Hasna tidak membenci Ayahnya. Rasa kecewa yang di torehkan Nando membuat Hasna enggan mempercayai sang Ayah.
Nando pun sadar, dia yang salah karena tidak memberitahukan perihal kepergiannya ke luar negri. Dia juga sampai melupakan anaknya dalam pernikahan dia.
"Nek, Papa, Hasna mau pulang aja. Hasna tidak mau di sini lagi. Ayah udah melupakan Hasna," ucap Hasna meneteskan air mata.
"Hasna, Ayah minta maaf," Nando ingin mengambil tangan Hasna namun malah di halangi oleh Alex.
"Jangan dulu, biarkan Hasna sendiri dulu. Dia masih kecil dan kepercayaan nya kembali hilang akibat ulahmu sendiri. Bukannya ku melarang tapi ini demi kebaikan Hasna supaya tidak lebih membencimu."
Elsa pun membawa Hasna keluar di susul oleh Alex.
"Maaf, kami mengacaukan acara kalian. Seharusnya kami tidak membawa Hasna kemari," ucap Bella.
"Aku akan membujuk Hasna supaya mau memaafkanmu. Dia kecewa karena kamu pergi tanpa pamit." Lanjutnya dan Bellapun berpamitan kepada mereka yang ada di sana.
Calista mendekati Kakaknya. "Aku minta maaf kak, aku lupa memberitahukan mereka saking aku antusiasnya ingin kakak sembuh."
Nando tersenyum kecut. "Ini salah Kakak, dulu kakak tidak mengakuinya dan sekarang Hasna yang menolak Kakak. Mungkin ini karma atas apa yang pernah kakak lakukan."
__ADS_1
Karma itu nyata, apa yang pernah kita lakukan dulu akan di balas di kehidupan sekarang, apa yang kita lakukan sekarang akan di balas di masa depan.