
Alex mencari Bella menggunakan alat pelacak yang terhubung dengan cincinnya. Dan alat itu menunjukan tempat dimana ia sedang berdiri.
"Lho, petunjuknya mengarah toko?" gumam Alex bertanya-tanya. Dia mengedarkan matanya ke bawah dan tak sengaja kakinya menginjak sesuatu.
"Ini kan...." Dia mengambilnya dan itu adalah cincin milik Bella. Rupanya Nando langsung membuang cincin itu supaya Bella tak bisa di temukan.
Tangannya mengetikan sesuatu. "Halo, tolong kau lacak keberadaan no telpon yang telah ku kirimkan!" titahnya menunggu di mobil.
Tring...
Tak berselang lama ada pesan masuk yang menunjukan keberadaan dimana Nando berada.
"Kau tak akan bisa lari membawa Bella dariku, Jhon. Tak akan ku biarkan kau menyakitinya lagi."
Alex sudah mendapatkan keberadaan Bella dari no handphone Nando yang telah di lacak. Diapun segera menjalankan mobilnya dalam kecepatan tinggi.
******
"Kamu sangat cantik, aku baru sadar ternyata aku benar-benar menginginkan dan mencintaimu. Dulu, aku selalu menolak hatiku bahwa aku mencintaimu. Tapi, setelah kita berpisah jauh, aku sadar kalau hadirmu memberikan warna dalam hidupku."
"Maafkan aku yang dulu menyakitimu, maafkan aku, Bella. Aku juga minta maaf harus menculikku karena aku tidak mau kamu menikah dengan Alex, aku tidak akan sanggup."
Nando menggenggam tangan Bella menunggunya sadar dari pingsannya. Dan setelah lama menunggu, Bella mulai membuka mata. Dia memegang kepalanya yang terasa pusing.
"Bella."
Bella terkejut, ia langsung bangun dan duduk. "Jhon, kamu menculikku? kenapa kamu lakukan ini padaku?" menjauhkan tubuhnya dari Nando.
"Aku terpaksa melakukan ini, Bella. Aku tidak ingin kamu menikah dengan Alex. Aku mencintaimu. Besok kita akan menikah dan kamu akan menjadi milikku selamanya." Ucap Nando mengambilkan makanan yang telah ia sediakan.
"Kalau kamu mencintaiku kamu tidak akan melakukan tindakan seperti ini. Bukannya aku semakin menyukaimu yang ada aku semakin membenci kamu, Jhon."
"Tak mengapa sekarang kamu membenciku, karena dengan seiringnya waktu kamu pasti akan memaafkan ku."
"Sekarang makanlah supaya nanti kamu tidak kelaparan saat kita menikah." Nando menyodorkan makanan. Tapi malah di tepis oleh Bella.
"Aku tak mau menikah denganmu, Jhon!" Bella turun dari ranjang. Tangannya ia ulurkan mencari jalan keluar kamar.
Nando merangkul pinggang Bella dari belakang. "Kamu tidak bisa lari dariku, Bella. Karena aku akan membuatmu kembali mengandung anakku." Bisik Nando di telinga Bella.
"Aku tidak mau, aku tidak sudi kau sentuh!" sentak Bella berusaha melepaskan tangan kekar yang melingkar di pinggangnya.
__ADS_1
Kaki Nando di injak olehnya, kemudian perutnya di sikut, dan Bellapun berhasil melepaskan cekalan Nando lalu ia menendang milik Nando.
"Aaawwww, Bella...! Kau membuat burungku kesakitan..!" pekiknya memegang bagian inti yang terasa sakit.
Bella berlari mencari jalan keluar dan ia berhasil keluar kamar. Namun ia masih harus mencari pintu keluar rumah. Dia sampai terbentur kursi, dinding, dan berbagai peralatan rumah tangga demi mencari pintu keluar.
"Kamu tidak akan bisa lari dariku Bella. Kau itu buta, tak bisa melihat, dan kamu tidak akan tahu dimana letak pintu keluarnya." Teriak Nando tertatih menghampiri Bella.
"Sadarlah Jhon. Kamu salah telah melakukan ini padaku, kamu sudah membuatku semakin tak ingin melihatmu, kamu pria egois, kamu gila, Jhon." Sentaknya meraba-raba kaca.
"Hahahaha ya, aku egois, aku gila, aku gila kepada wanita yang ku cintai. Dulu ku gagal mendapatkan Syafira dan sekarang aku tidak ingin gagal lagi mendapatkanmu. Aku mencintaimu Bella, menikahlah denganku!" sifat Nando berubah-ubah. Awalnya tertawa dan terakhir ia malah menangis sedih.
"Aku tidak mau!" bentak Bella menangis takut Jhon melakukan hal yang tak terduga.
******
"Ayolah, jalan, aku sedang terburu di kejar waktu." Alex mengetuk-ngetuk jari-jari nya di stir. Dia kesal sebab jalan ke tempat Bella berada macet dan waktu semakin sore.
"Tuhan, tolong kau jaga calon istriku. Semoga aku bisa cepat sampai sebelum terjadi sesuatu kepadanya, aamiin." Dan jalanpun kembali ke lenggang, Alex langsung tancap gas sesekali ia melihat petunjuk yang ada di handphone nya.
******
"Ra, kenapa mereka belum pulang juga, ya. Ini udah mau magrib," tanya Elsa kepada Syafira. Ibu satu cucu itu terus melihat ke arah luar menunggu Bella pulang.
"Mama tenang saja, pasti Bella akan pulang bersama Alex." Ucap Syafira merangkul pundak Elsa menenangkan.
Berhubung sebentar lagi pernikahan Bella dan Alex akan di gelar, keluarga Syafira berencana menginap di kota M sampai acaranya selesai.
"Mama harap Bella baik-baik saja." Mereka di beritahu oleh Alex bahwa Bella di bawa Nando pergi entah kemana.
******
"Maafkan aku, Bella. Hanya dengan membuatmu hamil kamu bisa menjadi milikku." Nando mendekat memegang sebuah suntikan.
Bella menajamkan pendengarannya. "Jangan mendekat, Jhon! Jangan kau macam-macam padaku!" sentak Bella.
Nando menarik tangan Bella dan menyuntikan sesuatu ke pangkal lengannya.
"Awww, apa yang kau suntikan kepadaku, Jhon?!" sentaknya memukul perut Nando.
Nando mundur ingin melihat reaksi obatnya. Sebenarnya ia tidak mau melakukan ini tapi, karena ia tidak ingin kehilangan orang yang ia cintai untuk ke dua kalinya, Nando sampai melakukan tindakan ini.
__ADS_1
Bella mulai merasakan efek samping dari obat yang Nando suntikan. Tubuhnya terasa panas dan gerah berlebihan. Dia tidak bodoh, dia tahu obat apa yang merasuk ke dalam tubuhnya.
"Jhon, kau...!"
Nando memeluk Bella secara paksa mencium leher jenjangnya.
"Lepasin Jhon...!" dug... Bella melepas paksa Nando dan mendorongnya. Dia berlari namun sayang malah tersandung kursi hingga membuatnya terjatuh ke lantai.
"Ayolah, Bel. Aku tahu kamu membutuhkan sentuhan ku." ujarnya menarik kaki Bella sampai terlentang dan Nando langsung mencekal tangan Bella ke atas dan menduduki paha Bella.
"Jangan lakukan ini, Jhon! Aku tidak mau...!" pekik Bella menangis memohon. Meski sentuhan Nando membuatnya semakin panas namun Bella tidak mau.
Brukkk... brakkk... Bugh.. Bugh..
"Ba*ngan kau, Jhon...!" Alex datang tepat waktu dan langsung menerjang tubuh Nando memukulnya secara membabi buta sampai pingsan.
"Alex, panas..." Bella mengibaskan pakaian nya ingin membukanya.
Pria tampan berahang tegas itu tidak ingin Bella kenapa-kenapa. Dia membawa Bella keluar dari sana.
Saat di dalam mobil, Bella semakin kepanasan. "Lex, tolong aku.." lirihnya membuka kancing kemejanya akibat kegerahan.
"Kamu kenapa, Bee?"
"Lex, panas, Jhon menyuntikan obat perangsang kepadaku. Tolong aku..!"
"****.."
Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia membawa Bella ke apartemennya.
*****
Saat sudah sampai, Bella langsung berbalik memegang tengkuk Alex menempelkan bibir keduanya dan melu*mat rakus bibir Alex.
Tubuhnya bagaikan cacing kepanasan di saat Alex mempererat pelukannya dan mengecupi leher jenjang Bella.
Ah...
Bersambung....
Hayo, apa yang akan terjadi dengan keduanya?
__ADS_1