Ternyata Aku Mencintaimu

Ternyata Aku Mencintaimu
TAM Season 2 ( Lomba part 2 )


__ADS_3

Assalamualaikum jangan lupa untuk Vote, Like, dan komen ya.


********



Beberapa lomba acara telah di lewati. Semuanya beristirahat sebentar.


"Di perlombaan berikutnya kita pasti menang, Om. Ferdi yakin sangat yakin malah." Anak lelaki gembul itu tengah menyantap bakso.


"Seyakin itu? kita tidak tahu apakah akan menang atau kalah? kan lombanya belum di mulai." Nando berkata sambil memperhatikan cara makan Ferdi yang seperti orang kelaparan saja.


"Harus yakin, Om. Tinggal 3 perlombaan lagi yang belum. Balap sarung pakai helm, makan kerupuk, dan perang bantal di atas air yang di wakili oleh setiap Ayah."


Nando manggut-manggut mengerti seraya memakan bakso namun matanya menatap kedepan melihat Bella tengah berkumpul dengan yang lainnya. Namun, Nando merasa ada yang berbeda dari raut wajah Bella terlihat seperti tidak baik-baik saja.


"Apa pria tadi calon Bu Bella?" tanya Ibu-ibu yang kemarin melihat Nando dengan Bella.


"Bukan, dia itu..." belum juga selesai bicara sudah di potong oleh Ibu lainnya.


"Calon juga tidak apa-apa. Saya lihat cocok dengan Bu Bella yang cantik ini. Kelihatannya dia juga sayang sama nak Ferdi."


"Tapi baru saja suaminya meninggal masa sudah mau menikah lagi? baru juga selesai masa idah udah dapat yang baru. Kalau saya akan sulit melupakan suami yang sudah menemani saya selama ini. Apalagi di tinggal meninggal rasanya menyakitkan."


"Apa salahnya dapat pengganti baru selama dia mau menerima anak-anaknya? toh, yang menjalaninya kan Bu Bella. Kalau saya, dukung Bu Bella dengan yang ini. Siapa tahu pria itu adalah pria yang di kirimkan Allah untuk menemani Bu Bella di sisa akhir hidupnya. Almarhum nak Alex juga pasti menyetujuinya dan senang ada orang yang akan menjaga Istri dan anak-anaknya." Balas Ibu-ibu yang menyetujui Bella menikah lagi. Dia hanya ingin melihat Bella bahagia karena dia salah satu tetangganya Bella yang tahu kesedihan Bella dan perjuangannya selama hidup di kota M.


"Tapi kan tidak usah terburu-buru juga. Baru empat bulan di tinggal mati sudah mau nikah lagi. Enggak punya perasaan sekali, mudah mengkhianati suaminya."


"Siapa Anda seenaknya menghakimi orang lain?" celetuk Nando menghampiri kerumunan Ibu-ibu. "Anda tidak perlu repot-repot bicara ngawur karena anda tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Apakah Anda orang tuanya? Apakah Anda ibu mendiang suaminya? sekalipun Anda saudaranya Anda tidak perlu ikut campur urusan orang lain! Urus saja urusan rumah tangga Anda sendiri dan jangan mengurusi orang lain!" ucap Nando panjang lebar menatap tidak suka pada Ibu-ibu yang tidak menyukai Bella.


"Hei, kau itu cuman pria asing jadi kau tidak tahu yang sebenarnya."


Nando melirik Bella. Dia menarik pinggang Bella sampai menempel padanya. Bella terbelalak melotot sempurna akan prilaku Nando.


"Bella calon istriku. Alex sendiri yang menjodohkan kami sebelum dia meninggal. Saya juga tahu semuanya mengenai siapa Bella karena saya mantan suaminya yang pertama. Sedangkan Anda..." Nando menoleh menatap ibu-ibu yang tidak suka Bella. "Anda hanyalah orang asing yang hanya kenal saat anak Anda sekolah di sini."


Deg...

__ADS_1


Bella mematung kenapa Nando bicara seperti itu? Ibu-ibu julitpun terdiam tak berkutik. Sedangkan Ibu-ibu yang membela Bella tersenyum karena dia tahu siapa Nando.


*********


Acara pun kembali di mulai.


"Hadirin-hadirin sekalian, kita akan lanjutkan lagi ke perlombaan berikutnya yaitu lomba makan kerupuk. Untuk para peserta akan di bagi menjadi tiga kelompok." Pemandu acara pun menyebutkan siapa saja yang pertama kali lomba. Ternyata Ferdi ikutan di kelompok pertama.


"Ayo Ferdi, kamu bisa." Semangat Nando memberikan dukungan.


"Siap, Om. Mah, diakan Ferdi menang." Ucapnya mendongak pada Bella. Bella tersenyum mengangguk seraya mengusap kepala Ferdi.


Ferdi memasuki area lomba lalu di arahkan menuju kerupuk yang tergantung. Merasa semua peserta siap, hitungan pun mulai di ucap.


"Satu... dua... tiga... priiiiitttttt.." Pluit tanda mulai telah berbunyi.


"Ayoo.. ayo... ayo... "


Bella harap-harap cemas memperhatikan putranya tengah berusaha menggapai kerupuk. "Ayo Ferdi... kamu bisa!" pekik Bella bersorak menyemangati putranya.



"Horee... Ferdi menang." Bella memekik kegirangan dia menoleh ke Nando. "Anakku menang, Do." ucapnya tersenyum bahagia.


[ Tetaplah tersenyum bahagia seperti ini, Bella. ]


Lomba makan kerupuk telah selesai, dan dimenangkan oleh Ferdi. Selanjutnya, lomba perang bantal di atas air yang akan di wakili oleh para ayah dari setiap murid.


"Jadi Om harus ikutan nih?" tanya Nando serius.


"Iya Om, kan Om tim Ferdi. Jadi Om harus lawan mereka. Tunjukan kalau kau bisa." Ferdi antusias menyambutnya. Dia menarik Nando untuk mendekati area perang bantal.


Tempat perang bantal berada di pinggir sekolah. Dan itu tadinya adalah kolam ikan yang di desain menjadi tempat perlombaan.


Bella hanya mengikuti Ferdi dan memperhatikan keduanya yang terlihat seperti ayah dan Anak. Pikirannya sempat berpikir 'apakah dia harus membuka hatinya lagi demi sebuah amanah dari mendiang suaminya?'


"Eh Om, baju Om warna putih. Sebaiknya Om buka saja bajunya. Sayangkan kalau terkena lumpur."

__ADS_1


Nando melihat kaos yang ia kenakan. "Hmmm ada benarnya juga, Om males mencucinya." Nando pun membuka kaosnya.


Di saat itulah para wanita menjerit histeris menihat pahatan sempurna tubuh Nando yang sangat atletis dengan perut kotak-kotaknya.


"Aaaa, sexy sekali. Tubuh suamiku kalah jauh sama dia."


"Ingin rasanya ku sentuh perutnya."


"Duhh.. bagaimana rasanya tidur di bawah kungkungannya."


Bisik kekaguman penuh pesona terdengar ke telinga Bella. Dia mendelik tidak suka pada Ibu-ibu yang mengagumi tubuh Nando. "Apaan sih, seperti tidak pernah lihat pria macho segala." Gerutunya dalam hati. Namun, tak di pungkiri jika dirinya juga mengagumi tubuh atletis itu. "Ya, bentuk tubuhnya sama seperti Mas Alex. Sexy. Eh..! apaan sih." Bella tersadar dari kekagumannya.


Nando tidak memperdulikan emak-emak yang menatap kagum tubuhnya. Dia lebih fokus ke permainan perang bantal. Siapa yang bisa menumbangkan lawan di atas air ialah pemenangnya.


"Ayoo pak Nando, kau bisa!" pekik panitia yang menyukai Nando.


"Pak Nando.. pak Nando.." bukan suami mereka yang di semangati tapi malah Nando yang di soraki.


"Waw, kau banyak penggemarnya, Om. Semangat Ayah Nando! Kalahkan mereka kalau Om ingin menjadi Ayahnya Ferdi!" teriak Ferdi membuat Nando dan Bella menoleh terbelalak.


Nando tersenyum mengacungkan kedua jempol nya dan Bella menunduk malu atas ucapan Ferdi yang mengundang tatapan semua orang.


"Terima saja dia Bu Bella. Dia tampan, berwibawa, dan sepertinya Ferdi juga merestui hubungan kalian," ucap Ibu-ibu.


Bella diam, hanya sebuah senyuman yang di berikan.



*********


DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA 77 TH


MERDEKA...🇮🇩🇮🇩🇮🇩🇮🇩


Uudah dulu ya, Mak author nya mau nonton yang ikutan lomba nangkap ikan di sungai. Sekalian mau ikutan. 😅😅


__ADS_1


__ADS_2