Ternyata Aku Mencintaimu

Ternyata Aku Mencintaimu
Penolakan


__ADS_3

"Aku puas melihat Bella kesakitan seperti itu, itu tidak seberapa dengan rasa sakit yang ibuku terima atas perbuatan Mamanya." Tiara tertawa bahagia di atas penderitaan Bella dan Elsa.


"Kenapa kamu sampai hati melakukan ini, Tiara? kau bilang dia temanmu bukan?" Adit tidak mengerti jalan pikiran kekasihnya itu.


"Aku tidak peduli dia temanku atau bukan, yang ku inginkan mereka menderita sampai ajal tiba. Untung aku pindah kesini saat si tua Bangka Mahendra bangkrut. Dan ternyata kepindahanku membawaku bertemu mereka."


FLASHBACK


Tiara berpesta di club malam merayakan keberhasilannya menghancurkan keluarga Mahendra. Dia memesan banyak minuman dan sesekali menyesap nikotin.


Di sana pula dia bertemu Aditya yang sama-sama sedang mabuk akibat putus cinta sampai dimana Tiara mendekat menggoda Aditya dan berakhir di atas ranjang.


Pertemuan keduanya membuat mereka bertukar no untuk menjadi partner ranjang sampai saat ini. Mereka berdua sama-sama tidak ingin menikah, mereka berdua hanya ingin menghabiskan waktu tanpa adanya pernikahan. Tiara takut kalau menikah akan seperti kedua orang tuanya yang akan bercerai. Begitu juga sebaliknya, Aditya juga tidak ingin menikah karena tidak ingin menjalin hubungan serius.


Sampai dimana keduanya baru pulang pesta merayakan hari ulang tahun Tiara dan pulang dalam keadaan mabuk dengan Aditya yang mengendarai mobil Tiara.


"Aku suka pestanya, Dit. Aku merasa bahagia," racau Tiara menyenderkan kepalanya di pundak Adit.


"Setelah ini, kita harus merayakan kembali hari ulang tahunmu di ranjang." Tangan Adit sudah mulai meraba paha Tiara dan mengelus bagian sensitif milik Tira.


Tiara melenguh atas sentuhan Adit. Dia juga tidak mau kalah meraba, meremas milik Adit. Keduanya seakan lupa sedang berada di dalam mobil, dan tanpa sengaja Adit menginjak pedal gas akibat tidak fokus mengemudi.


Keduanya saling memuaskan pakai tangan dan sesekali saling menautkan bibir keduanya. Adit hilang kendali akibat miliknya di kulum Tiara, tanpa sadari di depannya ada seorang gadis muda ingin menyebrang dan tanpa sengaja ia menabrak seseorang.


Aditya sampai mengerem mendadak ketika sesuatu menghantam mobilnya. Tiara juga sampai tersedak milik Adit dan terbatuk muntah.


"Adit..! uhuk...uhuk..."


Adit menoleh kebelakang, dia melihat orang-orang sudah mengerumuni seseorang yang tergeletak berlumuran darah.


Tiara juga menoleh, matanya terbelalak. "Ya Tuhan...! Kau menabrak seseorang Dit..! Kabur...! Kita kabur dari sini sebelum Mereka mengejar kita...!" Tiara panik dan takut di penjara.


Adit tersadar saat sebagian warga sudah menghampiri mereka dan seketika Adit langsung tancap gas meninggalkan tempat.


"Bagaimana kalau polisi menemukan aku? aku tidak mau di penjara, Tiara. Tolong aku!" pinta Adit panik mondar mandi di dalam apartemen Tiara.

__ADS_1


"Aku juga sama seperti kamu, lagian kamu yang salah minta aku kulum di dalam mobil. Coba kamu tidak minta aneh-aneh, jadi kita tidak akan menabraknya."


"Kok kamu nyalahin aku, kamu yang lebih dulu menggodaku dengan memegang pusakaku," balas Adit tak mau kalah.


"Aaaa, sudahlah, jangan banyak ngoceh! Sekarang kita harus cari tahu siapa yang telah kamu tabrak?"


"Jangan..! Kalau mereka tahu aku bagaimana? aku takut masuk bui."


"Kau tunggu di sini! Aku akan mencari tahu dulu dan aku akan menyembunyikan perihal kecelakaan tersebut."


Tiara pun mulai mencari tahu. Dia menanyakan siapa yang kecelakaan dan apakah ada cctv di tempat kejadian, dia juga menanyakan di bawa kemana korbannya.


Semua pertanyaan di jawab oleh salah satu warga yang melihat. Dan dia merasa lega kalau di jalan tersebut tidak ada Cctv nya. Kemudian dia meluncur dari sana menuju rumah sakit untuk melihat siapa korbanya.


Mata Tiara terbelalak kaget ketika melihat Bella keluar dari ruangan operasi. Dia sampai bertanya kepada resepsionis siapa nama korban kecelakaan tabrak lari tadi pagi?


Dan Tiara semakin yakin kalau itu adalah Bella, anak dari seseorang yang tidak ia sukai.


FLASHBACK END


"Aku minta uang dong, buat shopping!" Tiara langsung menamprakan tangannya setelah sadar dari lamunannya.


"Uang segitu mana cukup buat biaya perawatanku, shoping, dan lain-lainnya. Aku minta lagi karena yang kemarin habis buat ke salon."


"Aku udah bilang, uang segitu harus cukup buat satu bulan. Istri bukan, pacar bukan, tapi malah minta uang terus kerjaannya," cibir Adit kesal.


"Ayolah, Dit. Wanita itu butuh biaya, lagian kita ini partner ranjang." Tiara memelas.


"Saat ini aku tidak punya uang Tiara, aku belum gajian. Uangku habis di pakai kamu terus," pekik Adit kesal.


"Ck, dasar pelit, kere, mending cari om-om yang banyak duit dari pada kamu."


"Ya sudah sana cari om-om banyak duit! Saya tidak peduli! Lagian kita hanya sama-sama butuh pelampiasan nafsu. Jadi saya tidak rugi kehilangan wanita murahan, matre, dan licik sepertimu!" sentak Adit dan langsung meninggalkan Tiara.


"Hei...! Sialan, Adit sudah susah ku porotin lagi. Terpaksa harus cari om-om berduit," gerutu Tiara kesal mengambil tasnya dan pergi mencari mangsa.

__ADS_1


****


Bella termenung di dekat jendela kaca kamarnya. "Kenapa kamu kembali hadir ke kehidupanku saat semuanya mulai membaik?" batin Bella, satu tetes air mata jatuh membasahi pipinya.


"Bel, ada Nando di bawah," ucap Elsa dari pintu kamar.


Bella segera menghapus air matanya supaya Elsa tidak curiga. "Iya, Mah. Nanti aku ke bawah."


Sedangkan di ruang tamu.


"Hasna, kemari, Nak!" panggil Nando kepada Hasna yang sedang mengintip dari pintu kamarnya.


Hasna perlahan menghampiri Nando dan berdiri di hadapannya. Nando langsung memeluk tubuh mungil anaknya mengecup pucuk kepala Hasna. "Maafkan Ayah," lirih Nando tercekat.


"Ayah."


"Iya, ini Ayah, Hasna anak Ayah." Nando merasa terharu dan bahagia Hasna menyebut dirinya Ayah.


Tapi itu hanya sebentar dikala Hasna berkata, "Om bukan Ayahku!" pekik Hasna melepaskan pelukan Nando.


Deg...!


Nando terlonjak kaget, "Hasna..!"


"Om bukan Ayahku..! Kalau Om Ayahku, Om tidak akan meninggalkan aku dan Mama..!"


Nando merasa sesak atas penolakan putrinya sendiri, namun ia akan berjuang untuk mendapatkan keduanya. "Om Ayahmu, maafkan Ayah karena pergi selama ini. Sekarang Ayah udah kembali, kemarilah! Peluk Ayah, sayang! Ayah rindu." Nando berkaca-kaca merentangkan tangannya berharap Hasna mau memeluknya kembali.


"Kalau Om rindu pasti akan sering pulang kerumah. Kalau aku anak Om, pasti Om akan selalu menemani setiap tumbuh kembang anaknya. Kalau Om sayang, Om tidak akan meninggalkan aku sama Mama."


"Di saat aku butuh Ayah, Om dimana?"


"Di saat aku di katai anak haram tidak punya Ayah, Om kemana?"


"Apa aku anak yang tidak di inginkan sampai Ayahku sendiri tidak ingin menemui dan melupakanku?" pekik Hasna menangis menolak keberadaan Ayahnya.

__ADS_1


Deg...!


Bersambung....


__ADS_2