Ternyata Aku Mencintaimu

Ternyata Aku Mencintaimu
Merelakan Dan Mengikhlaskan


__ADS_3

Hari pun berganti Minggu dan Minggu berganti bulan. Tiga bulan sudah Bella dan Alex menggandrungi bahtera rumah tangga. Saat ini Bella sedang mengandung dan kandungannya memasuki usia 8 Minggu.


Alex benar-benar memperlakukan istrinya seperti ratu. Dia begitu mencintai, mengayomi, melindungi sang istri dan juga anaknya. Cintanya kepada Bella begitu tulus, sayangnya kepada sang istri begitu besar.


Banyak yang bilang, wanita akan menjadi ratu apabila jatuh kepelukan pria yang tepat. Begitupun pria akan menjadi raja ketika bertemu wanita yang tepat.


Keduanya sama-sama belajar, menjaga, dan memperlakukan pasangannya dengan sangat baik berharap pasangan mereka tetap menemaninya sampai tua nanti dan berharap pasangan tak akan berpaling kepada orang lain.


"Sayang kemejaku yang kotak-kotak dimana?" pekik Alex di ruang ganti baju.


"Ada di tempat biasanya, Mas." Jawab Bella dari kamar mandi.


"Aku tidak bisa menemukannya, sayang. Tolong kau ambilkan pakaiannya!" pekik Alex di depan pintu kamar mandi.


"Tunggu sebentar!" dan Bellapun keluar setelah ritual mandinya selesai. Bella tersenyum melihat suaminya berdiri di dekat kamar mandi dan tanpa curiga iapun melangkah ke lemari untuk mengambilkan baju yang di inginkan suaminya.


Alex tersenyum melihat istrinya keluar hanya memakai handuk saja. Jiwa lakinya kembali keluar melihat sang istri yang terlihat sangat menggoda di matanya. Dia langsung saja membopong istrinya.


"Mas..!" pekik Bella terkejut.


"Kamu menggodaku, sayang." Ucapnya kemudian menyesap bibir istrinya sampai keduanya berada di atas ranjang.


Sepasang pengantin baru itupun kembali melakukan hubungan suami istri. Alex seolah tak pernah bosan untuk terus menggarap istrinya padahal garapannya sudah menghasilkan.


Nafas keduanya memburu, keringat pun bercucuran padahal baru saja keduanya selesai mandi.


Alex membawa sang istri kepelukannya dan selalu mengucapkan terima kasih setelah selesai melakukannya.


"Terima kasih, Bee. Kamu sudah memberikan warna dalam hidupku." Ucap Alex kemudian mengecup kening istrinya dan beralih bibir sang istri.


Bella melingkarkan tangannya ke dada sang suami. "Terima kasih, Mas. Kamu telah mengganti mimpi burukku dengan mimpi indah, kekhawatiranku dengan kebahagiaan, dan ketakutanku dengan cinta."


"Terima kasih kamu sudah mau menerimaku yang tidak sempurna ini, mencintaiku tanpa tapi, dan memilihku menjadi pasanganmu. Maafkan aku pernah nakal hanya karena dia yang menyakitiku." Satu tetes air mata Bella meluncur membasahi dada bidang Alex.


Bella menyesal sempat menjadi nakal.


"Jangan pernah menangis untuk seseorang yang menyakitimu. Tersenyumlah dan katakan 'terima kasih' karena dia telah memberimu kesempatan untuk menemukan seseorang yang lebih baik. Yaitu aku." Balas Alex mendekap istrinya.

__ADS_1


"Cinta adalah ruang dan waktu yang diukur oleh hati. Cinta terdiri dari satu jiwa yang menghuni dua tubuh. Dan cinta itu suci serta murni, aku mencintaimu karena hatiku memilihmu."


"Aku terima setiap ketidaksempurnaan mu karena akupun tidak sempurna. Mungkin ketidaksempurnaan kita yang membuat kita begitu sempurna satu sama lain," tutur Alex.


"Cinta itu bukan berarti mencintai seseorang yang sempurna tapi bagaimana mencintai seseorang yang tidak sempurna dengan cara sempurna."


"Mencintai bukanlah tentang memberikan yang terbaik dalam kelebihan, tetapi memberikan yang terbaik dalam kekurangan."


"Aku tak perlu sibuk mencari seseorang yang menurutku sempurna, jika di dekatku sudah ada orang yang bisa membuatku bahagia yaitu kamu, Bee."


"Aku mencintaimu, Mas Alex. 100 hati pun masih terlalu sedikit untuk membawa semua cintaku padamu. Aku butuh kamu seperti jantung butuh detak. Kamu mungkin memegang tanganku untuk sementara waktu, tetapi kamu memegang hatiku selamanya."


"Jangan pernah tinggalkan aku karena ku tak akan sanggup bila harus kehilangan kamu," lanjut Bella menelusupkan wajahnya ke dada bidang sang suami.


"Aku tak bisa janji, Bee. Karena manusia hanya bisa berencana namun Tuhan yang menentukan. Aku berharap dapat menemanimu sampai waktu dimakan usia dan hanya kematian yang memisahkan kita."


******


Sementara di kediaman Nando. Pria berusia 33 tahun itu tengah bersiap membereskan pakaian nya kedalam koper.


Nando mungkin sudah merelakan, namun hatinya belum mengikhlaskan Bella sampai ia sulit untuk move on.


"Kak, apa semuanya sudah selesai?" tanya Calista masuk ke dalam kamar Kakaknya.


Nando yang sedang memasukan baju ke dalam koper menoleh ke arah pintu masuk. "Tinggal sedikit lagi, Dek."


Calista duduk di pinggir ranjang. Adik mana yang tega melihat Kakak satu-satunya terus menerus murung akan kondisi Kakaknya.


Calista sudah memperkenalkan Nando kepada teman-teman namun tak ada satupun dari mereka yang berhasil meluluhkan hati seorang Jhon Vernando.


"Apa ka Nando yakin akan tinggal di Paris?" tanya Calista memastikan.


"Kakak yakin, Dek. Mungkin dengan menjauhi Bella bisa menjadi salah satu cara kakak bisa melupakannya. Di sana juga Kakak akan berobat supaya bisa kembali berjalan lagi."


"Mengikhlaskan memang sulit, apalagi melupakan setiap kenangan bersama orang yang kita cintai tak akan mungkin mampu. Mencintai juga tak harus memiliki, sebab kita tak mungkin memaksakan orang yang kita cintai harus mencintai juga," lanjutnya.


"Kak, semoga kamu mendapatkan kebahagiaan dimanapun kamu berada kak," ucap Calista tulus memeluk kakak satu-satunya.

__ADS_1


"Sayang, Nando, kita berangkat sekarang supaya tidak ketinggalan pesawat." Ucap seseorang yaitu Dimas.


Dimas dan Calista sudah menikah satu bulan yang lalu. Dan keduanya juga akan mengantar Nando ke Paris.


Nando menurunkan koper di bantu oleh Calista. Dimas membawa kopernya dan Calista mendorong kursi roda sang Kakak.


Di setiap perjalanan, Nando terus menatap bangunan megah di sepanjang jalan menuju bandara.


Batin Nando berkata. "Terkadang, hal terbaik yang bisa kamu lakukan untuk seseorang yang kamu cintai adalah melepaskannya. Bebaskan ia. Doakan kebahagiaan untuknya dan bebaskan ia. Bebaskan dirimu."


"Aku akan berusaha mengikhlaskan nya. Mengikhlaskan artinya merelakan dia bersama siapa pun. Sebab, akhirnya aku paham. Kita dipertemukan hanya untuk menjadi teman."


"Maafkan aku yang dulu pernah menyakitimu, kini ku sadar bahwa ternyata aku mencintaimu setelah kehilangan dirimu. Aku juga akan tetap mencintaimu dengan caraku sendiri, selamat tinggal Bella, selamat tinggal kenangan, selamat tinggal masa lalu."


Semua orang yang kita kenal akan pergi. Tapi sebelum merelakan mereka pergi, genggamlah sekuat yang kita bisa. Jika sudah terlepas maka akan sulit di dapat kembali dan hanya akan ada sebuah penyesalan yang tersimpan.


Merelakan itu harus belajar ikhlas, belajar mengerti bahwa apa yang kita lepaskan semua untuk kebaikan.


Tuhan menempatkan seseorang di hidupmu karena sebuah alasan. Dan jika kamu kehilangannya maka itu karena sebuah alasan yang lebih baik.


Belajarlah merelakan apa yang telah pergi dan syukurilah apa yang masih kamu miliki. Karena bersyukur akan membawamu pada kebahagiaan. Suatu saat kamu akan mengerti bahwa merelakan sebuah memori adalah awal kebahagiaan yang kau nanti.


TAMAT....


Dari kisah keduanya kita belajar untuk menjaga seseorang yang ada di dekat kita sebelum orang tersebut benar-benar pergi meninggalkan kita.


Gunakanlah waktumu selagi masih bersama, genggam erat tangannya dan janganlah kamu lepaskan.


Jika kamu tak bisa menjaganya maka dia akan pergi mencari seseorang yang bisa membuatnya nyaman, bahagia dan merasa di cintai.


Di saat mereka pergi barulah kamu akan menyadari bahwa kehadirannya sungguh berarti. Tinggallah penyesalan yang tersimpan.


Dan di saat itu juga kamu harus belajar merelakan dan Mengikhlaskan meski terkadang hati sulit untuk melupakan.


Karena cinta tak harus memiliki.


TAMAT.....

__ADS_1


__ADS_2