Ternyata Aku Mencintaimu

Ternyata Aku Mencintaimu
Di Rumah Alex


__ADS_3

Bella, Elsa, dan Calista terkagum-kagum melihat rumah Alex. Mereka tidak menyangka bahwa pemilik rumah mewah itu adalah Alex.


Dan rumah Alex berdampingan dengan rumah Syafira. Bella serta keluarga pernah ke rumah Syafira, tapi mereka tidak tahu siapa pemilik rumah yang sebelahnya karena Syafira tidak memberitahukannya.



Sebelah kiri rumah Alex dan sebelah kanan rumah Syafira.


Alex sengaja membuat rumah dekat Bosnya supaya sekalian menjaganya dan juga atas suruhan sang Bos untuk tidak jauh dari mereka.


"Jadi pemilik rumah ini kamu?" tanya Elsa memastikan.


"Iya aku, Mah. Masa Dimas yang punya," jawab Alex.


"Eh, ngapain nyebut nama gue? tapi kalau loe mau ngasih ini sih ok, buat hadiah pernikahan gue sama Calista." sahut Dimas mengipasi ikan yang sedang di bakar.


"Gue ngasih rumah ini ke loe? mimpi. Bikin saja sono rumah sendiri, eh, tapi kalau untuk hadiah kalian nanti gue kasih yang spesial mau?" balas Alex membolak-balikan panggangan ikan.


"Mau mau, asal rumahnya sebagus ini," balas Dimas.


"Mama juga mau dong, Lex. Apa aja deh," timpalnya, jiwa matrenya kembali muncul sambil mengolesi bumbu ikan bakar ke ikannya.


"Kalau untuk Mama aku udah nyiapin hadiah istimewa di dalam. Dan untuk kau Dim, belum ada hadiahnya."


"Lah, si onta, kirain loe juga udah punya hadiah buat gue."


"Loe mah tidak usah di kasih hadiah, loe kan bisa beli sendiri. Masa bos ojek online terbesar di kota ini tidak bisa membeli sesuatu yang di inginkan?" sindir Alex membongkar siapa Dimas.


******


Sementara di dapur, Bella dan Calista mempersiapkan nasi liwet dan teman-teman nasinya.


"Kak, Bella. Ini nasinya udah matang belum?" tanya Calista takut kegosongan.


"Kamu cicipi dulu nasinya masih setengah matang atau udah matang!" jawab Bella sambil menuangkan sambal tomat goreng ke dalam mangkok.


Calista pun mencicipinya. "Sudah matang, Kak."


"Kalau memang sudah matang matiin saja apinya!"

__ADS_1


Kedua wanita muda itu terlihat sibuk dengan urusannya masing-masing. Nando yang kebetulan ada di ruang tamu mendekat dan melihat kedua wanita yang di sayanginya.


Nando benar-benar menyesal telah menyia-nyiakan Bella dan menyakitinya. Dia memperhatikan Bella yang terlihat lebih cantik, lebih dewasa, lebih baik dari sebelumnya, dan juga lebih terlihat bahagia.


Dia tersenyum melihat keakraban dua wanita di hadapannya seolah dialah lelaki beruntung yang memiliki dua wanita tersebut. Adiknya, dan istrinya.


"Sayang, nasinya udah matang belum?" pekik Alex dari dalam menghampiri dapur.


Pekikan Alex menyadarkan Nando dari khayalannya. Dia baru ngeh kalau Bella bukanlah istrinya, senyuman yang tadi terukir di bibirnya kini kembali redup.


"Sudah, Mas. Semuanya sudah matang tingal kita bawa ke taman belakang," jawab Bella mencuci tangannya.


Alex mendekati area dapur, ia melihat Nando di dekat pintu masuk dapur. "Jhon, kau kenapa di mari? mending ikut gabung di belakang bareng Dimas dan Mama Elsa," tanya Alex memicingkan mata dan melirik ke arah dua wanita yang sedang siap-siap membawa aneka masakan ke luar.


"Ah, i iya, tadi saya cuman haus jadi mau minta minum," jawab Nando gugup.


"Oh."


"Mas, aku bawa kebelakang ya," Bella berdiri di hadapan Alex dan Nando membawa nasi liwet, sedangkan Calista membawa makanan lainnya dan sudah jalan duluan.


"Iya, sayang." Jawab Alex tersenyum mengusap pipi Bella. Kedua pria tersebut memperhatikan Bella sampai hilang di balik pintu.


"Aku tahu, Lex. Dan akan ku usahakan untuk bisa melupakannya meski sulit untuk menghilangkan setiap kenangan yang pernah kita lewati," jawab Jhon seolah memberitahukan bahwa banyak kenangan indah yang pernah mereka lalui.


Alex mengepalkan tangannya. "Kenangan yang membuat Bella tersakiti dan terjerumus kedalam dunia hitam. Dan itu adalah kau penyebabnya," balas Alex menyentil kejahatan Nando kepada Bella.


"Kenangan pahit tersebut tidak untuk di kenang melainkan untuk di lupakan. Ku akui kau orang pertama yang berhasil mengambil segalanya dari dia. Tapi akan ku pastikan akulah orang terakhir yang akan menjadi raja di hatinya dan melupakan kenangan pahit tersebut!" bisik Alex di belakang kepala Nando saat keduanya sudah sampai di halaman belakang rumah.


"Papa, aku mau di suapin Papa ya," pinta Hasna menghampiri dimana posisi kedua pria tersebut berdiri.


"Mending sama Ayah saja ya, Nak." sahut Nando.


Hasna menggeleng. "Aku mau di suapin Papa Alex saja, Ayah. Nanti kalau aku mau baru aku minta di suapin Ayah," tolak Hasna halus. Gadis kecil itu lebih manja dan lebih berani meminta apapun kepada Alex.


Nando murung, dia menghelakan nafasnya secara kasar.


"Begini saja, Hasna duduk di antara kita dan kita secara bergantian suapin Hasna, bagaimana? mau kan?" usul Alex mengambil jalur tengah, ia tidak ingin Nando merasa kecewa.


Hasna berpikir menyimpan jari telunjuknya di dagu. "Hmmm boleh, Hasna setuju kalau gitu."

__ADS_1


Alex tersenyum ia mengusap kepala putri sambung nya itu.


Dan acara makan-makan pun di mulai. Hasna duduk di tengah-tengah Nando dan Alex. Bella di samping Alex.


Sedangkan Calista, Elsa dan Dimas berada di hadapan mereka dan makanan berada di tengah-tengah.


Alex dan Nando silih berganti menyuapi Hasna. Gadis kecil berusia 4 tahun 6 bulan itu terlihat bahagia diantara kedua pria yang menjadi Papanya.


"Kamu mau aku suapin juga?" tanya Alex pada Bella.


"Tidak usah, aku bisa sendiri, Mas." Jawabnya malu di perhatikan yang lain.


"Aaaaa buka mulutnya!" titah Alex menyodorkan tangan siap menyuapi istrinya.


"Terima saja, anggap saja kita hanya sebagian hantu yang terlihat," celetuk Dimas.


Bella menunduk malu, dan iapun menerima suapan dari suaminya. Mereka lupa bahwa ada hati yang terluka melihat keromantisan keduanya, yaitu Nando. Calista sendiri menatap iba sang Kakak, dan ia berjanji akan mencarikan Kakaknya pasangan supaya bisa melupakan Bella.


******


Hari sudah larut malam, Calista, Nando, dan Dimas memutuskan pulang meski Alex menyuruh mereka menginap namun mereka menolaknya.


Hasna lebih dulu tidur di temani Bella setelah perutnya kenyang, begitupun dengan Elsa yang sudah terlelap di kamarnya.


Di dalam kamar, Alex menunggu istrinya sembari mengecek email masuk. Ia duduk menyender di sofa yang ada di depan kasur king size nya.


Di depan pintu masuk kamar, Bella bolak balik berdebar gugup. Ini kali pertama ia akan tidur satu kamar berdua bareng suaminya karena sebelumnya mereka menginap di rumah sakit sampai Bella benar-benar pulih.


Perlahan ia membuka gagang pintu dan masuk. Dia mengedarkan pandangannya mencari sosok suaminya. "Kemana mas Alex? bukankah tadi dia tidur duluan?" gumamnya bertanya-tanya.


Bella pun masuk dan berjalan ke kamar mandi. Tubuhnya terasa lengket, dan tanpa Bella sadari, Alex memperhatikan pergerakan istrinya kemudian ikut masuk dan langsung memeluk istrinya dari belakang.


"Mas...!"


Bersambung....



__ADS_1


__ADS_2