
Ketiga anaknya Bella merajuk di ajak pulang dan tidak di bolehkan lagi menginap di rumah Nando. Bella marah mengetahui Nando mengungkapkan kata cinta di depan anak-anaknya. Bella juga marah mengetahui niat Nando mendekati anak-anaknya demi bisa mendekatinya. Sebenarnya, bukan Nando yang bilang namun dia yang berasumsi sendiri mengenai sifat Nando dan kekompakan anak-anaknya.
"Kalian masuk ke kamar masing-masing dan tidak boleh lagi menginap di rumah Om Nando!" ujar Bella penuh penegasan menatap kecewa pada anak-anaknya.
"Tapi, Mah. Ayah Nando Ayah kami juga, kenapa kami tidak boleh lagi menginap di sana?" Protes Hasna tidak terima di larang menginap.
"Kalian masih tanya kenapa tidak boleh menginap? Seharusnya kalian sadar kalau Nando hanya memanfaatkan kalian untuk mendekati Mama. Dan Mama tidak suka itu."
"Ayah Nando mendekati karena memang dia menyukai Mama. Kami dukung kok, asalkan Mama bahagia," timpal Devan.
"Sudah berapa kali Mama bilang kalau Mama bahagia dengan kehidupan yang sekarang. Tolong untuk tidak menjodohkan Mama dengan pria lain!" Pinta Bella memohon pada anak-anaknya.
[ Aku belum siap bila harus menggantikan Alex. Aku masih sangat mencintainya. ]
Pernah sekali, Hasna dan Devan berusaha menjodohkan Bella dengan guru mereka. Padahal pada saat itu, Bella baru dua bulan di tinggalkan suaminya. Kedua anaknya juga melakukan itu karena mereka tidak ingin Mamanya terus bersedih.
Elsa yang baru saja pulang dari toko baju bingung melihat keributan Ibu dan anak-anak. Ketiga kurcacinya menunduk duduk, Bella berdiri memijat pelipisnya. "Ada apa dengan kalian? Sampai kedengeran kedepan, lho." tanya Elsa menghampiri.
"Ini, Mah. Mereka termakan rayuan Nando untuk mendekatkan ku dengannya."
__ADS_1
"Ayah tidak merayu kami, Mah. Tapi kami yang berinisiatif untuk menyatukan Mama dan Ayah sesuai permintaan terakhir Papa," ucap Hasna terpaksa membongkar keinginan terakhir Alex.
Deg...
"Kamu jangan bawa-bawa Papa dalam masalah ini, Hasna. Mana mungkin Papa kalian meminta Mama dan Nando bersatu?" Bella menyangkal tidak percaya.
"Kak, Hasna benar, Mah. Kami punya bukti kalau Papa sendiri yang meminta kami." Timpal Devano.
"Kalian pasti berbohong supaya Mama percaya pada ucapan kalian kan?" Elsa juga tidak percaya. Ferdi mah cuman diam karena anak itu hanya ngikutin Kakak-kakaknya.
Devano beranjak menuju kamarnya. Tak lama kemudian, dia datang membawa laptopnya. "Kalau Mama tidak percaya, mungkin video ini akan membuat percaya."
Devan duduk di lantai lalu memasangkan flashdisk. Bella dan Elsa yang juga penasaran duduk dekat Hasna menyaksikan sebuah video yang mulai di play'.
"Assalamualaikum Bella, sayang. Mungkin, saat kamu melihat video ini aku sudah tidak lagi bersamamu dan tidak lagi menemani kalian. Sayang, maafkan aku telah menyembunyikan penyakitku ini. Aku juga mengetahuinya baru seminggu yang lalu kalau aku terkena penyakit jantung koroner. Penyakit yang sulit di obati dan juga tidak terdeteksi tanda-tandanya."
"Bella jika nanti aku tiada, kutitipkan anak-anak padamu. Didik mereka dengan sangat baik, sayangi mereka sepenuh hatimu, jangan kamu layangkan pukulan ketika anak-anak salah namun, rangkullah mereka dalam dekapanmu. Aku tidak tahu kapan Allah memanggilku. Cepat atau lambat pasti akan tiba, tiba pada saat ku harus pergi selamanya meninggalkan kalian semuanya."
"Bella, istriku yang teramat aku cintai dan ku sayangi. Makasih sudah bersedia menerimaku menjadi suamimu, makasih telah memberikanku kebahagiaan di sisa hidupku, makasih sudah begitu mencintaiku. Tapi sayang, jika kelak aku tiada dan ada lelaki yang mencintaimu sedalam aku mencintaimu, Mas harap kamu menerima lelaki itu. Mas yakin jika dia akan membahagiakan mu dan juga anak-anak, menggantikan ku menjaga kalian di dunia."
__ADS_1
Bella menunduk tak kuasa menahan air mata. Bagaimana dia bisa menerima lelaki lain sedangkan cintanya kepada mendiang suaminya teramat dalam.
"Sayang, Mas tidak memintamu untuk melupakanku ataupun membuang cintamu untukku. Mas yakin, kalau Mas memiliki tempat teristimewa di dalam hatimu. Jadi, Mas meminta untuk membuka hatimu lagi kepada pria yang dulu pernah kamu cintai tanpa harus menyingkirkan aku dalam hatimu."
[ Bagaimana bisa, Mas? Hatiku sepenuhnya telah ku berikan untukmu, aku belum sanggup jika harus berbagi dan memulai lagi kisah yang baru. Aku belum siap. ] Batin Bella menangis di pelukan Elsa sembari melihat video yang terus berputar.
"Dan untuk Hasna dan Devano, Papa berpesan kepada kalian untuk menyatukan kembali Mamamu dengan Ayah Nando. Percayalah pada pilihan Papa kalau Ayah Nando akan membahagiakan Mamamu dan juga menjaga kalian setelah Papa tiada. Nak, berjanjilah untuk mengabulkan permintaan terakhir Papa." Pinta Alex menatap kamera penuh harap sembari memegangi dadanya. Namun tiba-tiba, sambungannya terputus meninggalkan gambar warna hitam.
"Rekaman ini di ambil pas kita menemukan Papa tergeletak di dalam kamar. Aku dan Kak Hasna hanya membantu menyatukan Mama dan Ayah Nando sebagai pesan terakhir Papa," lirih Devan mengerjapkan mata menahan tangis. Hasna yang melihatnya langsung turun duduk di dekat Devan memeluk adik lelakinya. Ferdi pun ikut duduk di samping Devan kemudian memeluknya.
"Sebagai anak, kami hanya bisa berusaha mewujudkan impian Papa untuk yang terakhir kalinya dengan cara kami. Maafkan Hasna dan Devano kalau tindakan kami membuat Mama marah. Kami hanya ingin yang terbaik untuk Mama." Isak Hasna tak dapat lagi membendung air matanya. Gadis beranjak dewasa itu menangis memeluk Devan dan juga Ferdi.
Bella bingung harus berbuat apa. Hatinya dilema antara memenuhi permintaan terakhir suaminya atau tidak mengabulkannya di karenakan Bella masih mencintai Alex. Pilihan yang sulit.
*******
Sedangkan di kediaman Nando. Pria duda tampan itu termenung menatap ikan hias di akua rium. Dia kembali teringat perkataan Bella yang menuduhnya memanfaatkan anak-anak demi kepentingan diri sendiri.
"Tak ada sedikitpun pikiran memanfaatkan anak-anak demi mendekatimu, Bella. Ini murni keinginanku dari dalam hatiku terdalam bahwa aku harus memperjuangkan mu kembali. Terlebih lagi atas permintaan Alex yang selalu hadir di dalam mimpiku yang mungkin, menjadi sebuah pertanda bahwa dia menyetujui ku untuk membahagiakanmu dan anak-anak dengan caraku."
__ADS_1
Sudah lima kali Alex menghampiri Nando dalam mimpi. Dia selalu bilang, "Jagalah Istriku dan anak-anak, bahagiakan mereka, lindungi dia setelah ku tiada. Aku percaya bahwa kau akan menjadi penjaga mereka setelah aku pergi. Aku juga percaya kau mampu membahagiakan mereka dengan caramu karena ku tahu bahwa kau masih mencintai istriku. Dan aku percayakan mereka padamu. Aku titip istriku dan anak-anak."
Hanya kata-kata itu yang selalu Alex ucapkan padanya. Kini Nando mengerti arti itu, kini dia paham jika pesan itu merupakan pesan terakhir dari Alex untuknya. Lalu, setelah melihat ketidaksukaan Bella terhadapnya apakah Nando akan berhasil memperjuangkan lagi cintanya?