Ternyata Aku Mencintaimu

Ternyata Aku Mencintaimu
Ku Yakin Ini Anakmu


__ADS_3

"Ada apa kalian mengajakku ketemuan?" Jhon langsung bertanya setelah kedua wanita di hadapannya sampai di cafe yang ia tentukan.


Bella dan Elsa sudah duduk.


"Saya mau meminta pertanggungjawaban darimu!" sergah Elsa tak sabar.


Bella sendiri malah menunduk, matanya terlihat sembab, kedua tangannya di tautkan kemudian di remas-remas akibat rasa gugup yang mendera ke seluruh tubuhnya.


Jhon mengernyit pura-pura heran padahal ia sudah tahu tujuan Elsa dan Bella dari Tiara. "Pertanggungjawaban apa? saya tidak pernah merasa melakukan sesuatu terhadap Bella," kilah Jhon dingin.


"Bella sedang mengandung anakmu, usia kandungannya 3 Minggu," tutur Elsa.


Bella semakin mencengkram kuat jari-jarinya, dari tutur bicara Jhon, dia sudah tahu kalau Jhon tidak mau bertanggungjawab.


"Apa kalian yakin?" tanya Jhon santai menatap silih berganti wanita di hadapannya.


"Apa maksudmu bicara seperti itu? kami yakin ini anakmu. Bella bilang terakhir kali melakukannya denganmu," sahut Elsa meninggi.


"Ck, bisa saja itu anak orang lain. Dia melakukannya bukan hanya denganku saja. Dia bagaikan piala bergilir di pakai dan di pegang kesana kemari. Ck, murahan," cibir Jhon menghina wanita yang pernah beberapa kali tidur dengannya.


Deg...!


Dada Bella terasa sesak mendengar penghinaan lelaki di hadapannya. Dirinya mengakui jika ia memang sering tidur bersama pria lain. Tapi, kali ini ia jujur bahwa dua bulan terakhir ini hanya Jhon yang menyentuhnya dan dia juga sudah berhenti dari pekerjaannya sebelum Jhon kembali menyentuhnya.


"Kau..! Jangan pernah kau menghina putriku!" pekik Elsa murka.


"Saya tidak menghinanya, itulah kenyataannya. Saya tidak akan bertanggungjawab atas janin itu karena saya merasa dia bukan anak saya..!" tegas Jhon lalu berdiri ingin meninggalkan tempat itu.


"Aku berani bersumpah jika ini anakmu, Jhon," pekik Bela prustasi.


"Aku akui kalau aku murahan, saking murahannya beberapa kali pernah tidur dengan pria lain. Aku melakukan itu karena kau penyebabnya, kamu berhasil merenggut segalanya dariku, cintaku, kepercayaanku, bahkan kamu juga orang pertama yang menyentuhku. Kamu meninggalkan aku setelah apa yang terjadi dan kamu menyuruhku melupakannya. Asal kamu tahu, tidak mudah bagiku melupakan dan mengembalikan kesucian ku, Jhon. Aku gila, aku prustasi sampai ku nekat menjual diriku..!" Bella mengungkap apa yang ia rasa, ia terlalu kecewa dan prustasi. Dia sudah menangis dan tangisnya benar-benar menyayat hati.


"Kau yang terlalu bodoh dan murahan sampai termakan rayuanku," balas Jhon tak merasa bersalah sedikitpun.


"Iya, aku bodoh karena sudah mencintai pria sepertimu..." pekik Bella prustasi.


"Meski ku murahan dan bodoh, ku yakin ini anakmu," lirih Bella menatap sakit punggung lelaki yang masih bersemayam di hatinya.


"Ck, saya tidak percaya ucapan wanita murahan sepertimu!" Jhonpun pergi meninggalkan keduanya. Namun hati kecil Jhon merasakan sakit mengatakan itu pada Bella. Tapi, egonya lebih tinggi dan ia masih yakin kalau dia mencintai Syafira.

__ADS_1


Bella terduduk lemas, "Aku harus bagaimana, Mah?


Elsa yang dari tadi mendengar Bella ikut sakit hati. Dia berpikir. "Reyhan..!" ucap Elsa.


Elsa akan mempercepat pernikahan Bella dan akan menjadikan Reyhan sebagai ayah dari anak yang Bella kandung.


Elsa dan Bella bertemu dengan Saras, mereka membicarakan perihal kehamilan Bella dan menuding Reyhanlah ayahnya. Setelahnya mereka sepakat untuk memajukan pernikahan Bella dan Reyhan dua hari lagi.


( Cerita Reyhan dan Syafira ada di judul BUKAN JANDA BIASA (Hanya Status) )


****


Apartemen Jhon


Langkah Jhon terasa berat meski hanya berjalan ke apartemen saja. Di setiap langkah, perkataan Bella terus terngiang-ngiang di telinga. 'Aku yakin ini anakmu, aku terlalu bodoh mencintai pria sepertimu.' Kata-kata itu terus terdengar di telinga Jhon.


"Aaaaaaaaa gue yakin itu bukan anak gue. Dia bilang mencintaiku? cinta seperti apa yang mudah menyerahkan tubuhnya kepada pria? Gue yakin dia tidak mencintaiku, gue yakin di dalam perutnya bukan anakku." Monolog Jhon mengacak rambutnya prustasi dan ia langsung mengguyur tubuhnya berusaha menghilangkan rasa sesak yang tiba-tiba mencuat ke relung hati saat tangisan pilu Bella kembali terdengar.


****


Kamar hotel


"Tergantung beritanya seperti apa dulu? kalau bikin syok pasti marah, kalau tidak Om tidak marah," balas Mahendra menikmati setiap pijitan wanita simpanannya.


Tiara sudah menyeringai, dia yakin apa yang ia tunjukan akan membuat Mahendra murka. Tiara langsung saja mengambil foto-foto Bella.


"Lihatlah, Om!" Tiara menaruh fotonya di dekat kepala Hendra.


Hendra mengambilnya, dia terkejut bukan main. "Ini beneran Bella?!"


"Iya, Om. Ternyata Bella seorang wanita bayaran Om. Aku tidak menyangka temanku seperti itu." Tiara pura-pura iba dan sedih padahal dalam hati tertawa jahat.


Hati Hendra berkata, "Ck, sama seperti Ibunya murahan. Tapi, ada bagusnya juga. Dari dulu ku sudah tergoda akan bentuk tubuhnya, ingin ku cicipinya sekali saja," batin Hendra menyeringai.


"Ini tidak bisa di biarkan..! Ini bisa menghancurkan reputasi perusahaanku." Pekik Hendra marah padah dalam hati biasa saja.


"Om, tenang ya, Om. Mending sekarang kita main saja supaya Om lebih tenang," kata Tiara sudah mulai memijit plus-plus.


Hendra tentu saja tidak menolak, "Kamu yang main, Om ingin kamu duduk di sini!" Hendra membawa tangan Tiara ke miliknya.

__ADS_1


"Baiklah."


Keduanya kembali melakukan hubungan terlarang. Tiara semakin puas saja bisa mengendalikan Mahendra sampai dimana suara dering telepon membuyarkan konsentrasi keduanya.


Tiara yang sedang menggerakkan pinggulnya mengangkat telpon dari Elsa, dan Hendra yang sedang mengulum terpaksa berbicara.


"Halo, Pah. Kapan Papa pulang?"


"Papa pulang setelah urusan di luar kota selesai, Mah." Jawab Hendra berusaha menormalkan suaranya di saat Tiara semakin cepat menggerakkan pinggul. Tangan Hendra sudah meremas milik Tiara dan bibirnya mengulum salah satu miliknya.


"Mama harap Papa pulang cepat sebab besok Bella akan menikah.


"Iya, akan ku usahakan."


Tiara mendesis dikala Hendra menyesap kuat milik dia seperti bayi. "Sssttttt."


"Suara, apa itu, Pah? kau sedang apa?!"


"Aku sedang mengulum permen, sudah dulu Mah, nanti kita lanjutin lagi." Hendra langsung mematikan telponnya.


"Puaskan, Om, Baby..!"


"Dengan senang hati, Om. Tapi bayarannya harus besar."


"Iya."


****


"Apa kata Papa, Mah?" tanya Bella penasaran.


"Katanya dia akan mengusahakan untuk pulang." Jawab Elsa, namun dalam pikiran merasa ada yang janggal dengan suaminya barusan.


Sudah tiga hari Mahendra tidak pulang kerumah dengan alasan kerjaan di luar kota.


"Aku sudah tidak sabar menikah dengan Reyhan," gumam Bella. Padahal dalam hati merasa tidak tega menjadikan orang sebaik Reyhan sebagai kambing hitam atas kehamilannya. "Maafkan aku, Rey," batin Bella.


Bersambung....


Yang pernah baca BUKAN JANDA BIASA (Hanya status) pasti tahu siapa Reyhan dan apa saja yang telah Bella lakukan untuk mendapatkan Reyhan.

__ADS_1


Dan untuk yang belum baca, bisa mampir juga ke ceritanya Reyhan.


__ADS_2