
***
Sasa sudah bangun sejak tadi, biasalah ia bangun shalat tahajjud dan melanjutkan tadarrus. Mungkin karena kebiasaan, setelah sholat tahajjud Sasa tidak bisa tidur lagi. Sasa pun berpikir, ia harus apa. Padahal masih beberapa jam lagi matahari menampakkan dirinya. Akhirnya Sasa menuju dapur, ada baiknya ia membuat sarapan untuk keluarganya.
Masak apa yah? ucap Sasa bermonolog
Aku tau, mending aku buat nasi goreng aja. ucap Sasa bermonolog sambil betepuk tangan
Setelah beberapa menit Sasa berkutat di dapur, akhirnya nasi goreng ala chef Sasa jadi juga. Sasa bangga melihat karyanya, semoga saja tampilan sesuai rasanya yah.๐๐๐
Setelah Sasa menyimpan masakannya di meja makan, bertepatan dengan adzan subuh, Sasa pun menuju kamarnya untuk menunaikan sholat subuh.
***
Di meja makan ternyata kedua orang tua dan kedua adiknya sudah duduk di sana. Sasa yang baru turun, berharap masakannya di sukai oleh seluruh keluarganya. Aamiinn
Pagi Pa, Ma dan kedua adik tersayangku. ucap Sasa tersenyum kemudian duduk
Pagi sayang. ucap kedua orang tuanya
Pagi kakakku. ucap kedua adiknya melanjutkan makannya
Oh iya Sa, ini kamu yang masak? tanya Mamanya
Iya dong Ma. ucap Sasa bangga
Kedua adiknya yang melihat itu jengah melihat tingkat kakaknya.
Wah tumben banget kamu. ucap Mamanya tak percaya
Ih Mama kok gitu. ucap Sasa kesal
Mama dan Papanya terkekeh melihat tingkah anaknya.
San, Sin kamu ikut kakak? tanya Sasa sambil menatap kedua adiknya
Iya dong kak, soalnya Papa ada kerjaan. ucap Santi
Oke deh, kalau gitu makannya cepet, dari aku dateng tadi kalian udah makan. Sekarang aku udah makan, kalian belum selesai juga. ucap Sasa menggelengkan kepalanya
Santai dong kakak, makan itu juga perlu dihayati, supaya gizinya meresap di tubuh. Kalau makannya kek kakak, makananya itu nggak bermakna. ucap Sinta mendramatis membuat kedua orang tuanya dan Santi menertawakan Sasa
Sedihya jadi Sasa๐ ๐ ๐ ๐
Kak udah ni. ucap Sinta setelah selesai makan
Yaudah ayo kita berangkat. Ma, Pa kita pamit yaa. ucap Sasa menyalimi kedua tangan orang tuanya diikuti kedua adiknya
Setelah mengantar kedua adiknya, Sasa pun menuju kampusnya. Tapi hari ini keberuntungan tak berpihak padanya, ternyata macet banget. Gini nih tinggal di Jakarta๐ฅ๐ฅ๐ฅ
Jujur lebih enak tinggal di kampung๐๐๐
Yang tinggal di kampung mana suaranya???? Nggak pernah macet kan๐๐๐
***
Setelah 30 menit berada dalam kemacetan, akhirnya Sasa pun sampai ke kampus. Setelah memarkirkan mobilnya, Sasa pun melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Setelah melihat jam, Sasa membulatkan matanya. Mampus, udah telat nih. Dosen hari ini kan dosen killer. Nasib- nasib udah jatuh tertimpa tangga pula๐๐๐๐
Sasa pun bergegas menuju kelasnya. Setelah sampai di depan kelas, Sasa melihat di sana Sang dosen sudah menjelaskan materi. Adduhhh, mau masuk takut juga. Nggak masuk, ketinggalan materi dong. Serba salah jadinya.
Akhirnya Sasa memutuskan untuk masuk.
toktoktok
Assalamualaikum Pak. ucap Sasa takut
Waalaikumussalam, kamu Sasa? ucap dosen berhenti menjelaskan kemudian menuju tempat dimana Sasa berdiri
I.. ya Pak. ucap Sasa menunduk
Kenapa kamu terlambat? ucap sang dosen menaikkan suaranya
Tadi saya anterin adik saya dulu Pak, terus macet. Jadi saya terlambat deh Pak. Maaf Pak. ucap Sasa memohon
Yaudah, lain kali jangan terlambat, masuk sana. ucap dosen mempersilahkan Sasa masuk
Makasih Pak. ucap Sasa kemudian memasuki kelasnya
Setelah sampai di kursinya, Sasa pun bernapas lega.
__ADS_1
Sa, kok bisa terlambat sih. Nggak biasanya. ucap Anggi penasaran
Biasa, aku anterin Santi dan Sinta dulu. Terus tadi macet banget, jadi gini deh. ucap Sasa menjelaskan
Jangan ngobrol, perhatikan materi, lanjutkan catatannya. teriak dosen memperingati
Anggi dan Sasa pun terkejut mendengar teriakan dosen. Akhirnya mereka melanjutkan mencatat materi yang sudah dituliskan dosen.
Setelah keheningan melanda di kelas ini, akhirnya ada yang mengetuk pintu. Tapi Sasa tak peduli, ia serius mencatat materi.
Assalamualaikum Pak. ucap orang yang mengetuk tadi
Waalaikumussalam, ada apa. ucap dosen
Saya mahasiswa pindahan Pak. ucap orang itu
Owh kamu mahasiswa pindahan itu, silahkan masuk. ucap dosen
Setelah mahasiswa pindahan itu memasuki kelas, dosen pun menyuruhnya memperkenalkan diri.
Halo semua. ucap orang itu
Hai. ucap teman kelasku, hanya Sasa yang tidak menyahut
Perkenalkan nama saya Fatan Nugraha, kalian bisa panggil Fatan. Saya pindahan dari Universitas Nusa Bangsa, apakah ada yang ingin ditanyakan? ucap Fatan mengakhiri
Udah punya pacar? tanya Serly teman kelasku
Belum. jawab Fatan
Mahasiswa Pindahan itu pun dipersilahkan untuk duduk. Tapi Sasa baru ngeh, kok namanya persis dengan nama masa lalunya. Mungkinkah dia???
Sa. tegur Anggi
Sa, itu kok sama namanya. ucap Anggi curiga
Hha apa?? tanya Sasa baru sadar karena dari tadi ia melamun
Itu mahasiswa pindahan, kok namanya sama sih dengan masa lalu kamu. ucap Anggi menatap mahasiswa pindahan itu
Iya, aku juga ngerasa gitu. ucap Sasa penasaran
Saat Sasa melihat mahasiswa pindahan itu dan mahasiswa pindahan itu juga melihatnya, membuat Sasa membulatkan matanya. Sedangkan yang ditatap hanya tersenyum manis. Sasa pun cepat-cepat memutus kontak mata itu.
Gimana Sa?? Dia sampe senyum-senyum gitu liatin kamu. ucap Anggi penasaran
Dia... ucap Sasa
Dia siapa Sa? tanya Anggi semakin penasaran
Dia Fatan masa lalu aku. ucap Sasa
Whattt??? teriak Anggi membuat seisi kelas menoleh padanya
Anggi jangan berisik. tegur dosen
Sasa kemudian berbisik kepada Anggi.
Nggi bisa nggak selow aja, kita tuh jadi malu tauuu. ucap Sasa
Okeoke. ucap Anggi terkekeh
Mereka pun melanjutkan catatannya yang sempat tertunda.
Setelah 2 jam di kelas membuat Anggi dan Sasa bosan. Akhirnya waktu istirahat tiba.
Sa, kantik kuy. ucap Anggi heboh
Ayo, aku juga laper nih. ucap Sasa kemudian menuju kantin
Sasa dan Anggi pun makan dalam diam, namun tiba-tiba Fatan datang ke meja mereka.
Hai Sa, ketemu lagi kita. ucap Fatan tersenyum sambil menatap Sasa
Hem ya. ucap Sasa singkat
Anggi hanya diam memperhatikan keduanya. Beberapa meter dari mejanya ternyata Rafi memperhatikan mereka. Rafi menatap tak suka ke arah Fatan. Rafi pun menuju meja Sasa meninggalkan Andra yang memesan makanan.
Sa, ak.... ucap Fatan terpotong karena kedatangan sesorang yang tak ia kenal.
__ADS_1
Hai Sa. ucap Rafi duduk di samping Sasa sambil menatap Sasa
Hai kak. ucap Sasa senang karena akhirnya ia bisa bebas dari kondisi canggung tadi. Ia bersyukur Rafi menyelamatkannya
Sa, nanti sore kamu sibuk nggak? tanya Rafi tak memperdulikan seseorang di hadapan Sasa
Nggak kak, emang kenapa? tanya Sasa
Temenin aku ke toko buku yah. ajak Rafi
Oke kak. ucap Sasa langsung menerima saja agar Fatan tak mengganggunya
Beberapa meter dari meja mereka, Andra pusing mencari sahabatnya itu siapa lagi kalau bukan Rafi.
Rafi mana sih? ditinggal bentar doang udah ngilang. ucap Andra kesal
Andra pun menatap sekeliling kantin, akhirnya ia melihat Rafi di meja pojok, ia duduk di samping Sasa. Andra tersenyum melihatnya, sepertinya sahabatnya itu sedang di mabuk cinta. Tapi sayangnya Sasa sepertinya tak peka. Andra pun menuju meja tersebut, tetapi Andra merasa ada yang berbeda. Di depan Sasa ada laki-laki yang ganteng tapi lebih ganteng Rafi sih kemana-mana.
Wah parah kamu Fi, aku udah nyariin kamu, nyatanya kamu di sini enak-enakan duduk. kesal Andra
Ye sorry, aku tu lupa kalau tadi kita barengan. ucap Rafi tertawa
Tega benner si Fi, lain kali kalu mau pergi yaa ijin dulu. Supaya orang nggak nyariin kayak orang gila. ucap Andra panjang lebar
Okeoke, sekali lagi sorry. ucap Rafi merasa bersalah
Hai Sa,Nggi. ucap Andra kemudian menatap seseorang di depannya yang tak ia kenal
Fatan yang sadar diri pun kemudian mengenalkan dirinya.
Kenalin aku Fatan, teman Sasa. ucap Fatan
Aku Andra dan di samping Sasa itu Rafi. Oh iya, sejak kapan kenal Sasa? tanya Andra penasaran
Sejak Smp. jawab Fatan bangga
Rafi yang mendengar jawaban Fatan membuatnya merasa takut, Rafi pun berpikir sampai mana kedekatan mereka??
Udah-udah ngobrolnya, makan aja dulu. ucap Sasa menengahi
Anggi hanya diam tidak tau harus menanggapi apa. Di satu sisi ada masa lalu Sasa dan di sisi lain ada seseorang yang menyukai Sasa.
Nggi udah belum? tanya Sasa setelah menyelesaikan makannya
Udah nih, balik kelas yuk. ucap Anggi sadar bahwa sahabatnya itu tak suka berada dalam situasi ini
Ayo, Kak, Fat. Aku dan Anggi duluan yah. pamit Sasa kemudian meninggalkan meja itu
Jangan lupa Sa, nanti sore. ucap Rafi mengingatkan
Oke kak. ucap Sasa kemudian melanjutkan jalannya
Di kantin, Fatan, Rafi, dan Andra masih makan. Setelah makan, Fatan pun penasaran tentang hubungan Rafi dengan Sasa.
Punya hubungan apa dengan sasa. ucap Fatan menatap Rafi dengan nada tak bersahabat
Teman. Emang kenapa? tanya Rafi manaikkan satu alisnya
Cuman teman kan, bagus kalau gitu. ucap Fatan meremehkan
Emang kamu siapa? Kamu kan juga temennya. Kita sama aja dong. ucap Rafi meremehkan
Kamu nggak tau apa-apa. ucap Fatan kemudian meninggalkan Rafi dan Andra
Setelah kepergian Fatan, Rafi jadi semakin penasaran sejauh mana hubungan Fatan dengan Sasa. Pasti bukan sekedar teman.
Fi, nggak usah diladenin. ucap Andra menenangkan
Aku takut Ndra, apa mungkin Sasa memiliki hubungan spesial dengan Fatan di masa lalu. ucap Rafi
Walaupun mereka memiliki hubungan di masa lalu, itukan hanya masa lalu, kamu masa depannya. ucap Andra menyemangati
Semoga aja. ucap Rafi juga meninggalkan Andra
Kenapa semua orang pergi. Andra memang selalu ditinggalkan. Kasian banget. ucap Andra bermonolog kemudian mengejar Rafi
***
Jangan lupa Vote & Comment guys.
__ADS_1
I love you allโคโคโค