Ternyata Kamu

Ternyata Kamu
Mahasiswa Pindahan


__ADS_3

***


Sasa sudah bangun sejak tadi, biasalah ia bangun shalat tahajjud dan melanjutkan tadarrus. Mungkin karena kebiasaan, setelah sholat tahajjud Sasa tidak bisa tidur lagi. Sasa pun berpikir, ia harus apa. Padahal masih beberapa jam lagi matahari menampakkan dirinya. Akhirnya Sasa menuju dapur, ada baiknya ia membuat sarapan untuk keluarganya.


Masak apa yah? ucap Sasa bermonolog


Aku tau, mending aku buat nasi goreng aja. ucap Sasa bermonolog sambil betepuk tangan


Setelah beberapa menit Sasa berkutat di dapur, akhirnya nasi goreng ala chef Sasa jadi juga. Sasa bangga melihat karyanya, semoga saja tampilan sesuai rasanya yah.๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


Setelah Sasa menyimpan masakannya di meja makan, bertepatan dengan adzan subuh, Sasa pun menuju kamarnya untuk menunaikan sholat subuh.


***


Di meja makan ternyata kedua orang tua dan kedua adiknya sudah duduk di sana. Sasa yang baru turun, berharap masakannya di sukai oleh seluruh keluarganya. Aamiinn


Pagi Pa, Ma dan kedua adik tersayangku. ucap Sasa tersenyum kemudian duduk


Pagi sayang. ucap kedua orang tuanya


Pagi kakakku. ucap kedua adiknya melanjutkan makannya


Oh iya Sa, ini kamu yang masak? tanya Mamanya


Iya dong Ma. ucap Sasa bangga


Kedua adiknya yang melihat itu jengah melihat tingkat kakaknya.


Wah tumben banget kamu. ucap Mamanya tak percaya


Ih Mama kok gitu. ucap Sasa kesal


Mama dan Papanya terkekeh melihat tingkah anaknya.


San, Sin kamu ikut kakak? tanya Sasa sambil menatap kedua adiknya


Iya dong kak, soalnya Papa ada kerjaan. ucap Santi


Oke deh, kalau gitu makannya cepet, dari aku dateng tadi kalian udah makan. Sekarang aku udah makan, kalian belum selesai juga. ucap Sasa menggelengkan kepalanya


Santai dong kakak, makan itu juga perlu dihayati, supaya gizinya meresap di tubuh. Kalau makannya kek kakak, makananya itu nggak bermakna. ucap Sinta mendramatis membuat kedua orang tuanya dan Santi menertawakan Sasa


Sedihya jadi Sasa๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…


Kak udah ni. ucap Sinta setelah selesai makan


Yaudah ayo kita berangkat. Ma, Pa kita pamit yaa. ucap Sasa menyalimi kedua tangan orang tuanya diikuti kedua adiknya


Setelah mengantar kedua adiknya, Sasa pun menuju kampusnya. Tapi hari ini keberuntungan tak berpihak padanya, ternyata macet banget. Gini nih tinggal di Jakarta๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ


Jujur lebih enak tinggal di kampung๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


Yang tinggal di kampung mana suaranya???? Nggak pernah macet kan๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„


***


Setelah 30 menit berada dalam kemacetan, akhirnya Sasa pun sampai ke kampus. Setelah memarkirkan mobilnya, Sasa pun melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Setelah melihat jam, Sasa membulatkan matanya. Mampus, udah telat nih. Dosen hari ini kan dosen killer. Nasib- nasib udah jatuh tertimpa tangga pula๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Sasa pun bergegas menuju kelasnya. Setelah sampai di depan kelas, Sasa melihat di sana Sang dosen sudah menjelaskan materi. Adduhhh, mau masuk takut juga. Nggak masuk, ketinggalan materi dong. Serba salah jadinya.


Akhirnya Sasa memutuskan untuk masuk.


toktoktok


Assalamualaikum Pak. ucap Sasa takut


Waalaikumussalam, kamu Sasa? ucap dosen berhenti menjelaskan kemudian menuju tempat dimana Sasa berdiri


I.. ya Pak. ucap Sasa menunduk


Kenapa kamu terlambat? ucap sang dosen menaikkan suaranya


Tadi saya anterin adik saya dulu Pak, terus macet. Jadi saya terlambat deh Pak. Maaf Pak. ucap Sasa memohon


Yaudah, lain kali jangan terlambat, masuk sana. ucap dosen mempersilahkan Sasa masuk


Makasih Pak. ucap Sasa kemudian memasuki kelasnya


Setelah sampai di kursinya, Sasa pun bernapas lega.

__ADS_1


Sa, kok bisa terlambat sih. Nggak biasanya. ucap Anggi penasaran


Biasa, aku anterin Santi dan Sinta dulu. Terus tadi macet banget, jadi gini deh. ucap Sasa menjelaskan


Jangan ngobrol, perhatikan materi, lanjutkan catatannya. teriak dosen memperingati


Anggi dan Sasa pun terkejut mendengar teriakan dosen. Akhirnya mereka melanjutkan mencatat materi yang sudah dituliskan dosen.


Setelah keheningan melanda di kelas ini, akhirnya ada yang mengetuk pintu. Tapi Sasa tak peduli, ia serius mencatat materi.


Assalamualaikum Pak. ucap orang yang mengetuk tadi


Waalaikumussalam, ada apa. ucap dosen


Saya mahasiswa pindahan Pak. ucap orang itu


Owh kamu mahasiswa pindahan itu, silahkan masuk. ucap dosen


Setelah mahasiswa pindahan itu memasuki kelas, dosen pun menyuruhnya memperkenalkan diri.


Halo semua. ucap orang itu


Hai. ucap teman kelasku, hanya Sasa yang tidak menyahut


Perkenalkan nama saya Fatan Nugraha, kalian bisa panggil Fatan. Saya pindahan dari Universitas Nusa Bangsa, apakah ada yang ingin ditanyakan? ucap Fatan mengakhiri


Udah punya pacar? tanya Serly teman kelasku


Belum. jawab Fatan


Mahasiswa Pindahan itu pun dipersilahkan untuk duduk. Tapi Sasa baru ngeh, kok namanya persis dengan nama masa lalunya. Mungkinkah dia???


Sa. tegur Anggi


Sa, itu kok sama namanya. ucap Anggi curiga


Hha apa?? tanya Sasa baru sadar karena dari tadi ia melamun


Itu mahasiswa pindahan, kok namanya sama sih dengan masa lalu kamu. ucap Anggi menatap mahasiswa pindahan itu


Iya, aku juga ngerasa gitu. ucap Sasa penasaran


Saat Sasa melihat mahasiswa pindahan itu dan mahasiswa pindahan itu juga melihatnya, membuat Sasa membulatkan matanya. Sedangkan yang ditatap hanya tersenyum manis. Sasa pun cepat-cepat memutus kontak mata itu.


Gimana Sa?? Dia sampe senyum-senyum gitu liatin kamu. ucap Anggi penasaran


Dia... ucap Sasa


Dia siapa Sa? tanya Anggi semakin penasaran


Dia Fatan masa lalu aku. ucap Sasa


Whattt??? teriak Anggi membuat seisi kelas menoleh padanya


Anggi jangan berisik. tegur dosen


Sasa kemudian berbisik kepada Anggi.


Nggi bisa nggak selow aja, kita tuh jadi malu tauuu. ucap Sasa


Okeoke. ucap Anggi terkekeh


Mereka pun melanjutkan catatannya yang sempat tertunda.


Setelah 2 jam di kelas membuat Anggi dan Sasa bosan. Akhirnya waktu istirahat tiba.


Sa, kantik kuy. ucap Anggi heboh


Ayo, aku juga laper nih. ucap Sasa kemudian menuju kantin


Sasa dan Anggi pun makan dalam diam, namun tiba-tiba Fatan datang ke meja mereka.


Hai Sa, ketemu lagi kita. ucap Fatan tersenyum sambil menatap Sasa


Hem ya. ucap Sasa singkat


Anggi hanya diam memperhatikan keduanya. Beberapa meter dari mejanya ternyata Rafi memperhatikan mereka. Rafi menatap tak suka ke arah Fatan. Rafi pun menuju meja Sasa meninggalkan Andra yang memesan makanan.


Sa, ak.... ucap Fatan terpotong karena kedatangan sesorang yang tak ia kenal.

__ADS_1


Hai Sa. ucap Rafi duduk di samping Sasa sambil menatap Sasa


Hai kak. ucap Sasa senang karena akhirnya ia bisa bebas dari kondisi canggung tadi. Ia bersyukur Rafi menyelamatkannya


Sa, nanti sore kamu sibuk nggak? tanya Rafi tak memperdulikan seseorang di hadapan Sasa


Nggak kak, emang kenapa? tanya Sasa


Temenin aku ke toko buku yah. ajak Rafi


Oke kak. ucap Sasa langsung menerima saja agar Fatan tak mengganggunya


Beberapa meter dari meja mereka, Andra pusing mencari sahabatnya itu siapa lagi kalau bukan Rafi.


Rafi mana sih? ditinggal bentar doang udah ngilang. ucap Andra kesal


Andra pun menatap sekeliling kantin, akhirnya ia melihat Rafi di meja pojok, ia duduk di samping Sasa. Andra tersenyum melihatnya, sepertinya sahabatnya itu sedang di mabuk cinta. Tapi sayangnya Sasa sepertinya tak peka. Andra pun menuju meja tersebut, tetapi Andra merasa ada yang berbeda. Di depan Sasa ada laki-laki yang ganteng tapi lebih ganteng Rafi sih kemana-mana.


Wah parah kamu Fi, aku udah nyariin kamu, nyatanya kamu di sini enak-enakan duduk. kesal Andra


Ye sorry, aku tu lupa kalau tadi kita barengan. ucap Rafi tertawa


Tega benner si Fi, lain kali kalu mau pergi yaa ijin dulu. Supaya orang nggak nyariin kayak orang gila. ucap Andra panjang lebar


Okeoke, sekali lagi sorry. ucap Rafi merasa bersalah


Hai Sa,Nggi. ucap Andra kemudian menatap seseorang di depannya yang tak ia kenal


Fatan yang sadar diri pun kemudian mengenalkan dirinya.


Kenalin aku Fatan, teman Sasa. ucap Fatan


Aku Andra dan di samping Sasa itu Rafi. Oh iya, sejak kapan kenal Sasa? tanya Andra penasaran


Sejak Smp. jawab Fatan bangga


Rafi yang mendengar jawaban Fatan membuatnya merasa takut, Rafi pun berpikir sampai mana kedekatan mereka??


Udah-udah ngobrolnya, makan aja dulu. ucap Sasa menengahi


Anggi hanya diam tidak tau harus menanggapi apa. Di satu sisi ada masa lalu Sasa dan di sisi lain ada seseorang yang menyukai Sasa.


Nggi udah belum? tanya Sasa setelah menyelesaikan makannya


Udah nih, balik kelas yuk. ucap Anggi sadar bahwa sahabatnya itu tak suka berada dalam situasi ini


Ayo, Kak, Fat. Aku dan Anggi duluan yah. pamit Sasa kemudian meninggalkan meja itu


Jangan lupa Sa, nanti sore. ucap Rafi mengingatkan


Oke kak. ucap Sasa kemudian melanjutkan jalannya


Di kantin, Fatan, Rafi, dan Andra masih makan. Setelah makan, Fatan pun penasaran tentang hubungan Rafi dengan Sasa.


Punya hubungan apa dengan sasa. ucap Fatan menatap Rafi dengan nada tak bersahabat


Teman. Emang kenapa? tanya Rafi manaikkan satu alisnya


Cuman teman kan, bagus kalau gitu. ucap Fatan meremehkan


Emang kamu siapa? Kamu kan juga temennya. Kita sama aja dong. ucap Rafi meremehkan


Kamu nggak tau apa-apa. ucap Fatan kemudian meninggalkan Rafi dan Andra


Setelah kepergian Fatan, Rafi jadi semakin penasaran sejauh mana hubungan Fatan dengan Sasa. Pasti bukan sekedar teman.


Fi, nggak usah diladenin. ucap Andra menenangkan


Aku takut Ndra, apa mungkin Sasa memiliki hubungan spesial dengan Fatan di masa lalu. ucap Rafi


Walaupun mereka memiliki hubungan di masa lalu, itukan hanya masa lalu, kamu masa depannya. ucap Andra menyemangati


Semoga aja. ucap Rafi juga meninggalkan Andra


Kenapa semua orang pergi. Andra memang selalu ditinggalkan. Kasian banget. ucap Andra bermonolog kemudian mengejar Rafi


***


Jangan lupa Vote & Comment guys.

__ADS_1


I love you allโคโคโค


__ADS_2