
***
1 bulan berlalu
Tak terasa 4 tahun berlalu bagi Rafi hari ini adalah hari yang dinanti-nantikannya. Kalian tahu apa?? ya hari ini adalah hari wisudanya.
Rafi sudah memakai pakaian wisuda beserta toganya menambah ketampanan sosok Rafi. Di aula kedua orang tua Rafi sudah datang beserta orang tua Sasa, tapi Sasa kemana?? bukankah ia tahu bahwa Rafi hari ini wisuda.
Acara wisuda masih tinggal 10 menit, Rafi memutuskan untuk menuju tempat orang tuanya. Senyum tak luput dari wajahnya membuat banyak orang terpesona, namun Rafi tak terlalu memperdulikan itu semua pasalnya ia sudah sering mengalami hal ini.
Ma, Pa udah dari tadi?? tanya Rafi
Nggak kok, kami baru datang mungkin 15 menit yang lalu. ucap Papanya
Rafi hanya menganggukkan kepalanya kemudian mengalihkan pandangannya pada kedua orang tua Sasa, " Om, tan. Sasa mana??" tanya Rafi
Nggak tau juga Fi mungkin Sasa terlambat, nggak mungkin dia lupa soalnya yang ingetin om dan tante itu Sasa. ucap Mama Sasa tersenyum, membuat wajahnya terlihat cantik meski sudah berumur
Rafi hanya menganggukkan kepalanya, " kalau gitu Rafi pamit dulu, sepertinya udah mau mulai". ucap Rafi menyalimi tangan kedua tangan orang tuanya dan kedua orang tua Sasa
Beberapa menit berlalu, akhirnya semua lulusan diharapkan menyampaikan kesan dan pesannya. Dan tak terasa giliran Rafi untuk menyampaikan. Rafi pun bergerak menaiki podium. Karena pada dasarnya Rafi sudah terbiasa tampil di hadapan umum membuatnya terlihat biasa saja tanpa kegugupan yang tercetak di wajahnya.
Ehhemehhem. Rafi berdehem mengecek suara
Assalamualaikum warohmatullah wabarokatuh, sebelumnya terima kasih atas kesempatan yang diberikan. Untuk mempersingkat waktu langsung saja, saya atas nama Rafi Dirgantara Putra ingin menyampaikan kesan dan pesan saya. Selama kuliah disini jujur banyak rintangan yang saya hadapi yang terkadang membuat saya putus asa tapi keluarga saya, Papa dan Mama saya selalu mensuport saya. Terima kasih Pa, Ma kalian selalu menguatkan Rafi, Papa tak kenal lelah untuk menafkahi keluarga kita dan Mama juga tak kenal lelah selalu membimbing Rafi jadi anak yang lebih baik. Intinya kalian sangat Rafi sayangi. Dan ada satu orang yang akhir-akhir mengisi hari-hari saya yaitu Sasa Reinata Putri, dia sekaligus sahabat kecil saya. Terima kasih sudah hadir dalam hidupku. Dosen-dosen, Rafi ucapkan terima kasih karena sudah bersedia membimbing Rafi, kalian tak kenal lelah mengajar Rafi, kalian tak pernah menyerah dengan tingkah Rafi. Terima kasih atas semuanya Pak Bu, Rafi akan selalu mengingat jasa-jasa kalian. Tak lupa teman-teman yang selalu menemani dalam suka dan duka, terutama Sahabat dari kecil saya juga yaitu Andra Prasetya, thanks Bro selalu setia menemaniku selama ini. Semoga kita bisa sukses bersama. Terakhir, semoga kampus ini bisa lebih berjaya di masa depan dan mampu menciptakan lulusan-lulusan terbaik. Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan, lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, sekian wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh. ucap Rafi mengakhiri, tepukan gemuruh memenuhi aula itu. Rafi hanya tersenyum menanggapi dan turun dari podium
Sasa yang mendengar namanya disebut oleh Rafi membuatnya tersenyum bahagia, pasalnya Rafi memperkenalkan dirinya kepada semua orang. Sasa bahagia mendapatkan seseorang yang begitu mencintainya.
Kedua orang tua Sasa mengalihkan tatapannya menuju anaknya, Sasa yang tak sadar masih senyum-senyum menatap sosok Rafi.
Ekhheemm, senyum mulu neng. Jangan natap segitunya juga, Rafinya nggak akan hilang. ucap Mamanya membuat dirinya salah tingkah
Sa, jangan terlalu cinta. Nanti ujung-ujungnya sakit. ucap Papanya mengingatkan
Ihh Papa jangan ngomong gitu dong, Papa sama aja doain. ucap Sasa cemberut
Papanya dan Mamanya hanya terkekeh sedangkan Kedua orang tua Rafi baru sadar bahwa Sasa sedang mengobrol dengan orang tuanya
Sasa sayang kamu kenapa?? tanya Mama Rafi penasaran dengan perubahan raut wajah Sasa
Papa nyebelin tan. ucap Sasa memeluk lengan Mama Rafi, membuat Mama Rafi mengusap kepala Sasa
Sedangkan Papa Rafi ikut tersenyum melihat kedekatan istrinya dengan Sasa pasalnya selama ini istrinya memang sangat ingin mempunyai anak perempuan. Namun, saat Rafi dilahirkan terjadi pendarahan hebat membuat rahim istrinya harus diangkat.
Setelah Rafi mendapatkan ijazahnya beserta piagam penghargaan sebagai mahasiswa teladan, ia kemudian menuju keluarganya. Rafi langsung memeluk kedua orang tuanya.
__ADS_1
Papa sangat bangga padamu nak, selamat son. ucap Papanya
Mama juga sangat bangga memiliki anak seperti kamu. ucap Mamanya tersenyum
Setelah memeluk kedua orang tuanya, Rafi kemudian beralih memeluk kedua orang tua Sasa. Bagaimana pun juga Rafi sudah menganggap orang tua Sasa sebagai orang tuanya sendiri.
Selamat yah, om berharap kamu bisa menggunakan ilmu-ilmu yang kamu dapatkan selama ini dengan sebaik-baiknya. ucap Papa Sasa menepuk-nepuk pundak Rafi
Tante bangga sama kamu, kamu memang mantu idaman tante deh. ucap Mama Sasa, membuat kedua orang tua Rafi, Papa Sasa terkekeh beda halnya dengan Sasa yang sepertinya salah tingkah.
Rafi kemudian menuju Sasa sambil tersenyum, disana Sasa terlihat sangat cantik. Sasa tak lupa membawakan Rafi bunga sebagai ucapan selamat atas kelulusannya.
Saat Rafi sudah sampai dihadapannya, Sasa langsung memberikan bunga yang dibawanya tadi.
Selamat yah kak Dirga, Reina berdoa semoga kak Dirga sukses selalu. ucap Sasa dengan senyum yang tak lepas dari wajahnya
Rafi kemudian menerima bunga itu, " makasih Reina". ucap Rafi singkat dan ingin memeluk Reina tapi suara kedua orang tuanya dan suara kedua orang tua Sasa mengagetkannya.
Heehhhh, belum mahram. Nggak boleh. ucap mereka serentak, Rafi pun berhenti dari gerakannya membuat Sasa tersenyum canggung
Yah sekali-kali napa sih. ucap Rafi tak terima
Nggak ada kata sekali-kali, nanti berkali-kali. ucap Mamanya memutuskan
Nikah itu nggak gampang, kerja dulu baru nikah. ucap Papanya
Sepertinya orang tuanya memang memiliki dendam pribadi terhadapnya pasalnya mereka tak bisa melihat anaknya bahagia sebentar saja😂😂😂
Kamu mau nikahin anak om?? om sih setuju-setuju aja tapi itu kalau kamu sudah kerja, kalau sekarang kamu mau kasi makan apa anak om. ucap Papa Sasa terkekeh
Iya tuh, tante nggak mau yah, punya mantu pengangguran. ucap Mama Sasa tertawa
Ihh, kok kalian pada gituin kak Dirga sih, Sasa yakin kok kak Dirga bakalan sukses. Iya nggak kak? ucap Sasa kesal kemudian menggenggam tangan Rafi
Hem, kamu doain aku aja. Aku buktiin ke Mama Papa dan Om Tante bahwa aku bakalan sukses. ucap Rafi semangat
Kalau udah cinta mah, uhhh dibelain mulu. ejek Mama Sasa
Karena jengah dengan tingkah Mamanya, Sasa pun menarik Dirga untuk keluar dari aula karena memang acara sudah selesai. Takutnya jika ia masih berada di dalam, mereka akan menjadi tontonan.
Kedua orang tua Rafi dan kedua orang tua Sasa yang melihat kepergian anak-anaknya segera menyusul keluar.
Jeng aku ama suami pulang dulu yah, masih banyak kerjaan soalnya. ucap Mama Sasa
Oiyya Jeng nggak papa, lain kali kita buat acara bersama yah. ucap Mama Rafi
__ADS_1
Oke deh. ucap Mama Sasa kemudian menuju mobil bersama suaminya
Mama Rafi pun begitu menuju mobil bersama suaminya, sedangkan Sasa ikut di mobil Rafi.
Rafi tak langsung pulang, ia mengajak Sasa menuju taman dulu. Sesampainya mereka di taman, tautan tangan kedua tak pernah lepas. Di taman cukup ramai, kebanyakan anak-anak sih. Keduanya pun menuju bangku taman.
Nggak kerasa yah, 1 tahun kebersamaan kita. ucap Sasa menatap lurus kedepan
Hem, semoga hubungan kita kedepan tetap baik. Walaupun aku udah kerja nanti, kita harus tetap sering komunikasi, okey?? ucap Rafi menatap wajah Sasa dari samping
Okey kak. ucap Sasa mengalihkan tatapannya kepada Rafi sambil tersenyum manis
Cukup lama mereka saling memandang dalam diam, namun kontak mata itu diputuskan oleh Sasa karena jantungnya sepertinya tak baik- baik saja.
Kak aku pengen deh, makan es krim. rengek Sasa melihat penjual es krim di sudut taman
Yaudah, aku beliin dulu. Kamu tunggu disini, jangan kemana-mana. ucap Rafi mengingatkan
Oke Boss. ucap Sasa mengangkat tangannya seperti orang hormat
Tak beberapa lama, Rafi pun sudah kembali membawa es krim rasa coklat, 1 untuk Sasa dan 1 untuk Rafi.
Sasa pun mulai memakan dengan tak sabaran karena salah satu makanan favoritnya adalah es krim sampai-sampai ada sisa-sisa es krim yang tertinggal di sudut bibirnya, Rafi yang melihat itu tak bisa menahan tawanya.
Hahahhahaha. tawa Rafi menatap Sasa
Kakak kenapa sih?? tanya Sasa penasaran, apa yang membuat Rafi sampai tetawa tapi menatap dirinya
Itu kamu makan terlalu semangat sih, sampai-sampai itu ada sisa es krim di bibir kamu. ucap Rafi merwda tawanya
Sasa pun mulai melap bibirnya dengan telunjuknya tapi tak ada yang menempel pada telunjuknya itu, tingkah Sasa membuat Rafi gregetan jadinya ia yang melap sudut bibir Sasa denga ibu jarinya membuat Sasa tegang seketika atas perlakuan Rafi.
Untuk mengubah suasana agar tidak awkward lagi, Rafi pun mengangkat bicara. " Udah sore nih, pulang yuk"
Yaudah kak, takutnya Mama nyariin, akukan anak rumahan. ucap Sasa terkekeh
Keduanya pun bergerak untuk pulang.
***
Bagaimana menurut kalian part ini???
Aku nggak tau mau angkat cerita kek gimana lagi, yaudah gitu aja. Semoga ada yang suka.
Jangan lupa vote & comment
__ADS_1