
Halo. ucap Fatan
Iya, ada apa Fatan? tanya Sasa
Aku pengen ngomong sesuatu. ucap Fatan
Ngomong aja kali. ucap Sasa sambil tertawa
Begini... tapi jangan marah yah. ucap Fatan
Tergantung. ucap Sasa bermaksud mengerjai
Aii, nggak usah deh kalau gitu. ucap Fatan tidak jadi menyampaikan sesuatu yang membuatku penasaran saja
Yaudah, aku nggak akan marah. ucap Sasa mengalah
Sebenarnya aku udah jadian sama Sahabat kamu. ucap Fatan membuat Sasa terkejut, tapi Sasa masih mampu menyembunyikan keterkejutannya itu
Oh yah, selamat yah. ucap Sasa sok bahagia padahal dalam hati mah nyesek banget
Heheheh, jangan marahin sahabat kamu yaa. ucap Fatan memperingati
Siap, dia kan nggak ada salah. Mana mungkin aku marah. ucap Sasa sebiasa mungkin
Oke deh. ucap Fatan
Aku pun mengembalikan ponsel Wulan, Wulan melanjutkan pembicaraan mereka. Aku tidak peduli apa yang mereka omongin. Aku masih nggak nyangka aja, secepat itu mereka jadian. Tapi yaudah lah.
Setelah beberapa menit Wulan dan Fatan telponan akhirnya selesai juga. Untuk menutupi sakit hatiku, aku pun berpura-pura mengejek sahabatku itu.
Cieeee, ternyata kamu jadian sama Fatan. ejek Sasa
Ih apaan si Sa. Jangan ejek dong, aku kan malu. ucap Wulan menutup wajahnya
Ya deh, btw kalian udah jadian sejak kapan? tanya Sasa penasaran
Sejak seminggu yang lalu. ucap Wulan malu-malu
Udah lama ternyata, kok bisa aku nggak ngeh selama ini. ucap Sasa cemberut
Aku terlalu pandai menyembunyikan. ucap Wulan tertawa
Yeh, yang udah punya pacar mah beda. Aku mah apa atuh yang jomblo. ucap Sasa menunjukkan wajah sedih
Mulai deh, drama queen. Aku ingat banget saat dia nembak aku. ucap Wulan
Oh ya?? Gimana? ucap Sasa
Saat itukan aku lagi gabut banget, tiba-tiba dia nelfon terus aku angkat. Kami mengobrol seperti biasanya tapi tiba-tiba ia bilang 'Lan, kamu mau nggak jadi pacar aku?' awalnya aku kira aku salah dengar kemudian aku bertanya apa?? ia mengulang perkataannya ' Lan, kamu mau nggak jadi pacar aku?' aku terkejut banget saat itu. Dia bilang lagi bagaimna Lan? aku jawab aja iya. Aku baper banget tau Sa. ucap Wulan antusias
Waw. ucap Sasa singkat menahan rasa sakit hatinya
Kamu kenapa Sa? tanya Wulan
Nggak papa. Aku sepertinya harus pulang, bye. ucap Sasa kemudian meninggalkan rumah Wulan
Sasa kenapa sih, nggak biasanya dia kek gini. Perasaan aku aja kali, yaudahlah. ucap Wulan bermonolog
Hari berlalu hingga sudah berbulan-bulan hubungan Wulan dan Fatan, persahabatan Sasa dan Fatan masih baik-baik saja. Namun, akhir-akhir ini Sasa jarang chat, sms, dan telfonan dengan Fatan karena mereka memiliki kesibukan masing-masing.
Tak terasa 1 bulan berlalu Sasa dan Fatan disibukkan dengan sekolah masing-masing. Mereka kembali seperti biasanya.
P
P
P
P
P
Fatan
Kenapa???
Sasa
Lagi apa?
Fatan
Belajar.
Sasa
Yah, kamu sibukš
Fatan
Nggak kok, cuman ngerjain tugas terus udah mau selesai kok.
Sasa
Yaudah selesain dulu aja, kalau udah tanya aku.
Fatan
Oke
Sasa
Udah nih.
Sasa
Aku mau bertanya boleh??
Fatan
Nanya aja kali, nggak usah ijin.
Sasa
Sahabat kamu itu ultah kapan?
Fatan
Kenapa nggak tanya langsung sama orangnya?
Sasa
Aku kan mau kasi surprise, kalau aku tanya sama dia. Nanti nggak jadi surprise dong.
Fatan
__ADS_1
Oh, 24 April 2001
Sasa
Oke thanks
Fatan
2 Bulan kemudian, saat ini bulan April yang berarti ulang tahun Wulan sebentar lagi.
P
P
P
Fatan
Ya?
Sasa
Sahabat kamu itu suka barang apa??
Fatan
Dulu sih, dia pengen banget beli sepatu Fila, pernah juga pengen beli gitar.
Sasa
Sepatu Fila yang Asli harga 500an ribu keknya. Kalau gitar kebesaran.
Fatan
Terserah kamu ajalah.
Sasa
Nanti aku pikir-pikir lagi deh.
Fatan
Oke.
Sasa
Sa, jangan sampai Wulan tau yah.
Fatan
Ye.
Sasa
Satu minggu kemudian, Sasa bertemu dengan Wulan. Wulan memang satu sekolah dengan Sasa yaitu di Sman 1 Jakarta, tetapi mereka beda kelas. Jadi mereka jarang bertemu.
Sa, tugas tabel periodikmu udah selesai? tanya Wulan
Udah, sudah diperiksa juga. ucap Sasa tetap berjalan
Aku liat dong. bujuk Wulan
Yaudah kamu ke rumah aja nanti. ucap Sasa
Oke. ucap Wulan kemudian menuju parkiran
Assalamualaikum. ucap Sasa memasuki rumahnya
Waalaikumussalam. ucap Mamanya
Santi dan Sinta udah pulang Ma? tanya Sasa sambil membuka sepatunya
Udah dari tadi, mungkin mereka lagi tidur. ucap Mamanya
Yaudah Ma aku ke kamar dulu. pamit Sasa
Jangan lupa makan, Mama udah masakin makanan kesukaan kamu. ucap Mamanya kemudian menuju taman belakang rumah
Oke deh Mama. ucap Sasa kemudian berlari menuju kamar
Setelah ganti pakaian dan menyimpan tasnya pada tempatnya, Sasa segera menuju meja makan. Ia sangat lapar, setelah seharian di sekolah.
Setelah beberapa menit, Sasa pun selesai makan. Sasa berniat pergi tidur. Namun, baru selangkah sudah ada yang memencet bel.
Adduhhh, siapa sih. ucap Sasa kesal sambil menghentakkan kakinya menuju pintu
Sasa pun membuka pintu rumahnya, disana Wulan tersenyum membuat Sasa mendelikkan matanya.
Kamu tuh datang di waktu yang tidak tepat. ucap Sasa kemudian masuk
Mana aku tau Sa, aku boleh masuk nggak?? teriak Wulan
Masuk aja, tungguin di ruang tamu. ucap Sasa kemudian berlalu menuju kamarnya
Setelah beberapa menit, akhirnya Sasa datang juga
Lama banget si Sa. kesal Wulan
Terserah aku dong, siapa suruh datang di waktu yang tidak tepat. ucap Sasa mengerjai sahabatnya itu
Yaudah aku minta maaf. ucap Wulan sedih
Hahahahaha, lucu banget si kamu. ucap Sasa terbahak-bahak
Ih Sasa kamu ngerjain aku. kesal Wulan karena ia kira tadi Sasa benar-benar marah tapi nyatanya ia malah dikerjai
Sorry-sorry, ini tabel periodiknya. ucap Sasa kemudian memberikan tabel periodiknya yang telah diperiksa
Oke, aku pulang dulu yah. ucap Wulan kemudian hendak pergi namun Sasa menahannya
Kok cepet banget. ucap Sasa
Aku sebenarnya pengen lebih lama di sini tapi mau bagaimana lagi, aku harus mengerjakan tabel ini. Besok harus di kumpul. ucap Wulan menatap tabel periodik itu
Oh yaudah hati-hati. ucap Sasa tersenyum
Setelah kepergian Wulan, Sasa pun menuju kamarnya untuk melanjutkan tidurnya yang tertunda tadi.
Akhirnya bisa tidur juga, selamat datang kasurku. teriak Sasa bahagia bagai di surga saja.
drtdrtdrtdrt
Baru beberapa menit Sasa tidur, ponselnya berbunyi. Lenyaplah harapannya untuk tidur nyenyak hari ini. Sasa pun mengangkat ponselnya, ternyata yang menelpon adalah Fatan. Tadi Wulan, sekarang Fatan. Memang pasangan pengganggu.
Halo. ucap Sasa serak seperti orang baru bangun tidur
__ADS_1
Kamu habis tidur Sa? tanya Fatan
Hem. Ada apa? tanya Sasa kesal
Jangan kesal gitu dong, maaf yah aku udah bangunin kamu. Tapi tolong aktif di Wa, ada yang harus kamu lihat. ucap Fatan panjang lebar
Emang apa, aku tuh masih ngantuk. ucap Sasa menutup matanya
Please Sa, ini tentang kado yang mau aku kasih ke sahabat kamu. ucap Fatan memohon
Yaudah. Aku matiin ya. ucap Sasa menutup telponnya
Sasa pun membuka aplikasi Wanya dan menyalakan data selulernya. Banyak sekali chat dari Fatan, kadang Sasa pikir. Ini orang nggak punya kerjaan lain apa. Ganggu orang mulu.
P
P
P
Sa
Sa
Sa
Sasa
Sasa
Aktif dong
Kok belum aktif sih??
Kamu lagi ngapain sih??
Sa, aku butuh bantuanmu
Sa, aku jadi milih jam aja. Supaya kotaknya nggak terlalu besar.
Sa, pembungkusnya cocok warna apa?
Sa bentuk kotaknya bagusnya kek gimana?
Saa
Dimana dirimu???
Fatan
Ngespam bangš
Warna navy aja, Wulan paling suka warna navy.
Bentuk kubus aja, bagus itu.
Sasa
Oke thanks sarannya.
Fatan
Sasa hanya read saja chat itu, mengingat dadanya sesak setiap Fatan bertanya ini itu untuk membuat Wulan merasa spesial.
Hati, hati mengapa kamu harus menyukai seseorang yang tak menyukaimu?? Sasa melamun
Ulang tahun Wulan sudah berlalu, ternyata Fatan memberikannya langsung kepada Wulan. Wulang sendiri yang menceritakan semuanya, bagaimana romantisnya seorang Fatan.
Setelah kejadian itu, Sasa bertekad untuk fokus dengan sekolahnya. Ia akan memutuskan hubungannya dengan Fatan, karena jika tidak begitu. Sasa sangat akan sulit menghapus perasaannya.
Saat ini sudah pukul 8 malam, rasanya sangat gabut, tugas udah selesai. Nggak ada yang ngechat, Santi dan Sinta lagi Persami, Mama dan Papanya belum pulang. Jadinya Sasa sendiri deh.
drtdrtdrtdrt
Siapa sih yang nelfon? ucap Sasa malas
Setelah melihat siapa nama penelpon, Sasa jadi berpikir mungkin malam ini adalah malam yang tepat untuk mengakhiri segalanya.
Halo. ucap Fatan
Iya. ucap Sasa singkat
Kok lama banget sih ngangkatnya?? tanya Fatan
Lagi sibuk. ucap Sasa santai
Yah padahal aku mau curhat. ucap Fatan sedih
Mau curhat apa? curhat aja kali. ucap Sasa kesal
Sahabat kamu tuh lagi marah sama aku. ucap Fatan
Oh. ucap Sasa singkat
Kamu kenapa si Sa, nggak biasanya kek gini. ucap Fatan bingung dengan sikap sahabatnya itu
Nggak papa. Kalau mau curhat, curhat aja cepet. kesal Sasa
Nggak jadi deh kayaknya kamu ada masalah. ucap Fatan kesal juga
Yaudah, itu terserah kamu. Aku mohon mulai sekarang nggak usah hubungin aku lagi. ucap Sasa akhirnya mengucapkan sesuatu yang sangat ingin diucapkannya
Ih ituuu pasti ada masalah, kenapa tiba-tiba gini? tanya Fatan tak terima dengan sikap Sasa
Aku ingin berubah. Yaudah kalau gitu Assalamualaikum. ucap Sasa cepat langsung menutup telponnya tanpa manunggu jawaban Fatan
Mulai saat itu Sasa tidak pernah berkomunikasi lagi dengan Fatan.
Setelah 1 bulan berlalu, Sasa setidaknya sudah lebih baik. Sasa mengunjungi rumah Wulan.
Sa, kamu ada masalah yah sama Fatan?? tanya Wulan
Nggak. ucap Sasa
Cerita aja Sasa. bujuk Wulan
Bukan masalah besar, aku hanya meminta agar dia tidak menghubungiku lagi. Soalnya aku mau fokus dengan pendidikanku. ucap Sasa sambil tersenyum seperti tak ada masalah
Fatan bilang dia kecewa banget sama kamu. ucap Wulan
Biarin aja. Nggak usah omongin dia yah. ucap Sasa malas membahas Fatan. Karena jujur sampai saat ini Sasa masih memiliki rasa untuk Fatan meski sudah tak seperti dulu.
2 minggu dari pembahasan Wulan tentang Fatan, Wulan ternyata putus dengan Fatan. Sasa pun tak tau sebabnya. Mulai saat itu baik Sasa maupun Wulan fokus dengan pendidikannya. Sasa tak pernah lagi mendengar kabar tentang Fatan, bagaikan Fatan di telan Bumi.
Sedih yah readers membayangkan perasaan Sasa. Semoga Sasa bisa mendapatkan yang lebih baik.
__ADS_1
Jangan lupa Vote & Commentā¤ā¤ā¤