
***
Assalamualaikum, Rafi yang ganteng ini udah pulang. teriak Rafi memasuki rumahnya
Waalaikumussalam, nggak usah teriak-teriak gitu, mama nggak budek. teriak mamanya dari dapur
Rafi hanya terkekeh mendengar teriakan mamanya, ia pun menuju dimana mamanya berada.
Rafi melihat mamanya sedang memasak, "Mama mau masak apa?" ucap Rafi sambil memperhatikan mamanya
Nggak usah nanya, nanti kamu tau sendiri, mending kamu ganti baju dulu sana. Dari kampus kok bukannya langsung ganti baju, ini malah ke dapur. Niatnya apa?? Mau gangguin mama?? ucap Mamanya sambil mendelikkan matanya
Mama selow dong, Rafi kan cuman nanya. Yaudah Rafi ke kamar dulu. ucap Rafi tak lupa mencium pipi mamanya kemudian berlari menuju kamarnya
Mamanya yang melihat tingkahnya hanya menggelengkan kepala.
***
Rafi ayo turun makan malam dulu. ucap Mama Rafi mengetuk pintu
Iya ma, mama duluan aja. teriak Rafi dari dalam kamarnya
Mama Rafi pun menuju meja makan, disana sudah ada sang suami yang sudah duduk manis🤣🤣🤣
Papa Rafi yang menyadari kedatangan istrinya pun memutar tubuhnya menatap sang istri.
Ma, Rafi mana? tanya Papa Rafi
Masih di kamar Pa, katanya dia akan nyusul. ucap Mama Rafi menuju kursi di samping suaminya
Papa Rafi hanya menganggukkan kepalanya kemudian mulai memakan makannya yang sudah disiapkan mama Rafi.
Selang beberapa menit, Rafi pun datang dengan wajah berseri-serinya membuat kedua orang tuanya menatap bingung.
Kamu kenapa? tanya Papanya
Bahagia aja Pa. ucap Rafi tersenyum manis
Bahagia kenapa? Kepo mamanya
Soalnya aku bisa ketemu lagi sama Reina. ucap Rafi mulai makan
Jawaban Rafi membuat kedua orang tuanya membulatkan matanya, pasalnya nama itu sudah lama sekali tak pernah disebut oleh Rafi.
Hha Re...ina? tanya Mamanya
Iya Ma. jawab Rafi santai tak menyadari keterkejutan kedua orang tuanya
Reina siapa? tanya Papanya takutnya pikirannya salah
Masa Papa lupa sih, Sasa Reinata Putri Pa. ucap Rafi terkekeh
Ketemu dimana? kepo Mamanya
Di kampus. jawab Rafi menyelesaikan makannya
Nggak nyangka yah, kalian akan ketemu lagi. Terus Sasa gimana? tanya Papanya
Nggak gimana-gimana. jawab Rafi menatap kedua orang tuanya
Kok gitu, bukannya kamu suka sama Sasa yah, jangan sampai kamu sakitin dia yah. Meski Mama dan Papa belum pernah bertemu tapi kami yakin dia anak yang baik. jelas Mamanya memperingatkan
Iya Ma, Rafi nggak akan nyakitin siapa-siapa, Reina dan Sasa itu adalah orang yang sama. ucap Rafi terkekeh
Hha kok bisa? Mamanya terkejut
Bisa lah, Sasa itu sempat kecelakaan waktu SMP sampai amnesia dan sekarang dia sudah ingat semuanya. ucap Rafi tersenyum
Kedua orang tuanya menganggukkan kepala sebagai tanda mengerti.
Yaudah gimana kalau kamu anterin Mama dan Papa ke rumah sakit yah untuk jenguk Reina. ucap Mamanya antusias
Iya kamu harus anterin Papa dan Mama, kapan lagi kita bisa ketemu Reina bareng-bareng gini. Ini juga belum terlalu malam juga kan. ucap Papanya menatap anaknya
Iya Rafi anterin tapi kerumahnya aja langsung soalnya Reina udah pulang dari rumah sakit. ucap Rafi
Loh cepet banget baliknya, emang udah pulih banget Reinanya? tanya Mamanya
Udah Ma. jawab Rafi
Mereka pun menuju kamar masing-masing untuk bersiap-siap untuk pergi ke rumah Sasa.
__ADS_1
Beberapa menit berlalu Rafi dan kedua orang tuanya akhirnya sampai di kediaman keluarga Brawijaya.
Assalamualaikum. ucap Papa Rafi mengetuk pintu
Tak lama kemudian pintu pun terbuka menampakkan sosok Sasa.
Waalaikumussalam, cari siapa om? tanya Sasa merasa kenal dengan orang di depannya tapi siapa?? Sasa belum menyadari kehadiran Rafi yang berdiri di belakang Papanya
Papa kamu ada? tanya Papa Rafi tersenyum ramah
Owh ada om, silahkan masuk. ucap Sasa ramah
Papa Rafi dan Mama Rafi pun masuk ke rumah, tinggal sosok laki-laki yang membelakangi Sasa. Melihat punggung sosok itu, Sasa langsung tau siapa sosok itu. Sasa pun langsung bergerak menuju sosok itu dengan tak lupa menepuk pundak sosok itu, namun Sasa masih bingung mengapa Rafi bisa ke rumahnya bersama dua orang yang seperti seumuran kedua orang tuanya.
Kak Dirga. ucap Sasa bahagia
Hey Reina. ucap Rafi berbalik menatap Sasa
Kakak kok bisa kesini nggak ngabarin lagi. ucap Sasa cemberut
Sorry yah, soalnya ini Mama dan Papa aku tiba-tiba mau ketemu kamu dan keluarga. ucap Rafi mengusap kepala Sasa
Loh?? Kok?? Jadi orang tadi kedua orang tua kamu?? Pantas tadi aku merasa kenal tapi lupa. ucap Sasa menepuk dahinya
Yaudah kita masuk yuk. ajak Rafi menggenggam tangan Sasa
Namun, ditengah jalan ternyata kedua orang tua Rafi masih berdiri disana membuat Sasa salah tingkah, ini gara-gara melihat Rafi jadi lupa deh untuk anterin keduanya bertemu kedua orang tuanya.
Mama Papa ngapain disini?? tanya Rafi terkekeh
Gimana mau masuk, orang yang punya rumah aja belum masuk. ucap Papa Rafi terkekeh
Sasa pun menyengir, " maaf Om Tan, Sasa sampai lupa nganterin masuk.
Iya nggak papa. ucap Mama Rafi tersenyum manis kepada Sasa
Yaudah Om Tan silahkan duduk dulu, saya panggil Papa dan Mama saya dulu. ucap Sasa kemudian menuju lantai atas
Kedua orang tua Rafi pun duduk diikuti Rafi.
Reina sekarang tambah cantik aja yah Pa. ucap Mama Rafi membuka suara
Iya Mah, cocoklah jadi mantu kita. ucap Papa Rafi terkekeh
Beneran Ma? tanya Rafi
Beneran lah, semoga aja Reina mau yah sama kamu. ejek Mamanya
Pasti mau lah. kesal Rafi
Disisi lain, Sasa pun menuju kamar orang tuanya.
Pa, Ma ada tamu tuh. teriak Sasa mengetuk pintu kamar orang tuanya
Siapa? teriak Mamanya
Orang tua kak Dirga. ucap Sasa
Hha, beneran kamu? tanya Papanya sambil membuka pintu
Beneran lah. ucap Sasa memutar bola matanya
Yaudah, kamu tungguin di bawa aja. ucap Mamanya
Sasa pun menuju ruang tamu, jujur ia sedikit gugup dengan kondisi ini. pasalnya ia belum pernah bertemu sebelumnya dengan orang tua Rafi setelah ia dewasa kecuali waktu itu saat ia kecil.
Rafi yang menyadari kedatangan Sasa pun menghentikan pembicaraan dengan kedua orang tuanya.
Reina sini duduk. ucap Rafi ternyum sambil menepuk sofa di sampingnya
Kedua orang tuanya yang melihat tingkahnya hanya menggelengkan kepalanya. Mereka bisa melihat betapa anaknya itu mencintai Reina, mereka ikut bahagia akan hal itu.
Tak lama kedua orang tua Sasa datang tak lupa Mama Sasa membawa minuman dan cemilan.
Han udah lama yah kita nggak ketemu. ucap Papa Sasa akrab
Iya Dit, kamu sih harus pindah dulu. ucap Papa Rafi terkekeh
Pembicaraan pun berlanjut hingga suatu pertanyaan membuat Rafi dan Sasa menjadi tegang.
Rafi udah besar yah, eh enggak deh. Om panggil Dirga aja kayak Sasa yah. ucap Papa Sasa menatap Rafi
__ADS_1
Hehehehe iya Om. jawab Rafi canggung
Nggak usah canggung gitu, dulu aja kamu pecicilan. ejek Papa Sasa
Om jangan ingat itu dong. ucap Rafi malu
Reina juga udah besar Dit, Reina udah punya pacar? tanya Papa Rafi menatap Sasa
Belum Om. jawab Sasa salah tingkah
Belum berarti akan punya dong. ucap Mama Rafi terkekeh
Rafi dan kedua orang tua Sasa tertawa mendengar pembicaraan Mama Rafi dan Sasa. Mereka bahagia, sedikit-demi sedikit mereka bisa kembali akrab seperti dulu.
Nggak tau Tan. jawab Sasa menggelengkan kepalanya
Gimana kalau langsung nikah aja. usul Papa Rafi
Maunya gitu Han, cuman mau gimana belum ada calonnya. jawab Papa Sasa terkekeh
Iya, gimana lagi. Andai aja ada yang mau sama Sasa, orangnya baik. Kita setuju aja yah Pa? ucap Mama Sasa
Iya Ma. jawab Papa Sasa
Pa, Ma jangan ngomong gitu dong. Kayak Sasa nggak ada yang suka aja. kesal Sasa
Kalau ada yang suka, kok nggak pernah kenalin sama Papa dan Mama sih. ejek Papanya
Ihh Papa nyebelin. Sasa tambah kesal
Gimana kalau sama Rafi aja? tanya Papa Rafi menaikkan alisnya
Hha, maksud Om gimana? Sasa terkejut
Gimana kalau kamu sama Rafi nikah atau setidaknya tunangan dulu. usul Papa Rafi
Gimana ya Om, ini terlalu cepat bagi Sasa. ucap Sasa
Kamu bisa memikirkannya dulu. ucap Mama Rafi
Rafi hanya bisa terdiam mendengarkan pembicaraan kedua keluarga, jujur ia berharap Sasa menyetujuinya.
Papa setuju pake banget kalau kamu sama Rafi. ucap Papa Sasa
Mama juga setuju banget. ucap Mama Sasa membuat kedua orang tua Rafi bahagia, tentu saja Rafi bahagia. Tapi jawaban Sasa adalah penentu
Baiklah Sasa akan pikirkan. ucap Sasa mengakhiri
Oh yah, Santi dan Sinta keman San? tanya Mama Rafi
Mereka ikut persami Tan. Jawab Mama Sasa
Owh. Mereka juga udah besar pastinya, kalau nggak salah mereka udah SMA yah? tanya Mama Rafi
Iya. jawab Mama Sasa singkat
Yaudah kalau gitu kami pamit dulu ya Dit. pamit Papa Rafi
Oke, lain kali kalian kesini lagi. ucap Papa Sasa
Di sela-sela pembicaraan kedua orang tua bela pihak, Rafi menggunakan kesempatan itu untuk mengobrol dengan Sasa.
Reina makasih yah. ucap Rafi menatap Sasa
Makasih untuk apa kak? tanya Sasa polos
Makasih untuk semuanya dan tentunya makasih udah mau memikirkan tentang hubungan kita kedepannya. jelas Rafi
Sasa hanya tersenyum manis, tak tau harus menjawab apa. Jujur ia senang karena orang tuanya dan kedua orang tua Rafi menyetujui kelanjutan hubungan mereka, tapi apakah ia bisa menjalin hubungan sakral itu secepat ini.
Beberapa menit berlalu keluarga Rafi pun sudah pulang, kedua orang tau Sasa sudah masuk ke kamarnya begitu pula dengan Sasa.
Mimpi apa sih semalam, hari ini kak Dirga dateng ke rumah dengan orang tuanya lagi, bisa nggak sih aku anggap tadi itu sebagai lamaran. Sasa bermonolog sambil tersenyum-senyum
Fix kalau gini mah aku bakalan nerima lamaran itu, besok aku harus jawab. Jangan sampai kak Dirga berpaling karena aku jawabnya lama. Amit-amit. ucap Sasa menggelengkan kepalanya atas pikiran negatifnya
Tak mau ambil pusing, Sasa pun mulai menutup matanya, tak lama kemudian ia sudah memasuki alam bawa sadar.
***
Seneng nggak kalian akhirnya titik terang hubungan Rafi dan Sasa sudah mulai muncul😅😅😅
__ADS_1
Semoga kalian suka😆😆😆
Jangan lupa vote & comment guys🥰🥰🥰