
***
Hari pun menjelang petang, waktunya bersiap-siap untuk melaksanakan sholat magrib.
Anggi sholat yuk. ajak Sasa mendengar adzan
Ayo. Anggi menarik Sasa menuju kamarnya
Kamu wudhunya duluan aja, aku siapin mukenah dan sajadah dulu. Anggi kemudian menuju lemarinya
Mendengar perkataan Anggi, Sasa pun segera memasuki kamar mandi.
Setelah Sasa keluar dari kamar mandi, Anggi pun segera mengambil wudhu.
Mereka pun sholat magrib dengan khusyuk. Setelah beberapa menit melaksanakan sholat, mereka pun menuju dapur untuk memasak sesuatu karena sepertinya cacing-cacing di perutnya sudah berdemo.
Sesampainya mereka di dapur, mereka bingung. Makanan apa yang harus mereka buat.
Sa, bagusnya kita masak apa. Anggi meminta saran
Hemmm, terserah aja nggi. bingung juga mesti memasak apa
Bagaimana kalau kita buat perkedel dan ikan goreng?? Anggi memberi saran
Sasa yang mendengarnya, setelah berpikir akhirnya mengangguk.
Nggi kamu urus perkedelnya dulu yah, aku masak nasi dulu terus ikan goreng biar aku juga yang urus. Sasa membagi pekerjaan
Oke. ucap Anggi singkat kemudian membuat adonan perkedel
Di saat mereka sedang fokus memasak, Dion membuat mereka terkejut.
Dion berdiri di pintu memasuki dapur. Ehheemmm, masak apa nih?
Astaga kak, kalau masuk rumah itu yaa salam. Ini malah nyelonong. Anggi memutar bola matanya
Dari tadi tuh aku udah salam tapi nggak ada yang nyahut. Yaudah aku langsung masuk aja. Terus apa masalahnya, ini kan rumah sendiri. Terserahlah. Dion memanas-manasi adiknya
Terserah apa kata kakak. Anggi menjawabnya singkat kemudian memperkenalkan Sasa kepada kakaknya.
Kak kenalin ini sahabat aku Sasa. ucap Anggi menatap Sasa kemudian menatap Dion
Dion kemudian menatap Sasa dan mengulurkan tangannya.
Dion, Abangnya Anggi. ucap Dion tersenyum
Sasa pun balas tersenyum kemudian menyambut uluran tangan Dion.
Setelah sesi perkenalan antara Sasa dan Dion, Anggi baru sadar bahwa kok kakaknya bisa pulang secepat ini padahal tadi bilang mungkin pulangnya malam banget atau bahkan mungkin nginep.
Kak katanya pulangnya malam banget atau mungkin nginep, kok udah pulang? tanya Anggi tetap melanjutkan memasaknya
Kakak pikir kamu sendirian dirumah. Kakak nggak tega lah. ucap Dion masih bersandar di ubin pintu
Oh. Anggi kemudian menuju lemari mengambil tempat untuk perkedel yang dibuatnya
Yaudah, kakak ke kamar dulu. Dion kemudian berlalu menuju kamarnya
Setelah beberapa menit akhirnya masakan Sasa dan Anggi akhirnya jadi.
Mereka pun menatanya di meja makan.
Sa, aku panggil kak Dion dulu yah. ucap Anggi menuju kamar kakaknya
Sasa yang ditinggal akhirnya mengambil makanan dan menyimpannya ke piring yang diambilnya.
Kenapa belum makan Sa. ucap Anggi menghampirinya disana terlihat Dion di belakang Anggi
Yakali aku makan sebelum pemilik rumah makan, nggak sopan ah. ucap Sasa cemberut
Makan malam pun berlangsung hening tanpa ada yang membuka suara.
Sa, anggap aja rumah sendiri. Dion membuka suara sambil tersenyum menatap Sasa
Hehehehe iya kak. ucap Sasa singkat sambil melanjutkan makannya
Yaudah kakak ke kamar dulu. Dion meninggalkan meja makan
Sa, kita cuci piring dulu yah. Supaya besok nggak numpuk. ucap Anggi menuju wastafel
Oke. Sasa membantu Anggi
__ADS_1
Tak terasa adzan isya udah berkumandang, mereka pun bergegas untuk melaksanakan sholat.
Dion yang melihat adiknya dan teman adiknya itu sedang siap-siap untuk sholat akhirnya mengajak keduanya untuk sholat berjamaah. "Nggi, Sa kita sholat berjamaah saja".
Sasa dan Anggi mengikuti Dion ke mushollah rumah Anggi. Sasa baru tau bahwa rumah Anggi memiliki mushollah.
Beberapa menit berlalu, mereka sudah melaksanakan sholat isya kemudian menuju kamar masing-masing.
Sasa dan Anggi pun memperbaiki alat sholatnya. Kemudian menuju kasur.
Sa, ini masih jam 8. Enaknya ngapain? Anggi berpikir
Nonton bagaimana?? saran Sasa
Ide bagus, mau nonton film apa? tanya Anggi kemudian mengambil laptopnya
Horor bagaimana? saran Sasa
Ihh Sa, korea aja yah. Aku punya banyak film korea. bujuk Anggi
Nggak, film korea kebanyakan menye-menye. Sasa memutar bola matanya
Yah, Sa tapi aku takut kalau film horor. ucap Anggi mendramatis
Takut itu harus di lawan. Sasa kemudian mengambil alih laptop Anggi
Sasa kemudian mencari film horor yang akan ia tonton bersama Anggi malam ini.
Udah dapat nih, nggak terlalu horor. Sebagai awal, supaya kamu terbiasa. Sasa menatap Anggi tersenyum
Sebelum memutar film horor yang sudah di download, Sasa menuju saklar lampu.
Sa, kok lampunya di matiin. ucap Anggi penasaran
Supaya kesan horornya dapet kalau suasana ruangan terang, nggak bagus nontonnya. jawab Sasa kemudian kembali duduk dekat Anggi
Siap ya Anggi. ucap Sasa sebelum memulai
Hem. Anggi sebenarnya takut banget tapi yah demi membahagiakan sahabatnya, ia rela deh.
Akhhhhhhh. teriak Anggi membuat Sasa kesal
Mendengar ucapan Sasa, Anggi pun berusaha menahan rasa takutnya, ia berharap semoga saja berhasil.
Dion yang berada di kamarnya mendengar teriakan Anggi membuatnya penasaran apa yang sedang dilakukan adiknya dan sahabat adiknya itu. Akhirnya Dion memutuskan untuk ke kamar adiknya. Tapi kalau lewat pintu kamar, pasti adiknya itu mengunci pintu. Dion akhirnya memutuskan untuk lewat balkon. Dion pun melompat ke balkon kamar Anggi, namun Dion terkejut melihat lampu kamar adiknya sudah mati. Sepagi ini, seriously????
Dion pun berjalan mengendap-endap seperti pencuri, setelah beberapa langkah. Dion bisa melihat laptop yang menyala tapi yang membuat Dion tak percaya adalah film yang ditayangkannya. Selama ini yang ia tau Anggi sangat penakut, pasti ini kemauan sahabat adik itu. Dion pun berpikir untuk mengerjai adiknya dan sahabat adiknya.
Di dalam kamar Sasa dan Anggi sangat serius memperhatikan film horornya sampai kedua tak sadar kalau pintu balkon terbuka. Keberuntungan memang berpihak pada Dion. Dion pun berjalan pelan kemudian bergerak menuju bawah ranjang adiknya, suasana gelap kamar ini sangat mendukung Dion saat ini.
Adduh Sa, itu kok ngeri banget sih. Kesurupan sampe segitunya. Anggi menggenggam tangan Sasa takut
Emang harus gitu Nggi supaya horornya dapat. Sasa tetap fokus pada laptop
Namun hal terduga terjadi, dimana selimut yang terbentang di kasur Anggi tiba-tiba bergerak.
Nggi jangan narik selimutnya dong, laptopnya kan jadi gerak-gerak. kesal Sasa kemudian menghadap ke arah Anggi
Siapa yang narik, aku nggak narik kok.
Dion yang berada di bawah ranjang membekap mulutnya jangan sampai rencananya hancur.
Masa Nggi, terus yang narik siapa.
Mana aku tau.
Nggi kok aku jadi merinding gini.
Sa, jangan nakutin dong.
Dion kemudian melempar sesuatu ke samping ranjang adiknya menimbulkan suara keras.
Itu suara apa lagi.
Aku takut Sa.
Aku juga takut.
Anggi dan Sasa pun mematikan laptop dan menyimpannya di atas nakas.
Nggi emang biasa kek gini kalau malam. tanya Sasa menahan rasa takutnya karena ia merasa ada yang ganjil
__ADS_1
Nggak kok, ini baru pertama kalinya. Anggi menutup seluruh tubuhnya dengan selimut
Sasa mendekati Sasa kemudian membisikkan sesuatu.
Nggi, kamu nggak berpikir gitu kalau ada yang ngerjain kita.
Tapi siapa Sa, iseng banget.
Di rumah inikan cuma ada aku, kamu dan kak Dion. Mungkinkah?
Bisa jadi Sa, kak Dion kan emang iseng.
Nggi gimana kalau kita kerjain balik.
Oke Sa. Aku nyalai lampu dulu yah.
Dion yang berada di bawah ranjang adiknya merasa was-was, jangan sampai ia ketahuan.
Nggi, kak Dion punya sesuatu nggak yang dia takutin. ucap Sasa bebisik
Hem, oiya aku tau. Dia itu paling takut dengan kecoa.
Masa laki-laki takut kecoa. Ada-ada saja. Yaudah kamu cari sekarang itu kecoa, buar aku yang jagain disini. usul Sasa
Anggi pun bergegas keluar kamar dan mencari kecoa di gudang. Akhirnya ia mendapatkannya juga.
Dion yang masih berada di bawah ranjang sudah berkeringat karena kepanasan. Sepertinya ia terjebak sekarang.
Tak lama kemudian Anggi kembali masuk ke dalam kamar dan menunjukkan kecoa yang didapatkannya.
Sasa yang melihatnya sangat antusias dan segera mengambil kecoa itu dari tangan Anggi.
Dion yang di bawah ranjang jadi penasaran apa yang direncanakan adiknya dan sahabat adiknya itu.
Tak lama kemudian lampu kamar kembali di matikan, membuat Dion yang berada di bawa ranjang senang karena akhirnya sebentar lagi ia akan keluar.
Tanpa Dion ketahui Sasa dan Anggi sudah melepaskan kecoa yang ditanggap Anggi ke bawah ranjang.
Dion yang mendengar laptop kembali bersuara berarti keduanya sudah melanjutkan acara menontonnya. Dion pun bergerak ingin keluar tapi ia merasa ada yang aneh, sepertinya ia memang sesuatu yang bergerak-gerak yang membuatnya geli. Untungnya Dion tadi tak lupa membawa hpnya segera menyalakan senter hpnya dan betapa terkejutnya Dion melihat kecoa di tangannya bahkan di sekitarnya ada beberapa kecoa.
Akhhhhhh. teriak Dion membuat Anggi dan Sasa tertawa kencang karena rencananya berhasil
Sasa pun menyalakan lampu kamar.
Dion yang baru keluar dari bawa ranjang dengan wajah ketakutan membuat Sasa dan Anggi tak bisa menghentikan tawanya.
Hahahahahah. tawa Anggi dan Sasa
Kalian ngerjain kakak. ucap Dion garang
Siapa suruh ngerjain, yah kami balas dong. ucap Anggi tertawa sambil memegang perutnya
Dasar kalian. Dion meninggalkan kamar adiknya
Kita keterlaluan nggak sih. ucap Sasa merasa bersalah
Santai aja Sa, kak Dion akan balik lagi kok kek biasanya. Liat saja besok. ucap Anggi mematikan laptopnya
Sasa yang masih terdiam dikagetkan dengan suara Anggi.
Sa, jangan ngelamun gitu. Kita tidur yuk. Udah malam banget nih. Anggi melihat jam yang melingkar di tangannya
Yaudah. Sasa bergerak menaiki ranjang dan memperbaiki tidurnya
Sa, biasanya kamu tidur dengan lampu menyala gini.
Nggak, kamu?
Nggak juga, aku matiin lampu dulu yah.
Anggi bergerak menuju saklar dan mematikan lampu.
Good night Sa. ucap Anggi sebelum menutup matanya
Night too Nggi. Sasa kemudian menutup matanya
Tak lama kemudian keduanya sudah masuk ke alam mimpi.
***
Bagaimana menurut kalian cerita kami sampai part ini????
__ADS_1