
***
Hari yang cerah seperti suasana hati Sasa saat ini. Mengapa? karena hari ini adalah hari yang sangat dinantikannya, yaitu hari dimana ia akan memasuki dunia kampus.
Hari ini merupakan hari bahagia baginya, maka Sasa sudah bangun sejak pukul 4 pagi. Ia sangat semangat untuk memulai harinya, ia sudah menyiapkan semua perlengkapan untuk ospek hari ini. Bertepatan adzan subuh berkumandang, Sasa pun segera mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat subuh. Setelah beberapa menit melaksanakan sholat, Sasa pun melanjutkan tadarrus.
Setelah bersiap-siap, Sasa menuruni tangga menuju ruang makan. Disana mamanya sudah menyiapkan sarapan untuk keluarganya.
"Pagi Ma!" Ucap Sasa sambil tersenyum
"Pagi sayang, adik-adik kamu mana?" Tanya Mamanya
"Belum bangun kali Mah!" Ucap Sasa
"Kebiasaan mereka, bangunin dulu gih!" Perintah Mamanya
"Oke." Ucap Sasa
Sasa pun menuju kamar adik-adiknya. Sasa mengetuk pintu kamar sambil memanggil adik-adiknya namun tidak ada jawaban. Sasa membuka pintu tersebut, ternyata adik-adiknya masih tidur.
"Sinta, Santi bangun!" Teriak Sasa sambil mengguncangkan tubuh adiknya namun kedua adiknya seperti tak terganggu dengan suara Sasa. Malahan mereka semakin nyenyak saja tidurnya, membuat Sasa semakin jengkel dengan tingkah adiknya.
"Kakak hitung ya sampai 3 kalian belum bangun, kakan siram kalian." Ancam Sasa
Sasa pun mulai menghitung tepat pada hitungan ketiga kedua adiknya langsung bangun membuat Sasa tersenyum penuh makna.
"Apasih kakak, masih ngantuk nih." Ucap Sinta sambil mengucek matanya
"Iyanih, kakak gimana sih. Ini tuh masih pagi kak." Ucap Santi ingin kembali tidur namun sebelum itu Sasa sudah menarik adiknya itu.
"Mana ada masih pagi, ini tuh udah pukul 6.30 tau." Kesal Sasa
"Oh, APPAAAAA." Teriak kedua adiknya
"Makanya kalau dibangunin itu langsung bangun, ini dibangunin susah banget." Ucap Sasa
"Ih, kakak kenapa nggak bilang dari tadi sih." Kesal Sinta
Kedua adiknya pun langsung berlari ke kamar mandi. Untung kamar ini memang ada dua kamar mandi, kata Mama sih supaya nggak berantem. Mama emang terlalu adil sama anak-anaknya.
"Cepetan mandi kalau nggak mau kakak tinggal!" Teriak Sasa sambil senyum-senyum
"Siap kak." Teriak kedua adiknya
Sasa pun kembali ke ruang makan. Papanya ternyata sudah duduk disana menikmati sarapan bersama sang Mama. Sasa bersyukur karena ia memiliki keluarga yang harmonis, ia berharap semoga saja akan seperti ini terus. Sasa pun kemudian duduk dan mengambil sarapan sambil menyapa kedua orang tuanya.
"Papa hari ini jadi ke Yogya?" Tanya Sasa
"Iya sayang, Papa akan ke Yogya. Emang kenapa?" Tanya Papanya
"Kalau pulang jangan lupa beliin oleh-oleh ya." Ucap Sasa sambil tersenyum
"Kamu ini, setiap Papa pergi, pulangnya pasti minta oleh-oleh. Kamu memang putri kecil Papa." Ucap Papanya sambil mengusap kepala Sasa
"Ih Papa, Sasa itu udah besar." Ucap Sasa sambil cemberut
"Iya putri kecil Papa." Ucap Papanya
"Ih Papaaaaa." Kesal Sasa melanjutkan sarapannya
"Papa, Mama, dan Kakak tercinta kami datang." Teriak kedua adiknya
"Sinta, Santi jangan teriak-teriak gitu, ini bukan hutan." Kesal Mamanya
"Emang yang bilang ini hutan siapa Ma?" Canda Santi
"Santiiii jangan bikin Mama kesal ya!" Marah Mamanya
"Selowww Mama, anakmu ini memohon ampun pada yang mulia ratu." Ucap Santi dengan suara yang dibuat-buat seperti di kerajaan saja
Sasa, Sinta dan Papanya ikut tertawa melihat kelakuan Santi. Memang di keluarganya Santilah yang selalu membuat lelucon.
"Ma, Pa Sasa berangkat dulu ya. Soalnya takut terlambat, masa hari pertama ospek udah terlambat, enggak banget dalam kamus Sasa." Ucap Sasa
"Iya sayang, semoga hari pertama ospek berjalan lancar yah." Ucap Mamanya
Sasa kemudian pamit kepada kedua orang tuanya, kedua adiknya pun ikut pamit karena mereka selalu diantar Sasa, kecuali kalau Sasa libur atau memang Mama dan Papanya yang ingin mengantar keduanya. Itulah ajaran kedua orang tuanya, sebelum kuliah mereka tidak boleh menggunakan kendaraan pribadi. Sasa tak keberatan jika harus mengantar adiknya terlebih dahulu sebelum ke kampus karena ia merasa menjadi kakak yang berguna. Sinta dan Santi pun tak masalah akan hal itu karena mereka tau bahwa kedua orang tuanya melakukan hal itu untuk kebaikan mereka sendiri.
"Kakak nanti pulang jam berapa?" Tanya Sinta
"Nggak tau juga sih, tapi mungkin pukul 3." Ucap Sasa
__ADS_1
"Oke kalau gitu, aku sama Santi nungguin kakak di tempat biasa yah." Ucap Sinta
"Oke siap, kalau kakak terlambat pulang, kakak pasti hubungin kok." Ucap Sasa kepada kedua adiknya
"Oke deh kak." ucap Sinta
"Nah udah sampai nih. Belajar yang bener supaya orang tua bangga." Ucap Sasa kepada kedua adiknya
"Siap deh kak." Ucap kedua adiknya sambil mengangkat tangan seperti orang hormat
Sinta dan Santi pun turun dari mobil dan menuju kekelas. Setelah melihat adik-adiknya, Sasa pun melanjutkan perjalanannya menuju kampus.
***
Setelah sampai kampus, Sasa bingung mesti kemana karena ini hari pertamanya. Jadi Sasa memutuskan duduk d taman saja.
"Hai, maba?" Tanya seseorang yang menghampiri Sasa
"Iya, kamu?" Tanya Sasa kembali
"Aku juga Maba, kenalin aku Anggiana Dewi, panggil aja Anggi." Ucap Anggi sambi mengulurkan tangannya
"Aku Sasa Reinata Putri, panggil aja Sasa." Ucap Sasa membalas uluran tangan Anggi
$Btw, Sa kamu ambil jurusan apa?" Tanya Anggi
"Aku ambil jurusan Akuntansi, kamu?" Tanya Sasa kembali
"Sama dong, kebetulan banget yah." Ucap Anggi sangat senang
Setelah beberapa menit, terdengarlah suara dari panitia ospek bahwa semua maba diharapkan menuju lapangan untuk diadakan pembukaan sekaligus penyambutan maba.
"Halo semua, kenalin saya Andra Prasetya sebagai wakil panitia ospek. Nah, disamping saya ini ketua panitia ospek. Namanya Rafi Dirgantara Putra, ia juga merupakan Presma disini. Ia akan memberikan sepata kata sebelum ketua yayasan menyampaikan sambutannya." Ucap Andra panjang kali lebar. Wkwkwkwk
"Halo adik-adik semua, kalian udah tau nama saya kan. Tapi saya ulang lagi deh, nama saya Rafi Dirgantara Putra. Kalian bisa panggil saya Kak Rafi. Saya hanya berharap kalian bisa bekerja sama agar ospek kali ini berjalan lancar dan semoga kalian bisa bersosialisasi dengan baik di kampus ini." Ucap Rafi
"Selanjutnya sambutan dari katua yayasan." Ucap Andra
Ketua Yayasan pun memberikan sambutannya. Setelah beberapa menit, ospek pun dimulai. Mereka dibagi berdasarkan jurusan.
"Sa, untungnya pembagiannya berdasarkan jurusan, jadinya kita bisa sekelompok deh. Kalau acak kan nggak enak belum ada kenalan." Ucap Anggi
"Iya, tapi siapa yah yang akan bimbing kelompok kita? semoga ajak semuanya baik." Ucap Sasa berharap
Setelah beberapa menit menunggu, datanglah para kakak panitia yang akan membimbing kami selama 3 hari kedepan.
"Sa, itukan kakak ganteng." Ucap Anggi berbisik
"Mana nggi? Emangnya siapa sih?" Tanya Sasa penasaran
"Ituloh Sa, kak Rafi." Ucap Anggi senyum-senyum
"Oh, biasa aja." Ucap Sasa cuek
"Mata kamu bermasalah kali, ganteng gitu dibilang biasa aja." Ucap Anggi nggak percaya dengan ucapan Sasa
"Terserah nggi, jangan ribut nanti kita dihukum lagi." Ucap Sasa memperingati
"Iya Sa." Ucap Anggi
"Halo adik-adik, ini jurusan akuntansi yah, sama dong kek kakak. Kegiatan pertama kita hari ini yaitu perkenalan, silahkan dari baris depan." Ucap Rafi bersahabat
"Perkenalkan nama saya Aliando Saputra"
"Perkenalkan nama saya Prilly Rebecca"
"....."
"....."
"....."
"....."
"Perkenalkan nama saya Sasa Reinata Putri, bisa dipanggil Sasa." Ucap Sasa singkat kemudian kembali duduk
"Perkenalkan nama saya Anggiana Dewi, bisa dipanggil Anggi." Ucap Anggi singkat kemudian kembali duduk
"...."
"...."
__ADS_1
"...."
"Oke, semuanya udah perkenalkan namanya. Selanjutnya, tugas kalian mengenal para panitia. Silahkan tulis semua nama panitia beserta tanda tangan setelah itu kumpul." Ucap Rafi
"Kak, nanti kita ngumpulin di mana?" Tanya Anggi
"Kalian kumpulin sama kak Rani." Ucap Rafi sambil tersenyum
"Oke kak." Ucap Anggi sambil menganggukkan kepala
"Baik adik-adik bergerak sekarang. Waktunya sampai jam pulang." Ucap Rani memperingati
Semua Maba pun bergerak menanyakan nama dan meminta tanda tangan para kakak panitia.
"Sa, kak Rafi sama kak Rani keknya punya hubungan deh." Ucap Anggi sambil menatap Sasa
"Maksudnya hubungan kek apa?" Tanya Sasa bingung
"Semacam sepasang kekasih mungkin." Ucap Anggi
"Emang kenapa kalau mereka sepasang kekasih? Masalahnya sama kita apa?" Tanya Sasa tambah bingung
"Ya Allah Sa, aku tuhh patah hati tau. Baru mau deketin, eh malah udah punya orang." Ucap Anggi sok sedih
"Hahahahah, Anggi-Anggi belajar dulu yang bener. Biarin ajalah mereka." Ucap Sasa santai
"Sa, kamu emang nggak pernah suka gitu sama cowok? setiap aku bicarain cowok kamu nggak pernah tanggapin." Ucap Anggi cemberut
"Nggak ada waktu Nggi, aku mau fokus kuliah terus raih cita-cita supaya bisa membanggakan ortu." Ucap Sasa tersenyum
"Aku salut sama kamu Sa, aku mau fokus kuliah juga kalau gitu." Ucap Anggi semangat
"Yaudah kita lanjutin tugas kita, tinggal beberapa nih." Ucap Sasa memperhatikan bukunya
"Ayooooo." Ucap Anggi menarik Sasa
Setelah 1 jam berlalu Sasa dan Anggi hampir menyelesaikan tugasnya, hanya satu kolom yang kosong, siapa lagi kalau sang ketua panitia.
"Sa, tinggal satu nih. Semangat, semangat junjung tengteng semangat junjung A." Ucap Anggi heboh sendiri
"Nggi, itu keknya kak Rafi deh. Ayoo." Ajak Sasa sambil manarik Anggi
"Tapi Sa, aku itu nggak sanggup dekat dengannya." Ucap Anggi mendramatis
"Jangan lebay deh, cepat ayoo. Biar aku yang omong." Ucap Sasa memutar bola matanya
Setelah menarik Anggi yang sangat susah bergerak, sampailah Sasa dan Anggi dekat Rafi.
"Kak Rafi." Panggil Sasa
"Iya. Ada apa Dek?" Tanya Rafi
"Mau minta tanda tanga kak." Ucap Sasa sesantai mungkin karena jujur ia juga takut berhadapan dengan ketua panitia sekaligus presma di kampus, takutnya ada salah ngomong gitu. (Sasa mulai deh, wkwkwkwkw)
"Oh, siniin bukunya. Nggak usah takut gitu ngomongnya, saya nggak gigit kok." Kekeh Rafi
"Makasih ya kak, kami pamit." Ucap Sasa undur diri
"Ra, kenapa ya saat aku liat dia. Aku merasakan sesuatu yang berbeda." Ucap Rafi lirih
"Maksudnya Fi?" Tanya Rani bingung
"Entahlah Ra, intinya ia berbeda dari yang lain." Ucap Rafi senyum-senyum
"Jangan-jangan kamu suka deh sama dia, Cieeeeeee secepat itukah. Sepupuku ini jatuh cinta pada sang junior." Ejek Rani
"Ra, stop deh. Nggak usah ngejek gitu. Kayak kamu dulu nggak kek gitu aja, malah lebih parah. Kamu sampai cari semua informasi tentang Dion." Balas Rafi
"Ih, itukan masa lalu. Nggak usah dibahas." Kesal Rani
"Yaudah yaudah, kita ke taman yuk. Inikan udah jam pulang." Ucap Rafi
"Baik adik-adik kegiatan hari ini sampai di sini yah. Ingat besok jangan terlambat kalau nggak mau di hukum." Canda Rafi
"Siap kak." Teriak semua Maba di kelompok tersebut
Akhirnya ospek hari pertama selesai, selanjutnya menjemput kedua adik yang sangat disayangi Sasa.
***
**Jangan lupa vote & comment
__ADS_1
Vote & Comment kalian sangat membantu kami untuk menciptakan karya yang lebih baik😙😙😙**