
***
Di rumah keluarga Brawijaya, Sasa, kedua adiknya dan kedua orang tuanya sedang berkumpul di ruang keluarga sambil menonton. Hal ini sangat jarang mereka lakukan mengingat Papanya itu sangat sibuk mengurus pekerjaan yang kadang keluar kota bahkan keluar negeri. Mamanya juga sibuk mengurus butiknya yang memiliki banyak pembeli. Meski begitu Sasa dan kedua adiknya tidak terlalu menuntut mereka untuk meluangkan waktu karena Sasa dan adik-adiknya tau bahwa semua itu dilakukan kedua orang tuanya demi kebahagiaan dan masa depan anak-anaknya. Jadi yah Sasa dan adik-adiknya bawa selowwwww ajaaaaa.ππππ
Sasa seneng deh akhirnya kita family time juga, jarang banget kek gini. ucap Sasa memeluk Papanya
Maafin Papa dan Mama yah karena jarang banget luangin waktu untuk kalian. ucap Papanya merasa bersalah
Nggak papa Pa, Sasa dan adik-adik Sasa mengerti kesibukan Papa dan Mama. Papa dan Mama lakuin ini semua demi kami bertiga juga. ucap Sasa meyakinkan Papanya
Santi pengen tidur sama Mama yah malam ini. ucap Santi memeluk Mamanya
Nggak boleh, kamu itu udah besar. Tidurnya bareng sinta aja. ucap Papanya menengahi
Yah Papa nggak asik deh, bolehin yaaaa Pa. ucap Santi berwajah imut
Nggak. ucap Papanya singkat
Bolehin aja Pa, kan jarang banget kita luangin waktu buat mereka. ucap Mama membujuk Papa
Kalau Mama yang minta, Papa nggak bisa nolak. ucap Papa sambil menatap istrinya
Yehh Papa sok romantis deh. ucap Sinta memutar bola matanya
Ehh jangan salah, Papa itu emang romantis tauu. ucap Papanya tak terima
Sasa yang melihat kebersamaan keluarganya sangat bersyukur karena hingga saat ini keluarga terlihat harmonis. Sesibuk-sibuk apapun orang tuanya, Sasa dan adik-adiknya tak pernah kekurangan kasih sayang.
Pa, Sasa ijin keluar ya. ucap Sasa
Mau kemana malam-malam gini, kenapa nggak besok aja? tanya Papanya
Cuman mau ke alfamart depan komplek, mau beli cemilan Pa. jawab Sasa
Oh yaudah, Papa anterin yah. tawar Papanya
Nggak usah Pa, Sasa ditemenin Santi dan Sinta aja. Papa pasti mau berduaan aja kan sama Mama. ucap Sasa terkikik
Tau aja kamu, yaudah sana. Jangan pulang terlalu malam. ucap Papanya memperingati
Siap Papa, selamat menikmati waktunya. ucap Sasa melarikan diri
Sasaaaaa. teriak Papanya
Mamanya yang melihat tingkat suami dan anaknya hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.
Santi dan Sinta pergi dulu Pa. ijin Sinta
Hati-hati, ingat jangan pulang terlalu malam. ucap Papanya memperingati sekali lagi
Oke Papa, duluan Ma. ucap Sinta kemudian berlari menyusul kakanya
Mamanya hanya mengangguk kemudian berdiri ingin menuju ke kamar. Namun, ternyata suaminya itu menarik pergelangan tangannya hingga membuatnya kembali duduk di sofa.
Mama mau kemana? tanya suaminya sambil tersenyum
Ke kamarlah Pa, Mama udah ngantuk nih. ucap istrinya itu menunjukka wajah mengantuknya
Kok cepet banget sih Ma, Papa kan kangen sama Mama. ucap suaminya itu mendekap istrinya
Kan di kamar juga bisa. ucap istrinya kesal
Yaudah ayo kita ke kamar. ucap suaminya berdiri kemudian mengangkat tubuh istrinya
Pa apaansih Mama berat tau. ucap Mamanya sambil menggerakkan kakinya
Jangan gerak Ma nanti jatuh, Mama sendiri yang sakit. ucap suaminya mengerjai istrinya
__ADS_1
Papa ngeselin deh. ucap istrinya merajuk
Maaf deh Ma. ucap suaminya
Iyaiya. ucap istrinya
Sesampainya di kamar Aditya tak pernah melepaskan pelukannya dari istrinya, membuat Susan kesal melihat tingkah suaminya.
Pa lepasin dong. ucap Istrinya kesal
Nggak mau, Papa kan kangen sama Mama. ucap Papanya merengek
Papa ini udah tua, sadar umur napa. ucap istrinya tambah kesal
Memang umur Papa udah tua tapi jiwa Papa serasa masih muda. ucap suaminya terkekeh
Yaudah, Mama mau tidur, capek ladenin Papa. ucap istrinya memperbaiki tidurnya
Have a nice dream Ma. ucap suaminya semakin mengeratkan pelukannya.
***
Dia lain tempat yaitu di alfamart, Sasa dan adik-adiknya masih mengelilingi stand untuk melihat-lihat siapa tau ada cemilan yang menarik. Cemilan aja bisa menarik perhatian seorang Sasa, tapi kok seorang Rafi enggak mempan yahhh??πππ
Kakan ke sana dulu yah, kalian di sini aja. ucap Sasa kepada kedua adiknya
Oke deh Kak. ucap Sinta
Sasa pun meninggalkan kedua adiknya namun karena tidak memperhatikan jalan karena terlalu fokus dengan cemilan yang berjejer di stand, akhirnya ia menabrak seseorang.
Maaf, aku nggak sengaja. ucap Sasa merasa bersalah
Nggak papa. ucap orang itu kemudian menatap Sasa dengan ekspresi terkejut
Sasa yang melihat orang itu juga tak kalah terkejutnya. Setelah bertahun-tahun, mengapa ia harus datang kembali? Sedangkan luka lama belum sembuh. π’π’π’π’
Sasa yang masih terkejut tidak menjawab pertanyaan orang itu, Sasa hanya terus memandang orang itu.
Sa, ini kamu kan? tanya orang itu sekali lagi sambil melambaikan tangannya di depan wajah Sasa, hal itu membuat Sasa sadar dari keterkejutannya.
I...ya. ucap Sasa masih tak percaya atas kehadiran Fatan di depan matanya
Aku nggak nyangka kita bisa bertemu kembali Sa, aku kangen banget sama kamu. ucap Fatan antusias bahkan sampai mau memeluk Sasa, tapi sebelum Fatan memeluknya, Sasa sudah mundur, membuat Fatan tak jadi memeluknya
Iya aku juga nggak nyangka, udah lama yaa kita nggak ketemu. ucap Sasa merasa tak enak berada di situasi ini
Iya udah lama kalau nggak salah 3 tahun yaa. ucap Fatan sambil tersenyum
Mungkin. ucap Sasa tak mau memikirkan
Oh iya Sa, kamu tinggal dekat sini? tanya Fatan
Iya, aku duluan yah. ucap Sasa kemudian meninggalkan Fatan
Aku bersyukur Sa bisa ketemu kamu lagi, semoga kita bisa memulai semuanya dari awal. batin Fatan menatap kepergian Sasa
San, Sin ayo kita pulang. ucap Sasa mengejutkan kedua adiknya
Kakak lama banget deh, kita lumutan tau nungguin kakak. ucap Santi cemberut
Maafin kakak yah, nanti kakak ceritain di rumah. ucap Sasa kemudian berlalu dari alfamart tersebut
Kakak baik-baik saja? tanya Sinta khawatir. Memang dari kedua adiknya, Sinta lah yang paling care terhadap seseorang sedangkan Santi yang paling reseπππ
Kakak baik-baik aja, kok kamu bisa nanya gitu? tanya Sasa penasaran
Karena kakak nggak kek biasanya. ucap Sinta masih menatap kakaknya
__ADS_1
Perasaan kamu aja kali. ucap Sasa meyakinkan
Mungkin saja. ucap Sinta kemudian melanjutkan perjalanan
***
Setelah beberapa menit perjalanan, Sasa dan adik-adiknya pun sudah sampai di rumahnya. Sasa pun langsung menuju kamarnya dan tak lupa menyuruh adiknya untuk mengunci pintu dan mematikan lampu.
Setelah kepergian Sasa, Santi dan Sinta pun melaksanakan perintah kakaknya kemudian bergegas menuju kamar kakaknya itu.
Kak. teriak Santi mengetuk pintu
Ada apa San? teriak Sasa dari dalam kamar
Santi dan Sinta boleh masuk? teriak Santi
Boleh, masuk aja. teriak Sasa
Santi dan Sinta pun langsung masuk ke kamar kakaknya tak lupa menutup pintu kamar kemudian duduk di kasur berhadapan dengan sang kakak.
Kak pasti terjadi sesuatu kan tadi di alfamart, ceritain dong. bujuk Sinta
Kakak bertemu dia. ucap Sasa ambigu membuat kedua adiknya bingung, maksud kakaknya dia?? dia itu siapa???
Dia siapa kak? tanya Santi penasaran
Masa lalu kakak. ucap Sasa menunduk
Whattt??? kakak nggak bohong kan? ucap Kedua adiknya tak percaya
Buat apa kakak bohong. ucap Sasa menatap kedua adiknya
Kakak ngomong nggak sama dia? tanya Santi
Iya. ucap Sasa singkat
Ngomong apa aja kak. ucap Sinta kepo
Begini ceritanya, kakak nabrak dia terus kakak minta maaf, awalnya diakan nunduk terus saat dia bilang nggak papa dia tuh natap kakak. Disitu kami sama-sama terkejut tak menyangka akan bertemu kembali setelah bertahun-tahun. Kemudian dia nanya kakak tinggal dekat sini, terus kakak jawab iya. Gitu aja. ucap Sasa mengakhiri ceritanya
Wah, pertemuan yang sangat berkesan. Seperti di film-film awalnya kan tabrakan terus saling jatuh cinta deh. ucap Santi senyum-senyum membayangkan
Dia itu cuman masa lalu kakak San, kakak tidak ingin melakukan kesalahan yang sama. ucap Sasa sedih
Iya sih kak, Maafin kita yaa. Kakak jadi teringat deh masa lalu kakak dengan dia. Kalau gitu kita ke kamar dulu ya kak. pamit Sinta
Iya nggak papa, langsung tidur besokkan sekolah. ucap Sasa memperingatkan
Siap Komandan. ucap kedua adiknya kemudian berlalu dari kamar Sasa
Setelah kepergian adik-adiknya, Sasa tak bisa membendung air matanya. Setelah bertahun -tahun ia berusaha melupakan rasa ini, ternyata ia dipertemukan lagi. Sasa berharap tadi adalah pertemuan terakhir mereka, entah sudah berapa kali Sasa menangis karena laki-laki itu. Ia tidak mau perjuangannya selama ini sia-sia karena kehadiran sosok Fatan saat ini.
Setelah 1 jam berlalu, akhirnya Sasa menghentikan tangisnya, ia tidak boleh cengeng. Ia yakin Tuhan memberikan cobaan ini agar Sasa bisa menjadi wanita kuat. Pastiiiiπͺπͺπͺπͺπͺ
Sasa pun memperbaiki tempat tidurnya kemudian tak beberapa lama ia sudah masuk ke alam mimpi. Sasa berharap hari esok lebih baik dari hari ini.
Menurut kalian gimana nih? Fatan udah kembali.
Cocok yang mana Rafi & Sasa
atau
Fatan dan Sasa
Mana suara Rafi & Sasa???
Mana suara Fatan & Sasa???
__ADS_1
Jangan lupa Vote & Comment yaaβ€β€β€