Ternyata Kamu

Ternyata Kamu
Bertemu Kembali


__ADS_3

***


Di rumah keluarga Brawijaya, Sasa, kedua adiknya dan kedua orang tuanya sedang berkumpul di ruang keluarga sambil menonton. Hal ini sangat jarang mereka lakukan mengingat Papanya itu sangat sibuk mengurus pekerjaan yang kadang keluar kota bahkan keluar negeri. Mamanya juga sibuk mengurus butiknya yang memiliki banyak pembeli. Meski begitu Sasa dan kedua adiknya tidak terlalu menuntut mereka untuk meluangkan waktu karena Sasa dan adik-adiknya tau bahwa semua itu dilakukan kedua orang tuanya demi kebahagiaan dan masa depan anak-anaknya. Jadi yah Sasa dan adik-adiknya bawa selowwwww ajaaaaa.πŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒπŸ˜ƒ


Sasa seneng deh akhirnya kita family time juga, jarang banget kek gini. ucap Sasa memeluk Papanya


Maafin Papa dan Mama yah karena jarang banget luangin waktu untuk kalian. ucap Papanya merasa bersalah


Nggak papa Pa, Sasa dan adik-adik Sasa mengerti kesibukan Papa dan Mama. Papa dan Mama lakuin ini semua demi kami bertiga juga. ucap Sasa meyakinkan Papanya


Santi pengen tidur sama Mama yah malam ini. ucap Santi memeluk Mamanya


Nggak boleh, kamu itu udah besar. Tidurnya bareng sinta aja. ucap Papanya menengahi


Yah Papa nggak asik deh, bolehin yaaaa Pa. ucap Santi berwajah imut


Nggak. ucap Papanya singkat


Bolehin aja Pa, kan jarang banget kita luangin waktu buat mereka. ucap Mama membujuk Papa


Kalau Mama yang minta, Papa nggak bisa nolak. ucap Papa sambil menatap istrinya


Yehh Papa sok romantis deh. ucap Sinta memutar bola matanya


Ehh jangan salah, Papa itu emang romantis tauu. ucap Papanya tak terima


Sasa yang melihat kebersamaan keluarganya sangat bersyukur karena hingga saat ini keluarga terlihat harmonis. Sesibuk-sibuk apapun orang tuanya, Sasa dan adik-adiknya tak pernah kekurangan kasih sayang.


Pa, Sasa ijin keluar ya. ucap Sasa


Mau kemana malam-malam gini, kenapa nggak besok aja? tanya Papanya


Cuman mau ke alfamart depan komplek, mau beli cemilan Pa. jawab Sasa


Oh yaudah, Papa anterin yah. tawar Papanya


Nggak usah Pa, Sasa ditemenin Santi dan Sinta aja. Papa pasti mau berduaan aja kan sama Mama. ucap Sasa terkikik


Tau aja kamu, yaudah sana. Jangan pulang terlalu malam. ucap Papanya memperingati


Siap Papa, selamat menikmati waktunya. ucap Sasa melarikan diri


Sasaaaaa. teriak Papanya


Mamanya yang melihat tingkat suami dan anaknya hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.


Santi dan Sinta pergi dulu Pa. ijin Sinta


Hati-hati, ingat jangan pulang terlalu malam. ucap Papanya memperingati sekali lagi


Oke Papa, duluan Ma. ucap Sinta kemudian berlari menyusul kakanya


Mamanya hanya mengangguk kemudian berdiri ingin menuju ke kamar. Namun, ternyata suaminya itu menarik pergelangan tangannya hingga membuatnya kembali duduk di sofa.


Mama mau kemana? tanya suaminya sambil tersenyum


Ke kamarlah Pa, Mama udah ngantuk nih. ucap istrinya itu menunjukka wajah mengantuknya


Kok cepet banget sih Ma, Papa kan kangen sama Mama. ucap suaminya itu mendekap istrinya


Kan di kamar juga bisa. ucap istrinya kesal


Yaudah ayo kita ke kamar. ucap suaminya berdiri kemudian mengangkat tubuh istrinya


Pa apaansih Mama berat tau. ucap Mamanya sambil menggerakkan kakinya


Jangan gerak Ma nanti jatuh, Mama sendiri yang sakit. ucap suaminya mengerjai istrinya

__ADS_1


Papa ngeselin deh. ucap istrinya merajuk


Maaf deh Ma. ucap suaminya


Iyaiya. ucap istrinya


Sesampainya di kamar Aditya tak pernah melepaskan pelukannya dari istrinya, membuat Susan kesal melihat tingkah suaminya.


Pa lepasin dong. ucap Istrinya kesal


Nggak mau, Papa kan kangen sama Mama. ucap Papanya merengek


Papa ini udah tua, sadar umur napa. ucap istrinya tambah kesal


Memang umur Papa udah tua tapi jiwa Papa serasa masih muda. ucap suaminya terkekeh


Yaudah, Mama mau tidur, capek ladenin Papa. ucap istrinya memperbaiki tidurnya


Have a nice dream Ma. ucap suaminya semakin mengeratkan pelukannya.


***


Dia lain tempat yaitu di alfamart, Sasa dan adik-adiknya masih mengelilingi stand untuk melihat-lihat siapa tau ada cemilan yang menarik. Cemilan aja bisa menarik perhatian seorang Sasa, tapi kok seorang Rafi enggak mempan yahhh??πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


Kakan ke sana dulu yah, kalian di sini aja. ucap Sasa kepada kedua adiknya


Oke deh Kak. ucap Sinta


Sasa pun meninggalkan kedua adiknya namun karena tidak memperhatikan jalan karena terlalu fokus dengan cemilan yang berjejer di stand, akhirnya ia menabrak seseorang.


Maaf, aku nggak sengaja. ucap Sasa merasa bersalah


Nggak papa. ucap orang itu kemudian menatap Sasa dengan ekspresi terkejut


Sasa yang melihat orang itu juga tak kalah terkejutnya. Setelah bertahun-tahun, mengapa ia harus datang kembali? Sedangkan luka lama belum sembuh. 😒😒😒😒


Sasa yang masih terkejut tidak menjawab pertanyaan orang itu, Sasa hanya terus memandang orang itu.


Sa, ini kamu kan? tanya orang itu sekali lagi sambil melambaikan tangannya di depan wajah Sasa, hal itu membuat Sasa sadar dari keterkejutannya.


I...ya. ucap Sasa masih tak percaya atas kehadiran Fatan di depan matanya


Aku nggak nyangka kita bisa bertemu kembali Sa, aku kangen banget sama kamu. ucap Fatan antusias bahkan sampai mau memeluk Sasa, tapi sebelum Fatan memeluknya, Sasa sudah mundur, membuat Fatan tak jadi memeluknya


Iya aku juga nggak nyangka, udah lama yaa kita nggak ketemu. ucap Sasa merasa tak enak berada di situasi ini


Iya udah lama kalau nggak salah 3 tahun yaa. ucap Fatan sambil tersenyum


Mungkin. ucap Sasa tak mau memikirkan


Oh iya Sa, kamu tinggal dekat sini? tanya Fatan


Iya, aku duluan yah. ucap Sasa kemudian meninggalkan Fatan


Aku bersyukur Sa bisa ketemu kamu lagi, semoga kita bisa memulai semuanya dari awal. batin Fatan menatap kepergian Sasa


San, Sin ayo kita pulang. ucap Sasa mengejutkan kedua adiknya


Kakak lama banget deh, kita lumutan tau nungguin kakak. ucap Santi cemberut


Maafin kakak yah, nanti kakak ceritain di rumah. ucap Sasa kemudian berlalu dari alfamart tersebut


Kakak baik-baik saja? tanya Sinta khawatir. Memang dari kedua adiknya, Sinta lah yang paling care terhadap seseorang sedangkan Santi yang paling reseπŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Kakak baik-baik aja, kok kamu bisa nanya gitu? tanya Sasa penasaran


Karena kakak nggak kek biasanya. ucap Sinta masih menatap kakaknya

__ADS_1


Perasaan kamu aja kali. ucap Sasa meyakinkan


Mungkin saja. ucap Sinta kemudian melanjutkan perjalanan


***


Setelah beberapa menit perjalanan, Sasa dan adik-adiknya pun sudah sampai di rumahnya. Sasa pun langsung menuju kamarnya dan tak lupa menyuruh adiknya untuk mengunci pintu dan mematikan lampu.


Setelah kepergian Sasa, Santi dan Sinta pun melaksanakan perintah kakaknya kemudian bergegas menuju kamar kakaknya itu.


Kak. teriak Santi mengetuk pintu


Ada apa San? teriak Sasa dari dalam kamar


Santi dan Sinta boleh masuk? teriak Santi


Boleh, masuk aja. teriak Sasa


Santi dan Sinta pun langsung masuk ke kamar kakaknya tak lupa menutup pintu kamar kemudian duduk di kasur berhadapan dengan sang kakak.


Kak pasti terjadi sesuatu kan tadi di alfamart, ceritain dong. bujuk Sinta


Kakak bertemu dia. ucap Sasa ambigu membuat kedua adiknya bingung, maksud kakaknya dia?? dia itu siapa???


Dia siapa kak? tanya Santi penasaran


Masa lalu kakak. ucap Sasa menunduk


Whattt??? kakak nggak bohong kan? ucap Kedua adiknya tak percaya


Buat apa kakak bohong. ucap Sasa menatap kedua adiknya


Kakak ngomong nggak sama dia? tanya Santi


Iya. ucap Sasa singkat


Ngomong apa aja kak. ucap Sinta kepo


Begini ceritanya, kakak nabrak dia terus kakak minta maaf, awalnya diakan nunduk terus saat dia bilang nggak papa dia tuh natap kakak. Disitu kami sama-sama terkejut tak menyangka akan bertemu kembali setelah bertahun-tahun. Kemudian dia nanya kakak tinggal dekat sini, terus kakak jawab iya. Gitu aja. ucap Sasa mengakhiri ceritanya


Wah, pertemuan yang sangat berkesan. Seperti di film-film awalnya kan tabrakan terus saling jatuh cinta deh. ucap Santi senyum-senyum membayangkan


Dia itu cuman masa lalu kakak San, kakak tidak ingin melakukan kesalahan yang sama. ucap Sasa sedih


Iya sih kak, Maafin kita yaa. Kakak jadi teringat deh masa lalu kakak dengan dia. Kalau gitu kita ke kamar dulu ya kak. pamit Sinta


Iya nggak papa, langsung tidur besokkan sekolah. ucap Sasa memperingatkan


Siap Komandan. ucap kedua adiknya kemudian berlalu dari kamar Sasa


Setelah kepergian adik-adiknya, Sasa tak bisa membendung air matanya. Setelah bertahun -tahun ia berusaha melupakan rasa ini, ternyata ia dipertemukan lagi. Sasa berharap tadi adalah pertemuan terakhir mereka, entah sudah berapa kali Sasa menangis karena laki-laki itu. Ia tidak mau perjuangannya selama ini sia-sia karena kehadiran sosok Fatan saat ini.


Setelah 1 jam berlalu, akhirnya Sasa menghentikan tangisnya, ia tidak boleh cengeng. Ia yakin Tuhan memberikan cobaan ini agar Sasa bisa menjadi wanita kuat. PastiiiiπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺπŸ’ͺ


Sasa pun memperbaiki tempat tidurnya kemudian tak beberapa lama ia sudah masuk ke alam mimpi. Sasa berharap hari esok lebih baik dari hari ini.


Menurut kalian gimana nih? Fatan udah kembali.


Cocok yang mana Rafi & Sasa


atau


Fatan dan Sasa


Mana suara Rafi & Sasa???


Mana suara Fatan & Sasa???

__ADS_1


Jangan lupa Vote & Comment yaa❀❀❀


__ADS_2