Ternyata Kamu

Ternyata Kamu
Hari Kedua Ospek


__ADS_3

***


Hari yang cerah menambah semangat seorang Sasa untuk mengikuti ospek hari ini. Senyuman di wajahnya tak pernah pudar, membuat banyak orang menyukainya.


Sesampainya di kampus, ia langsung mencari sahabatnya, siapa lagi kalau bukan Anggi. Setelah beberapa menit, akhirnya Sasa menemukan Anggi, ternyata ada di kantin. Terkadang Sasa berpikir, Sahabatnya ini masih pagi udah di kantin tapi kok tubuhnya kurus gitu. Sasa tersenyum sendiri memikirkan itu.


Dorrrrr. teriak Sasa tepat di telinga Anggi


SASAAAAAAAA, aku lagi makan tauuu. Kalau sampai kesedak gimana. ucap Anggi kesal


Yah, dikasi minum lah. ucap Sasa santai


Dasar sahabat laknat. ucap Anggi jengkel


Huss nggak boleh ngomong kasar. Makan cepet, 5 menit lagi kita harus ke kelas. ucap Sasa memperingati


Whatttt? secepat itu, aku masih lapar tau. ucap Anggi menghabiskan makanannya dengan cepat sampai tersedak beberapa kali


Nggak usah kek gitu juga makannya, kalau terjadi apa-apa, aku nggak tanggung jawab yah. ucap Sasa ngeri melihat cara Sahabatnya itu makan


Selesai nih, ayo ke kelas. ucap Anggi sambil menarik Sasa


Sasa mengikuti Anggi tanpa berbicara sedikit pun, ia pasrah ditarik Anggi yang sepertinya sangat takut terlambat.


Loh, Sa kok belum ada orang. tanya Anggi


Belum datang kali. ucap Sasa santai sambil duduk di kursi terdepan


Tapi kata kamu, tinggal 5 menit kita masuk. ucap Anggi penasaran


Itu aku cuman bercanda. ucap Sasa santai lagi


Sasaaaaaa sungguh tega dirimu membuatku sampai tersedak makanan dan nyatanya hanya bercanda. kesal Anggi sambil duduk di samping Sasa


Maaf nggi, aku tuh nyariin kamu sampai keringetan, ehh nyatanya kamu malah enak-enakan makan di kantin. jawab Sasa sambil membujuk Anggi agar memaafkannya


Sekarang kan udah canggih Sa, kenapa nggak chat aja sih. ucap Anggi masih kesal


Maunya gitu tapi aku kan nggak punya nomor kamu. ucap Sasa menunjukkan wajah sedih


Iya yah, kenapa bisa lupa sih kemarin. Nggak usah sok sedih gitu. Yaudah aku maafin. ucap Anggi sambil tersenyum


Makasih Zeyyennkkkk. ucap Sasa antusias sambil memeluk Anggi


Setelah beberapa menit berlalu, semua maba di kelompokku sudah ada di kelas. Bahkan Para panitia yang memegang kelompok kami pun sudah berdiri di depan.


Halo Adik-Adik, bagaimna kabar kalian hari ini? tanya Andra yang baru sempat ikut membimbing hari ini


Baik Kak. teriak semua maba


Baik kalau gitu, agenda kita hari ini yaitu pengenalan lingkungan kampus, nah sebelum bergerak, kami panitia akan membagi menjadi 3 kelompok. ucap Andra lagi


Kelompok 1


Aliando Saputra


Natasha...


Jefri....


....


....


....


....


Kelompok 2


Sasa Reinata Putri


Anggiana Dewi

__ADS_1


Verrel....


....


....


....


....


Kelompok 3


Prilly Rebecca


Ranti....


Amar....


....


....


....


....


Silahkan bergabung dengan kelompok masing- masing. ucap Rani


Sa, aku baru nyadar kok teman kelas kita namanya nama artis yaa. ucap Anggi sambil tertawa


Husss... jangan ribut. ucap Sasa memperingati


Kelompok 1 ikut saya, kelompok 2 ikut Kak Rafi dan kelompok 3 ikut Ka Rani. ucap Andra


Setelah beberapa jam pengenalan kampus, akhirnya selesai juga. Dan selama itu juga Sasa tidak tenang karena Rafi selalu saja memperhatikannya. Cieeeee😉


Sa, dari tadi kok Kak Rafi liatin kamu sih? tanya Anggi sambil berbisik


Aku juga nggak tau nggi, siapa tau bukan aku. Takutnya kita cuman geer. ucap Sasa tak enak


Ah nggak usah ngaco, kita ke kelas yuk ambil tas kemudian pulang. ucap Sasa tidak peduli


Yaudah, Sa aku ikut pulang yah. Soalnya mobil aku lagi di servis. ucap Anggi sambil menunjukkan wajah imutnya


Iyaiya kayak sama siapa saja kamu. ucap Sasa sambil memutar bola matanya melihat tingkah sahabatnya ini


Sasa dan Anggi sudah pulang beberapa menit yang lalu, tapi Rafi, Andra dan Rani masih di kampus.


Fi, kamu nyadar nggak kalau Sasa junior kita itu kayaknya nggak asing gitu. ucap Andra seperti mengenali Sasa tapi siapa????Bingung


Iya ndra aku juga merasa begitu saat pertama liat dia tapi aku juga nggak tau siapa, mungkin perasaan aja kali. ucap Rafi pasrah


Iya juga yah, jalani ajalah. Tapi dia cantik loh, siapa tau dia mau gitu sama aku. ucap Andra sambil senyum-senyum


Nggakk, dia itu harus sama aku. ucap Rafi nggak terima


Sudah-sudah dari kemarin Rafi itu udah naksir dia. Jadi Andra kamu cari aja yang lain. ucap Rani kesal melihat sepupu dan sahabatnya itu


Oke Bossss, apapun yang kau katakan, saya akan melakukannya. ucap Andra mendramatis


Jangan lebayyy dehh. ucap Rani kesal


Kamu cemburu ya Ra, kalau aku sama yang lain. ucap Andra sambil menatap Rani


Nggak lah yah. Biasa aja, nggak usah geer jadi orang. ucap Rani tambah kesal dengan sikap Andra. Rani tau Andra menyukainya sejak SMA tapi mau bagaimana lagi, ia hanya mencintai Dion. Perasaan nggak bisa dipaksakan.


Kapan sih Ra kamu suka sama aku? tanya Andra sambil menunduk


Maaf Ndra, aku nggak bisa. Kamu kan tau aku suka sama Dion. Jawab Rani merasa tak enak


Adduhhhh bahas ini lagi. Udahlah Ndra kalau emang Rani jodoh kamu, pasti dia akan kembali. Santai aja, bawa selowwwww. ucap Rafi yang kasihan melihat sehabatnya itu


Akhirnya Rafi, Andra dan Rani pulang ke rumah masing-masing. Ada yang bahagia karena merasakan cinta itu hadir kembali, siapa lagi kalu bukan Rafi. Ada yang sedih, karena ditolak untuk kesekian kalinya, siapa lagi kalau bukan Andra. Ada yang merasa tak enak, siapa lagi kalau bukan Rani. Saat ini Rani masih mencintai Dion tapi Dion tak pernah menanggapinya. Akankah Rani menerima cinta Andra ataukah Rani bersama orang yang dicintainya??? entahlah biarkan itu menjadi urusan Allah.

__ADS_1


***


Rafi pulanggg. teriak Rafi saat memasuki rumahnya


Rafi kalau pulang itu salam, bukan teriak seperti orang hutan saja. ucap Mamanya


Kalau Rafi orang hutan berarti Mama Papa..... ucap Rafi mengerjai Mamanya


Rafi maksud kamu apa, Mama Papa orang hutan juga???? marah mamanya


Bukan Rafi yang bilang yaaa, itu Mama sendiri yang ngomong. ucap Rafi tertawa kemudian berlari menuju kamarnya sebelum sang mama tambah marah. Dasar Rafiii, wkwkwkwkwk😂


Dasar anak itu. ucap Mamanya kesal


Setelah malam tiba, Rafi belum turun juga. Apakah dia tidur??? mungkin saja😆


Ma, Rafi mana? tanya Papa Rafi


Tidur kali Pa. ucap Mama Rafi


Mama biarin gitu, dia belum makan, jangan-jangan belum sholat juga. Dia itu akan jadi imam suatu hari nanti, kalau gini terus gimana dia mau jadi imam yang baik buat istrinya. ucap Papa Rafi memperingati


Maafin Mama Pa. ucap Mama Rafi sedih karena merasa selama ini ia gagal mendidik anaknya


Jangan nangis dong sayang, nggak papa. ucap Papa Rafi menenangkan istrinya


Setelah Mama Rafi dan Papa Rafi berbincang beberapa menit, ternyata Rafi belum turun juga. Akhirnya Papanya lah yang turun tangan untuk membangunkannya.


Rafi, buka pintunya. teriak Papanya sambil menggedor pintu namun tidak ada sahutan dari dalam


Rafi ini Papa, bukain pintunya. teriak Papanya sekali lagi


Ada apa Pa? tanya Rafi yang masih mengantuk sambil membuka pintu kamarnya


Kamu ini dari tadi sore tidur sampai sekarang mau jadi apa kamu. Kamu itu sudah besar Rafi, kamu akan menjadi imam untuk istrimu. Bagaimana kamu mau jadi imam yang baik kalau kamu kayak gini terus. ucap Papanya panjang lebar


Itukan masih lama Pa, Rafi masih kuliah Pa, belum kerja juga. Rafi belum pikirin untuk menikah. ucap Rafi tidak terima dengan ucapan Papanya


Pokoknya Papa nggak mau tau, kamu harus berubah kalau tidak, mungkin kamu akan berubah kalau kamu dinikahkan. Setidaknya kamu akan memiliki tanggung jawab yang besar. ucap Papanya yang tidak tau harus memperingati anaknya dengan cara apa lagi


Oke Pa, Rafi akan berubah tapi jangan dinikahkan yaa. ucap Rafi pasrah


Baiklah, Papa akan liat, apakah kamu benar-benar berubah atau tidak. ucap Papanya kemudian meninggalkan kamar anaknya


Setelah kepergian Papanya, Rafi kemudian mengambil wudhu untuk melaksanakan sholat isya. Sebenarnya Rafi rajin sholat hanya saja selalu terlambat. Tadi ia sudah sholat magrib tapi karena masih mengantuk jadinya ia kembali tidur. Setelah sholat isya Rafi kemudian turun untuk makan malam karena sepertinya cacing di perutnya sudah pada demo-demo.😂😂😂😂


Ternyata Papa dan Mamanya juga baru makan, kebetulan sekali mereka bisa makan malam bersama. Karena biasanya hanya ia dan Mamanya. Papanya sering sekali keluar kota bahkan keluar negeri untuk mengurus pekerjaan. Walaupun begitu Rafi tetap menyayangi Papanya karena Rafi tau Papanya melakukan itu semua demi keluarga.


Fi, sekarang kamu sudah semester 7 ya?? tanya Papanya


Iya Pa, tahun depan wisuda. jawab Rafi santai


Setelah lulus kamu terusin perusahaan Papa ya. ucap Papanya sambil menatap anak semata wayangnya itu


Iya Pa, dari dulu kan Papa udah bilang itu. ucap Rafi sambil melanjutkan makannya


Papa tau tapi kan siapa tau kamu lupa. ucap Papanya


Nggak lah Pa, kalau bukan aku siapa lagi yang lanjutin perusahaan Papa. ucap Rafi menatap Papanya sambil tersenyum


Papa Rafi bangga terhadap anaknya karena Rafi tak pernah membangkang kepada orang tuanya hanya saja ia terkadang malas melakukan sesuatu.


Pa, Ma Rafi udah selesai nih. Rafi ke kamar yaa. pamit Rafi kepada orang tuanya


Oke sayang, Have a nice dream. ucap kedua orang tuanya


Rafi hanya tersenyum menanggapi orang tuanya. Rafi memang selalu menuruti apa perkataan orang tuanya, sehingga saat Papanya menyuruhnya melanjutkan perusahaan. Maka Rafi siap-siap saja. Menurutnya itu tidak ada masalah baginya.


Sasa Reinata Putri, namanya cantik seperti orangnya. ucap Rafi lirih sambil senyum-senyum


Sasa, dimana yah kita pernah ketemu?? kenapa aku merasa tak asing dengan dirimu. ucap Rafi bermonolog


Yaudahlah tidur aja, supaya bangun cepet. ucap Rafi kemudian memperbaiki tidurnya

__ADS_1


***


Jangan lupa Vote & Comment😉😉😉


__ADS_2