
***
Weekend adalah hari yang paling membahagiakan bagi semua orang karena di waktu itulah mereka bisa beristirahat.
Hal itulah yang dirasakan Anggi saat ini.
Anggi bangun sayang. teriak Mamanya mengedor pintu kamar Anggi
Anggi nggak kuliah Ma. teriak Anggi mengeratkan selimut yang membungkus tubuhnya
Mama tau, tapi nggak baik anak perawan tidur sampai matahari terbit, kamu mau dapat suami aki-aki. omel Mamanya
Untuk kali ini aja Mah, Anggi masih ngantuk banget. ucap Anggi menutup matanya
Nggak boleh, bangun sekarang. Ini lagi kok pintu di kunci. omel Mamanya
Terkadang Anggi berpikir Mamanya ini suka sekali mengomelinya, nggak boleh ini dan itu. Kak Dion tidur sepanjang hari nggak pernah tuh diomelin. Nasib-nasib anak cewe.
Oke Mamaku, ini Anggi udah bangun kok. Anggi menuju kamar mandi
Setelah 30 menit di kamar mandi, Anggi baru selesai dari ritualnya.
Cewek banget yah? mandi lama banget๐๐๐
Aku juga cewek tapi paling lama mandinya 15 menit๐๐๐
Anggi kamu bohongin Mama yah, katanya udah bangun. Jangan-jangan kamu tidur lagi. teriak Mamanya dari dalan dapur
Kenapa teriak-teriak sih Ma, telinga Dion sakit nih. kesal Dion menatap Mamanya pasalnya Mamanya itu tak ada kapoknya teriak-teriak
Nggak usah urusin Mama, kamu mau kemana? ucap Mamanya garang
Biasa Mah jogging. ucap Dion tersenyum berharap Mamanya tidak melarangnya, sikap Mamanya kan tak terduga
Owh. ucap Mamanya singkat kemudian melanjutkan acara masaknya
Dion secepatnya meninggalkan Mamanya sebelum Mamanya itu berubah pikiran.
Pagi Ma. ucap Anggi menghampiri Mamanya
Kamu ngapain aja di kamar, lama banget. omel Mamanya
Mandi Mah. ucap Anggi kemudian menuju meja makan
Mandi kok lama banget, ini lagi udah turun. Ngapain duduk enak-enakan di situ. kesal Mamanya melihat anaknya itu
Kenapa sih Mama ngomel mulu, nggak cape apa. ucap Anggi memutar bola matanya
Mama nggak akan cape kalau itu kamu yang Mama omelin. Kamu sih udah kuliah masih nggak bisa masak. ucap Mamanya
Ih Anggi bisa masak kok. Anggi membela diri
Kalau bisa masak, tunjukin dong ke Mama. ucap Mamanya menantang
Oke, Mama tinggal duduk manis menunggu masakan siap. Biar Anggi yang ngerjain semua. ucap Anggi membanggakan dirinya, ia harus membuktikan bahwa argumen Mamanya selama ini tentang dirinya itu salah besar.
Anggi pun mengambil alih semua masakan, setelah beberapa menit Anggi berkutat di dapur akhirnya masakannya pun selesai.
Anggi menata semua masakannya di meja sambil tersenyum puas. Ia sangat yakin masakannya ini enak, Anggi gitu loh๐๐๐๐
Ma udah nih. teriak Anggi
Oke. ucap Mamanya singkat
Anggi kesal sebab ia sudah memasak sedemikian rupa tapi Mamanya hanya bilang ok. Sedih jadinya Anggi, untuk menghadapi Mamanya itu haru extra sabar.
Sabar Anggi, orang sabar disayang Tuhan. ucap Anggi bermonolog
Selang beberapa menit datanglah kedua orang tuanya. Orang tuanya hanya menatap masakannya tanpa berkomentar bahkan sampai selesai makan, mereka hanya diam.
Ma, Pa kok hanya diam sih. kesal Anggi pasalnya ia berharap kedua orang tuanya itu memuji masakannya tapi itu hanya harapan semata
Emangnya Papa Mama harus gimana? bingung Papanya
Dasar orang tua nggak peka. kesal Anggi meninggalkan meja makan kemudian menuju kamarnya
Itu anak dari kecil sampe udah besar gini gitu-gitu aja, suka ngambek. ucap Mamanya terkekeh
Hem, oh iya Ma. Dion mana? tanya suaminya
Jogging Pa. ucap Mama Anggi singkat
Pa nanti siang jadikan pergi? tanya Mama Anggi memastikan
Jadi, emang kenapa? tanya suaminya
__ADS_1
Enggak papa. ucap Mama Anggi kemudian meninggalkan suaminya
Pagi menjelang siang waktu paling enak buat tidur. Anggi saat ini kembali tertidur setelah makan. Anggi-Anggi gaya hidup udah kek gitu tapi nggak gendut-gendut.
Nggiiiii. teriak Dion mengedor pintu kamar Anggi
Anggiiiiii, yuuhuuu. Abangmu tercinta ada di luar, bukain pintu dong. ucap Dion berharap dibukakan pintu tapi hasilnya nihil
Woeeeee, Anggi. Kamu masih hidup kan? teriak Dion membuat Anggi terkejut bukan main
Yee hiduplah, doanya jahat banget sih. Ini adik sendiri tau. kesal Anggi
Makanya bukain pintu, kenapa sih setiap kamu masuk kamar, pintu selalu dikunci. Emang kamu ngapain di dalam?? Jangan-jangan kamu berbuat sesuatu yang buruk. ucap Dion mengerjai adiknya
Nggak lah yaa, itu mah kakak. ucap Anggi sambil membuka pintu kamarnya
Dari tadi kek, pinjam charger dong. ucap Dion memasuki kamar adiknya
Jaman gini masih ada kata pinjam. Dimana tuh jiwa sultannya. ejek Anggi
Yeh, sekali-kali doang. kesal Dion
Yaudah ambil aja sendiri, itu di laci meja belajar. ucap Anggi menunjuk laci meja belajarnya
Dion pun menuju meja belajar adiknya kemudian mengambil charger yang dimaksud.
Thanks sist, i love you. ucap Dion kemudian meninggalkan kamar adiknya
Punya kakak lebay bet dah. Mungkin itu kali yah alasan dia nggak punya cewek. Secara cewek-cewek pada ilfeel dengan tingkat kelebayannya yang melampaui batas. Widdihh jadi ingat matematika yang dimana suatu simbol berarti tak terhingga. Dikatakan tak terhingga karena nilainya sudah melampaui batas, sampe nggak ada yang tau tuh tepatnya ia bernilai berapa.
Udah jam berapa sih? tanya Anggi pada dirinya sendiri
Ia pun melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Wadduh udah jam 12 aja, udah waktu makan ternyata. Maaf yang cacing-cacing nyonyamu ini ketiduran. ucap Anggi menepuk-nepuk perutnya. Untung nggak ada yang liat.
Cacing-cacing di perut berhentilah berdemo, aku akan memberimu makan. Anggi bernyanyi membuat Dion yang baru turun tak bisa menahan tawanya
Hahahahahah, parah-parah. Adikku satu-satu sepertinya kewarasannya sudah hilang. ejek Dion bergerak menuju Anggi
Anggi yang mendengar perkataan kakaknya, tak menanggapi. Ia lebih fokus pada makanannya.
Yuuhuuu Anggiana Dewi adiknya Abang Dion tumben diem, biasanya nyerocos mulu. Lagi sariawan mbak?? ucap Dion tertawa
Apa deh kak, kalau mau makan yah makan aja. Nggak usah gangguin Anggi. kesal Anggi memutar bola matanya
Saat Anggi sedang sibuk makan, kedua orang tuanya menghampirinya.
Anggi ikut yah. ucap Anggi antusias
Nggak usah, kamu di rumah aja. cegah Papanya
Yah, kok Papa gitu sih. Tega banget ninggalin Anggi. ucap Anggi cemberut
Lain kali aja kamu ke sana.ucap Mamanya tersenyum
Yaudah deh, apapun keinginan kalian deh. Anggi turuti aja, Anggi mah bagai rumput depan rumah yang nggak diharapkan keberadaannya. Anggi mendramatis membuat Dion ingin muntah๐๐๐๐
Uwek uwek
Kenapa kak? ngidam. Hamil anak siapa kak? tanya Anggi polos
Ya Allah, kamu kira kakak ini apa. Yakali kakak hamil, mana ada cowok hamil. Emang gini nih kayaknya otak warasmu tidak ada lagi alias gila kamu. kesal kakaknya pasalnya ia tadi berniat mengejek adiknya tapi adiknya itu malah berpikiran yang tidak-tidak
Mama dan Papanya mengusap kepalanya. Yaudah, kalian disini jangan bertengkar. ucap Mama Papanya kemudian meninggalakan keduanya
Siap baginda Raja dan baginda Ratu. Hormat Anggi dan Dion bersamaan membuat kedua orang tuanya terkekeh
Kak, Anggi udah nih. Anggi ke kamar dulu yah. pamit Anggi
Oke. jawab Dion singkat
toktoktoktok
Dion mengetuk pintu kamar adiknya, sambil bersenandung ria.
Anggi membuka pintu kamarnya. Ada apa kak? tanya Anggi
Kamu nggak papa kan kalau sendiri di rumah?? tanya Dion sambil menatap adiknya itu, meski mereka sering bertengkar tapi pada dasarnya Dion sangat menyayangi adiknya
Emang kakak mau kemana? bingung Anggi, sejujurnya ia takut di rumah sendiri tapi kalau bilang takut bisa-bisa di diejek habis-habisan. Tapi mau bagaimana lagi, mengingat film horor yang banyak setannya membuatnya merinding.
Kakak mau ke rumah Gerald dulu, mau kerja tugas kelompok dan kemungkinan pulangnya malam banget kalau nggak kakak nginep. ucap Dion
Kenapa nggak ngerjain dari tadi sih. Yakali kak Anggi di rumah sendiri. Anggi cemberut
Emang kenapa? jangan-jangan kamu takut. ejek kakaknya
__ADS_1
Yeh enggak yah. Kalau gitu pergi sana, kalau perlu nggak usah balik lagi. kesal Anggi kemudian mensedekapkan kedua tangannya ke depan dada
Oke, bye adikku sayang. Dion mengacak rambut adiknya membuat Anggi kesal
Meski Anggi dan Dion sering bertengkar tapi Anggi juga sering merindukan Dion. Seperti sekarang ia tinggal sendiri di rumah. Ngenes banget deh๐ฌ๐ฌ๐ฌ๐ฌ
Bagusnya ngapain yah. Anggi bermonolog
Malas ah, sendirian juga.
Mending aku ajak Sasa ke sini. Anggi antusias kemudian mencari nomor Sasa dan menelfonnya
Anggi
Halo Sa, kamu dimana?
Sasa
Coba tebak
Anggi
Di rumah??
Sasa
Itu tau kenapa nanya
Anggi
Ngegas mba
Kamu sibuk nggak?
Sasa
Nggak sih, emang kenapa?
Anggi
Kamu ke rumah dong, aku sendirian nih. Kamu sekalian nginep, jangan lupa bawa baju ganti. Besokkan ngampus.
Sasa
Oke, aku ijin dulu. Aku tutup yah, bye
Sasa bersiap-siap dan tak lupa membawa baju ganti beserta buku-bukunya.
Ma, Sasa ijin ke rumah Anggi yah, Sasa juga nginep malam ini. Kasian dia sendiri. pamit Sasa sambil tersenyum
Oh oke. ucap Mamanya singkat
Sasa berangkat dulu Ma, Assalamualaikum. ucap Sasa mencium tangan mamanya
Waalaikumussalam. jawab Mamanya kemudian melanjutkan nonton tv
***
Beberapa menit perjalanan akhirnya Sasa sampai di rumah Anggi.
Sasa bergerak menuju pintu rumah Anggi
toktoktok
Ketuk Sasa sambil menatap sekeliling rumah Anggi, rumah Anggi besar juga dan indah karena banyak bunga menghiasi sekeliling rumah ini.
Anggi membuka pintu dan mempersilahkan Sasa masuk.
Sasa memasuki rumah Anggi yang terlihat mewah, ternyata bukan hanya di luar saja tapi di dalan lebih mewah. "Nggi emang Papa Mama kamu kemana sih?"
Ke rumah nenek. ucap Anggi kemudian duduk di sofa
Owh, btw kamu nggak punya saudara? kita sahabatan tapi belum tau keluarga masing-masing, lucu yah. ucap Sasa ikut duduk disamping Anggi
Aku punya kakak laki-laki, kita satu kampus kok. Iya, aku juga belum tau keluarga kamu. Kita sih nggak pernah nanya satu sama lain. ucap Anggi terkekeh
Oh yah, aku juga punya dua adik. Namanya Sinta Puspita Sari dan Santi Purnama Sari. Kok aku nggak pernah liat kakak kamu sih, namanya emang siapa? kepo Sasa
Dion Setiawan, di seangkatan sama kak Rafi. ucap Anggi
Owhhh. Sasa mengangguk-anggukkan kepalanya
***
Bagaimana part ini menurut kalian???
__ADS_1
Jangan lupa vote & Comment guys๐๐๐