Ternyata Kamu

Ternyata Kamu
Rumah Anggi (1)


__ADS_3

***


Weekend adalah hari yang paling membahagiakan bagi semua orang karena di waktu itulah mereka bisa beristirahat.


Hal itulah yang dirasakan Anggi saat ini.


Anggi bangun sayang. teriak Mamanya mengedor pintu kamar Anggi


Anggi nggak kuliah Ma. teriak Anggi mengeratkan selimut yang membungkus tubuhnya


Mama tau, tapi nggak baik anak perawan tidur sampai matahari terbit, kamu mau dapat suami aki-aki. omel Mamanya


Untuk kali ini aja Mah, Anggi masih ngantuk banget. ucap Anggi menutup matanya


Nggak boleh, bangun sekarang. Ini lagi kok pintu di kunci. omel Mamanya


Terkadang Anggi berpikir Mamanya ini suka sekali mengomelinya, nggak boleh ini dan itu. Kak Dion tidur sepanjang hari nggak pernah tuh diomelin. Nasib-nasib anak cewe.


Oke Mamaku, ini Anggi udah bangun kok. Anggi menuju kamar mandi


Setelah 30 menit di kamar mandi, Anggi baru selesai dari ritualnya.


Cewek banget yah? mandi lama banget๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„


Aku juga cewek tapi paling lama mandinya 15 menit๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Anggi kamu bohongin Mama yah, katanya udah bangun. Jangan-jangan kamu tidur lagi. teriak Mamanya dari dalan dapur


Kenapa teriak-teriak sih Ma, telinga Dion sakit nih. kesal Dion menatap Mamanya pasalnya Mamanya itu tak ada kapoknya teriak-teriak


Nggak usah urusin Mama, kamu mau kemana? ucap Mamanya garang


Biasa Mah jogging. ucap Dion tersenyum berharap Mamanya tidak melarangnya, sikap Mamanya kan tak terduga


Owh. ucap Mamanya singkat kemudian melanjutkan acara masaknya


Dion secepatnya meninggalkan Mamanya sebelum Mamanya itu berubah pikiran.


Pagi Ma. ucap Anggi menghampiri Mamanya


Kamu ngapain aja di kamar, lama banget. omel Mamanya


Mandi Mah. ucap Anggi kemudian menuju meja makan


Mandi kok lama banget, ini lagi udah turun. Ngapain duduk enak-enakan di situ. kesal Mamanya melihat anaknya itu


Kenapa sih Mama ngomel mulu, nggak cape apa. ucap Anggi memutar bola matanya


Mama nggak akan cape kalau itu kamu yang Mama omelin. Kamu sih udah kuliah masih nggak bisa masak. ucap Mamanya


Ih Anggi bisa masak kok. Anggi membela diri


Kalau bisa masak, tunjukin dong ke Mama. ucap Mamanya menantang


Oke, Mama tinggal duduk manis menunggu masakan siap. Biar Anggi yang ngerjain semua. ucap Anggi membanggakan dirinya, ia harus membuktikan bahwa argumen Mamanya selama ini tentang dirinya itu salah besar.


Anggi pun mengambil alih semua masakan, setelah beberapa menit Anggi berkutat di dapur akhirnya masakannya pun selesai.


Anggi menata semua masakannya di meja sambil tersenyum puas. Ia sangat yakin masakannya ini enak, Anggi gitu loh๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž๐Ÿ˜Ž


Ma udah nih. teriak Anggi


Oke. ucap Mamanya singkat


Anggi kesal sebab ia sudah memasak sedemikian rupa tapi Mamanya hanya bilang ok. Sedih jadinya Anggi, untuk menghadapi Mamanya itu haru extra sabar.


Sabar Anggi, orang sabar disayang Tuhan. ucap Anggi bermonolog


Selang beberapa menit datanglah kedua orang tuanya. Orang tuanya hanya menatap masakannya tanpa berkomentar bahkan sampai selesai makan, mereka hanya diam.


Ma, Pa kok hanya diam sih. kesal Anggi pasalnya ia berharap kedua orang tuanya itu memuji masakannya tapi itu hanya harapan semata


Emangnya Papa Mama harus gimana? bingung Papanya


Dasar orang tua nggak peka. kesal Anggi meninggalkan meja makan kemudian menuju kamarnya


Itu anak dari kecil sampe udah besar gini gitu-gitu aja, suka ngambek. ucap Mamanya terkekeh


Hem, oh iya Ma. Dion mana? tanya suaminya


Jogging Pa. ucap Mama Anggi singkat


Pa nanti siang jadikan pergi? tanya Mama Anggi memastikan


Jadi, emang kenapa? tanya suaminya

__ADS_1


Enggak papa. ucap Mama Anggi kemudian meninggalkan suaminya


Pagi menjelang siang waktu paling enak buat tidur. Anggi saat ini kembali tertidur setelah makan. Anggi-Anggi gaya hidup udah kek gitu tapi nggak gendut-gendut.


Nggiiiii. teriak Dion mengedor pintu kamar Anggi


Anggiiiiii, yuuhuuu. Abangmu tercinta ada di luar, bukain pintu dong. ucap Dion berharap dibukakan pintu tapi hasilnya nihil


Woeeeee, Anggi. Kamu masih hidup kan? teriak Dion membuat Anggi terkejut bukan main


Yee hiduplah, doanya jahat banget sih. Ini adik sendiri tau. kesal Anggi


Makanya bukain pintu, kenapa sih setiap kamu masuk kamar, pintu selalu dikunci. Emang kamu ngapain di dalam?? Jangan-jangan kamu berbuat sesuatu yang buruk. ucap Dion mengerjai adiknya


Nggak lah yaa, itu mah kakak. ucap Anggi sambil membuka pintu kamarnya


Dari tadi kek, pinjam charger dong. ucap Dion memasuki kamar adiknya


Jaman gini masih ada kata pinjam. Dimana tuh jiwa sultannya. ejek Anggi


Yeh, sekali-kali doang. kesal Dion


Yaudah ambil aja sendiri, itu di laci meja belajar. ucap Anggi menunjuk laci meja belajarnya


Dion pun menuju meja belajar adiknya kemudian mengambil charger yang dimaksud.


Thanks sist, i love you. ucap Dion kemudian meninggalkan kamar adiknya


Punya kakak lebay bet dah. Mungkin itu kali yah alasan dia nggak punya cewek. Secara cewek-cewek pada ilfeel dengan tingkat kelebayannya yang melampaui batas. Widdihh jadi ingat matematika yang dimana suatu simbol berarti tak terhingga. Dikatakan tak terhingga karena nilainya sudah melampaui batas, sampe nggak ada yang tau tuh tepatnya ia bernilai berapa.


Udah jam berapa sih? tanya Anggi pada dirinya sendiri


Ia pun melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya. Wadduh udah jam 12 aja, udah waktu makan ternyata. Maaf yang cacing-cacing nyonyamu ini ketiduran. ucap Anggi menepuk-nepuk perutnya. Untung nggak ada yang liat.


Cacing-cacing di perut berhentilah berdemo, aku akan memberimu makan. Anggi bernyanyi membuat Dion yang baru turun tak bisa menahan tawanya


Hahahahahah, parah-parah. Adikku satu-satu sepertinya kewarasannya sudah hilang. ejek Dion bergerak menuju Anggi


Anggi yang mendengar perkataan kakaknya, tak menanggapi. Ia lebih fokus pada makanannya.


Yuuhuuu Anggiana Dewi adiknya Abang Dion tumben diem, biasanya nyerocos mulu. Lagi sariawan mbak?? ucap Dion tertawa


Apa deh kak, kalau mau makan yah makan aja. Nggak usah gangguin Anggi. kesal Anggi memutar bola matanya


Saat Anggi sedang sibuk makan, kedua orang tuanya menghampirinya.


Anggi ikut yah. ucap Anggi antusias


Nggak usah, kamu di rumah aja. cegah Papanya


Yah, kok Papa gitu sih. Tega banget ninggalin Anggi. ucap Anggi cemberut


Lain kali aja kamu ke sana.ucap Mamanya tersenyum


Yaudah deh, apapun keinginan kalian deh. Anggi turuti aja, Anggi mah bagai rumput depan rumah yang nggak diharapkan keberadaannya. Anggi mendramatis membuat Dion ingin muntah๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Uwek uwek


Kenapa kak? ngidam. Hamil anak siapa kak? tanya Anggi polos


Ya Allah, kamu kira kakak ini apa. Yakali kakak hamil, mana ada cowok hamil. Emang gini nih kayaknya otak warasmu tidak ada lagi alias gila kamu. kesal kakaknya pasalnya ia tadi berniat mengejek adiknya tapi adiknya itu malah berpikiran yang tidak-tidak


Mama dan Papanya mengusap kepalanya. Yaudah, kalian disini jangan bertengkar. ucap Mama Papanya kemudian meninggalakan keduanya


Siap baginda Raja dan baginda Ratu. Hormat Anggi dan Dion bersamaan membuat kedua orang tuanya terkekeh


Kak, Anggi udah nih. Anggi ke kamar dulu yah. pamit Anggi


Oke. jawab Dion singkat


toktoktoktok


Dion mengetuk pintu kamar adiknya, sambil bersenandung ria.


Anggi membuka pintu kamarnya. Ada apa kak? tanya Anggi


Kamu nggak papa kan kalau sendiri di rumah?? tanya Dion sambil menatap adiknya itu, meski mereka sering bertengkar tapi pada dasarnya Dion sangat menyayangi adiknya


Emang kakak mau kemana? bingung Anggi, sejujurnya ia takut di rumah sendiri tapi kalau bilang takut bisa-bisa di diejek habis-habisan. Tapi mau bagaimana lagi, mengingat film horor yang banyak setannya membuatnya merinding.


Kakak mau ke rumah Gerald dulu, mau kerja tugas kelompok dan kemungkinan pulangnya malam banget kalau nggak kakak nginep. ucap Dion


Kenapa nggak ngerjain dari tadi sih. Yakali kak Anggi di rumah sendiri. Anggi cemberut


Emang kenapa? jangan-jangan kamu takut. ejek kakaknya

__ADS_1


Yeh enggak yah. Kalau gitu pergi sana, kalau perlu nggak usah balik lagi. kesal Anggi kemudian mensedekapkan kedua tangannya ke depan dada


Oke, bye adikku sayang. Dion mengacak rambut adiknya membuat Anggi kesal


Meski Anggi dan Dion sering bertengkar tapi Anggi juga sering merindukan Dion. Seperti sekarang ia tinggal sendiri di rumah. Ngenes banget deh๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ˜ฌ๐Ÿ˜ฌ


Bagusnya ngapain yah. Anggi bermonolog


Malas ah, sendirian juga.


Mending aku ajak Sasa ke sini. Anggi antusias kemudian mencari nomor Sasa dan menelfonnya


Anggi


Halo Sa, kamu dimana?


Sasa


Coba tebak


Anggi


Di rumah??


Sasa


Itu tau kenapa nanya


Anggi


Ngegas mba


Kamu sibuk nggak?


Sasa


Nggak sih, emang kenapa?


Anggi


Kamu ke rumah dong, aku sendirian nih. Kamu sekalian nginep, jangan lupa bawa baju ganti. Besokkan ngampus.


Sasa


Oke, aku ijin dulu. Aku tutup yah, bye


Sasa bersiap-siap dan tak lupa membawa baju ganti beserta buku-bukunya.


Ma, Sasa ijin ke rumah Anggi yah, Sasa juga nginep malam ini. Kasian dia sendiri. pamit Sasa sambil tersenyum


Oh oke. ucap Mamanya singkat


Sasa berangkat dulu Ma, Assalamualaikum. ucap Sasa mencium tangan mamanya


Waalaikumussalam. jawab Mamanya kemudian melanjutkan nonton tv


***


Beberapa menit perjalanan akhirnya Sasa sampai di rumah Anggi.


Sasa bergerak menuju pintu rumah Anggi


toktoktok


Ketuk Sasa sambil menatap sekeliling rumah Anggi, rumah Anggi besar juga dan indah karena banyak bunga menghiasi sekeliling rumah ini.


Anggi membuka pintu dan mempersilahkan Sasa masuk.


Sasa memasuki rumah Anggi yang terlihat mewah, ternyata bukan hanya di luar saja tapi di dalan lebih mewah. "Nggi emang Papa Mama kamu kemana sih?"


Ke rumah nenek. ucap Anggi kemudian duduk di sofa


Owh, btw kamu nggak punya saudara? kita sahabatan tapi belum tau keluarga masing-masing, lucu yah. ucap Sasa ikut duduk disamping Anggi


Aku punya kakak laki-laki, kita satu kampus kok. Iya, aku juga belum tau keluarga kamu. Kita sih nggak pernah nanya satu sama lain. ucap Anggi terkekeh


Oh yah, aku juga punya dua adik. Namanya Sinta Puspita Sari dan Santi Purnama Sari. Kok aku nggak pernah liat kakak kamu sih, namanya emang siapa? kepo Sasa


Dion Setiawan, di seangkatan sama kak Rafi. ucap Anggi


Owhhh. Sasa mengangguk-anggukkan kepalanya


***


Bagaimana part ini menurut kalian???

__ADS_1


Jangan lupa vote & Comment guys๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰


__ADS_2