
***
Hehehem hehehem
Sasa bersenandung sambil menuju kelasnya namun ia dikejutkan dengan pukulan Anggi di bahunya.
Hy Sa. ucap Anggi tersenyum pepsodent
Apaansih, kamu membuatku terkejut tau. kesal Sasa kemudian melanjutkan perjalanannya
Sorry Sa, ya ya ya. bujuk Anggi
Hem. gumam Sasa
Anggi pun menyusul Sasa menuju kelasnya.
Sa, kalian kemana aja kemarin? tanya Anggi penasaran
Kalian siapa? tanya Sasa bingung
Kamu dan Kak Rafi lah, siapa lagi. kesal Anggi dengah tingkat sahabatnya itu yang kadang lalod alias lambat loading
Owh. ucap Sasa singkat
Yah, jawabannya cuman owh, apaantuh. Berbicara kan nggak di bayar, jawabannya yang panjang dikit napa. kesal Anggi
Sasa tak menanggapi Anggi, ia kemudian meletakkan kepalanya di meja. Entah kenapa sekarang tiba-tiba kepalanya pusing. Padahal tadi pagi baik-baik saja.
Jawab kek Sa. Jengkel Anggi
Jawab apa Nggi? tanya Sasa memijat kepalanya
Itulah kalian kemana aja kemarin. ucap Anggi belum ngeh kalau Sasa tak baik-baik saja
Toko buku dan resto. ucap Sasa singkat karena sepertinya kepalanya semakin pusing
Owh. ucap Anggi menganggukkan kepalanya
Terus Kak Rafi nganterin kamu pulang nggak? tanya Anggi lagi kemudian menatap Sasa
Tak ada jawaban dari Sasa membuat Anggi penasaran. Anggi pun mengguncang tubuh Sasa tapi Sasa tak menyahut juga.
Adduhhh Sa, kamu kenapa? ucap Anggi takut
Aku banyak nanya yah? tanya Anggi lagi
Sa jawab kek. Anggi mengguncang tubuh Sasa
Wadduhh, ini Sasa beneran pingsan. Anggi baru kepikiran
Belum ada orang lagi, yakali aku bawa Sasa sendiri ke uks, uks kan lumayan jauh. ucap Anggi berpikir
Mending aku keluar minta bantuan, siapa tau ada yang lewat. Anggi segera keluar kelas
Tak jauh dari tempatnya berdiri, ia melihat Rafi dan Andra baru keluar dari ruang dekan.
Kak Rafiiiii. teriak Anggi sambil melambaikan tangannya
Rafi yang merasa namanya dipanggil, akhirnya mencari asal suara. Ia pun melihat Anggi yang berdiri di depan kelas meneriakkan namanya dan melambaikan tangan. Rafi pun segera munuju dimana Anggi berada.
Kenapa Nggi? tanya Rafi sambil menaikkan satu alisnya
Itu kak. ucap Anggi tercekat
Itu apa Nggi? kalau ngomong yang jelas. kesal Andra
Sasa pingsan. ucap Anggi takut
Hha?? kok bisa?? tanya Rafi khawatir
Nanti aku jelasin, mending kakak sekarang bawa Anggi ke uks takutnya dia kenapa-napa. ucap Anggi cepat
__ADS_1
Sasanya dimana? tanya Andra yang ikut terkejut mendengar keadaan Sasa
Itu kak. ucap Anggi menunjuk dalam kelas dimana Sasa sedang terduduk di kursinya. Rafi yang melihat pun lansung menuju Sasa dan membawanya ke uks.
Dok tolong periksa teman saya. ucap Rafi meletakkan Sasa di kasur
Yaudah, kamu bisa keluar. ucap Dokter kemudian mengambil stetoskopnya
Tapi dok, saya ingin melihat teman saya. tolak Rafi
Kamu bisa melihatnya nanti. Silahkan keluar. perintah dokter
Rafi pun menuruti perkataan dokter tersebut kemudian menuju pintu untuk keluar dari ruang uks.
Rafi yang melihat Anggi dan Andra yang duduk di kursi depan uks, Rafi pun ikut duduk disana.
Nggi bisa kamu jelasin kenapa Sasa bisa pingsan. ucap Rafi meminta penjelasan
Begini kak, awalnya aku nanya tentang kemana aja kalian kemarin, Sasa pun menjawab dengan singkat yang membuatku belum puas dengan jawabannya jadi aku kembali bertanya, tapi Sasa tidak menanggapi pertanyaanku. Awalnya aku kira ia hanya malas menjawab tapi saat aku berbalik menghadapnya, Sasa sudah pingsan kak. ucap Anggi mengingat kejadian tadi
Rafi dan Andra yang mendengarkan hanya menganggukkan kepalanya.
Beberapa menit menunggu, dokterpun mengijinkan untuk masuk. Tapi sebelum masuk, dokter meminta salah satu orang untuk mengikutinya. Rafi pun segera mengikuti dokter,sedangkan Andra dan Anggi memasuki ruang uks.
Ada apa dengan teman saya dokter? tanya Rafi khawatir
Saya belum bisa memastikan tapi sepertinya ia sakit bukan sakit biasa, jika kamu ingin lebih jelasnya, silahkan bawa dia ke rumah sakit. jelas dokter membuat Rafi khawatir
Baik dok, saya permisi. ucap Rafi kemudian meninggalkan ruang dokter.
Memang di kampus ini memiliki uks dengan peralatan lengkap dan disertai dokter.
Di lain tempat yaitu di uks, Sasa sudah sadar dan mengobrol dengan Anggi dan Andra. Tapi tak berselang lama, seseorang mengetuk pintu. Sasa pun mempersilahkannya masuk, namun yang datang ternyata seseorang yang sangat tidak ingin ditemuinya.
Sa, kok kamu bisa sampai pingsan sih. ucap Fatan mendekati Sasa
Tadi cuman pusing, saat aku udah nggak bisa nahan. Aku pingsan deh. ucap Sasa tersenyum
Bagaimana pun juga ini di kampus, ia tidak mau semua orang mengetahui masalahnya dengan Fatan. Jadi bersifat profesional saja.
Assalamualaikum. ucap Rafi memasuki ruangan Sasa sambil tersenyum namun senyum itu hilang saat ia melihat seseorang yang sangat tidak disukainya
Waalaikumussalam. jawab semua orang yang berada dalam ruangan itu serempak
Masuk kak. ucap Sasa tersenyum
Rafi yang melihat senyum Sasa, akhirnya memasuki ruangan uks.
Ada yang sakit nggak Sa? tanya Rafi mendekati Sasa dan mengusap kepalanya
Iya nih kak, kepala aku masih sedikit sakit. ucap Sasa cemberut
Tingkah Sasa membuat Rafi terkekeh kemudian duduk samping brangkar. Andra yang melihat interaksi Sasa dan Rafi menjadi curiga tentang hubungan mereka. Jika mereka memang teman, nggak mungkin sampai sedekat itu. Interaksi mereka seperti pasangan kekasih, memikirkan hal itu membuat Fatan merasa tak suka.
Sasa yang sadar akan perubahan sikap Fatan, nggak peduli karena ia memang sengaja terlihat sangat dekat dengan Rafi agar Fatan menjauhinya.
Hem Sa, kalau gitu aku pergi dulu yah. Keknya masih ada urusan yang belum aku selesaikan. ucap Fatan sudah tak sanggup berada di ruangan itu, karena dirinya seperti diabaikan
Oh iya. ucap Sasa singkat tetap tersenyum seperti tak ada apa-apa
Setelah kepergian Fatan, Rafi kemudian mengenggam tangan Sasa. Gerakan Rafi membuat Sasa terkejut, tapi Sasa masih bisa menyembunyikan keterkejutannya. Karena memang sejak kemarin, Rafi sangat suka menggenggam tangannya.
Kak bisa lepasin tangan aku nggak. ucap Sasa yang merasa jantungnya kembali berdetak kencang hanya karena sentuhan tangan Rafi
Enggak, nanti kamu hilang. ucap Rafi terkekeh
Adduuuuh kalian ini, kenapa nggak pacaran aja sih. Udah serasi gitu. ejek Andra
Nggak usah pacaran, langsung nikah ya Sa. ucap Rafi tersenyum membuat Sasa salah tingkah
Good ma Broo. ucap Andra sambil menepuk-nepuk bahu Rafi
__ADS_1
Sa, kode tuh. Kamu mau nggak kalau kak Rafi nikahin kamu. ejek Anggi membuat Sasa merasa tak enak dengan situasi sekarang
Sa, gimana mau nggak? tanya Anggi sambil mengedipkan matanya kepada Sasa
Kita masih kuliah Nggi, nggak usah mikir sampe sana. ucap Sasa tak mau membahas itu
Karena kita masih kuliah, itu sebabnya kita harus sudah memikirkan masa depan. Supaya masa depan kita terencana, meski tak luput dari takdir yang Allah berikan. ucap Anggi panjang lebar
Hem. gumam Sasa malas menanggapi
Wah, Sasa udah jawab hem tu. Berarti dia sutuju dong. Gas terus bro. ucap Andra menyemangati Rafi
Tenang aja, kalian akan liat nanti. ucap Rafi menata Sasa
Siapa yang bilang setuju sih kak. ucap Sasa tidak terima
Itu kamu bilang barusan. ucap Anggi sangat suka melihat kejengkelan Sasa
Ihh kalian semua nyebelin deh. kesal Sasa kemudian baring membelakangi Rafi, Andra, dan Anggi
Sa, dosa loh tidur membelakangi calon suami. canda Anggi menahan tawanya
Yang dosa itu membelakangi suami bukan calon suami. sahut Sasa jengah dengan sahabatnya
Sudah Nggi, biarkan Sasa istirahat. ucap Rafi menengahi
Sa, dibelain tuh sama calon suami. ucap Anggi masih tak menyerah
Nggi. tegur Rafi
Yaudah Sa, kamu istirahat. Aku kekelas dulu. pamit Anggi
Sasa tidak menjawab perkataan Anggi, ia cukup kesal dengan sahabatnya itu
Fi, aku kekelas juga yah. ucap Andra kemudian pergi
Setelah kepergian keduanya, Sasa pun berbalik ke arah Rafi.
Kok kakak nggak kekelas juga? tanya Sasa pasalnya hanya Rafi yang tinggal di sini
Aku mau jagain kamu. ucap Rafi
Nggak usah kak, aku baik-baik aja kok. ucap Sasa tersenyum
Aku khawatir sama kamu Sa. ucap Rafi menatap Sasa
Sebelumnya makasih kakak udah khawatir sama aku. Tapi sekarang mending kakak ke kelas, supaya kakak bisa dapat ipk yang bagus, kemudian pekerjaan yang bagus, dan tentunya suami idaman. ucap Sasa tak sadar
Owh gitu, apa aku juga termasuk dalam kategori suami idaman untukmu? tanya Rafi semakin manatap intens Sasa
Hha?? meee... nding kakak kekelas sekarang. ucap Sasa gugup
Oke, ini karena permintaan calon istri. ucap Rafi kemudian segera berlari keluar
Setelah kepergian Rafi, Sasa memegang dadanya karena setiap perlakuan Rafi padanya akan membuat jantungnya berdetak abnormal.
Sa, sadar kamu bukan siapa-siapanya Rafi. Bisa saja itu hanya gombalan, kamu tidak maukan merasakan sakit seperti dulu. ucap Sasa menyadarkan dirinya
Sasa pun tak mau memusingkan perasaannya lagi, biarlah waktu yang menentukan.
Adduhhh, ini kepala kok sakit lagi. ucap Sasa memukul-mukul kepalanya
Karena merasa kepalanya sakit, akhirnya Sasa memutuskan untuk tidur dan berharap setelah tidur, rasa sakitnya akan hilang.
***
Ada yang tau Sasa kenapa?? Kok kepalanya sakit???
Penasaran??
Lanjutkan ke part berikutnya.
__ADS_1
Happy Reading guys❤❤❤
Jangan lupa vote & comment😎