
10 tahun yang lalu
"Ma, Pa emang kita harus pindah rumah?" Tanya Rafi
"Iya sayang, rumah ini akan kita jual." Jawab Mamanya
"Kenapa harus pindah? terus kenapa rumah ini harus di jual?" Tanya Rafi lagi
"Karena rumah ini terlalu jauh dari kantor Papa sekarang, jadi kita harus pindah." Jawab Papanya
"Yah, berarti Rafi juga pindah sekolah dong." Ucap Rafi sedih
"Iya sayang, nggak papa yah. Nanti di sana kamu pasti dapat teman baru." Bujuk Mamanya
"Yaudah deh Ma." Ucap Rafi pasrah
Setelah beberapa hari mengurus kepindahannya dan orang tuanya, di sinilah Rafi berada di rumah baru yang sangat asing menurutnya.
Keesokan harinya adalah hari pertama Rafi di sekolah baru.
"Rafi, bangun sayang. Hari ini kan hari pertama kamu di sekolah baru." Ucap Mamanya
'Masih ngantuk Ma, 5 menit lagi yah." Bujuk Rafi sambil memperbaiki tidurnya
"Bangun atau Mama siram." Ucap Mamanya kesal
"Baik Mamaku tercinta." Ucap Rafi kemudian berlari menuju kamar mandi
Setelah beberapa menit Rafi pun berangkat ke sekolah dengan mengendarai sepeda kesayangannya. Walaupun ia orang kaya tapi orang tuanya selalu mengajarkan untuk menjadi anak yang mandiri.
Ting Ting
Bel sekolah pun berbunyi, semua siswa dan siswi segera ke kelas masing-masing untuk mengikuti pelajaran.
Di kelas 6 SD Ragunan
"Assalamualaikum anak-anak." Ucap ibu wali kelas
"Waalaikumussalam Bu." Ucap seluruh siswa
__ADS_1
"Hari ini kalian kedatangan teman baru nih, kalian yang akur yah." Ucap ibu wali kelas sambil tersenyum
"Baik Bu." Ucap seluruh siswa
"Silahkan masuk nak Rafi." Ucap ibu wali kelas
Rafi pun masuk dengan muka datar, jujur saja ia sebenarnya tidak ingin pindah sekolah tapi mau bagaimana lagi.
"Silahkan perkenalkan dirimu." Ucap ibu wali kelas
"Baik Bu. Hai teman-teman, namaku Rafi Dirgantara Putra, pindahan dari SD Pelita Harapan. Kalian bisa panggil aku Rafi. Semoga kita bisa berteman baik, terima kasih." Ucap Rafi mengakhiri perkenalannya
"Hy Rafi." Ucap salah satu siswi sambil mengedipkan matanya
"Udah punya pacar belum?" Sahut siswi lain
"Duduk bareng aku yuk." Ajak salah satu siswi
"Udah-udah kalian ini, Rafi silahkan duduk dengan Andra." Ucap wali kelas sambil menunjuk arah dimana Andra berada
"Baik Bu." Rafi pun menuju tempat duduknya
"Hy aku Andra Prasetnya, panggil aja Andra." Ucap Andra menyudahi kesunyian
"Udah tau." Ucap Rafi cuek
"Yaelah bro, cuek amat dah. Gue ini orang baik kok. Sekarang lo harus jadi teman gue." Ucap Andra memutuskan
"Hm." Gumam Rafi tanpa menoleh
Setelah beberapa bulan di sekolah baru, ternyata tidak seburuk yang Rafi pikirkan. Bahkan ia sudah memiliki sahabat bernama Andra Prasetya. Walaupun awalnya ia tidak peduli dengan Andra, namun karena Andra yang selalu mengikutinya akhirnya Rafi bisa menerima Andra dan kembali menjadi Rafi yang ceria seperti dulu di sekolah lama.
Diusianya yang ke 12 tahun, entah mengapa setelah melihat adik kelasnya yang bernama Sasa Reinata Putri membuatnya merasakan sesuatu yang berbeda. Mungkinkah cinta?? tapi diusia dini??? entahlah biarkan Rafi dan Allah saja yang tahu... Wkwkwkwkwkwk
"Hey tunggu!" Kata Rafi sambil mengejar Sasa
"Sa, tunggu!" Kata Rafi sekali lagi
Sasa berbalik karena merasa seseorang memanggilnya.
__ADS_1
"Maaf, Kakak manggil saya?" Tanya Sasa
"Iya, kamu Sasa Reinata Putri kan?" Tanya Rafi
"Oh iya itu saya kak. Ada apa yah?" Tanya Sasa lagi
"Nggak papa, kenalin aku Rafi Dirgantara Putra." Ucap Rafi mengulurkan tangannya sambil tersenyum
"Oh." Ucap Sasa kemudian pergi dari tempat tersebut
Pertemuan pertama dengan seorang Sasa sampai perkenalan Rafi yang tak ditanggapi membuahkan hasil. Setelah beberapa bulan Rafi berusaha mendekatinya, akhirnya mereka bersahabat baik. Bahkan mereka sudah memiliki panggilan masing-masing.
Di taman adalah tempat yang paling Rafi dan Sasa sukai untuk bermain.
"Kak Dirga, besok Reina akan pindah ke Semarang." Ucap Sasa sedih karena harus meninggalkan sahabatnya
"Hhhhaaa?? emang ada apa?" Tanya Rafi penasaran
"Papa dipindahkan ke sana." Ucap Sasa menunduk
"Jadi kita nggak akan ketemu lagi dalam waktu yang lama dong." Ucap Rafi sedih
"Iya kak, tapi kalau aku pergi jangan lupain Reina ya kak. Awas aja." Ancam Sasa
"Aku janji nggak akan lupain kamu. Kamu juga jangan lupain aku yah." Ucap Rafi memandang Sasa
"Iya Kak." Ucap Sasa
"Reina, boleh nggak aku peluk kamu?" Tanya Rafi
"Boleh kak." Ucap Sasa kemudian memeluk Rafi erat
Itulah pertemuan terakhir Rafi dan Sasa sebelum Sasa pindah ke Semarang.
Setelah bertahun-tahun mereka masih saling mengingat. Namun, karena kecelakaan yang dialami Sasa, membuatnya melupakan kenangan masa kecilnya.
Bagaimana prolognya readers, penasaran nggak???😆😆😆
Lanjutin yuk bacanya😊😊😊
__ADS_1
Jangan lupa Like, Vote & Comment