
***
Hari ini adalah hari pertama Sasa di semester 3 entah mengapa Sasa merasa sangat malas meninggalkan kasurnya itu, biasanya hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu karena di hari inilah bertemu dengan teman-teman setelah libur semester, di hari inilah akan bertemu dosen-dosen baru. Tapi berbeda dengan Sasa, ia seperti malas kuliah. Mungkin terlalu nyaman kali yaa liburannya😂😂😂
Sasa sebenarnya sudah bangun dari tadi tapi karena malas gerak akhirnya ia tetap di atas kasurnya itu. Hingga teriakan mamanya membuatnya segera bersiap-siap ke kampus.
Saaaa, bangunnn. Ini udah jam 7.30 bukannya kamu ada kuliah jam 8.00. teriak mamanya sambil mengetuk pintu kamar Sasa
Iya maaaa. Ucap Sasa malas kemudian menuju toilet
Setelah beberapa menit Sasa pun menuju meja makan, disana kedua orang tuanya dan kedua adiknya sedang sarapan.
Pagi semua. Ucap Sasa saat sampai di meja makan
Pagi sayang. Ucap mama dan papanya
Pagi kak. Ucap kedua adiknya
Duduk gih, ini sarapan kamu. Perintah mamanya
Duduk Sasa kemudian mengambil sarapannya itu. Menghabiskan secepat mungkin, karena waktu semakin cepat saja rasanya. Bukannya cepat Saa, tapi kamu emang yang lelet, bukannya bangun pagi-pagi malah enak-enakan di kasur.🤣🤣🤣
Semuanya pun sarapan dalam diam, begitulah yang sering diajarkan orang tuanya. Papanya dan mamanya selalu mengatakan jika makan maka makanlah dalam diam, katanya sih untuk menghormati makan kita.
Mah, Sasa udah nih. Sasa pamit yah. ucap Sasa setelah menghabiskan sarapannya.
Yaudah, hati-hati yah. ucap mamanya memperingati.
Yes maa. ucap Sasa kemudian mengambil tasnya dan menyalimi kedua orang tuanya.
Kak kita berdua ikut dong. ucap Santi sambil menyengir
Sasa pun mengalihkan tatapannya kepada adiknya.
Adduhhh, kalian diantar papa aja yah. Soalnya kakak udah mau terlambat nih. ucap Sasa membujuk adiknya
Yah kak, yaudah papa yang antar yah. ucap Santi menoleh ke papanya
Iya. Kamu Sa mending berangkat sekarang. Ini udah jam berapa. ucap papanya sambil melihat jamnya
Okey, bye semua. ucap Sasa kemudian berlari keluar rumah dan menuju mobilnya
15 menit kemudian
Akhirnya sampai juga, masih ada 5 menit sebelum masuk. ucap Sasa lega karena hampir saja ia telat, yakali hari pertama udah telat mau dikemanain mukanya Sasa😆
Sasa pun turun dari mobil kemudian menuju kelasnya. Sambil bersenandung dan melihat-lihat sekeliling kampus.
Saaaa. Teriak Anggi sambil mengejar Sasa yang berjalan beberapa meter di depannya
Sasa pun berhenti dan menoleh, ternya sahabatnya lah yang memanggil dirinya. Sasa pun tersenyum sambil menunggu sahabatnya itu.
Tumben hampir telat, biasanya telat. ejek Sasa saat Anggi sampai di hadapannya
Maksud kamu apa ngomong kek gitu. kesal Anggi
Hehehehe, sorry. Itukan emang kenyataan. Sasa tertawa sambil melanjutkan langkahnya menuju kelas
Itukan dulu, di semester ini aku akan jadi mahasiswi yang lebih baik. ucap Anggi bangga sambil mensejajarkan langkanya dengan Sasa
Hmm. gumam Sasa
Mereka berdua pun mengikuti mata kuliah dengan khidmat, hingga waktu istirahat tiba. Mereka menuju kantin sambil membalas sapaan mahasiswa maupun mahasiswi yang menyapanya. Taulah merekakan termasuk dalam mahasiswi yang diidam-idamkan. Udah kaya, pintar, cantik, baik lagi. Siapa sih yang nggak suka mereka. Ada sih siapa lagi kalau bukan Ririn cs.
Nggi, kamu duluan aja ke kantin. Aku ke toilet dulu yah. ucap Sasa kebelet pipis
Okey, btw kamu pesen apa?? tanya Anggi sebelum meninggalkan Sasa
__ADS_1
Bakso dan air mineral aja. ucap Sasa cepat kemudian segera menuju toilet
Anggi yang melihatnya hanya geleng-geleng kepala.
Setelah beberapa menit dalam toilet, akhirnya Sasa pun keluar. Namun, baru saja ia membuka pintu toilet, ia langsung ditarik oleh Ririn dan teman-temannya. Kemudian membawanya masuk kembali dan mengunci pintu sambil mendorong Sasa sampai Sasa terjatuh.
Auhhh. ringis Sasa saat merasa lulutnya sangat sakit akibat benturan dengan tegel yang lumayan keras
Nggak usah lebay, biasanya lo nggak secengeng ini. ejek Ririn sambil menjambak jilbab Sasa
Stop kak. ucap Sasa sambil berusaha melepaskan tangan Ririn
Nggak. bentak Ririn marah
Apa salah aku kak, kenapa kakak begini sama aku. ucap Sasa menahan tangisnya
Jangan pura-pura lupa lo, dari awal gue udah ingetin lo buat jauhin Rafi tapi apa lo nggak dengerin kata-kata gue, malahan lo makin deket aja sama dia. teriak Ririn semakin menjambak jilbab Sasa
Sasa hanya diam karena nggak tau mesti gimana lagi. Ia sangat ingin mengatakan bahwa setiap orang berhak mendekati Rafi, apalagi dirinya memang sahabatan dengan Rafi sejak kecil, jadi salahnya di mana. Namun, Sasa hanya bis diam sambil menahan rasa sakit di kepalanya yang semakin bertambah.
Woiiii, napa lo diem. Takut??? ucap Ririn sambil tertawa
Baru gini aja lo udah takut, ini belum seberapa. Guys, liat dia ternyata lemah banget. Ririn tertawa bersama teman-temannya
Ini lagi sok-sokan pake jilbab, dianya hanya wanita penggoda. Ririn berusaha melepas jilbab Sasa
Jangan kak. ucap Sasa berusaha mempertahankan jilbabnya. Namun, apalah daya kekuatan Ririn dan teman-temannya lebih besar hingga akhirnya jilbabnya pun terlepas dan dirobek-robek oleh teman-teman Ririn
Ririn yang sudah puas pun, mengajak teman-temannya untuk meninggalkan Sasa yang sudah menangis.
Guys yuk cukup untuk hari ini, sampai jumpa besok. ucap Ririn kemudian meninggalkan Sasa sendirian
Dilain tempat yaitu kantin, Anggi semakin khawatir pasalnya sudah 15 menit Sasa belum kembali dari toilet. Hingga akhirnya ia memutuskan untuk menyusul Sasa, namun di tengah jalan ia tidak sengaja menabrak Fatan yang kebetulan ingin ke kantin.
Sorry tan, aku tadi buru-buru banget jadi nggak liat-liat deh. ucap Anggi merasa bersalah
Kalau gitu aku duluan yah. pamit Anggi kemudian berlari menuju toilet
Fatan yang merasa penasaran pasalnya biasanya Anggi dan Sasa selalu barengan kali ini tidak, membuatnya berpikir tidak-tidak. Ia pun mengikuti dimana Anggi pergi.
Sesampainya di toilet, Anggi segera mencari Sasa.
Sasa, kamu dimana. Saaaa, ini aku Anggi. Teriak Anggi cemas
Karena tak ada yang menjawab, Anggi pun mencari Sasa di semua toilet, hingga akhirnya ia menemukan Sasa dalam keadaan yang tidak baik-baik saja.
Saa, kenapa bisa begini?? Siapa yang lakuin ini ke kamu??? Tanya Anggi merasa kasihan dengan sahabatnya itu
Sasa hanya terus menangis dan memeluk sahabatnya itu. Tak lama kemudian Fatan pun datang dan melihat kondisi Sasa yang memperihatinkan. Pasalnya, jilbabnya sudah robek dan tergeletak di depan Sasa, tubuh Sasa basah. Membuat Fatan segera memberikan almamater yang ia pakai.
Tan, kamu temenin Sasa dulu yah. Aku ambil jilbab dulu di loker dan sekalian aku ambil tas Sasa dan tasku di kelas. ucap Anggi sebelum meninggalkan Sasa
Fatan pun hanya mengangguk dan berusaha menenangkan Sasa.
Tak berselang lama, Anggi pun datang dan membawa jilbabnya yang memang ia simpan di lokernya untuk sekedar berjaga-jaga dan ternya memang sangat dibutuhkan.
Anggi pun memasangkan Sasa jilbabnya dan membantu Sasa untuk berdiri diikuti oleh Fatan.
Tan, kamu urus izin Sasa yah sama aku. Aku antar Sasa pulang dulu. ucap Anggi menghentikan langkahnya dan menatap Fatan yang berada di belakangnya
Okey, aku anterin kalian ke mobil baru aku urus izinnya. ucap Fatan melanjutkan langkahnya menuju mobil Sasa
Setelah beberapa menit perjalanan, sampailah Anggi di rumah Sasa. Ia pun membantu Sasa masuk ke rumahnya.
Di kamar, Sasa masih diam dengan tatapan yang kosong. Anggi yang melihatnya pun merasa kasihan dan penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi. Namun, ia tau Sasa butuh waktu. Jadi mungkin ia lebih baik meninggalkan Sasa sendiri untuk saat ini.
Sa, aku pamit yah. ucap Sasa sebelum pergi. Namun, Sasa menahannya.
__ADS_1
Nggi, temani aku. ucap Sasa menatap Anggi
Okey, tapi kamu harus cerita kenapa semua ini bisa terjadi. bujuk Anggi
Sasa pun menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, mendengar semua itu Anggi sangat marah dan akan membalasnya. Namun, Sasa melarang Anggi melakukan itu semua. Menurutnya, kejahatan dibalas kejahatan tak akan ada habisnya. Mending ia diam dan berdoa semoga ini segera berlalu.
Nggi, jangan bilang siapa-siapa yah. ucap Sasa berharap
Tapi Sa, ini nggak baik kalau terus berlanjut. Emang Ririn itu pikir dia siapa. Padahal kamu bisa membuatnya menderita Sa. ucap Anggi tak terima atas perlakuan Ririn terhadap sahabatnya itu
Ngga Nggi, biarin aja. Dia hanya obsesi pada Rafi. ucap Sasa lembut
Setidaknya katakan pada Rafi, jika ia tau dari orang lain. Bisa saja itu akan menjadi masalah yang besar. ucap Anggi sambil menggenggam tangan sahabatnya itu
Nanti aku ceritain, tapi kamu janji yah jangan bilang ke siapa-siapa. ucap Sasa menunjukkan wajah sedihnya
Okey, selama Ririn tak mengulanginya. Tapi jangan harap jika ia mengulanginya, dia akan tau akibatnya. Kesal Anggi
Okey. ucap Sasa tersenyum kemudian memeluk sahabatnya itu.
Ia mengenal Anggi memang masih satu tahunan namun Anggi sudah ia anggap saudara. Anggi selalu menyemangatinya selama ini, membuat Sasa sangat menyayangi Anggi. Dan Sasa berharap semoga sahabatnya itu segera menemukan cintanya. Pasalnya selama ini ia tidak pernah melihat sahabatnya itu dekat dengan laki-laki, sahabatnya itu juga tidak pernah menceritakan kalau ia suka seseorang. Dan pada masa lalu juga tidak ada laki-laki yang dicintai Anggi. Membuat Sasa bersyukur setidaknya Anggi tak merasakan apa yang pernah ia rasakan.
Saa, pegel nih. Meluknya lama banget. Ucap Anggi cemberut
Sorry Nggi. Cengir Sasa
Yaudah aku balik yah, kamu nggak papa kan sendiri. ucap Anggi masih khawatir pada sahabatnya itu
Santai aja, sebentar lagi kan Santi dan Sinta pulang. Kamu pulang aja. ucap Sasa berusaha baik- baik saja
Okey. Jangan lupa ceritain ke Rafi, jangan sampai dia tau dari orang lain. ucap Anggi memperingati kemudian meninggalkan Sasa
Sip. Ucap Sasa tersenyum seakan tak terjadi apa-apa
Setelah kepergian Anggi, Sasa pun tidur karena merasa sangat mengantuk mungkin efek nangis dan segala hal hari ini membuatnya tubuhnya lelah.
Tok tok tok
Kak, kakak didalam nggak?? Teriak Sinta membuat Sasa yang sedang mimpi indah seakan tertarik ke dunia nyata.
Sambil mengucek matanya, " apasih sin" teriak Sasa
Bisa masuk?? Tanya Sinta sebelum masuk
Masuk aja. ucap Sasa kemudian menuju toilet
Kakak ada masalah yah?? tanya Sinta curiga pasalnya mata Sasa masih bengkak meski sudah tak seperti tadi
Nggak. elak Sasa
Ngomong aja kak, nggak usah pura-pura gitu. Kakak bertengkar dengan kak Rafi??? tanya Sinta lagi
Nggak tuh, apaansih. Ini mata bengkak karena abis nonton bareng Anggi. ucap Sasa berusaha meyakinkan adiknya
Owh, tapi kok kakak nggak angkat telfon kak Rafi sih, chatnya juga nggak di balas. ucap Sinta mengingat apa tujuan sebenarnya ia kesini
Oh yah. Sasa pun segera mengambil handphonenya dan ternyata banyak sekali panggilan dari Rafi dan chatnya sampai ratusan. Sasa pun segera membalas chat Rafi.
Yaudah kak, aku balik ke kamar yah. pamit Sinta
Okey, thanks yah. ucap Sasa sambil menatap adiknya
Okey kak. Sinta pun segera meninggalkan kakaknya itu
***
Jangan lupa Vote & Comment 😊
__ADS_1