
🌼Happy Reading🌼
Selepas sampai di rumah Rahardian, papa Doni berserta anak istrinya langsung ke kamar masing-masing untuk beristirahat.
Baru saja papa Doni hendak membaringkan tubuhnya, ponselnya yang di letakkan di atas nakas berdering mendakan adanya panggilan masuk.
‘Ryan, nagapain telpon, baru juga dari sana, atau jangan-jangan?’ gumam papa Dono setelah melihat ID pemanggil yang muncul di layar ponselnya.
“Siapa pa?” tanya mama Nita yang heran sang suami mengerutkan dahi tak kunjung mengangkat panggilannya.
“Ryan ma, kita kan baru saja dari sana, kok udah nelpon aja”
“ya angkat pa, siapa tau penting” pinta mama Nita yang di jawab dengan anggukan oleh sang suami.
“Assalamu’alaikum Yan” sapa papa Doni setelah sambungan telpon terhubung.
“Wa’alaikumusalam Don,”
“Ada apa? Apa ada sesuatu terjadi sama Rivan?”
“tIdak Don, semuanya baik-baik saja, hanya saja untuk acara sarapan dan ngobrol bersama besok aku rasa tak perlu dilaksanakan, Rivan sudah setuju, hmmm kalau keluargamu siap kami ingin mengadakan lamaran secara resmi langsung ke rumahmu Don”
“Oh begitu? Alhamdulillah, kami siap kapanpun Yan, dengan senang hati kami akan menerima kedatangan kalian”
“Baiklah Don, aku rasa mungkin lusa waktu yang tepat, bagaimana menurutmu?”
“tak masalah, kami siap Yan,”
“oke, lusa malam, selepas shalat maghrib, kami akan ke rumah Don”
“Baiklah kami tunggu kedatangan kalian”
“Terimakasih banyak Don”
Sambungan telpon itu akhirnya terputus, dan papa Doni segera memberitahukan sang istri bahwa Adrivan telah setuju untuk menggelar pernikahan secepatnya dan lusa keluarga Erlangga akan datang ke rumah untuk melamar Nania secara resmi.
“Tolong siapkan semuanya ya ma”
“Siap pa, serahkan sama mama kalau urusan beginian” mama Nita begitu gembira, akhirnya akan kembali mengadakan pesta pernikahan.
“Papa rasanya masih tak percaya anak gadis kita akan menikah ma”
“Ya, sudah waktunya pa, dan beruntungnya karena jodohnya hanya sebelah rumah” mama Nita terkikik, akhirnya hubungannya dengan sahabat yang juga tetangganya akan jauh lebih dekat dengan menjadi Besan.
__ADS_1
“iya mama benar, Alhamdulillah Nia sudah kembali membuka hati ma, papa sempat khawatir karena pengkhiantan cowok b**** Nia tak akan membuka hatinya lagi”
“Kalau sudah jodoh tak akan ke mana pa, rencana menjodohkan mereka sedari kecil kan ternyata berhasil, mereka berjodoh sampai pelaminan”
Papa Doni mengangguk setuju, dan tersenyum bahagia karena Nania memilih pria yang tepat, Pria yang memang sudah di gadang-gadang akan menjadi menantunya, kini benar-benar akan segera menjadi menantunya.
“istirahat pa, besok mama akan siapkan semuanya”
“iya ma, besok Nia jangan boleh ke rumah Rivan dulu ya, papa mau lihat calon mantu kita kembali menahan rindu” papa Doni terkekeh sebelum membaringkan tubuhnya dan mendekap sang istri.
“papa ih, jahil bener, Rivan lagi sakit kaya gitu juga”
“biarkan saja, kemarin di rumah sakit berhari-hari sudah sama Nia terus”
Pasangan suami istri Rahardian itupun akhirnya terlelap dengan senyum bahagia yang tersungging di bibir mereka.
***
Keesokan harinya, suasana ruang makan di keluarga Rahardian begitu ramai karena mama Nita begitu heboh memberikan arahan kepada para Asisten Rumah Tangga untuk membantu menyiapakan hidangan istimewa untuk acara lamaran esok hari.
“Pa, jangan lupa kasih tau Bram sama Dea, mereka bisa ngamuk kalau ga di kasih tau” ucap mama Nita saat melihat sang suami memasuki ruang makan.
“iya ma” papa Doni pun duduk dengan tenang untuk menyantap sarapan mereka, “setelah sarapan papa telpon mereka”
“Bagus, kalau memungkinkan biar mereka bisa datang, atau paling tidak Bram bisa pulang karena lebih deket”
“iya, besok adik kalian akan lamaran”
Uhuk! uhuk!
Nando tersedak saat meneguk air begitu mendengar ucapan sang mama,
“Mama serius?” Nando bagitu terkejut lalu menatap sang papa, “pa?”
“Iya, semalam papa nya Rivan sudah hubungi papa, Rivan sudah setuju”
“Jadi ini ndak perlu ke rumah Om Ryan lagi pa?” tanya Linda memastikan janji temu mereka semalam batal karena papa Ryan telah menelpon papa mertuanya.
“Hmmm, tak perlu, besok mereka akan ke sini langsung untuk acara lamaran”
“Alhamdulillah..” ucap pasangan putra dan menantu sulung Rahardian secara bersamaan.
“Nia sudah tau pa?”
__ADS_1
“Belum kayanya, ga tu kalau Rivan sudah kasih tau duluan,, nih anak juga belum turun dari tadi” bukan sang papa yang menjawab melainkan mama Nita yang heran kenapa anak gadisnya belum turun sampai sekarang.
“tumben ma, Nando cek dulu deh” Nando kembali berdiri hendak melangkahkan kakinya keluar ruang makan, namun ia urungkan saat melihat adiknya telah menuruni tangga.
“tuh Nia ma,” ucap Nando kembali duduk
Semua orang yang telah duduk di meja makan menatap princess mereka dengan senyum mengembang.
“Pagi my family…” sapa Nania dengan senyum tak luntur dari wajah cantiknya, matanya yang sipit makin tak nampak saat ia tersenyum begitu lebar.
“Waduh, happy bener anak gadis mama ini” goda mama Nita saat putri bungsungya itu hendak duduk di samping sang kakak.
“ya jelas happy lah ma, udah mau sold out ma” tambah Nando menggoda
“apaan sih kak?” Nania mencebik lalu meneguk segelas jus buah yang telah di siapkan untuknya.
Papa Doni dan mama Nita hanya tersenyum menggelengkan kepala melihat kedua anaknya saling menggoda.
“Kita mau ke rumah Rivan jam berapa pa?” tanya Nita saat melihat semua anggota keluarganya malah duduk di meja makan sementara semalam sang papa mengatakan akan mengadakan pertemuan saat sarapan pagi bersama keluarga Erlangga.
“Semangat bener kalau mau ke rumah pujaan hati?” goda Linda yang melihat adik iparnya begitu sumringah, tak seperti beberapa waktu yang lalu.
Nania yang di goda pun hanya tersenyum malu dengan rona merah di wajahnya, sunggu rasa bahagianya tak dapat ia sembunyikan apalagi di depan keluarga tersayangnya.
“Kita ga jadi ke sana dek” tambah sang kakak, saat sang papa tak kunjung menjawab pertanyaan Nania.
Deg!
“Kok ga jadi? semalam kata papa mau ke sana waktu sarapan pagi”
“Sudah tak perlu ada pembahasan lagi dek, jadi kita tak perlu ke sana” ucap sang papa sembari menyantap nasi goreng buatan sang istri, dan berpura-pura mengabaikan raut kecewa sang princess.
Nando dan Linda menahan tawanya saat Nania memperlihatkan wajah kecewanya, sementara mama Nita memilih mengalihkan pandangan dengan menyibukan diri melayani suaminya, mengambilkan lauk untuk tambahan nasi goreng yang sedang di santapnya.
“Sudah kangen Rivan dek?”
Tbc
Hallo semunya, 🤗🤗
Terimakasih sudah membacara karyaku,🤩🤩
Maafkan othor yang kemarin tidak sempat update,
__ADS_1
Mohon dukungannya 🙏🙏🙏
Love you All 😍😍😍