Ternyata Kamu

Ternyata Kamu
Flashback (1)


__ADS_3

4 tahun yang lalu


Semua siswa dan siswi memakai seragam putih biru. Di Smpn 2 Jakarta inilah Sasa melanjutkan pendidikannya. Sasa saat itu belum mengenal yang namanya cinta, saat itu Sasa fokus dengan pendidikannya namun beberapa bulan berlalu Sasa kemudian dikenalkan dengan Fatan oleh teman kelasnya yang bernama Zena. Mulai saat itulah kisah ini bermula.


Sasa yang sibuk belajar dikejutkan oleh kedatangan Zena yang tiba-tiba di depan mejanya.


Sa, aku punya temen cowok nih baik banget. Kamu pasti suka deh sama dia. ucap Zena semangat


Enggak deh, aku nggak tertarik. ucap Sasa tetap fokus pada bukunya


Yah Sa, coba aja dulu. Hidup itu harus dinikmati. Masa selama hidup kamu gunain untuk belajar aja sih. Hidupmu sangat monoton, berwarna dikit napa. Selama inikan kamu belum pernah dekat dengan cowok. Coba yaa Saa. bujuk Zena


Yaudah- yaudah. ucap Sasa pasrah, dari pada temannya itu tidak berhenti mengoceh lebih baik Sasa menyetujuinya


Nomornya udah aku kirim ke Wa kamu ya. ucap Zena senang


Oke. ucap Sasa singkat


Kamu jangan terkejut yaa kalau nanti dia chat kamu, soalnya aku udah kasi nomor kamu. ucap Zena kemudian meninggalkan Sasa


Zenaaaaa....kesal Sasa


Setelah beberapa jam berada di sekolah, akhirnya waktu pulang tiba.


Sasa memperbaiki semua bukunya dan memasukkannya ke dalam tas. Sasa memiliki teman duduk sekaligus sahabatnya yaitu Wulan Permata, mereka sudah bersahabat sejak Sd. Membuat mereka sudah seperti saudara.


Ada yang punya sahabat seperti itu nggak??๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ


Sa, udah selesai belum?? tanya Wulan


Tunggu bentar Lan. ucap Sasa sambil mengecek semua bukunya. Setelah terasa lengkap Sasa pun pulang bersama Wulan.


Setelah beberapa menit perjalanan, sampailan Sasa di rumahnya. Namun, sebelum memasuki rumahnya, Wulan bertanya tentang latihan nanti sore.


Sa, nanti sore kamu jadi pergi latihan pramuka? tanya Wulan


Jadilah, kamu? tabya Sasa balik


Kalau kamu pergi, aku ikutan pergi. Kita bocengan aja yah. ucap Wulan sambil tersenyum


Oke deh, mau pergi jam berapa? tanya Sasa


Jam 3 aja, takutnya kita terlambat. ucap Wulan mengingat betapa ngerinya jika sampai terlambat. Kita di blender sampai 50 kali dan lari 10 putaran. Ngeriiiii


Oke, kenapa muka kamu kek ketakutan gitu? tanya Sasa bingung


Lagi bayangin hukuman kalau terlambat. ucap Wulan menunjukkan wajah takutnya


Makanya jangan terlambat, yaudah aku masuk dulu. Hati-hati. ucap Sasa memasuki rumahnya


Oke deh. ucap Wulan kemudian meninggalkan rumah Sasa


Tak terasa tinggal 10 menit lagi pukul 3, Sasa pun siap-siap sambil menunggu Wulan. Setelah bersiap-siap, ternyata Wulan juga sudah ada di depan rumahnya.


Udah dari tadi? tanya Sasa


Enggak kok, baru 5 menit yang lalu, yaudah kita berangkat sekarang. ucap Wulan menstater motornya


Sasa pun naik ke motor Wulan.


Setelah mengikuti latihan Pramuka hingga pukul 5.30, akhirnya kami diijinkan pulang. Lelah sekali rasanya, pagi-pagi berangkat sekolah, siang pulang, istirahat sebentar, pergi lagi, pulang petang. Sungguh kegiatan yang padat.


Setelah melaksanakan sholat magrib, Sasa pun mengecek ponselnya karena seharian ini dia belum pernah mengecek ponselnya itu.


Loh, siapa ni yang ngechat. ucap Sasa bermonolog


Sasa pun membuka chat tersebut ternyata yang ngechat adalah teman Zena. Kalian inget kan, tadi di sekolah Zena bahas temannya itu. Aku hanya read saja kemudian aku save, males juga balasnya. Aku memang terkenal cuek sama laki-laki. Tapi tak lama kemudian ia ngechat lagi. Mulai malam itu aku sedikit terbuka karena ternyata berteman dengan laki-laki tidak buruk juga, namanya adalah Fatan.


Setelah beberapa bulan kita kenal, kami semakin dekat yang membuat Sasa terkadang baper dengan perlakuan Fatan. Seperti Fatan sering bertanya lagi apa?sudah makan belom?sudah sholat?pertanyaan sesederhana itu membuat Sasa tak bisa menahan perasaannya. Namun, Sasa masih berusaha menutupi perasaannya, ia tidak mau persahabatannya hancur hanya karena perasaan yang ia miliki. Untung kalau Fatan juga menyukainya kalau tidak?? Sakit sendiri kan๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข


Saat ini Sasa dan Wulan berada di rumah Sasa, rencananya mereka akan kerja tugas kelompok. Tugasnya adalah membuat pidato dari bahasa jawa tapi yang Sasa dan Wulan miliki adalah Pidato bahasa indonesia, mereka jadi bingung. Akhirnya Sasa ingat bahwa Fatan cukup mahir dalam bahasa Jawa, jadilah Sasa meminta tolong kepada Fatan. Setelah beberapa menit, Fatan telah menyelesaikannya. Sasa dan Wulan kemudian menyalin tulisan Fatan, akhirnya tugas mereka telah selesai.


Setelah mengerjakan tugas, Wulan tidak langsung pulang. Itulah kebiasaan Sasa dan Wulan, setelah kerja tugas, pasti mereka akan mengobrol apa saja itu. Namun, di tengah obrolan mereka, Fatan ngechat Sasa. Fatan bilang di sana hujan dan ia bertanya apakah di tempat Sasa juga hujan. Kemudian Fatan menawarkan diri untuk menyanyikan sebuah lagu untuk Sasa yang berjudul Sepanjang hidup, membuat saja baper saja. Dari hal itulah Wulan penasaran, siapa sih Fatan?? sepertinya selama ini ia tidak pernah mendengar Sahabatnya itu memiliki teman bernama Fatan.


Sa, Fatan siapa sih? tanya Wulan penasaran

__ADS_1


Owh itu aku dikenalin oleh Zena. jawab Sasa


Kamu mau nggak kenal juga sama dia? tanya Sasa


Bagiin dong nomornya. ucap Wulan bahagia karena bisa menambah teman


Oke sudah aku kirim di Wa kamu. ucap Sasa


Oke thanks, kalau gitu aku pamit pulang ya. ucap Wulan


Oke. ucap Sasa singkat sambil memperbaiki bukunya dan meja yang digunakan tadi untuk belajar


3 bulan kemudian


Sa, Fatan akan datang tau. teriak Zena


Kemana? tanya Sasa penasaran


Ke sekolah ini. Kan kita porseni tuh, nah dia akan berkunjung katanya. ucap Zena


Owh. ucap Sasa singkat meski dalam hatinya ia sangat bahagia bisa bertemu langsung


Setelah beberapa hari berlalu Fatan pun benar-benar datang. Sasa saat ini berada di kelas 9B dan Fatan berdiri di belakang kelas 9B.


Zena dan Ipa pun langsung menuju Fatan. Sepertinya mereka membicarakan sesuatu tapi aku tidak tau apa itu.


Kasian Sasa ya readers๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Sa, sini. Ngapain di situ. teriak Zena membuatku malu saja


Sasa pun beranjak dari duduknya dan menuju dimana Zena, Ipa dan Fatan berada.


Sasa kan? tanya Fatan tersenyum sambil mengulurkan tangannya


Iya. ucap Sasa singkat sambil membalas uluran tangan Fatan dengan gugup


Sasa nggak nyangka bisa ketemu langsung kek gini, jujur Sasa nggak siap๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Setelah Sasa membalas uluran tangan Fatan, Sasa pun pergi meninggalkan kelas itu dan menuju kelasnya.


2 hari berlalu ternyata Fatan masih ada di Jakarta. Katanya hari ini Zena, Ipa, Wulan akan pergi jalan-jalan. Mereka sebenarnya mengajak Sasa tapi Sasa tidak bisa ikut dengan alasan sedang sibuk, padahal Sasa nggak ngapa-ngapain.


Hari itu terakhir Sasa mendengar kabar Fatan, sudah 1 bulan berlalu tak ada kabar dari Fatan. Sasa juga malu ngechat duluan. Wkwkwkwkw cewek banget, gensinya tinggi๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Bahkan sampai lulus Smp, Sasa tidak pernah chat lagi dengan Fatan.


Hari ini hari dimana Sasa memasuki dunia Putih abu-abu, Sasa sangat senang meski dalam hati kecilnya Sasa merasa sedih dan bertanya-tanya, kemana Fatan sebenarnya???


Ada yang tau nggak Fatan ini kemana kok enggak pernah ngechat Sasa padahal dulu sering banget๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ฃ๐Ÿ˜ฃ


Setelah satu bulan di Sma akhirnya Fatan telpon Sasa lagi.


drtdrtdrtdrtdrt


Tak diangkat Sasa


drtdrtdrtdrtdrt


Tak diangkat


drtdrtdrtdrtdrt


Tak diangkat lagi


Akhirnya Fatan sms Sasa.


Sa angkat, ini aku Fatan. tulis Fatan dalam sms itu


drtdrtdrtdrtdrt


Sasa pun mengangkat telfon tersebut.


Sa, tadi kok nggak diangkat? Kamu nggak tau kalau itu aku?? tanya Fatan dari seberang sana


Nggak papa, aku tau kok. Cuman tadi aku sibuk. Sorry yah. ucap Sasa biasa aja

__ADS_1


Oke, kamu disitu sama siapa? tanya Fatan


Wulan. ucap Sasa singkat


Bisa aku bicara sebentar dengan Wulan? tanya Fatan


Oh bisa-bisa. ucap Sasa sambil menyerahkan ponselnya kepada Wulan


Entah apa yang mereka bicarakan, aku nggak peduli juga. Tapi kok penasaran juga yaa, apasih Sa, katanya nggak peduli tapi kok penasaran๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Setelah beberapa menit berlalu, Wulan pun mengembalikan ponsel Sasa. Sasa sih nggak nanya yah, nanti dibilangin kepo lagi.


Setelah beberapa hari berlalu dari kejadian itu, Sasa dan Fatan kembali seperti dulu, sering chat, sms bahkan telponan. Namun, suatu hari Fatan bertanya sesuatu yang membuat Sasa terkejut bukan main.


Terkejutnya Sasa kek gimana yaa guyss๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†


Suasana malam yang dingin, gelap gulita, dengan bintang yang yang bertaburan menjadi saksi perasaan Sasa saat ini. Sasa lagi chatan dengan Fatan, tapi entah angin dari mana, Fatan tiba-tiba bertanya.


Sa, aku mau bertanya tapi kamu harus jujur yah. ucap Fatan di chat itu


Tanya aja. ucap Sasa


Kamu suka kan sama aku? tanya Fatan


Bagaikan petir yang langsung menyambar Sasa, Sasa sangat terkejut. Sasa berpikir harus jawab apa??Bingung???


Guys Sasa jawab apa nih??


Langsung bilang iya atau bilang tidak????


Mana suara iya???


Mana suara tidak???


Kok nanya gitu? tanya Sasa


Aku pengen tau aja, kamu pasti suka kan sama aku? tanya Fatan sekali lagi


Nggak, kita kan temen. ucap Sasa bohong


Masa sih, aku belum percaya, ternyata kamu nggak bisa jujur. ucap Fatan membuat Sasa nggak tau harus bagaimna


Beneran nggak kok, percaya deh. ucap Sasa


Kamu nggak jujur. ucap Fatan mengakhiri


Yaudah aku jujur nih, aku sebenarnya memang suka sama kamu. ucap Sasa pasrah dengan tanggapan Fatan


Terima kasih sudah suka sama aku tapi maaf sebaiknya kalau kamu suka sama seseorang jangan aku. ucap Fatan


Iya santai aja. ucap Sasa menenangkan perasaannya


Siapa yang pernah rasain ini???


Dipaksa jujur, udah jujur malah disakitin... Nyesek guys๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค


Sejak saat itu, jujur Sasa sakit hati tapi ia berusaha baik-baik saja. Bahkan mereka masih seperti biasanya, sering chat, sms, dan bahkan telfonan.


Suatu ketika Fatan bertemu dengan Sasa di taman.


Sa kamu harus janji yah sama aku. ucap Fatan


Janji apa? tanya Sasa penasaran


Kamu udah aku anggap sahabat bahkan udah aku tulis di buku sahabat. Jadi kamu jangan berubah yah, meski kamu nanti memiliki banyak teman. ucap Fatan sambil tersenyum


Insya Allah. ucap Sasa tersenyum


Namun, janji itu tidak berlaku lagi setelah Sasa tak bisa lagi menahan perasaannya.


Suatu hari Sasa ke rumah Wulan untuk sekedar bertemu, bosan juga berada terus di rumah. Sasa dan Wulan pun terhanyut dalam obrolannya, namun tiba-tiba ponsel Wulan berdering ternyata Fatan yang menelfon.


Entah apa yang dibicarakan kedua, setelah beberapa menit aku menjadi gabut. Tapi tiba-tiba Wulan memberikan poselnya dan mengatakan bahwa Fatan ingin berbicara.


Penasaran nggak, apasih yang ingin dibicarakan Fatan kepada Sasa??

__ADS_1


Tetap stay di lapak kami.


Jangan lupa Vote & Commentโคโคโค


__ADS_2