
4 tahun yang lalu
Semua siswa dan siswi memakai seragam putih biru. Di Smpn 2 Jakarta inilah Sasa melanjutkan pendidikannya. Sasa saat itu belum mengenal yang namanya cinta, saat itu Sasa fokus dengan pendidikannya namun beberapa bulan berlalu Sasa kemudian dikenalkan dengan Fatan oleh teman kelasnya yang bernama Zena. Mulai saat itulah kisah ini bermula.
Sasa yang sibuk belajar dikejutkan oleh kedatangan Zena yang tiba-tiba di depan mejanya.
Sa, aku punya temen cowok nih baik banget. Kamu pasti suka deh sama dia. ucap Zena semangat
Enggak deh, aku nggak tertarik. ucap Sasa tetap fokus pada bukunya
Yah Sa, coba aja dulu. Hidup itu harus dinikmati. Masa selama hidup kamu gunain untuk belajar aja sih. Hidupmu sangat monoton, berwarna dikit napa. Selama inikan kamu belum pernah dekat dengan cowok. Coba yaa Saa. bujuk Zena
Yaudah- yaudah. ucap Sasa pasrah, dari pada temannya itu tidak berhenti mengoceh lebih baik Sasa menyetujuinya
Nomornya udah aku kirim ke Wa kamu ya. ucap Zena senang
Oke. ucap Sasa singkat
Kamu jangan terkejut yaa kalau nanti dia chat kamu, soalnya aku udah kasi nomor kamu. ucap Zena kemudian meninggalkan Sasa
Zenaaaaa....kesal Sasa
Setelah beberapa jam berada di sekolah, akhirnya waktu pulang tiba.
Sasa memperbaiki semua bukunya dan memasukkannya ke dalam tas. Sasa memiliki teman duduk sekaligus sahabatnya yaitu Wulan Permata, mereka sudah bersahabat sejak Sd. Membuat mereka sudah seperti saudara.
Ada yang punya sahabat seperti itu nggak??๐๐๐
Sa, udah selesai belum?? tanya Wulan
Tunggu bentar Lan. ucap Sasa sambil mengecek semua bukunya. Setelah terasa lengkap Sasa pun pulang bersama Wulan.
Setelah beberapa menit perjalanan, sampailan Sasa di rumahnya. Namun, sebelum memasuki rumahnya, Wulan bertanya tentang latihan nanti sore.
Sa, nanti sore kamu jadi pergi latihan pramuka? tanya Wulan
Jadilah, kamu? tabya Sasa balik
Kalau kamu pergi, aku ikutan pergi. Kita bocengan aja yah. ucap Wulan sambil tersenyum
Oke deh, mau pergi jam berapa? tanya Sasa
Jam 3 aja, takutnya kita terlambat. ucap Wulan mengingat betapa ngerinya jika sampai terlambat. Kita di blender sampai 50 kali dan lari 10 putaran. Ngeriiiii
Oke, kenapa muka kamu kek ketakutan gitu? tanya Sasa bingung
Lagi bayangin hukuman kalau terlambat. ucap Wulan menunjukkan wajah takutnya
Makanya jangan terlambat, yaudah aku masuk dulu. Hati-hati. ucap Sasa memasuki rumahnya
Oke deh. ucap Wulan kemudian meninggalkan rumah Sasa
Tak terasa tinggal 10 menit lagi pukul 3, Sasa pun siap-siap sambil menunggu Wulan. Setelah bersiap-siap, ternyata Wulan juga sudah ada di depan rumahnya.
Udah dari tadi? tanya Sasa
Enggak kok, baru 5 menit yang lalu, yaudah kita berangkat sekarang. ucap Wulan menstater motornya
Sasa pun naik ke motor Wulan.
Setelah mengikuti latihan Pramuka hingga pukul 5.30, akhirnya kami diijinkan pulang. Lelah sekali rasanya, pagi-pagi berangkat sekolah, siang pulang, istirahat sebentar, pergi lagi, pulang petang. Sungguh kegiatan yang padat.
Setelah melaksanakan sholat magrib, Sasa pun mengecek ponselnya karena seharian ini dia belum pernah mengecek ponselnya itu.
Loh, siapa ni yang ngechat. ucap Sasa bermonolog
Sasa pun membuka chat tersebut ternyata yang ngechat adalah teman Zena. Kalian inget kan, tadi di sekolah Zena bahas temannya itu. Aku hanya read saja kemudian aku save, males juga balasnya. Aku memang terkenal cuek sama laki-laki. Tapi tak lama kemudian ia ngechat lagi. Mulai malam itu aku sedikit terbuka karena ternyata berteman dengan laki-laki tidak buruk juga, namanya adalah Fatan.
Setelah beberapa bulan kita kenal, kami semakin dekat yang membuat Sasa terkadang baper dengan perlakuan Fatan. Seperti Fatan sering bertanya lagi apa?sudah makan belom?sudah sholat?pertanyaan sesederhana itu membuat Sasa tak bisa menahan perasaannya. Namun, Sasa masih berusaha menutupi perasaannya, ia tidak mau persahabatannya hancur hanya karena perasaan yang ia miliki. Untung kalau Fatan juga menyukainya kalau tidak?? Sakit sendiri kan๐ข๐ข๐ข
Saat ini Sasa dan Wulan berada di rumah Sasa, rencananya mereka akan kerja tugas kelompok. Tugasnya adalah membuat pidato dari bahasa jawa tapi yang Sasa dan Wulan miliki adalah Pidato bahasa indonesia, mereka jadi bingung. Akhirnya Sasa ingat bahwa Fatan cukup mahir dalam bahasa Jawa, jadilah Sasa meminta tolong kepada Fatan. Setelah beberapa menit, Fatan telah menyelesaikannya. Sasa dan Wulan kemudian menyalin tulisan Fatan, akhirnya tugas mereka telah selesai.
Setelah mengerjakan tugas, Wulan tidak langsung pulang. Itulah kebiasaan Sasa dan Wulan, setelah kerja tugas, pasti mereka akan mengobrol apa saja itu. Namun, di tengah obrolan mereka, Fatan ngechat Sasa. Fatan bilang di sana hujan dan ia bertanya apakah di tempat Sasa juga hujan. Kemudian Fatan menawarkan diri untuk menyanyikan sebuah lagu untuk Sasa yang berjudul Sepanjang hidup, membuat saja baper saja. Dari hal itulah Wulan penasaran, siapa sih Fatan?? sepertinya selama ini ia tidak pernah mendengar Sahabatnya itu memiliki teman bernama Fatan.
Sa, Fatan siapa sih? tanya Wulan penasaran
__ADS_1
Owh itu aku dikenalin oleh Zena. jawab Sasa
Kamu mau nggak kenal juga sama dia? tanya Sasa
Bagiin dong nomornya. ucap Wulan bahagia karena bisa menambah teman
Oke sudah aku kirim di Wa kamu. ucap Sasa
Oke thanks, kalau gitu aku pamit pulang ya. ucap Wulan
Oke. ucap Sasa singkat sambil memperbaiki bukunya dan meja yang digunakan tadi untuk belajar
3 bulan kemudian
Sa, Fatan akan datang tau. teriak Zena
Kemana? tanya Sasa penasaran
Ke sekolah ini. Kan kita porseni tuh, nah dia akan berkunjung katanya. ucap Zena
Owh. ucap Sasa singkat meski dalam hatinya ia sangat bahagia bisa bertemu langsung
Setelah beberapa hari berlalu Fatan pun benar-benar datang. Sasa saat ini berada di kelas 9B dan Fatan berdiri di belakang kelas 9B.
Zena dan Ipa pun langsung menuju Fatan. Sepertinya mereka membicarakan sesuatu tapi aku tidak tau apa itu.
Kasian Sasa ya readers๐๐๐๐
Sa, sini. Ngapain di situ. teriak Zena membuatku malu saja
Sasa pun beranjak dari duduknya dan menuju dimana Zena, Ipa dan Fatan berada.
Sasa kan? tanya Fatan tersenyum sambil mengulurkan tangannya
Iya. ucap Sasa singkat sambil membalas uluran tangan Fatan dengan gugup
Sasa nggak nyangka bisa ketemu langsung kek gini, jujur Sasa nggak siap๐๐๐๐
Setelah Sasa membalas uluran tangan Fatan, Sasa pun pergi meninggalkan kelas itu dan menuju kelasnya.
2 hari berlalu ternyata Fatan masih ada di Jakarta. Katanya hari ini Zena, Ipa, Wulan akan pergi jalan-jalan. Mereka sebenarnya mengajak Sasa tapi Sasa tidak bisa ikut dengan alasan sedang sibuk, padahal Sasa nggak ngapa-ngapain.
Hari itu terakhir Sasa mendengar kabar Fatan, sudah 1 bulan berlalu tak ada kabar dari Fatan. Sasa juga malu ngechat duluan. Wkwkwkwkw cewek banget, gensinya tinggi๐๐๐
Bahkan sampai lulus Smp, Sasa tidak pernah chat lagi dengan Fatan.
Hari ini hari dimana Sasa memasuki dunia Putih abu-abu, Sasa sangat senang meski dalam hati kecilnya Sasa merasa sedih dan bertanya-tanya, kemana Fatan sebenarnya???
Ada yang tau nggak Fatan ini kemana kok enggak pernah ngechat Sasa padahal dulu sering banget๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ๐ฃ
Setelah satu bulan di Sma akhirnya Fatan telpon Sasa lagi.
drtdrtdrtdrtdrt
Tak diangkat Sasa
drtdrtdrtdrtdrt
Tak diangkat
drtdrtdrtdrtdrt
Tak diangkat lagi
Akhirnya Fatan sms Sasa.
Sa angkat, ini aku Fatan. tulis Fatan dalam sms itu
drtdrtdrtdrtdrt
Sasa pun mengangkat telfon tersebut.
Sa, tadi kok nggak diangkat? Kamu nggak tau kalau itu aku?? tanya Fatan dari seberang sana
Nggak papa, aku tau kok. Cuman tadi aku sibuk. Sorry yah. ucap Sasa biasa aja
__ADS_1
Oke, kamu disitu sama siapa? tanya Fatan
Wulan. ucap Sasa singkat
Bisa aku bicara sebentar dengan Wulan? tanya Fatan
Oh bisa-bisa. ucap Sasa sambil menyerahkan ponselnya kepada Wulan
Entah apa yang mereka bicarakan, aku nggak peduli juga. Tapi kok penasaran juga yaa, apasih Sa, katanya nggak peduli tapi kok penasaran๐๐๐๐
Setelah beberapa menit berlalu, Wulan pun mengembalikan ponsel Sasa. Sasa sih nggak nanya yah, nanti dibilangin kepo lagi.
Setelah beberapa hari berlalu dari kejadian itu, Sasa dan Fatan kembali seperti dulu, sering chat, sms bahkan telponan. Namun, suatu hari Fatan bertanya sesuatu yang membuat Sasa terkejut bukan main.
Terkejutnya Sasa kek gimana yaa guyss๐๐๐
Suasana malam yang dingin, gelap gulita, dengan bintang yang yang bertaburan menjadi saksi perasaan Sasa saat ini. Sasa lagi chatan dengan Fatan, tapi entah angin dari mana, Fatan tiba-tiba bertanya.
Sa, aku mau bertanya tapi kamu harus jujur yah. ucap Fatan di chat itu
Tanya aja. ucap Sasa
Kamu suka kan sama aku? tanya Fatan
Bagaikan petir yang langsung menyambar Sasa, Sasa sangat terkejut. Sasa berpikir harus jawab apa??Bingung???
Guys Sasa jawab apa nih??
Langsung bilang iya atau bilang tidak????
Mana suara iya???
Mana suara tidak???
Kok nanya gitu? tanya Sasa
Aku pengen tau aja, kamu pasti suka kan sama aku? tanya Fatan sekali lagi
Nggak, kita kan temen. ucap Sasa bohong
Masa sih, aku belum percaya, ternyata kamu nggak bisa jujur. ucap Fatan membuat Sasa nggak tau harus bagaimna
Beneran nggak kok, percaya deh. ucap Sasa
Kamu nggak jujur. ucap Fatan mengakhiri
Yaudah aku jujur nih, aku sebenarnya memang suka sama kamu. ucap Sasa pasrah dengan tanggapan Fatan
Terima kasih sudah suka sama aku tapi maaf sebaiknya kalau kamu suka sama seseorang jangan aku. ucap Fatan
Iya santai aja. ucap Sasa menenangkan perasaannya
Siapa yang pernah rasain ini???
Dipaksa jujur, udah jujur malah disakitin... Nyesek guys๐ค๐ค๐ค
Sejak saat itu, jujur Sasa sakit hati tapi ia berusaha baik-baik saja. Bahkan mereka masih seperti biasanya, sering chat, sms, dan bahkan telfonan.
Suatu ketika Fatan bertemu dengan Sasa di taman.
Sa kamu harus janji yah sama aku. ucap Fatan
Janji apa? tanya Sasa penasaran
Kamu udah aku anggap sahabat bahkan udah aku tulis di buku sahabat. Jadi kamu jangan berubah yah, meski kamu nanti memiliki banyak teman. ucap Fatan sambil tersenyum
Insya Allah. ucap Sasa tersenyum
Namun, janji itu tidak berlaku lagi setelah Sasa tak bisa lagi menahan perasaannya.
Suatu hari Sasa ke rumah Wulan untuk sekedar bertemu, bosan juga berada terus di rumah. Sasa dan Wulan pun terhanyut dalam obrolannya, namun tiba-tiba ponsel Wulan berdering ternyata Fatan yang menelfon.
Entah apa yang dibicarakan kedua, setelah beberapa menit aku menjadi gabut. Tapi tiba-tiba Wulan memberikan poselnya dan mengatakan bahwa Fatan ingin berbicara.
Penasaran nggak, apasih yang ingin dibicarakan Fatan kepada Sasa??
__ADS_1
Tetap stay di lapak kami.
Jangan lupa Vote & Commentโคโคโค