Ternyata Kamu

Ternyata Kamu
Ingat


__ADS_3

***


Seperti biasa Rafi bersiap-siap menuju kampus. Ia pun meminta ijin kepada kedua tuanya kemudian melangkah meninggalkan rumahnya itu.


Beberapa menit perjalanan, Rafi akhirnya sampai di area kampus bertepatan ia melihat Andra keluar dari mobilnya.


Rafi pun segera keluar dari mobilnya dan segera menyusul Andra yang beberapa meter di depannya.


Andraaaa. teriak Rafi


Andra yang mendengar seseorang memanggilnya akhirnya menghentikan langkahnya dan memutar tubuhnya menatap sosok yang memanggilnya tadi. Setelah pandangannya jatuh pada sahabatnya itu ia pun tersenyum.


Keduanya pun menuju kelas sambil membalas sapaan mahasiswa yang menyapanya di sepanjang jalan. Memang benar setiap hari seperti ini, kalian taukan kalau keduanya masuk dalam jejeran mahasiswa idola di kampus ini.


Baru saja Andra dan Rafi akan melangkahkan kakinya memasuki kelas, ia mendengar seseorang memanggilnya.


Rafiiii, Andraaaa. teriak Ririn berlari menuju tempat dimana Andra dan Rafi berdiri. Walau Ririn lebih muda dari Andra dan Rafi tapi Ririn tak pernah memanggil keduanya kak. Rafi dan Andra tak mempermasalahkan itu, menurutnya setiap orang memiliki hak masing-masing.


Andra dan Rafi yang melihat kedatangan Ririn hanya mengangkat alisnya tanpa mengucapkan apa pun. Membuat Ririn kesal dengan tanggapan keduanya, selalu saja begitu. Setiap ia menyapa keduanya sepertinya Andra dan Rafi tak menyukai kehadirannya. Tapi saat bersama Anggi dan Sasa mengapa Andra dan Rafi bersikap welcome saja. Mengingat itu membuat Ririn tambah kesal. Tapi ia berusaha menutupi kekesalannya, takutnya Andra dan Rafi semakin tidak menyukainya.


Ririn pun menatap Rafi, "Fi kamu bisa nggak temenin aku ke mall nanti". ucap Ririn tersenyum


Nggak bisa aku sibuk. ucap Rafi kemudian memasuki kelasnya


Ririn yang melihat Rafi pergi membuatnya menatap tak suka.


Andra yang menyadari perubahan sikap Ririn jadi tertawa dalam hati.


Eh, kamu kira Rafi suka gitu deket sama kamu. Kamu liatlah responnya setiap kamu mendekatinya. Lebih baik kamu menjauhinya deh, nggak cape apa. ejek Andra


Kamu liat aja nanti, Rafi akan kubuat bertekuk lutut di hadapanku. ucap Ririn sombong


Oh iya?? masa bodo. ucap Andra meninggalkan Ririn juga


Ririn masih berdiri di depan pintu kelas Andra dan Rafi, namun kedatangan Rani dibelakangnya membuatnya terkejut.


Eh, ada cabe-cabean nih. Udah nggak direspon masih aja ngedeketin. Kamu itu harus sadar diri, kamu nggak cocok sama Rafi. Terus Rafi itu enggak suka cewek model kayak kamu. ucap Rani tertawa jahat kemudian melanjutkan langkahnya ke kelasnya


Ucapan Rani membuat Ririn marah, ia berjanji akan membungkam semua mulut mereka yang beraninya mengejek dirinya.


Di lain tempat yaitu di kelas Anggi, Anggi merasa tak nyaman pasalnya Fatan dari tadi bertanya ini itu padanya.


Anggi, Sasa mana sih?? udah dua hari aku nggak liat dia masuk kampus. tanya Fatan duduk di sebelah Anggi


Lagi sakit. ucap Anggi singkat sambil mengeluarkan bukunya dari tas


Sakit apa? tanya Fatan khawatir


Habis kecelakaan. ucap Anggi mulai mencoret-coret kertas yang sempat di robeknya dari pertengahan bukunya


Kok bisa? kepo Fatan


Takdir Tuhan. ucap Anggi malas


Aku tau itu, maksudnya aku itu gimana ceritanya bisa kecelakaan. jelas Fatan menatap Anggi


Sasa itu waktu mau pulang dari pantai bareng kak Rafi, dia liat anak kecil di tengah jalan raya, Sasa pun mau nologin anak itu. Anak itu berhasil Sasa dorong tapi ia tak sempat menghindar. ucap Anggi


Fatan yang mendengar ucapan Anggi menjadi marah, "owh ini ternyata gara-gara rafi". batin Fatan mengepal kuat tangannya


Fatan pun segera keluar kelas dan menuju kelas Rafi, Anggi yang melihat itu segera menyusulnya.


Rafiiiii. teriak Fatan marah


Rafi yang mendengar teriakan seseorang segera keluar dari kelasnya di susul oleh Andra dan teman kelasnya yang lain. Baru saja Rafi keluar, ia sudah tersungkur karena pukulan dari Fatan.


Ehh, maksud kamu apaan? main nonjok sembarangan. marah Andra


Karena dia ini udah buat Sasa jadi sakit, kalau emang kamu nggak bisa jagain Sasa. Mending jauhin aja. tunjuk Fatan pada Rafi dengan emosi


Rafi pun berdiri di bantu Andra, Anggi yang melihat itu terkejut.


Kamu nggak tau apa-apa jadi mending diem. gertak Andra

__ADS_1


Rafi hanya mendengarkan perdebatan mereka sambil menyeka darah yang keluar dari sudut bibirnya


Anggi pun mendekati Fatan dan menariknya untuk pergi. " Fatan udah, kita balik".


Fatan pun membiarkan Anggi menariknya namun sebelum meninggalkan tempatnya ia kembali menatap tajam Rafi, " kalau sampai Sasa sakit lagi karena kamu, awas aja".


Rafi hanya bernapas kasar kemudian memasuki kelasnya lagi.


Tak beberapa lama, dosen pun memasuki kelas Rafi. Mereka semua mengikuti pelajaran dalam hening.


Jam kampus sudah selesai, semua mahasiswa bergegas untuk pulang. Banyak sih yang nggak langsung pulang ke rumah, taulah kalian😂😂😂😂


Nggi kamu habis ini langsung pulang atau gimana? tanya Fatan sambil memebereskan bukunya


Emang kenapa? ucap Anggi malas


Mau nanya aja. ucap Fatan tersenyum


Tumben. Aku habis ini mau jengukin Sasa di rumah sakit. ucap anggi kemudian meninggalkan kelas


Fatan yang mendengar ucapan Anggi segera menyusulnya, " aku ikut".


Hem. gumam Anggi menuju mobilnya


Di lain tempat yaitu di rumah sakit, kedua orang tua Sasa setia menemani anaknya itu. Dua hari ini mereka tak masuk kerja lagi, menurutnya keluarga lebih penting. Masalah pekerjaan bisa diurus di belakang.


Jari-jari Sasa sudah mulai bergerak, orang tuanya yang melihat itu segera mendekati anaknya.


Saaaa. panggil Mamanya sambil mengenggam tangan anaknya, sedangkan Papa Sasa berdiri di belakang istrinya itu


Sedikit demi sedikit mata Sasa mulai terbuka membuat kedua orang tuanya senang.


Ma a...ir. ucap Sasa terbata


Mamanya segera memberikan minum kepada anaknya itu yang sudah disiapkan di atas nakas.


Papa Sasa segera memanggil dokter untuk memeriksa kondisi anaknya.


Beberapa menit dokter pun memasuki ruang rawat Sasa dan mulai memeriksanya.


Kamu mau apa sayang? tanya Papanya sambil mendudukkan dirinya di samping brangkar anaknya


Sasa hanya menggelengkan kepalanya. Tak berselang lama Anggi dan Fatan pun datang, orang tua Sasa yang melihat Fatan sedikit merasa tidak suka tapi mereka menyembunyikan perasaannya itu. Takutnya membuat Sasa tertekan.


Assalamualaikum tan, om. salam keduanya sambil menyalimi tangan kedua orang tua Sasa


Waalaikumussalam. ucap kedua orang tua Sasa sambil tersenyum


Hy Sa, gimana keadaan kamu? sapa Anggi mendekati sahabatnya itu, ia sangat bahagia saat melihat Sasa sudah sadar


Udah lumayan membaik. ucap Sasa tersenyum hanya kepada sahabatnya


Maaf ya Sa, kemarin- kemarin aku nggak tau kalau kamu masuk rumah sakit. Jadi baru hari ini deh aku dateng nya. ucap Fatan mendudukkan dirinya


Nggak papa Fatan. ucap Sasa


Kedua orang tua Sasa yang melihat anaknya seperti tak terlalu suka dengan kehadiran Fatan hanya bisa menghela napas. Nggak mungkin juga mereka mengusirnya bukan.


Pembicaraan Anggi dan Sasa pun berlangsung tanpa memperdulikan Fatan, Anggi menceritakan semua kesehariannya tanpa Sasa minus kejadian tonjokan tadi.


Pembicaraan keduanya berhenti saat kedatangan Andra dan Rafi membuat Sasa yang melihat itu sangat senang, sampi pandangannya tak luput dari sosok Rafi.


Assalamualaikum om, tan. ucap keduanya sambil menyalimi tangan kedua orang tua Sasa


Anggi yang menyadari bahwa sahabatnya itu ingin dekat dengan Rafi membuatnya segera pindah duduk ke dekat orang tua Sasa diikuti Fatan.


Alhamdulillah kamu udah sadar Sa, aku tuh sampai khawatir banget tau. ucap Rafi mendekat ke arah Sasa


Andra yang melihat interaksi sahabatnya dan juniornya hanya tersenyum hangat, " Rafi itu Sa sampai nggak semangat gitu hidupnya, ke kampus aja ia jarang banget cerita. Kalau aku nanya jawabannya itu singkat banget".


Perkataan Andra membuat Sasa tertawa pelan.


Kamu udah makan? tanya Rafi

__ADS_1


Sasa hanya menggelengkan kepalanya.


Kebetulan aku tadi beli bubur, nggak tau juga kenapa tiba-tiba aku pengen beli bubur padahal aku nggak tau kalau kamu udah sadar, kamu mau makan ini? atau sesuatu yang lain, aku beliin. ucap Rafi panjang lebar


Kedua orang tua Sasa senang bahwa ada sosok laki-laki yang begitu perhatian pada putrinya.


Itu aja kak, tapi suapin yah. manja Sasa


Rafi yang melihat tingkah Sasa jadi merasa aneh, tapi ia bersyukur bahwa Sasa hanya manja padanya selain keluarga tentunya.


Kedua orang tua Sasa yang melihat tingkah anaknya tak menyangka, pasalnya selama ini anaknya tak akan menunjukkan sikap manjanya kecuali orang dekatnya saja. Rafi kan masih baru dalam hidup Sasa.


Katanya tadi nggak mau apa-apa, ini kok malah manjanya nggak ketulungan. ejek Mamanya


Tadi emang enggak Ma, tapi sekarang udah laper. ucap Sasa cemberut


Rafi hanya terkekeh kemudian mulai menyuapi Sasa, ia bersyukur Sasanya bisa kembali ke tengah-tengah mereka.


Beberapa menit Rafi menyuapi Sasa akhirnya buburnya pun sudah habis, tak lupa Rafi memberikan minum untuk Sasa.


Sasa kemudian mendekat ke arah Rafi, " Makasih kak Dirga" bisik Sasa kemudian menjauhkan tubuhnya


Wiii Sasa abis sakit udah mesra-mesraan aja di depan kita-kita, dulu aja malu-malu. ejek Andra membuat semua orang tertawa kecuali Fatan, ia sangat tidak suka kedekatan Rafi dan Sasa.


Sasa hanya mendelikkan matanya, sedangkan Rafi masih syok dengan perkataan Sasa pasalnya yang pernah memanggilnya dengan nama itu hanyalah Reinanya. Apakah mungkin???


Rafi kemudian menatap intens Sasa, Sasa yang ditatap begitu hanya tersenyum.


Sasa yang melihat Rafi hanya terus menatapnya akhirnya memutuskan untuk menggenggam tangan Rafi, " kakak nggak ingat dengan panggilan itu?"


Semua orang jadi penasaran apa yang sedang mereka bahas, hanya kedua orang tua Sasa yang membulatkan matanya, mereka mulai tak percaya dengan kondisi anaknya saat ini.


Re...ina. ucap Rafi lirih


Iya ini aku kak Dirga. ucap Sasa antusias


Rafi sangat tak menyangka bahwa firasatnya selama ini memang benar, tapi apa yang membuat Reinanya itu sampai melupakannya?? Nantilah ia tanyakan, untuk saat ini ia sangat senang.


Kamu panggil Rafi, Dirga?? tanya Papanya


Iya Pa, ini kak Dirga. Aku udah ingat semuanya. ucap Sasa bahagia


Papa dan Mamanya kemudian mendekati keduanya.


Kamu Dirga? tanya Mama Sasa


Iya tan. ucap Rafi terseyum canggung


Wah om dan tante selama ini nggak ngeh loh kalau ini kamu. ucap Papa Sasa menepuk-nepuk pundak Rafi


Anggi dan Fatan yang penasaran akhirnya mendekati mereka.


Om, tan, Sa, kak Rafi, bahas apa sih. Reina Dirga??? tanya Anggi bingung


Anggi, Reina itu panggilan Rafi untuk Sasa sedangkan Dirga itu panggilan kecil Sasa untuk Rafi. Mereka adalah sahabat dari kecil. jelas Mama Sasa


Fatan yang mendengar itu jadi terkejut, ini berarti peluangnya untuk dekat dengan Sasa semakin kecil. Tapi ia akan berusaha menerima semuanya, yang terpenting adalah kebahagiaan Sasa.


Wahh, nggak nyangka aku. ucap Anggi antusias


Ternyata firasat aku bener selama ini, aku tuh kalau liat Sasa kayak kenal gitu tapi nggak tau juga, mungkin karena udah lama banget yah. ucap Andra mengingat


Kak Andra teman kak Dirga sejak SD kan?? tebak Sasa


Eh salah. ucap Andra


Kok bisa?? aku ingat kok. ucap Sasa nggak terima


Aku itu bukan teman Rafi tapi sahabat Rafi, itu baru bener. ucap Andra terkekeh


Sasa hanya memutar bola matanya jengkel ternyata ia dikerjai.


***

__ADS_1


Happy Reading Guys😉😉😉


__ADS_2