
***
Hari yang mendung semoga saja hati para readers nggak mendung yaaaπ
Bangun pagi
kuterus mandi
tidak lupa menggosok gigi
habis mandi ku tolong ibu membersihkan tempat tidurku. Rafi bernyanyi (entah lagu dari mana dan sejak kapan ituπ) mungkin terlalu semangat untuk bertemu sang pujaan hatiππππ
Pakaian udah rapi, rambut udah rapi, udah pake parfum, jam tangan udah. Apa lagi yah yang kurang?? oh aku tau, dia yang kurangπππ. Rafi bermonolog seperti orang gila saja
Rafi menuruni tangga sambil bersiul membuat kedua orang tuanya heran melihat tingkat anaknya itu.
Fi, kamu kenapa?? bahagia banget keliatannya. tanya Mamanya penasaran
Bahagia dong Mah, Rafi kan pengen ketemu sang pujaan hati. ucap Rafi tersenyum
Widdiiihhh, anak Papa ternyata udah cinta-cintaan toh. Bukannya kamu masih nunggu dia? ucap Papanya
Rafi memang masih nunggu dia dan jujur Rafi juga cinta sama dia. Meski saat itu Rafi masih kecil namun Rafi akan berusaha melupakannya, mungkin itu yang terbaik. Karena entah mengapa saat melihat junior Rafi itu, seperti terbayang wajah Reina kecil. Namanya juga sama Pa, Sasa Reinata Putri. Apa mungkin kebetulan aja atau itu memang dia?? tapi kok dia nggak kenal Rafi?? ucap Rafi panjang lebar
Owh gitu, tapi jangan sampai karena cinta, kamu nggak fokus pada kuliahmu yah! Papanya memperingati
Siap Papa. ucap Rafi semangat 45ππππ
Yaudah sebelum berangkat, sarapan dulu gih. perintah Mamanya
Rafi kemudian sarapan dalam diam membayangkan wajah sang pujaan hati sambil senyum-senyum. Kedua orang tuanya yg melihat tingkah Rafi hanya geleng-geleng kepala. Mereka senang setidaknya Rafi akan sedikit demi sedikit melupakan masa lalunya dan menatap ke masa depan. Kedua orang tuanya sangat mengingat betapa terpukulnya Rafi saat Reina pergi. Setidaknya dengan kehadiran Sasa akan mengembalikan Rafi seperti dulu. Setelah kepergian Reina, Rafi sangat menutup diri terhadap perempuan. Meski keramahannya tetap seperti dulu.
Pa, Ma. Rafi berangkat ya. ucap Rafi berdiri dari duduknya
Oke sayang. Hati-hati di jalan. orang tuanya mengingatkan
Pa, hari ini Rafi bawa mobil ya. Soalnya siapa tau Sasa nggak bawa mobil, Rafi bisa anterin. Nggak perlu panas-panasan. ucap Rafi membujuk Papanya.
Tumben kamu ijin. Biasanya kan langsung ambil aja. ucap Papanya
Kan Rafi mau berubah jadi baik, supaya Sasa tambah suka sama anak Papa yang ganteng ini. ucap Rafi tersenyum menunjukkan giginya yang membuatnya semakin tampang saja.
Readers pada bayangin nggak nih. Bagaimana sih wajah seorang Rafi.. Sabar yaaa, nanti ada cast tokoh kokππππ
Yaudah berangkat sana, katanya pengen cepat ketemu sang pujaan hati. ejek Papanya sambil mengibaskan tangan seperti mengusir Rafi
Wadduh, Papa nih. Rafi berangkat, Assalamualaikum. ucap Rafi kemudian berlari menuju mobilnya
Waalaikumussalam. ucap kedua orang tuanya sambil tersenyum melihat tingkah anaknya.
***
Setelah beberapa menit di perjalanan yang untungnya tidak macet, sampailah Rafi di kampus.
Rafiiiiiii. teriak Ririn
Ada apa Rin?? tanya Rafi sambil mengangkat satu alisnya
Nggak papa, kamu kenapa sih cuek banget sama aku?? tanya Ririn sambil menatap Rafi aja, Rafi aku akan mendapatkanmu bagaimana pun caranya. ucap Ririn misterius
Tidak jauh dari Ririn dan Rafi tadi berada, Sasa dan Anggi memperhatikan interaksi keduanya.
Wah, kayaknya itu cewek suka deh sama kak Rafi. ucap Anggi
Terus kalau suka, masalahnya di kita apa? tanya Sasa bingung dengan maksud sahabatnya
__ADS_1
Ya elah, kalau itu cewek suka sama kak Rafi kan kita nambah saingan dong. ucap Anggi tak terima
Yehhhh, kamu aja kali. Aku mah nggak suka sama kak Rafi. ucap Sasa kemudian berjalan cepat
Ehhhhh Saa, tungguin napa. ucap Anggi sambil mengejar Sasa
Makanya nggak usah bahas kak Rafi lagi, katanya mau berubah, mau fokus kuliah. ucap Sasa menatap sahabatnya itu
Mau gimana lagi, aku udah usahain tapi nyatanya belum bisa. Sa, jangan sampai suatu saat nanti kamu kena karma. Tidak ada yang tau, siapa tau nanti kamu cinta banget gitu sama kak Rafi. ejek Anggi
Nggak akan nggi, aku pernah sakit hati. Aku tak mau mengulang itu kembali. ucap Sasa mengingat masa lalunya
Whattt?? kamu pernah suka sama seseorang, aku kira belum pernah, namanya siapa? tanya Anggi penasaran
Pernah lah, namanya Fatan Nugraha. Tapi nggak usah diingatlah dia hanya masa lalu biarlah berlalu, soalnya kalau aku ingat, nggak tau kenapa masih sakit hati padahal kejadian itu udah bertahun-tahun. ucap Sasa sedih
Udah Sa, aku yakin kamu akan mendapatkan yang lebih baik dari dia. ucap Anggi menyemangati
Tak terasa hari ini adalah hari terakhir ospek, agendanya yaitu pembersihan because 2 hari kemarin maba banyak meninggalkan sampah.
Sa, capek juga yaa. Padahal ini baru setengah pengerjaan. ucap Anggi meletakkan sapu lidi yang ia pegang tadi
Capek lah Nggi, namanya juga kerja, kerja itu dimana-mana bawaannya capek. ucap Sasa tertawa melihat sahabatnya itu
Sasa, bisa ikut saya sebentar? ucap Rafi
Ada apa ya kak? tanya Sasa balik
Ada yang pengen saya bicarain. ucap Rafi
Maaf kak tapi saat ini saya masih ada pekerjaan. ucap Sasa menolak secara halus karena jujur ia juga merasa tak enak jika harus berbicara berdua dengan Rafi
Saya mohon Sa, sebentar saja. bujuk Rafi
Baiklah Kak. ucap Sasa pasrah
Sa, apa kamu tidak mengenal aku? tanya Rafi
Aku kenal lah kak, kakak kan kak Rafi Dirgantara Putra, ketua panitia ospek sekaligus presma di kampus ini. jawab Sasa santai
Bukan itu maksud aku Sa, apakah kamu mengenal aku sebelumnya, sebelum masuk kampus ini? tanya Rafi lagi
Nggak kak. jawab Sasa singkat
Tapi nama kamu itu persis dengan nama seseorang yang sangat berarti dalam hidup aku yaitu sahabat aku waktu kecil, tapi dia pergi dan aku belum pernah bertemu lagi dengannya. ucap Rafi menunduk
Kebetulan aja kali kak karena selama ini saya merasa tidak pernah kenal dengan kakak. ucap Sasa
Mungkin saja seperti itu. Sa, sejak pertama kali kita ketemu, entah mengapa aku merasakan sesuatu yang berbeda sama kamu. ucap Rafi
Maksudnya kak?? tanya Sasa tak mengerti
Aku cinta sama kamu. Tapi aku tidak akan mengajak pacaran karena aku tau kamu tidak akan menerima itu, aku berharap kita memang berjodoh. ucap Rafi tersenyum
Hehehe kakak ada-ada aja, masa baru ketemu udah langsung suka. Kakak bercanda nih. ucap Sasa tak percaya terhadap apa yang dikatakan seniornya itu
Aku tidak bercanda Sa, aku benar-benar suka sama kamu. ucap Rafi meyakinkan
Jika memang benar kakak suka sama aku. Biarkan waktu berlalu, seiring berjalannya waktu mungkinkah Allah menyatukan atau tidak. Kalau gitu aku pamit ya kakak. ucap Sasa kemudian meninggalkan tempat tersebut
Semoga saja Sa, tunggu aku. ucap Rafi lirih
Sasa pun berlari menuju dimana Anggi berada. Entah mengapa setelah Rafi mengatakan itu, ia jadi deg-degan. Apa mungkin secepat itu ia melupakan masa lalunya dan menyukai sang senior. Tapi rasanya itu tak mungkin. Sasa jadi pusing sendiri memikirkannya.
Sa, kak Rafi ngomongin apa? tanya Anggi penasaran
__ADS_1
Kak Rafi cuman nanya apakah aku sudah mengenalnya sebelum masuk kampus ini atau tidak. ucap Sasa
Kok bisa Kak Rafi nanya gitu? tanya Anggi semakin penasaran
Karena kak Rafi memiliki sahabat kecil yang namanya itu persis kek nama aku. ucap Sasa santai
Whatttt? terus-terus. ucap Anggi semakin kepo
Aku jawab mungkin itu kebetulan, udah gitu aja. ucap Sasa
Owh, yaudah semoga ini awal yang baik buat kalian. ucap Anggi penuh makna
Maksudnya? tanya Sasa penasaran
Ada deh, yaudah bantuin aku nyapu, capek tauu. ucap Anggi mengalihkan pembicaraan
Sasa pun membantu Anggi hingga selesai. Setelah selesai semua Maba menuju lapangan untuk diadakan penutupan ospek.
Halo adik-adik semua, bagaimana kegiatan ospek selama 3 hari ini? tanya Rafi sambil tersenyum ke seluruh Maba
Luar biasa. teriak semua Maba
Wah, sangat antusias yaa. Saya mewakili seluruh panitia mengucapkan banyak terima kasih kepada semua maba karena selama 3 hari ospek semua maba sudah mau bekerja sama dengan baik, sehingga ospek bisa berjalan lancar. Selamat datang di kampus ini, semoga kalian bisa menjadi mahasiswa-mahasiswi berprestasi. Mungkin itu saja yang bisa saya sampaikan. Sekian dan terima kasih. ucap Rafi mengakhiri perkataannya
Semua maba pun bubar dan bergegas pulang. Berbeda dengan Anggi dan Sasa, dimana Anggi terus menggoda Sasa.
Ekhhemmm Sa, kak Rafi tuh? ucap Anggi
Biarin aja. ucap Sasa tidak peduli
Widdiww, aku memberi 2 jempol untukmu Sa. Seorang Sasa tak tetarik dengan ketampanan seorang Rafi Dirgantara Putra yang sangat famous di kampus ini. ucap Anggi sambil tepuk tangan
Nggi stop, bisa nggak sehari aja jangan ngomongin dia. ucap Sasa memohon
Sorry Sa. ucap Anggi merasa bersalah
Setelah melewati koridor yang panjang, sampailah Sasa dan Anggi di hadapan Rafi, Rani dan Andra.
Dek Sasa. panggil Andra
Iyya kak? tanya Sasa
Masih ingat nama aku kan? tanya Andra lagi sambil tersenyum
Iya kak. ucap Sasa undur diri sambil menarik tangan Anggi
Sa, kamu bawa mobil? tanya Rafi
Bawa kak. Kalau begitu saya pamit. ucap Sasa berlalu dari hadapan para seniornya sambil menarik tangan Anggi
Setelah berada di mobil, Anggi kembali membuat Sasa kesal.
Waddawww, kak Andra keknya juga suka deh sama kamu Sa. ucap Anggi menatap Sasa
Dia hanya menyapa Nggi, orang yang menyapa bukan berarti dia suka. ucap Sasa menjelaskan
Kamu enak yaa Sa, baru maba udah banyak yang suka. Aku mah apa atuh, bagaikan kulit kuaci yang tak berarti. ucap Anggi mendramatis
Udah deh, nggak usah lebay gitu. Jangan salah kulit kuaci itu berarti tau, tanpa kulit itu mungkin kuaci tidak layak dimakan. ucap Sasa sambil melajukan mobilnya
Kamu bisa aja deh Sa, jawab terus. Tapi aku penasaran deh, kak Rani itu siapanya kak Rafi yah. ucap Anggi penasaran
Entahlah aku kan bukan siapa-siapa mereka. Jadi mana aku tau. ucap Sasa kesal dengan pertanyaan-pertanyaan sahabatnya itu
Setelah beberapa menit perjalanan sampailah Sasa di rumahnya, setelah mengantar Anggi pulang dan menjemput kedua adiknya.
__ADS_1
***
Jangan lupa Vote & Comment