
🌼Happy Reading🌼
“Aku mau mie ayam aja, di kasih basko yang gedhe”
“Iya, udah di catet Nia Yang” Nando mengusap pelan pucuk kepala sang istri, sembari tersenyum,
“Tapi mas yang buat mie ayamnya” lanjutnya dengan tanpa rasa sungkan.
Jeder!!!!
Semua orang menatap calon papa muda itu dengan menahan tawa. Mereka tau seumur-umur Nando belum pernah mambuat mie ayam, dan permintaan bumil kali ini akan memecahkan rekornya.
“Mas belum pernah buat mie ayam Yang, kalau rasanya ga enak gimana?”
“pokoknya mas yang bikinin, Linda mau makan bikinan mas”
Melihat mata bulat sang istri penuh binar membuat Nando tak tega, ia pun akhirnya mengangguk, menyetujui permintaan sang suami.
“Sekalian buatkan papa Nan” timpal papa Doni bemaksud menggoda putra sulungnya.
“Ih papa sih, ikut-ikutan aja, minta abangnya aja yang buat pa”
“Ya sekalian lah Nan, papa belum pernah kamu masakin makanan”
“Ih, papa kan ga hamil, ga ngidam, tau sendiri Nando ga bisa masak” Nando mencebik kesal lalu bangkit dari duduknya,
Semua orang tertawa pelan mendengar sang papa menggoda putra sulungnya.
“Besok-besok minta di masakin suamimu lagi Lin, biar tuh anak masuk dapur” timpal mama Nita yang mendukung ngidam sang menantu.
Kedua pasangan pengantin baru yang duduk bersisihan itu saling memandang sesaat setelah melihat adegan drama ngidam bumil di depan mereka. Dalam benak mereka, membayangkan bagaimana jika mereka akan menjadi orang tua, apakah akan seperti mereka? Bagaimana kondisi mereka waktu Nania hamil nanti? Ah membayangkannya saja membuat mereka tersenyum dengan pipi merona.
“Beres ma, Linda lagi doyan makan juga ini” Linda tersenyum lebar sembari mengusap perut buncitnya.
Tawa keempat orang tua paruh baya yang menanggapi celetukan Linda pun membuyarkan lamunan sesaat pasangan pengantin baru itu. Nania pun meminta sang suami untuk segera menyampaikan niatan mereka mengajak keluarga berlibur esok hari.
__ADS_1
“oh ya, besok pagi kita ke pantai ya ma, pa” sela Rivan saat mereka terdiam beberapa saat.
“boleh, mumpung kita kumpul jadi liburan sekalian” jawab papa Doni
“Iya pa, pagi aja ke pantainya, sore kita pulang sama-sama”
“Iya boleh, besok papa bilang Tomy untuk stay sore aja”
Mereka pun melanjutkan obrolan seputar agenda liburan mereka, dari bekal hingga barang yang akan mereka bawa.
Tak berapa lama kemudian, pesanan mereka akhirnya datang, dan tampak Nando sang putra sulung Rahardian membawa nampan khusus untuk sang istri.
“Ini sayang, mie ayam bakso special buat baby dan mami” Nando tampak sumringah meletakan mangkok berisi mie dan bakso bulat besar di hadapan sang istri, meski bulir peluh menghiasai wajah tampannya.
“ah, makasih papi, dedek mau makan dulu”
Linda segera mengambil sendok dan garpu untuk menyantap mie buatan suaminya, mengabaikan tatapan penuh tanya semua orang yang duduk bersamanya.
“Enak Yang?” tanya Nando yang sedarui tadi menelan ludahnya kasar, karena melihat suap demi suap sesendok mie masuk ke dalam mulut sang istri.
“hmm” Linda mengangguk tanpa memandang suaminya, ia malah asyik mengunyah mie ayam yang baginya sangat lezat dan pas dilidah, padahal si pembuat saja merasa sangat ragu akan rasanya, meski ia sudah memasaknya secara maksimal.
“Sayang, pesenkan mama lagi, ini enak banget” celetuk mama Nita yang begitu menggilai makanan berbentuk bulat itu pada sang putri.
“Habiskan dulu ma, baru pesan lagi” tegur papa Doni, ia sudah hafal betul kelakuan sang istri.
“Bener Nit, ini enak banget, ga nyangka rasanya lebih enak, baunya aja tadi udah menggoda, ternyata rasanya tak mengecewakan” timpal mama Dahlia
Nania dan Rivan pun merasa senang karena semuanya menyukai menu pilihannya. Ia pun mengucapkan terimakasih pada sang sopir yang telah menunjukan tempat makan ini.
***
Hari telah berganti, sesuai kesepakatan sebelumnya mereka akan ke pantai pagi-pagi agar bisa merasakan udara yang sejuk di sepanjang perjalanan maupun di wilayah pantai yang tak jauh dari lokasi resort.
“Wih, cantik banget mas” gumam Nania pada sang suami yang setia berada di sampingya,
__ADS_1
Sejak keberangkatan mereka, Rivan tak pernah melepas gandengan tangan pada sang istri, hingga mereka tiba di hamparan pasir putih yang begitu luas dengan pemandangan air laut biru yang begitu menyegarkan mata.
Keduanya mengenakan pakaian couple, dan jangan lupakan topi couple yang mereka beli tempo hari.
Semuanya begitu menikmati dan mengagumi maha karya Tuhan yang begitu memanjakan mata mereka. Bahkan bumil Rahardian itu pun begitu antusias bermain dengan air laut yang berada di pinggir pantai.
“Yang, jangan ke tengah lho” ucap Nando begitu khawatir dengan sang istri tanpa melepaskan pegangan tangan sang istri.
“Iya, di sini aja, pegang erat tangan ku mas”
Tampaknya momen liburan dadakan kali ini sangat di nikmati semua anggota keluarga. Semua merasa senang, di sela kesibukan akan pekerjaan dan persiapan pesta resepsi pernikahan pasangan pengantin baru itu, mereka bisa menyempatkan untuk sekedar refreshing melepaskan lelah.
Riko dan para bapak pun tak kalah bahagia karena bisa berenang bebas di laut yang begitu menyegarkan itu. Ombak nya yang tak begitu besar membuatnya nyaman bermain di dalam air. Sementara para nyonya memilih berteduh di bawah payung besar yang mereka sewa.
“Dek, pesan ikan bakar mau ga?” tanya Rivan, ia merasa perutnya sudah kembali lapar,
Sarapan selembar roti tak membuatnya begitu kenyang, dan setibanya di pantai perutnya sudah meronta meminta di isi kembali.
“Emang sudah ada yang buka mas?” Nania mengedarkan pandangannya mencari warung makan yang sudah buka
“Itu ada yang buka dek, kita ke sana yuh, pesan sekalian buat semuanya” tunjuk Rivan pada warung yang agak jauh dari tempat mereke berteduh.
“Boleh yuh”
Keduanya melangkah meninggalkan kedua mama mereka, menuju warung makan yang terbuat dari papan kayu itu, tangan mereka saling bertaut, melangkah begitu santai sembari menikmati sepoi angin yang menyejukan.
“Kita ga bisa lebih lama di sini ya mas?”
“Ga bisa sayang, mas sudah harus kembali ke kantor, pekerjaan akan semakin menumpuk, maaf ya ga jadi liburan lebih lama”
“Hmm, gapapa, Nia ngerti”
“Makasih sayang, kalau kerjaan udah agak longgar nanti kita agendakan ke sini lagi” jawab Rivan sembari mengecup punggung tangan sang istri yang berada dalam genggamannya.
“Iya mas, semoga aja saat ke sini sudah ada baby di perut Nia” Nia menatap sang suami dengan senyum lebarnya, sembari mengusap perut ratanya.
__ADS_1
“Aamiin”
Tbc