
***
Setelah 2 hari di rumah Sakit paska Sasa siuman akhirnya ia diizinkan untuk pulang.
Ma, Santi dan Sinta kok nggak pernah jengukin Sasa sih. ucap Sasa mengingat adiknya tak pernah datang
Mereka sibuk belajar, katanya sebentar lagi ujian semester. jelas Mamanya sambil mengemas pakaian Sasa selama di rumah sakit
Owh. ucap Sasa singkat sambil menganggukkan kepalanya
Yaudah, katanya kamu mau pulang cepet. Ini kok masih betah di kasur. ucap Mamanya memperhatikan Sasa yang terlihat sedih karena kedua adiknya tak pernah datang untuk menjenguk
Sasa yang mendengar ucapan Mamanya segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang sangat lengket pasalnya selama di rumah sakit ia belum pernah mandi.
Beberapa menit Sasa gunakan untuk mandi akhirnya ia keluar dari kamar mandi. Ia melihat Mama dan Papanya sedang berbincang di kursi kamar inapnya itu.
Eh Pa, udah lama. tanya Sasa sambil memakai jilbab instannya
Baru 10 menit yang lalu kok. ucap Papanya tersenyum
Bukannya Papa sibuk di kantor. ucap Sasa melihat Papanya masih rapi dengan jas formalnya
Papa emang sibuk tapi Papa akan berusaha meluangkan waktu untuk keluarga. Masa anak Papa mau pulang, Papa malah sibuk di kantor. ucap Papanya terkekeh
Sasa udah selesai nih, ayo pulang. ucap Sasa antusias sambil mengangkat tasnya yang berisi pakaiannya selama di rumah sakit
Papanya yang melihat itu segera mengambil alih tas yang dibawa anaknya.
Sini biar Papa yang bawa, kamu itu baru sembuh, nggak boleh capek-capek dulu. ucap Papanya mendahului Sasa
Ma, kok kak Dirga nggak jemput Sasa sih. ucap Sasa cemberut
Mama juga nggak tau, mungkin dia sibuk kali. ucap Mamanya tersenyum misterius
Sasa yang melihat itu memicingkan matanya kearah Mamanya. " Mama enggak rahasiain sesuatu kan?"
Enggak kok. ucap Mamanya mengontrol dirinya
Hem. ucap Sasa menuju mobil Papanya
Mereka pun menuju pulang ke rumah. Sesampainya di pekarangan rumah, Sasa melihat suasana rumah terlihat sangat sepi.
Ma, di rumah nggak ada orang yah? tanya Sasa menatap Mamanya
Mungkin Santi dan Sinta keluar. ucap Mamanya singkat membuat Sasa tambah sedih. Kedua adiknya itu tak pernah sempat untuk menjenguknya dan sekarang saat ia pulang, mereka juga nggak menyambut Sasa.
Kalian ngapain di situ?? Ayo masuk. ucap Papanya menuju pintu rumah
Sasa dan Mamanya pun memasuki rumah, namun keadaan rumah yang gelap membuat Sasa bingung. Kedua adiknya itu ngapain aja sampai gorden nggak ada yang dibuka. Namun, saat Sasa melangkahkan kakinya untuk membuka gorden, lampu langsung menyala membuatnya tak percaya apa yang dilihatnya sekarang. Disana ada kedua adiknya, Rafi, Andra, Fatan dan Anggi. Membuat Sasa tak mampu menahan senyumnya.
Welcome to your home. ucap mereka semua
Thanks all. ucap Sasa memeluk kedua adiknya dengan mata yang mulai berkaca-kaca
Setelah memeluk adiknya, ia beralih memeluk Anggi.
Akhirnya Sa kamu udah sembuh, aku seneng deh. ucap Anggi antusias
Sasa melepaskan pelukannya, "Yah alhamdulillah, kalian yang nyiapin ini semua??" tanya Sasa menatap takjub dekorasi di dalam rumahnya. Sekeliling ruang tamu dihiasi balon berwarna warni dan di tengah ruang tamu ada spanduk bertuliskan " Welcome to your home". Mungkin sebagian orang menganggap ini kekanakan tapi menurut Sasa ini sangat berkesan.
Iya dong, ini sih rencana kak Rafi. ucap Anggi menatap Rafi
__ADS_1
Sasa pun mengalihkan perhatiannya menatap Rafi," makasih kak" ucap Sasa tersenyum manis
Sama-sama. ucap Rafi membalas senyum Rafi
Fatan yang melihat itu semua berusaha meredam cemburu yang dirasakannya, ia tak mau membuat keributan disini.
Kalian happy-happy disini yah, om mau balik kekantor dulu. ucap Papa Sasa
Oke om. ucap mereka serentak
Papa Sasa segera menuju ketiga anaknya," kalian baik-baik di rumah". ucap Papanya sambil memeluk ketiga anaknya
Siap Papa. ucap ketiganya
Papa Sasa pun meninggalkan rumahnya menuju ke kantor untuk melanjutkan pekerjaan yang sempat tertunda.
Yaudah kalian duduk dulu, biar tante siapin minuman dan cemilan. ucap Mama Sasa
Mereka pun menuruti perkataan Mama Sasa.
San, Sin kalian sesibuk itu yah sampai nggak sempet jengukin kakak. ucap Sasa menatap sinis adiknya
Sorry kak, ini bagian dari rencana. ucap kedua adiknya terkekeh
Dasar kalian, kakak tuh sampe kepikiran tau. ucap Sasa cemberut
Jangan gitu Sa, ini rencana aku. ucap Rafi merasa bersalah
Owh ini rencana kakak. ucap Sasa berdiri menuju dimana Rafi duduk kemudian tanpa diduga semuanya, Sasa memukul Rafi
Rasain siapa suruh ngerjain aku. ucap Sasa duduk disamping Rafi sambil mensedekapkan tangannya di dada
Sasa kemudian mengalihkan perhatiaannya kemudian fokus pada lengan Rafi,"Beneran kak?" ucap Sasa khawatir
Beneranlah. ucap Rafi menahan senyumnya
Aku minta maaf kak. ucap Sasa merasa bersalah
Kedua adik Sasa, Anggi, dan Andra yang melihat itu menahan senyumnya pasalnya ia tau bahwa Rafi hanya berpura-pura sakit. Sedangkan Fatan yang melihat itu hanya menatap datar.
Nggak papa, ini udah sembuh. ucap Rafi memegang kedua tangan Sasa
Katanya tadi sakit, kok bisa sembuh secepat itu? tanya Sasa polos
Karena aku liat kamu jadi sembuh deh. ucap Rafi tersenyum ke arah Sasa
Ehh dasar gombal. ucap Sasa mendelikkan matanya
Rafi kemudian menyenderkan kepalanya di bahu Sasa, membuat Sasa terkejut tapi berusaha mengontrol keterkejutannya.
Kak Dirga, jangan gini dong. Malu diliatin temen-temen. bisik Sasa
Nggak papa mereka ngerti. ucap Rafi masih menyenderkan kepalanya di bahu Sasa. Sasa hanya bisa pasrah dengan perlakuan Rafi
Fi, bisa nggak sih. Tau kondisi, kita-kita itu jomblo. Malah mesra-mesraan disini. ucap Andra terkekeh
Terserah aku dong. ucap Rafi sambil menutup matanya, pasalnya menyenderkan kepalanya di bahu Sasa membuatnya jadi mengantuk
Mereka pun tertawa melihat kelakuan Rafi, pasalnya ini baru kali pertama mereka Rafi seperti ini.
Tak lama keheningan melanda, Mama Sasa membawa minuman dan cemilan.
__ADS_1
Mama Sasa kemudian meletakkan minuman dan cemilan dibantu Santi dan Sinta. Namun, sebelum pergi. Mama Sasa melihat Rafi yang menyenderkan kepalanya di bahu Sasa sambil menutup matanya, Sasa yang melihat Mamanya menyadari tingkah Rafi membuatnya salah tingkah.
Itu Rafi kenapa?? tidur?? tanya Mama Sasa membuat Rafi langsung menegakkan tubuhnya salah tingkah
Nggak kok tan. ucap Rafi menyengir
Owh yaudah, tante tinggal dulu. Mama Sasa pun berlalu dari sana
Kakak sih, Mama kan jadi liat. kesal Sasa
Nggak papa kali supaya Mama kamu terbiasa dari sekarang. Kan kalau kita udah nikah, kita akan sering begini. ucap Rafi tersenyum ke arah Sasa
Stop kak. ucap Sasa malas
Eh Fi, kamu kebelet banget yah nikahin Sasa. Santai dong, kerja dulu. Kalau kalian nikah sekarang, kamu mau kasih makan Sasa apaan. ejek Andra
Rafi hanya memutar bola matanya pasalnya sahabatnya itu selalu saja mengganggunya.
Mereka semua pun menikmati minuman dan cemilan yang tersaji di meja.
Sa, kamu besok berangkat bareng aku yah kekampus. Kamu kan baru sembuh, nggak baik bawa mobil sendiri. ucap Fatan membuka suara
Baru saja Sasa mau menjawab Rafi malah mendahuluinya, "Enggak Sasa bareng aku" tolak Rafi
Anggi yang melihat itu mulai angkat bicara,"Kalian ini, nggak cape apa rebutin Sasa. Besok Sasa biar bareng aku ke kampus".
Iya Fatan, Kak Dirga besok aku bareng Anggi aja. ucap Sasa memutuskan membuat Fatan dan Rafi menghela nafas
Hari pun sudah menjelang sore, satu persatu sudah meninggalkan rumah Sasa. Di sana tinggal Rafi dan Sasa. Kedua adik Sasa sudah masuk kekamarnya, setelah melihat semuanya pergi kecuali Rafi karena ia tau kakaknya butuh waktu berdua dengan Rafi.
Reina, kenapa sih kamu harus bareng Anggi ke kampus, sama aku aja yah. bujuk Rafi menatap Sasa
Aku nggak mau kakak berantem lagi sama Fatan. jelas Sasa
Hem. gumam Rafi
Keduanya pun dilanda keheningan, mereka sama-sama tak tau harus bicara apa.
Reina kalau gitu aku pamit pulang yah. ucap Rafi berdiri dari duduknya
Yaudah kak. ucap Sasa mengantar Rafi menuju mobilnya
Kamu istirahat yang bener, makan teratur, dan jangan lupa sholat. ucap Rafi memperingati Sasa yang maaih berdiri di samping mobilnya
Iyya kak Dirgaaaa. ucap Sasa tersenyum manis
Rafi masih betah menatap wajah Sasa, bagi Rafi Sasa adalah bagian terpenting dalam hidupnya.
Kakak ngapain natap aku kek gitu, pulang sana. usir Sasa
Kalau gitu aku pamit. Assalamualaikum. ucap Rafi kemudian melajukan mobilnya
Waalaikumussalam. jawab Sasa
Setelah mobil Rafi tak terlihat lagi, Sasa pun bergerak memasuki rumahnya.
Ia sangat senang karena akhirnya ia bisa bertemu lagi dengan sahabat kecilnya. Ia bahagia akhirnya ia bisa mengingat semuanya. Ia bahagia akhirnya ia sembuh dari sakitnya. Intinya Sasa sangat bersyukur ternyata rencana Allah jauh lebih indah dari apapun.
***
Happy Reading Guys😍😍😍
__ADS_1