
***
Sesampainya di taman, keduanya pun duduk berdampingan dengan masing-masing di ujung kursi.
Sasa pun menyiapkan makan siang untuk Rafi, Rafi hanya bisa diam dan memperhatikan gerakan pujaan hatinya yang sangat serius itu, ingin sekali rasanya ia segera memiliki Sasa.
Setelah menyiapkan segalanya, Sasa pun mengalihkan tatapannya ke arah Rafi. Sasa yang melihat Rafi sedang menatapnya menjadi salah tingkah.
Kaakk. ucap Sasa sambil melambaikan tangannya di depan wajah Rafi
Rafi yang tadinya serius menatap Sasa, terkejut akan gerakan Sasa dan salah tingkah karena ketahuan sedang memperhatikannya.
Makan kaak, sebelum makanannya terlalu dingin. ucap Sasa memecah keheningan dan menyerahkan makan pada Rafi
Rafi pun makan dengan lahapnya karena makanan yang dibuat Sasa sangatlah enak mengalahkan masakan restoran.
Kamu nggak makan??? tanya Rafi menghentikan makannya dan menatap Sasa
Nggak kak. ucap Sasa kemudian berpura-pura menyibukkan dirinya dengan hpnya
Melihat tingkah Sasa, Rafi pun menghentikan makannya dan meminum air yang dibawakan Sasa. Sas yang sadar akan hal tersebut pun menghentikan kegiatannya dan fokus pada Rafi.
Kenapa kak??? Nggak enak yah, sorry banget kak. ucap Sasa merasa bersalah pasalnya ia sudah sangat berusaha memasak sebaik mungkin namun nyatanya makanan yang dibuatnya belum bisa masuk dalam masakan yang disukai Rafi
Enak kok, cuman aku nggak mau makan sendiri aja. ucap Rafi cuek
Kaaakkk, makan lagi nih. Masih banyak. ucap Sasa sambil mengarahkan makanan ke mulut Rafi
Aku udah kenyang. ucap Rafi tanpa melihat Sasa
Kakkkk. ucap Sasa meletakkan makanan yang dipegangnya tadi kemudian beranjak dari duduknya dan berlutut di hadapan Rafi sambil membujuknya untuk makan kembali
Rafi yang memang akan selalu kalah jika Sasa mengeluarkan jurus andalannya itu akhirnya menyerah dan kembali makan
Yaudah kakak makan tapi kamu juga makan yah, yakali kakak makan, kamu sibuk sendiri dengan hp kamu itu. ucap Rafi kesal sambil melirik hp Sasa
Ok kak. ucap Sasa kemudian ikut makan
Beberapa menit kemudian, keduanya pun telah selesai makan. Dan masih ada beberapa menit sebelum waktunya Rafi kembali bekerja, Sasa pun memutuskan untuk mengatakannya sekarang. Ia tidak ingin menunda-nunda lagi, takutnya semakin ia menunda, sesuatu yang tidak diinginkan akan terjadi.
Hmm kak. ucap Sasa sambil menatap Rafi serius
Hm kenapa??? tanya Rafi sambil menatap Sasa juga
Aku mau ngomong sesuatu. ucap Sasa gugup
Ini juga kamu ngomong Reina. ejek Rafi sambil tertawa
Ihh kak serius. Kesal Sasa
Ini juga kakak serius. ucap Rafi masih sambil tertawa
Udah deh, nggak jadi. ucap Sasa mengalihkan tatapannya
Gitu aja ngambek, kamu mau ngomong apa emangnya. ucap Rafi kembali serius
Ka...k ke..ma..rin. ucap Sasa terbata-bata, jujur saja ia sangat takut mengatakan ini pada Rafi
__ADS_1
Kemarin kenapa??? tanya Rafi menatap serius Sasa
Sasa menarik napas dan mengeluarkannya pelan-pelan.
Kemarin aku dibully kak. ucap Sasa pelan
Rafi yang mendengarnya pun terkejut dan mengepalkan tangannya. Inilah yang ia takutkan jika ia tak berada dekat dengan Sasa, tapi mau bagaimana lagi. Memang begitulah jadinya. Rafi berusaha meredam amarahnya supaya Sasa tak takut padanya. Ia bersumpah akan membalas siapa pun yang berani melukai Sasa.
Siapa??? ucap Rafi tegas
Sasa yang mengerti akan pertanyaan Rafi pun segera menjawab sebelum keberaniannya hilang.
Kak Ririn kak. ucap Sasa sambil menutup mata dan menundukkan kepalanya
Sialll, aku janji Reina, aku bakal balas perlakuan dia ke kamu. ucap Rafi marah
Nggak kak. ucap Sasa cepat sambil mengangkat kepalanya dan menatap Rafi memohon
Nggak bisa gitu, kalau nggak di balas dia akan semena-mena sama kamu. ucap Rafi tak terima, menurutnya Sasa terlalu baik pada setiap orang. Orang seperti Ririn nggak pantas dibaikin.
Reina mohon kak, Reina mengatakan ini pada kakak bukan agar kakak membalas perlakuan dia, tapi Sasa berusaha jujur pada kakak apa yang Reina alami. Bukankah kita harus saling jujur. ucap Sasa menenangkan Rafi
Baiklah, tapi harus hati-hati okeyy. ucap Rafi pasrah sambil mengusap kepala Sasa
Okey kak. ucap Sasa sambil tersenyum manis kepada Rafi, ia akhirnya lega karena telah mengatakan segalanya
Sasa pun melihat jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya dan ternyata waktu istirahat makan siang hampir habis.
Kakak masuk gih yang giat kerjanya, aku pulang dulu. ucap Sasa sambil bersiap-siap untuk pulang
Okey boss. ucap Sasa sambil terkekeh
Mereka pun berpisah, Sasa kembali ke rumahnya dan Rafi memasuki kantor untuk melanjutkan pekerjaannya.
Beberapa menit di perjalanan, akhirnya Sasa sampai di rumahnya juga. Rumahnya terlihat masih sepi, mungkin kedua adiknya sedang keluar dan untuk orang tuanya memang selalu pulang saat malam tiba karena mereka sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Assalamualaikum. ucap Sasa saat memasuki rumahnya
Waalaikumussalam non. jawab pembantu yang memang dipekerjakan oleh orang tuanya
Bi, Santi dan Sinta belum pulang. ucap Sasa sambil duduk di sofa yang terletak di ruang tamu
Sudah non, cuman beberapa menit yang lalu keluar lagi. jelas pembantunya
Kemana bi??? tanya Sasa penasaran
Nggak tau juga non. jawab pembantunya
Ohh baiklah bi, kalau gitu aku ke atas yah bi. ucap Sasa sambil tersenyum pada pembantunya itu
Iyya non. ucap pembantunya sambil menganggukkan kepalanya dan kembali bekerja
Di kamar Sasa langsung merebahkan tubuhnya yang terasa sangat lelah setelah aktivitasnya hari ini. Sebelum menutup matanya tak lupa ia mengabari Rafi bahwa dirinya sudah sampai di rumah dengan selamaaaaaattt😆
Kak, aku udah sampai di rumah nih😉
Sasa
__ADS_1
Ok, selamat beristirahat😘
Rafi
Sasa yang melihat pesan Rafi pun hanya tersenyum dan kemudian mematikan hpnya, segera menuju alam mimpi.
Tok tok tok
Kakkkkkkkk. teriak Santi sambil mengetuk pintu kamar kakaknya itu
Sasa yang sedang tidur nyenyak pun tersentak karena mendengar orang mengedor-ngedor pintu kamarnya. Sasa pun bangun dan membuka pintu kamarnya sambil menatap adiknya itu dengan kesal
Kenapa sihh??? ucap Sasa mengucek matanya dan memperbaiki ikat rambutnya
Udah sholat belum??? tanya Santi sambil menaikkan satu alisnya
Belum. ucap Sasa sambil menatap jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya
Santi hanya menatap kakaknya sambil tersenyum menahan tawanya.
Astaga, udah jam segini. Kenapa kamu baru bangunin kakak sih. kesal Sasa kemudian menutup pintu kamarnya membuat Santi terkejut, Santi pun mengusap dadanya untuk menetralkan keterkejutannya
Kak udah sholat, kakak turun yah. Ditungguin mama papa. teriak Santi kemudian meninggalkan kamar kakaknya itu
Sasa yang mendengarnya pun segera sholat, ia sebenarnya bertanya-tanya Tumben orang tuanya cepat pulang. Ini bahkan masih jam 5 sore. Namun, tak berlama-lama, ia segera membuang pikirannya itu dan berusaha sholat dengan khusyuk.
Setelah melaksanakan sholat, Sasa pun segera turun dan menghampiri kedua orang tuanya yang sedang mengobrol dengan kedua adiknya di ruang keluarga.
Kenapa ma, pa??? tanya Sasa sambil duduk di dekat kedua adiknya
Nanti kita akan keluar makan malam. Kamu pakai baju yang sudah dibelikan adik kamu dan jangan lupa berdandan secantik mungkin. jelas mamanya membuat Sasa mengerutkan alisnya
Cuman makan malam kan?? Kenapa mesti dandan dan pakai baju baru, aku punya banyak baju ma. ucap Sasa penasaran
Kakak tinggal ikutin aja susah banget. ucap Sinta tertawa yang membuat Sasa menatap jengah adiknya itu
Kamu akan tau nanti Sa. ucap Papanya menengahi anak-anaknya
Yaudah pah, mana bajunya??? ucap Sasa pasrah kemudian menatap kedua adiknya
Ambil aja di kamar. ucap Sinta sambil menunjuk kamarnya
Sasa pun segera menuju kamar adiknya sambil melirik adiknya tajam.
Kenapa kita nggak kasi tau kak Sasa saja yang sebenarnya??? tanya Santi karena pikirnya tak ada salahnya memberitahu
Biar surprise gitu San. ucap Sinta jengkel pasalnya saudara kembarnya itu terlalu polos menurutnya
Kedua orang tuanya pun hanya tersenyum menatap kedua anaknya, mereka tak menyangka anak-anaknya sudah besar sekarang.
***
Gimana guys???
Like, vote & Comment yah
I love you all🥰
__ADS_1