Ternyata Kamu

Ternyata Kamu
Teman


__ADS_3

***


Pukul 3 dini hari, Rafi sudah bangun karena memang ia sudah terbiasa akan hal itu, ia akan melaksanakan sholat tahajjud dan melangitkan nama sang pujaan hati semoga saja memang mereka berjodoh.


Ya Allah, saat pertama kali bertemu dengannya entah apa yang hamba rasakan. Namun, ia berbeda dari yang lain. Jika memang ia jodoh hamba, dekatkanlah yaa Rabb. Namun, jika bukan berilah kesabaran untuk hambamu ini. Hamba serahkan semuanya kepadamu yaa Rabb. doa Rafi dengan khusyuk


Di lain tempat yaitu di rumah keluarga Brawijaya, Sasa juga sudah bangun untuk melaksanakan sholat tahajjud.


Ya Rabb yang maha mengetahui segala sesuatu, tolong lindungilah hamba dari perasaan yang berlebihan kepada hambamu. Jangan kau biarkan hamba lebih mencintai ciptaan-Mu daripada dirimu. Ya Rabb hamba pernah merasakan sakit karena hamba berharap pada ciptaan-Mu. Maka saat ini hamba sangat memohon lindungi hamba dari godaan syaitan. Namun, hari ini hamba merasakan sesuatu yang berbeda kepada seseorang. Jika itu cinta, ridhoilah cinta ini yaa Rabb dan satukan dalam hubungan yang halal tetapi jika bukan hilangkanlah perasaan ini. Bantulah hamba untuk fokus dengan kuliah hamba sampai menjadi orang yang sukses, Aamiinn. Doa Sasa dengan khusyuk


Pagi ini ternyata sangat cerah semoga saja semua urusan berjalan lancar. harap Sasa


Kak hari ini kami diantar Papa, jadi Kakak langsung ke kampus aja. ucap Sinta


Oh oke. Kakak duluan yah, Mama Papa mana? tanya Sasa kepada adiknya


Di teras kak. ucap Sinta kemudian menyiapkan perlengkapan sekolahnya


Setelah mengetahui dimana Papa dan Mamanya berada, Sasa kemudian menuju ke teras.


Pa, Ma Sasa berangkat dulu yah, kata sinta mereka mau dianterin Papa yah? tanya Sasa


Iya sayang, kan papa lagi nggak sibuk banget. Jadi biar Papa aja yang anterin adik-adikmu. ucap Papanya


Oh gitu, yaudah Assalamualaikum. ucap Sasa menyalimi kedua orang tuanya


Waalaikumussalam. ucap kedua orang tuanya


Setelah kepergian Sasa, Mama dan Papanya kembali berbincang.


Pa, Sasa udah besar yah, rasanya baru kemarin dia digantiin popoknya, minta ini itu kalau enggak dituruti pasti nangis. ucap Mama Sasa mengingat masa kecil Sasa


Iya Ma, Papa bersyukur Allah masih mengijinkan Sasa berada di tengah-tengah kita setelah kecelakaan 5 tahun yang lalu yang membuatnya lupa masa kecilnya. ucap Papa Sasa


Sekarang pasti Rafi udah besar juga yah Pa, aku masih ingat bagaimana sedihnya mereka dipisahkan saat itu. ucap Mama Sasa berwajah sedih


Iya Ma, Papa juga nggak tau kabar mereka setelah kecelakaan itu. ucap Papa Sasa


Semoga aja kita bisa ketemu keluarga Aldebaran lagi yah Pa. ucap Mama Sasa


Iya Ma. ucap Papa Sasa sambil memeluk istrinya


Pa, Ma. Sinta dan Santi udah siap nih. ucap Santi mengagetkan kedua orang tuanya


Yaudah ayo Papa anterin. ucap Papanya menuju mobil


Siap Pa Boss. ucap Santi dan Sinta seperti orang hormat membuat kedua orang tuanya terkekeh


Ma, Santi dan Sinta berangkat dulu. Assalamualaikum. ucap Santi dan Sinta berbarengan kemudian menyusul Papanya


***


Suasana di kampus sangat ramai, ternyata seperti ini saat semua mahasiswa dan mahasiswi udah ngampus.


Sa cepetan, kita nggak boleh terlambat. ucap Anggi sambil berjalan cepat


Kamu sih, bangun kesiangan kan gini jadinya. ucap Sasa kesal


Sorry, tadi malam tuh aku nonton drakor, sumpah aku baper banget liatnya. Sampai nggak kerasa udah jam 2 malam aja. ucap Anggi mengingat kegiatannya semalam


Makanya hapus aja tuh film drakor, gara-gara tuh film aku ikutan terlambat. kesal Sasa


Nggak bisa Sa, drakor itu udah bagian dalam hidupku tauuu. ucap Anggi tidak terima


Terserahlah yang penting lain kali nggak boleh terlambat oke. ucap Sasa memperingati


Siap deh. ucap Anggi


Adduhh kebanyakan ngomong sih kamu, kita makin terlambat. ucap Sasa baru nyadar


Astagfirullah, kalau gitu kita harus lari secepat mungkin, 1 2 3. ucap Anggi kemudian berlari sekuat mungkin


Sa, tungguin. ucap Sasa sambil mengejar Anggi

__ADS_1


Adduhhh, maaf aku nggak sengaja. ucap Sasa memperbaiki bukunya tanpa melihat siapa yang ia tabrak kemudian melanjutkan larinya


Iya nggak papa. ucap Rafi sebelum Sasa pergi kemudian Rafi pun berlalu dari tempat tersebut


Akhirnya sampe juga, hohohoho. ucap Anggi ngos-ngosan setelah berlari cukup jauh


Tega benner kamu ninggalin aku, aku tuh sampe nabrak orang tau. kesal Sasa


Hahahahahah, sorry Sa. Emang kamu nabrak siapa? tanya Anggi Penasaran


Nggak tau, aku nggak sempet liat dia. ucap Sasa merasa bersalah telah menabrak orang tadi


Kamu minta maaf kan? tanya Anggi


Yaiyalah, seburu-burunya aku nggak akan sampe lupa minta maaf juga. ucap Sasa memasuki kelas


Btw inikan hari pertama ngampus jadi mungkin perkenalan doang dengan dosen. ucap Anggi bahagia


Mungkin, kok kamu keliatan bahagia gitu? tanya Sasa


Harus bahagia karena itu berarti kita bisa ke kantin secepatnya. ucap Anggi seperti kelaparan


Yeee dasar tukang makan. ejek Sasa


Biarin aja napa. ucap Anggi


Setelah beberapa menit menunggu dosen,datanglah sang dosen dengan kaca mata besar, badan gendut, kepala botak membuat semua mahasiswa tertawa. Namun, hanya sebentar karena keliatan bahwa dosen itu salah satu dosen killer.


Assalamualaikum anak-anak. ucap Dosen


Waalaikumussalam Pak. ucap seluruh Mahasiswa


Perkenalkan nama bapak adalah Samsul kalian bisa panggil Pak Sam. ucap Dosen


Baik Pak. ucap seluruh Mahasiswa


***


Sa, kantin yuk. ajak Anggi sudah tak sabar


Ayoo, takutnya kamu pingsan disini, aku kan nggak bisa ngangkat kamu. ucap Sasa tertawa menuju kantin meninggalkan Anggi


Ihhh Sa tungguin. teriak Anggi


Setelah sampai di kantin ternyata begitu banyak orang di sini.


Nggi aku pesen dulu, kamu cari tempat. Btw kamu mau pesen apa? tanya Sasa


Bakso dan es teh aja. ucap Anggi kemudian mencari temlat duduk


Sasa pun menuju penjual di kantin ini, ternyata panjang sekali antrian.


Setelah beberapa menit mengantri akhirnya penantian Sasa berakhir.


Bu saya pesen bakso 2 dan es tehnya 2. ucap Sasa


Tunggu sebentar ya. ucap Bu kantin


Ini pesanannya. ucap Bu kantin


Sasa pun mengambil makanannya kemudian bergerak mencari Anggi. Namun, entah kemana sahabatnya itu.


Sa sini. teriak Anggi membuat semua penghuni kantin memperhatikan Sasa


Sasa pun menuju meja sahabatnya tapi dari jauh Sasa merasa ada yang aneh sepertinya Anggi satu meja dengan seorang laki-laki. Oh big nooooo, tapi kok dari belakang kayak kenal gitu, ternyata setelah sampai dia adalah Kak Rafi dan Kak Andra. Ya Tuhan cobaan apa lagi ini. Sasa pun duduk di samping Anggi yang berhadapan langsung dengan Rafi, membuat Sasa panas dingin saja. Wkwkwkwk ( siapa coba yang nggak panas dingin duduk berhadapan dengan cogan seantero kampus)๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚


Hai Sa. sapa Rafi


Hai kak. ucap Sasa kikuk sambil melanjutkan makannya


Sa kamu mau nggak jadi temen aku? tanya Rafi membuat Andra dan Anggi sampe tersedak


Hhaa?? Maksudnya kak? tanya Sasa tidak mengerti

__ADS_1


Kamu dan aku jadi temen. Gimana? tanya Rafi


Aku terserah aja sih kak, aku orangnya berteman dengan siapa saja. ucap Sasa tersenyum


Oke, mulai saat ini kita teman ya. ucap Rafi sambil mengulurkan tangannya


Iya kak. ucap Sasa membalas uluran tangan Rafi


Awalnya temen lama-lama demen. ucap Andra menjaili Rafi


Apasih Ndra. kesal Rafi atas ucapan Sahabatnya itu meski pada kenyataannya Rafi berharap begitu. Tapi nggak mungkinkan Rafi menyetujui ucapan temennya di hadapan Sasa, maluuu donggg ( ternyata Rafi punya malu juga yaa readers๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜‰)


Anggi hanya senyum-senyum melihat interaksi Rafi dan Sasa. Melihat gelagat Rafi membuat Anggi yakin bahwa Rafi benar-benar mencintai sahabatnya itu siapa lagi kalau bukan Sasa. Anggi bersyukur akan hal itu, Anggi berharap semoga saja Sasa bisa melupakan sakit masa lalunya karena keberadaan Rafi.


Tidak jauh dari meja mereka terdapat Ririn cs


Rin liat deh, itukan Maba kok bisa langsung dekat sama Rafi dan Andra sih. kesal sintia


Awal aja tu anak, kita kerjain mereka. Kita aja udah lama kenal nggak bisa dekatin Rafi kek mereka. ucap Ririn menatap benci


Gimana kalu kita siram aja supaya mereka malu pake baju basah. Iya nggak sih? tanya Keke


Bagus tuh, kita simpan aja air di atas jalan menuju wc kan menurut gue ini mereka pasti ke wc nanti. ucap Ririn tersenyum jahat


Kalau gitu kita bergerak sekarang. ucap Sintia


***


Setelah beberapa menit Ririn cs manaruh perangkap akhirnya selesai juga. Mereka bertos ria akan kerja sama mereka.


Setelah kembali dari kantin Sasa dan Anggi menuju wc untuk cuci muka namun naasnya sebelum sampai ke wc Sasa sudah basa kuyup akibat siraman air dari atasnya. Hal tersebut membuat Anggi terkejut.


Hahahaha, rasain lo. Sok kecantikan sih, kalau lo nggak mau kek gini lagi bahkan lebih parah lebih baik lo jauhin Rafi. ucap Ririn menatap tajam Sasa


Maaf kak tapi kita hanya teman tidak lebih. ucap Sasa sambil memeluk tubuhnya yang kedinginan


Bawel lo, awalnya temen lama-lama minta lebih. ucap Ririn cs sambil tertawa


Meskipun kalian senior disini, kakak nggak berhak memperlakukan sahabat saya seperti itu, terus masalah kak Rafi, itukan kak Rafi sendiri yang deketin sahabat saya. ucap Anggi tak mau kalah


Mau Rafi mau sahabat lo, gue nggak peduli. Ingat kata-kata gue lo harus jauhin Rafi. ucap Ririn kemudian berlalu dari hadapan Sasa dan Anggi


Setelah kepergian Ririn cs. Anggi bingung karena nggak mungkin Sasa ke kelas dalam keadaan basah kuyup kek gitu. Namun, keberuntungan berpihak kepadanya. Rafi datang kemudian memberikan jaket kepada Sasa.


Sa, kok bisa sampe basah gini? tanya Rafi


Nggak papa kak, lupain aja. ucap Sasa masih syok atas kejadian tadi


Ini semua gara-gara kakak tauu. kesal Anggi


Kok gara-gara aku, aku aja baru dateng ini. ucap Rafi nggak terima


Kakak emang baru dateng tapi fans kakak yang lakuin. Marah Anggi


Fans? siapa? tanya Rafi penasaran


Siapa lagi kalau bukan kak Ririn cs. ucap Anggi memutar kedua bola matanya


Apaa?? tenang aja Sa nanti aku peringatin dia. Keterlaluan banget sih jadi orang. ucap Rafi tak percaya


Nggak usah kak, Sasa mohon. ucap Sasa memohon


Baiklah Sa ini karena kamu, tapi kalau sampai dia lakuin lagi, aku nggak akan tinggal diam. ucap Rafi


Yaudah kak aku duluan. Ayo Nggi. ucap Sasa


Kami duluan kak, makasih udah pinjamin jaketnya. ucap Anggi sebelum meninggalkan Rafi


Disana Rafi tak terima atas perlakuan Ririn, ia berjanji akan melindungi Sasa. Ia tidak mau kehilangan untuk kedua kalinya meski persoalan berbeda. Ia berharap semua akan baik-baik saja.


***


Jangan lupa Vote & Comment๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

__ADS_1


__ADS_2