Ternyata Kamu

Ternyata Kamu
Part 91


__ADS_3

🌼Happy Reading🌼


Dua hari setelah Nania pulang dari rumah sakit, semua anggota keluarga Rahardian tiba di kediaman Rahardian, adik-adik papa Doni beserta anaknya begitu riuh meramaikan rumah besarnya. Bahkan besannya yang telah pindah ke kompleks perumahan yang sama pun ikut datang.karena dua hari lagi akan di gelar acara tujuh bulanan untuk kehamilan menantu pertama keluarga Rahardian.


Sore ini semua anggota keluarga berkumpul untuk membungkus bingkisan yang akan di bagikan kepada anak panti asuhan yang akan mereka undang. Kenapa memilih membungkus sendiri? Mama Nita bilang biar ada kegiatan bersama, lagi pula tidak banyak yang mereka bungkus, hanya 1 set perlengkapan ibadah dan perlengkapan sekolah yang mereka masukan ke dalam tas.


“Kak, bantuin sih, dari tadi makan terus, Rendra juga lapar” celetuk Rendra, yang merupakan anak paling kecil di sana, sedari tadi ia hanya menatap iri kakak sepupunya itu hanya asyik menikmati cemilan yang di sediakan di sana, hanya sesekali memasukan perlengkapan sekolah ke dalam tas, selebihnya tangannya sibuk untuk mencomot berbagai macam cemilan yang menggiurkan.


“kalau lapar ya makan Ren, tuh makanan kan banyak”


“Iya, tapi nanti ga selesai-selesai kalau di tinggal makan terus”


“ya kerjakan besok lagi dong” jawab Nania tanpa rasa bersalah,


Semua orang membantu membungkus bingkisan pun hanya menggelengkan kepala. Sementara Rendra bersungut kesal,


“Abang!!” pekik Rendra saat melihat Rivan memasuki ruang keluarga di mana mereka duduk lesehan mengemasi bingkisan.


“kenapa Rend?”


“Bilangin kak Nia sih, bantuin jangan makan terus” bibir anak yang baru menginjak usia remaja itu mengerucut sebal, mengadu pada sepupu iparnya.


“Dek, masih lapar ya?”


“hmm, lihat itu mas, makanan di meja sangat menggoda, jadi Nia makan deh, kan sayang kalau ga di makan” celetuk Nania menatap suaminya sekilas, lalu kembali memasukan cemilan ke dalam mulutnya.


“tuh, Rendra protes tuh, makannya nanti lagi ya?” bujuk Rivan dengan lembut.


“Rendra, kak Nia makan kan karena baby di dalam perut kak Nia lapar, jadi biarkan kak Nia makan ya, kalau Rendra lapar, Rendra ikut makan saja, ga usah ikut bantuin” bujuk mama Nita akhirnya, karena tak tega melihat keponakannya itu cemberut kesal.


“Emang di dalam perut kak Nia ada babynya?”


Rendra memang belum mengetahui kalau kakak sepupu tercintanya itu sedang hamil, kerena perut Nania yang masih rata, belum terlihat kalau sedang hamil. Meski tubuhnya kini sedikit berisi.


“Iya, kak Nia juga mau punya baby seperti kak Linda”


“Tapi kok perutnya ga besar seperti kak Linda?”


“Ya karena baby nya masih kecil, nanti kalau sudah berusia 7 bulan pasti perutnya besar seperti kak Linda”


Rendra tampak mengangguk paham dengan penjelasan mama Nita, ia pun kemudian mendekati meja dan mengambil beberapa cemilan, perutnya memang sudah lapar di tambah melihat kakak sepupunya yang makan dengan lahap membuat perutnya semakin keroncongan, namun melihat mama, tante dan para sepupunya masih asyik membungkus bingkisan membuatnya merasa tak enak, dan enggan untuk makan terlebih dulu.

__ADS_1


“Kalau gitu ini untuk kakak, biar babynya kenyang” tak di sangka, Rendra malah menyodorkan sekotak biskuit kesukaannya pada Nania yang berganti bersandar pada sang suami.


“Ah, bukankah ini biskuit kesukaan mu Ren?”


“tidak apa-apa kak, ini untuk baby nya kak Nia, nanti Rendra minta mama buatkan lagi”


“begitu?” tanya Nania ragu meski matanya berbinar senang,


“hmm” Rendra tersenyum senang, lalu melanjutkan memakan cemilan yang lain, sementara semua orang tersenyum hangat.


***


Akhirnya acara yang di tunggu telah tiba, setelah kemarin sore menggelar acara tujuh bulanan di kediaman Rahardian, pagi ini semua keluarga telah bersiap di Hotel tempat di adakannya resepsi pernikahan Nania dan Rivan.


“Mas, kok bajunya agak sesek ya?” keluh Nania saat akan mengenakan dress pilihannya beberapa waktu lalu,


“Karena kamu semanik berisi sayang, bawaan baby makan terus mungkin”


“Mas ngatain aku gendut?” Nania yang sensitive merasa tersinggung dengan omongan suaminya,


“Bukan sayang, lebih berisi, tapi malah cantik” buru-buru Rivan menjelaskan ucapannya sebelum terjadi prahara dalam rumah tangganya.


“Benarkah?”


Rivan memperhatikan sang isri, memang bajunya kini terlihat sangat ketat di tubuh Nania, dan ia rasa akan membuatnya tak nyaman kalau mengenakannya sepanjang hari.


“Mas panggil tante Dea dulu, biar di carikan gaun yang lain”


Nania mengangguk kemudian Rivan melangkah keluar ruang ganti mencari tantenya yang masih berbicara dengan MUA yang merias sang istri.


“Tan, baju Nia sesek, masih ada baju lain tidak?”


“Benarkah?”


“Iya tan, kasihan babynya kalau pakai baju ketat gitu, engap juga nanti kalau lama-lama”


“Aduh, kemarin di ukur sebelum hamil ya, makanya jadi sesek gini, oke sebentar, tante carikan dulu yang sesuai”


“Makasih tan”


Akhirnya setelah mencoba berbagai Dress yang tante Dea pilihkan, Nania merasa nyaman setelah mengenakan dress berwarnya biru laut pilihan sang suami. Terasa longgar dan juga tak berat.

__ADS_1


“Van, kamu sesuaikan kemeja kamu ya, ganti dulu”


“Iya tan”


Setelah semuanya telah siap, Rivan pun menggandeng Nania menuju pelaminan setelah MC memberikan arahan, semua orang bertepuk tangan menyambut kedatangan raja dan ratu acara di Ballroom hotel.


Rangkaian acara resepsi pun di pandu MC, sesekali berbicara formal namun ada kalanya caandan juga mereka lontarkan.


Semua orang tampak menikmati acara itu, dan tak sungkan untuk berkenalan dengan para pengusaha yang hadir di sana. Bagi sebagian orang agenda resepsi ini sekaligus ajang perkenalan untuk memperluas bisnis mereka, karena tamu undangan yang hadir adalah rekan bisnis dari kedua keluarga, Rahardian dan Erlangga yang sudah terkenal luas.


Para tamu pun menyalami mempelai secara bergantian lalu menikmati hidangan yang telah disediakan. Di sisi depan anggota keluarga dari kedua keluarga pun ikut menikmati acara pesta meski sesekali mereka bertindak absud dengan candaan mereka.


“Terimakasih ya mas, sudah sabar menunggu dan menjaga Nia selama ini” bisik Nania pelan saat tamu undangan tak lagi mengular untuk menyalaminya.


“Teriamkasih kamu telah menerima mas dek, dan sebentar lagi akan memberikan mas anak. Mas sangat bahagia dek”


“Nia juga sangat bahagia mas, ga nyangka aja jodoh Nia Ternyata Kamu mas, teman masa kecil Nia, sahabat Nia, tetangga Nia yang kadang jahil sama Nia.” Nania mengulas senyum manisnya menatap sang suami dengan penuh cinta, membuat pria tampa itu ikut terseyum lebar.


Keduanya merasa sangat bahagia dengan bersatunya mereka dalam ikatan suci pernikahan, berharap mereka tak akan terpisahkan.


Pesta pun di akhiri dengan foto bersama kedua keluarga yang begitu besar, sang fotografer terkadang menggelengkan kepala melihat tingkah para sepupu Nania yang kadang bergaya tak jelas. Mereka semua merasakan bahagia, setelah melewati berbagai cobaan yang menguras emosi dan melukai fisik, kini mereka bisa merasakan kebahagiaan yang nyata.


END


Yei…..!!!!!🎉🎉🎉🎉🎉


Hallo semua🤗🤗🤗🤗


Cerita ini sudah tamat ya,


Terimakasih atas semua dukungannya,🙏🙏🙏


mohon maaf kalau cerita nya ada yang kurang sesuai dengan harapan kalian,


Nania dan Rivan sudah bahagia,💑💑💑👪


Semoga kalian juga selalu bahagia,😃😃😃


Terimakasih semuanya🤩🤩🤩


Love You All….😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2