Ternyata Kamu

Ternyata Kamu
Part 63


__ADS_3

🌼Happy Reading🌼


Sementara itu sepasang mata yang sedari tadi memperhatikannya mencoba untuk mendekat. Sedari awal Nania masuk, orang itu terus memperhatikan, memastikan bahwa gadis yang berjalan dengan kedua pria yang begitu dikenalnya itu adalah gadis yang ia rindukan selama ini.


Setelah sekian lama akhirnya kesempatan ini datang, ia bisa melihat gadis imutnya, seketika penyesalan menyeruak dalam dada kala kejadian beberapa 2 tahun lalu terbayang kembali dalam ingatannya. Dirinya begitu bodoh telah menyia-nyiakan gadis cantik bermata sipit itu.


Dengan mata sendunya ia terus mengawasi gerakan demi gerakan gadisnya dari kejauhan, boleh kah ia masih menyebut gadisnya? Sedangkan ia lihat saat ini ada sosok pria yang duduk di sampingnya, mereka tampak mesra dan terlihat sangat dekat. Terus berpikir apa hubungan mereka, karena ia tak berani untuk mendekat dan mendengarkan pembicaraan mereka, atau bertanya hubungan mereka saat ini.


Hingga kesempatan itu datang, saat kedua pria itu meninggalkan gadis itu sendirian, namun yang membuat matanya membola adalah kecupan yang di berikan salah satu pria itu pada gadisnya. Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada, dia beranikam diri melangkah, mendekati sosok yang dirindukannya itu,


“Nia….” Sapanya denga nada penuh keriduan, ingin sekali mendekap gadis di hadapannya ini, namun apa daya, semua telah berbeda.


Deg


Nania mendongak, melototkan mata sipitnya setelah mengenali siapa yang kini berdiri di hadapannya. Tak menyangka ia akan bertemu dengan sosok yang ia hindari selama ini, begitu sulitnya ia melupakan kejadian 2 tahun silam, tapi kenapa orang itu muncul di hadapannya saat ini.


“Nia” panggilnya lagi. Sorot matanya menunjukan kerinduan yang begitu dalam, wajah sendunya terlihat sedikit berbinar karena bisa bertemu dengan sosok yang ingin ditemuinya selama ini.


“Mau apa kamu?” jawab Nania dengan ketusnya, tak ingin memberikan kesempatan pria itu untuk mendekatinya.


“Nia, maafkan aku, aku benar-benar minta maaf, aku juga merindukan mu”


“Cih” Nania berdecih kesal, lalu kembali menatap tajam sosok pria yang masih berdiri di hadapannya saat ini. “kau pikir perbuatan kalian itu pantas untuk dimaafkan, hah?” nada biacaranya semakin meninggi, menyamarkan gemuruh dalam dada, mencoba mengurai rasa sakit yang kembali hadir ketika melihat pria di depannya.


“Aku tau aku salah Nia, maafkan aku, aku khilaf”


Sekali lagi Nania berdecih, muak dengan ucapan pria yang tak lain adalah mantan kekasihnya, yang tega mengkhianati kesetiaannya.


“pergi dari Sini Vid!! aku tak ingin melihatamu lagi”


“Aku mohon Nia, berikan aku kesempatan”

__ADS_1


“kesempatan mu sudah berakhir dua tahun lalu, kala dengan beraninya kau membohongiku dan malah berkencan dengan sahabat, oh, bukan mantan sahabatku. Begitu teganya kalian padaku”


Ingin rasanya ia meluapkan amarahnya pada pria di hadapannya ini, nyatanya rasa sakit itu masih ada, bekas lukanya begitu dalam, kepercayaannya di khianati dengan begitu teganya.


Nania berdiri dan mencoba untuk pergi dari hadapan pria yang masih bediri terpaku di depannya.


“Aku mohon Nia, aku masih sangat mencintai mu” dengan tak tau malunya pria itu kembali menyatakan perasaannya.


“Tapi tidak dengan ku, minggir!! Jauh-jauh dari ku” Nania ingin turun daru gazebo namun terhalang oleh pria yang merentangkan kedua tangannya untuk menghalanginya keluar dari pintu gazebo.


“Nia aku mohon kasih aku kesempatan, aku yakin rasa itu masih ada untuk ku, kita mulai semuanya dari awal babe, selama dua tahun aku terus menunggumu, sungguh aku tak menjalin hubungan dengan siapapun” ucap pria itu mengiba, bahkan matanya berkaca-kaca menahan air mata yang mungkin akan mengalir dengan derasnya.


“Pergi!!” Nania semakin meninggikan suaranya, tubuhnya bergertar menahan rasa sesak di dada, “Hubungan kita sudah lama berakhir, tak ada lagi kesempatan untukmu”


Nania mengalihkan padangannya, mencoba menahan air mata yang ingi keluar dari ujung matanya.


Tak peduli dengan orang-orang yang menatap mereka saat ini, ia berusaha untuk keluar dari sini.


“Babe, aku mohon” panggilan sayang dari mulut mantan kekasih itu terdengar lagi.


Namun tingkahnya justru membuat pria itu menangkap dirinya, dan kini memeluknya erat.


“Lepaskan aku b****k” pekik Nia dengan suara tingginya, Nania meronta ingin di lepaskan, namun pria itu mendekapnya begitu erat seolah menyalurkan rasa rindu yang selama ini tertahan.


“Aku merindukanmu babe” bisiknya pelan,


Tak peduli dengan bisikan mantan kekasihnya itu Nania terus meronta agar terlepas, air matanya akhirnya mengalir begitu saja dari ujung kedua matanya, hingga akhirnya pelukan itu terasa longgar dan,


Bug!!


Pria yang medekapnya itu melepaskan tangannya dan tersungkur ke tanah.

__ADS_1


“B****k!!” umpat sesorang yang baru saja datang dan sekali lagi pukulan mendarat di wajah sendu David.


“Beraninya kau!!!” geram pria yang baru saja datang,


David berusaha berdiri dan ingin membalas pria yang baru saja memukulnya,


“Jangan dekati Nania lagi!!”


Bukannnya takut David malah menunjukan wajah menantang, berbeda dengan wajah sendu yang ia perlihatkan di depan gadisnya, kali ini wajah garangnya ia tunjukan di hadapan pria yang tengah berdiri di depannya.


“Nia itu cewek gue, jangan sok ikut campur lo!!”


“Ck! cewek lo? Mimpi lo” Pria yang tak lain adalah suami Nania ini mengepalkan kedua tangannya menahan amarah yang ingin ia lampiaskan.


“Memang kenyataannya begitu, sampai kapan pun Nia milik gue, dia hanya mencintai gue” David ingin menyangkal perilaku mesra keduanya yang dia lihat beberapa waktu lalu, berharap keduanya masih sebatas teman, seperti yang ia tau semasa masa pacaran dulu.


Sosok lain dengan mata tajam yang memperhatikan tak jauh dari mereka berdecak dan menggelengkan kepala.


‘cari mati emang, b*** banget sih, ga tau terimakasih banget masih di biarkan sampai saat ini, lah malah berbuat ulah’


“ga tau tau diri emang lo, segera pergi dari sini selagi gue masih menahan diri,” ucap Rivan dengan tatapan tajamnya,


Ia pun melirik ke arah sang istri yang masih terisak di sana. Ingin segera mendekapnya untuk memberikan rasa aman untuknya, namun ia harus menjauhkan pria b****k ini terlebih dulu.


“oke, gua pergi dari sini” tak ingin semakin membuat kekacauan David memilih pergi , namun ”ayo babe, kita pergi dari ini” dengan beraninya ia meraih pergelangan tangan gadis yang telah ia khianati itu.


Nania yang masih syok pun segera meronta setelah sadar siapa yang menggenggam pergelangan tangannya. “lepas!!”


“Jangan sentuh istri gue!!!”


Tbc

__ADS_1


Mohon dukungannya 🤩🤩🤩


Love you all 😍😍😍


__ADS_2